By Your Side

By Your Side
BAB IV : Beautifully


__ADS_3

Dress putih berwarna sedikit kebiruan dengan wedges putih yang terpasang di kedua kakinya, Lalu Rambut panjang yang di gerai. Sungguh ciptaan Tuhan yang sangat indah, Pikiran ku terhanyut setiap melihat nya. Wanita yang tanpa sengaja aku temui Di kampus Tiga bulan lalu, Hubungan kita berjalan baik seiring berjalan nya waktu. Wajahnya yang selalu terbayang di pikiranku, Membuatku terus mendekati nya, Dan aku juga harusnya bersyukur dia tidak merasa terganggu setiap aku mendekati nya.


Di taman yang di penuhi bunga sore itu aku sedang menghabiskan waktu bersama nya, Dia terlihat sangat cantik. Entah sejak kapan aku jadi tertarik dengannya, Rasanya setiap waktu yang ku habiskan bersama nya aku merasa bahagia.


" Apa kamu sedang sangat bahagia? " Tanyanya sambil melihat ke arahku.


Mata kita yang saling bertemu benar benar membuatku jadi sangat gugup. " Tidak juga. " jawabku.


" Sungguh, Tapi dari tadi aku melihatmu hanya tersenyum terus sambil memandang ke depan. " Katanya yang masih dalam posisi yang sama. Bagaimana dia bisa memperhatikan ku dari tadi, Kan aku jadi malu, Padahal aku terhanyut dengan kecantikan nya dari tadi. "Hahaha." Aku hanya tertawa karena bingung mau menjawab apa. Lalu aku menanyakan saja hal-hal yang tidak terlalu penting untuk membuka percakapan.


" Nira, Apa kamu tidak terganggu dengan ku? "


" kenapa harus terganggu kalau itu kamu. "


" Kalau orang lain? bagaimana. "


" mungkin akan ku jauhi karena aku tidak suka di ganggu. " jawabnya dengan cepat.


kata kata nya itu, benar benar bisa membuatku salah paham.


"Jika itu kamu, Aku tidak masalah. " Sambung nya.


" memang nya kamu senang saat dengan ku. "


" hmm. " dia mengangguk. " Aku senang saat bersamamu. "


Dia beranjak dari tempat duduk nya, dan mengulurkan tangannya padaku. " Ayo kita jalan sebentar, sebelum pulang. "


Aku menerima uluran Tangan itu, Dia menggenggam erat tanganku, Dan kami berjalan beriringan melewati bunga bunga yang indah. Keindahan bunga di taman itu seakan-akan menyatu dengan kecantikan nya, " Hari ini kamu cantik sekali. " Tanpa sadar aku mengatakan itu.


" Terimakasih. " balasannya sambil Tersenyum.


...***...


" Nira. "


" Iya, Kenapa. "


" Surat yang waktu itu, kenapa Adrian yang memberikan nya. " tanyaku. " Aku sudah lama ingin menanyakan nya tapi aku selalu lupa." Sambung ku.


" oh itu, Aku yang menitipkan nya." katanya sambil melihat ke arahku. " hahaha, jangan bilang kamu cemburu. " sambung nya. Keheningan sesaat terjadi saat aku sedang fokus menyetir, Lalu cair saat dia tertawa sendiri." Hahaha, Lucas Tidak seperti itu." Katanya masih menahan tawa, Lalu dia menjelaskan siapa Adrian, " Adrian, Dia itu sahabat kakakku saat di bangku SMA semacam Senior dan Junior." Katanya.

__ADS_1


" Mungkin karena kakakku ingin punya adik laki-laki, Dan Adrian yang selalu menempel pada kakakku, Jadi aku mengenal nya karena dia juga sering main ke rumah. " sambung nya.


Pantas saja surat itu di titipkan ke tangan nya, Dan dia juga punya Nomer handphone Nira. Di saat bersamaan Nira Juga melanjutkan bercerita.


" Sebenarnya yang mengenalkan mu padaku itu Adrian, Karena dia merasa aku butuh seseorang untuk memberikan semangat. Padahal Aku biasa saja. " Katanya sambil melihatku. " Dia Sampai mendesak ku setiap kali datang ke rumah, pada akhirnya dia menunjukkan foto mu dan memberikan nomormu padaku. Kalau di ingat ingat dia benar benar membuatku kesal saat itu. " ucapnya dengan ekspresi kesal. " Lalu saat pertama kali kamu chat, Awalnya tidak terlalu peduli, Tapi lama lama aku jadi penasaran. " katanya sambil tertawa kecil.


Cerita nya berakhir di situ, Aku hanya mendengarkan apa yang dia ceritakan tanpa sempat bertanya. Karena tidak lama setelah bercerita dia langsung tertidur pulas. Lucu sekali rasanya mendengarkan dia bercerita tidak berhenti seperti tadi. Apa aku harus berterimakasih pada Rian, Karena membukakan jalan untukku. Setelan satu setengah jam perjalanan, Mobil ku berhenti depan rumah Nira. Aku membangunkan nya yang masih tertidur pulas.


" Nira, Bangun kita sudah di depan rumahmu. "


" hmm. " Merenggangkan badannya, dan membuka matanya perlahan. " Sudah sampai yaa. " ucapnya yang masih setengah sadar.


" iya, sudah sampai. "


" Baiklah, Aku turun , Terimakasih untuk hari ini lucas. "


" iya, sama sama. " Jawabku sambil tersenyum.


" Aku senang menghabiskan waktu bersama mu, Sampai jumpa lagi. " ucapnya sambil melambaikan tangan. Aku membalas lambaian tangannya, Lalu menginjak gas dan melaju ke rumah.


...****...


" Bro hari ini lu sibuk gak. " Tanyaku pada Adrian yang duduk di sampingku kala itu.


" hehe"


" hahehahe, Lu kira ada yang lucu aneh banget sih lu. " balasnya sambil menjauhiku.


" Gak, Gua mau traktir lu sekalian ada yang gua omongin. "


" wihh, Ada acara apa emang? " tanya nya dengan ekspresi langsung berubah dalam hitungan detik.


" heh, giliran makanan aja langsung semangat "


" iya, dong hahaha. "


Setelah kelas berakhir, kami pergi ke salah satu restoran yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kampus. Seperti biasa kami makan bersama sambil berbincang-bincang, Setelah selesai makan aku kembali melanjutkan obrolan yang belum ku selesaikan.


" Yan, Gua mau ngomong makasih ke lu."


Dia langsung mengernyitkan dahi mendengar perkataan ku.

__ADS_1


" Apasih lu, gua jadi jijik dengernya hiii. " balasnya. Wajar jika reaksi nya seperti itu, karena aku tidak pernah bicara formal dengannya, aku hanya terkekeh dengan ekspresinya.


" Lu pasti mau ngomongin Soal Nira kan. " Tebaknya dengan sangat tepat.


" Kok lu bisa tau. "


" bisa lah, semalem pas dia sampai rumah gua juga baru sampai rumahnya buat main sama kakaknya."


" Dih, lu kok suka banget sih main ke rumah nya. "


" suka suka gua lah. "


" Menurut lu Nira dia orang yang kaya apa. " Tanya ku meminta mendapat nya.


" Dia orang nya baik dan gak ribet. " Balasnya.


" menurut lu kalau gua nembak dia gimana. "


" Haa!!. " Dia terkejut mendengar ucapanku. " Serius lu?" Balik bertanya padaku.


" Iya lah. "


" Yaudah coba aja, Gua liat dia juga suka sama lu kok" Katanya sambil meminum seteguk coktail di depannya.


" Masa sih. "


" Nira tuh anaknya ngak suka ketemu orang banyak, Apalagi sampai keluar berdua sama lu kemarin. " Jelasnya. " Dia terlalu menutup diri, makanya gua sering nyuruh dia buat pergi keluar, Kenalan sama orang lain, Walaupun kesannya maksa gua cuma pengen liat dia ngabisin waktu sambil ceria. " Sambung nya.


" Tapi pas sama gua dia gak gitu kok. "


" Berarti dia suka dan nyaman sama lu, Terserah lu kalau mau nembak, Tapi sampai lu bikin dia nangis gua gak tinggal diem. " Ancam nya.


Kepercayaan diriku langsung meningkat, Setelah mendengar ucapannya, Walaupun aku belum mencobanya dan mendengar jawaban dari Nira.


" heh, ya enggaklah, Lagian buat apa gua buat dia nangis. "


" ya siapa tau aja kan. " Sambil menaikan bahunya.


" Enggak yan, gua malah pengen buat dia seneng, Gua gak tau kenapa tapi setiap sama dia... I'm feel so happy... "


Dia langsung menyipitkan mata dan melihat ke arahku, " hiii.. bucin banget lu. " ucapnya.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum tipis menanggapi ekspresi dan perkataan nya.


__ADS_2