
"Lucas Alexander, Lulusan terbaik tahun ini dari fakultas Seni dan sastra dengan IPK. 4.0, Cita cita ingin jadi Idol yang bisa memberi semangat Lewat karya nya. " Sebut MC yang membawakan Acara dari batas podium, Sorakan dan tepuk tangan bergemuruh di Aula Kampus saat namaku di sebut, Aku sangat bersyukur dan tidak pernah menyangka bisa masuk Dua puluh wisudawan terbaik tahun ini. Tentu saja bukan hanya aku dari fakultas seni, Masih ada Adrian dan satu teman perempuan ku. Aku jadi merasa bangga dengan pencapaian ku, Dari podium ini aku melihat ke arah kursi Tamu di mana ada Nira juga ibuku yang datang walaupun mereka duduk di kursi yang berbeda dan berjauhan, Aku merasa sangat senang melihat mereka di sana.
Setelah acara pemberian penghargaan serta ijazah pada semua Mahasiswa yang lulus, semua orang keluar untuk bertemu keluarga nya dan mengabadikan moment itu. Dari kejauhan aku melihat Nira yang berjalan ke arahku sambil membawa bucket bunga ditangan nya.
Ah benar-benar, dia tidak pernah terilhat tidak cantik sekalipun, Apalagi dengan dress warna hitam yang dia kenakan, Rambutnya yang di kepang kesamping dengan hiasan yang indah dan Hills hitam di kedua kakinya, benar benar warna yang selaras dan indah.
" Happy Graduation day Lucas." Katanya sambil tersenyum saat melihatku lalu memberikan bunga di tangan ku, Aku langsung memeluknya. "Terimakasih Nira, Aku mencintaimu. "
" haha, Aku juga Lucas, Terimakasih ya." Aku melepaskan pelukan ku, Lalu dari kejauhan aku melihat Ibu dan ayahku, yang berjalan menghampiri ku.
" Selamat ya Lucas, Ibu bangga dengan mu." Kata ibu ku sambil memberikan bunga.
" Selamat ya Lucas, Ayah bangga." Kata ayahku, Lalu memeluk ku.
" Dia siapa Lucas?" Tanya ibuku yang melihat ke arah Nira.
" Ibu, Ini Annira pacarku." Kataku mengenalkan nya dengan bangga.
" Oh jadi dia, Gadis yang sering kamu ceritakan pada ibu, Ternyata dia lebih cantik dari yang kamu ceritakan ya. " Kata ibu ku, Lalu Nira memberi salam pada ayah dan ibuku. "Halo om, Tante, Saya Nira."
" Wah, Kamu cantik sekali." Kata ayahku memujinya. " kamu pintar Juga Lucas. " Kata ayahku sambil memukul pundak ku.
" Argh, Ayah sakit tau." Gerutu ku padanya.
__ADS_1
" Mau ayah fotoin kalian berdua. " katanya menawarkan padaku.
" Tentu saja aku mau ayah. " Balas ku, Aku melepas topi wisuda ku dan memakaikan nya pada Nira, Aku merangkulnya dan berpose. Lalu setelah itu kita berfoto bersama, Aku sangat senang dan bahagia, dan ini akan jadi salah satu kenangan yang tidak terlupakan.
"Happy graduation bro." Tiba tiba seseorang menepuk pundak ku dari belakang sambil mengatakannya, Siapa lagi kalau bukan Adrian.
" Eh, Kebiasaan lu yaa, ngagetin mulu. "
" Ya maaf, Habis gua bingung lu kayanya gak bisa di ganggu."
" Eh, Adrian, Selamat ya. " Kata ibuku memberi ucapan lebih dulu padanya.
" Makasih Tante. "
" Happy graduation juga yan, Ngak kerasa yaa empat tahun ngampus. "
" Happy graduation day Adrian, Semoga kelulusan mu membawakan masa depan yang cerah untuk mu. " Kata Nira sambil bersalaman dengan nya, Yah tidak papa hanya Adrian aku tidak perlu cemburu lagi pula mereka sudah kenal lama, Mencoba meyakinkan diri.
" Wah, Lu nempel banget sama Lucas ya Ra. " Kata Adrian. " Kak Jevan apa gak cemburu kalau liat." Sambungnya, Ah benar juga, Kalau di ingat ingat kakaknya Nira saat bertemu denganku dia hanya diam saja, Apa dia marah denganku.
" Haha, Nggak lah buat apa cemburu." Kata Nira.
hari itu benar benar hari yang penuh kegembiraan, Sebagai akhir dari hari itu, Ayah mentraktir kami makan malam sebagai perayaan akan kelulusan ku.
__ADS_1
...***************...
Sudah menjadi rutinitas rasanya setiap akhir pekan aku pergi bersama Nira. Walaupun begitu aku juga tidak pernah merasa keberatan, Justru aku selalu menunggu saat aku bisa menghabiskan waktu berdua dengannya. " Seperti nya kita akan jarang bertemu nanti. " Kata Nira, Benar juga ya mulai minggu depan aku akan sibuk untuk persiapan debut, Lalu Nira juga sibuk untuk menyiapkan skripsi untuk kelulusan nya. " Benar juga ya, Aku dan kamu akan sama sama sibuk." Balas ku.
" Bagaimana perasaanmu Lucas, Sebentar lagi kan kamu akan debut menjadi idol, Impian mu jadi kenyataan, Usaha dan kerja kerasmu selama ini membuahkan hasil." Tanya nya, sambil melihatku.
" Aku senang dan bahagia Nira, Ditambah lagi ada kamu di sisiku." Kataku, melihat nya yang duduk berhadapan dengan ku. Dia tertawa mendengar perkataan ku, " Hahaha, Benar juga ya, Aku akan terus berada di sisimu kapanpun itu. " Katanya yang selalu di akhiri dengan senyum. Aku selalu penasaran kenapa kamu hanya tersenyum saat denganku, Apa kamu bahagia atau ada yang kamu tutupi Nira, Pikiran seperti itu selalu terlintas dalam benakku saat melihatnya. Angin yang berhembus sore itu membuat pohon rindang tempat kami berteduh bergoyang, Bersamaan dengan itu rambut Nira juga jadi berantakan serta dedaunan yang jatuh di rambutnya. Kenapa aku mudah sekali terhanyut akan perasaan ini, Dia langsung merapikan rambutnya yang berantakan itu, Aku juga tanpa sadar melihat ada daun yang tersangkut di rambutnya. "Nira, Diam sebentar ya." Kataku sambil mendekati nya.
" Ada apa Lucas."
" Diam lah." Kataku, mengambil daun yang tersangkut di rambutnya. " Ini loh, Ada daun tersangkut di rambutmu. " Sambung ku.
Tanpa sadar wajah kami saling berdekatan, Melihat wajah nya Nira yang memerah saat itu secara reflek ingin menjauhkan wajahku darinya, karena aku juga merasa wajahku semakin panas entah karena apa. Tapi saat mau menjauhkan wajahku, Tiba tiba Nira menahan ku. " Lucas, Tunggu dulu." katanya sambil mengusap wajahku dengan lembut, " Kenapa Nira. " Tanyaku.
" Apa aku boleh aku mencium mu ." Tanya nya dengan ragu ragu. Aku tersenyum juga salah tingkah saat mendengarnya, " Tentu saja, Lakukan saja jika kamu menginginkan nya, Kalau seperti ini aku baru merasa Adil tau." Kataku.
"Maksudnya? " Tanya nya kebingungan, " Kamu pura pura tidak ingat ya, Kalau begitu izinkan aku yang lebih dulu melakukan nya. " Balas ku.
" Lucas Tunggu dulu, wajahmu terlalu dekat."
" kalau gitu, Tutuplah matamu." Sambil menutup pandangan nya dengan telapak tangan tanganku,
"Apa sekarang kamu merasa lebih nyaman " Sambung ku. Sial kenapa jantungku rasanya mau meledak, telapak tanganku yang menghalangi pandangan nya berpindah posisi ke rambutnya untuk menahan pergerakan nya." Ah iyaa, sudah." katanya. Bibir ku mulai mendarat dan bersentuhan dengan bibirnya, Entah karena jarak kami yang terlalu dekat, Entah detak jantung nya atau detak jantung ku yang tidak beraturan, Rasanya terdengar jelas olehku. Aku benar benar tidak mempedulikan sekitarku, Rasanya Hanya ada Kita berdua di taman sore itu.
__ADS_1
...****************...
Karena sama sibuk aku dan Nira jadi jarang bertemu, Nira yang sedang sibuk menyiapkan semua untuk ujian dan kelulusan nya dan Aku yang sibuk untuk debut bulan depan. Sekarang semuanya benar-benar terasa nyata bagiku, Mulai dari adanya Nira di sisiku dan impianku yang jadi kenyataan. Aku bersyukur dan sangat berterima kasih pada Tuhan, Rasanya semua kerja kerasku membuahkan hasil. Setelah briefing, Rekaman, Photoshoot dan syuting MV selesai, Tinggal menunggu hitungan hari Saat MV pertamaku di unggah di platform viewtube, Untuk mengetahui hasilnya.