
Sehelai rambut Erika tertiup angin dan jatuh di bibirnya. Jantung Arvaz berdetak keras membayangkan dirinya menyibakkan rambut yang sudah panjang itu dan mencium bibir pemiliknya.
Arvaz menunggu sementara Erika mendudukkan Noah di pangkuannya. Sepanjang perjalanan Arvaz selalu mencuri pandang ke arah Erika. Wanitanya masih sama kecuali rambut dan juga bentuk badannya yang tambah berisi dan seksi.
Erika menyipitkan matanya tatkala Arvaz mengajaknya ke tempat vila mereka saat bersama dulu.
“Untuk apa kamu membawaku ke sini? Aku dan anakku ingin pulang.”
“Kamu sudah pulang sekarang. Ini adalah rumahmu, kemana lagi kamu akan pulang.”
Erika masih terdiam di kursinya sementara Arvaz sudah membukakan pintu untuk Erika.
“Sini aku akan menggendong Noah agar kamu bisa turun.”
“Tolong antar aku pulang.”
“Sudah aku katakan ini rumahmu, kemana lagi kamu akan pulang.”
“Pakaian Noah basah dan aku harus menggantinya sementara rumahmu tidak ada pakaian Noah.”
“Siapa bilang?”
Arvaz sedikit membungkuk untuk menggendong Noah sambil menepuk bokongnya. Noah memeluknya dengan senang. “Aku sudah menyuruh Adam untuk membeli semua perlengkapan Noah beberapa jam yang lalu.”
“Bagaimana mungkin?” Erika masih tidak percaya.
“Sekarang kamu masuk lah, blusmu basah.”
Erika cepat-cepat menunduk untuk melihat blus hanya. Benar saja, bagian depan blus itu masih menempel basah di dadanya dan samar-samar menampakkan branya yang berenda.
Ketika ia mengangkat kepala, tampak olehnya Arvaz sedang menatapnya. Mata lelaki itu mengarah pada tatapan Erika tadi lalu cepat-cepat beralih ke wajah Erika. Erika langsung memberengut dan mengambil alih Noah kembali sebelum ia masuk ke dalam vila.
Terlihat Adam sedang membukakan pintu dan terlihat bahwa pria itu terkejut melihat Erika. Erika langsung berjalan melewatinya sambil berkata, “A harus mengganti pakaian Noah yang basah.”
“Apakah Nyonya Erika masih hidup?” Adam tersentak kaget.
“Ya, bukan hanya dia masih hidup. Dia bahkan membawa seorang putra,” ucap Arvaz yang kini sudah berdiri di depannya.
“Huh? Nyonya Erika sudah menikah lagi?”
“Omong kosong apa yang kamu bicarakan? Jelas dia putraku.”
Untuk kedua kalinya Adam kembali dikejutkan oleh fakta yang mencengangkan. “Itu luar biasa,” serunya.
Setelah melihat Arvaz tenang dan menguasai emosinya, Adam melanjutkan pertanyaannya. “Tuan Muda, apa yang kita lakukan dengan nona Mina?”
“Aku sedang tidak ingin memikirkannya sekarang.”
“Ck ck ck, kamu sangat beruntung Arvaz. Aku sangat iri padamu,” kata Vero yang entah datang dari mana namun pria itu kini sudah berada di tengah-tengah Arvaz dan Adam.
“Apa yang membuatmu iri?”
“Kamu sudah tidur dengan wanita lain sekarang kamu mendapatkan wanita yang kamu cintai kembali.”
Arvaz langsung memukul kepala Vero. “Apa yang kamu katakan? Aku sama sekali belum menyentuhnya sama sekali dan aku tidak berminat dengannya.”
__ADS_1
“Hanya orang bodoh yang percaya padamu.”
“Terserah padamu.”
“Kenapa kamu menculik anakmu dan ibunya?”
“Perhatikan omonganmu atau kamu akan mati di tanganku.”
“Wow aku takut sekali.”
“Dari pada kamu di sini hanya untuk mengejekku sebaiknya kamu membantuku.”
Vero cepat-cepat menyusul Arvaz yang sudah memasuki rumahnya.
Sementara itu, beberapa lama kemudian. Yaya dan juga Nick memasuki ruang tamu Arvaz. Mereka di sambut dengan pemandangan Vero yang duduk sendirian dengan sebuah buku di tangan.
“Hai, kalian sudah datang?” Sapa Vero.
“Apa yang kamu lakukan duduk sendirian di sini? Dimana pemilik rumah?”
“Seseorang ada di kamar utama rumah ini. Istrimu harus membantu. Tidakkah kalian ingin melihat mereka bersatu kembali seperti keluarga bahagia?”
“Apakah kakak Erika ada di sini?” Tanya Yaya.
“Ya, tentu saja aku akan membantu. Kalau begitu lakukanlah dengan cepat.”
Vero langsing meletakkan bukunya ke sofa dan melompat dari kursinya. Mereka bertiga langsung pergi ke kamar utama.
Yaya mengetuk pintu sebelum ia membuka pintu tersebut.
“Kak Erika.”
“Kakak kamu ada di sini?”
“Ya, kebetulan sekali kamu ada di sini. Aku sudah mengganti pakaian Noah dan ia tertidur. Bisakah kamu membawanya bersamamu untuk sementara. Arvaz pasti tidak akan mudah membiarkan kami keluar dari sini.”
“Baiklah, kak.”
Yaya langsung menggendong Noah. Beberapa menit kemudian saat Erika hendak membuka pintu kamarnya, ia dikejutkan oleh kehadiran Vero.
“Bisakah aku bicara denganmu sebentar.”
“Ada apa?”
Vero langsung menutup pintu kamar dan tanpa sadar melirik ke arah tempat Arvaz menyembunyikan diri.
“Sepanjang tahun ini, mungkin Arvaz mempunyai sosok yang mirip denganmu tapi semua karena dia beranggapan kamu sudah meninggal dan dia terlalu mencintaimu. Dia benar-benar ingin melihat setiap menit dirimu di hidupnya itu sebabnya dia….”
“Kamu tidak perlu menjelaskannya, aku sudah tahu semua itu. Aku sudah kembali beberapa tahun lalu jadi aku cukup jelas hal tentangnya dan Mina yang melakukan operasi plastik mirip denganku. Aku tidak ingin membuka masa lalu ku lagi. Dia orang asing sekarang bagiku.”
“Orang asing? Kalian mempunyai malam-malam yang membahagiakan di masa lalu dan kamu menyebutnya orang asing sekarang,” ucap Vero dengan bingung.
“Itu semua di masa lalu.”
“Baik, selesaikan masalah kalian. Aku tidak ingin terlalu ikut campur.”
__ADS_1
Vero berbalik untuk pergi sementara Erika mengikutinya dari belakang. Namun yang mengejutkan, Vero langsung menutup pintu tersebut dan menguncinya dari luar.
“Vero! Apa yang kamu lakukan? Buka pintunya!”
“Lihatlah ke belakang!” Teriak Vero dari belakang.
Erika langsung berbalik dan menemukan Arvaz sudah berdiri di depannya. Erika mundur dan hanya bisa bersandar pada pintu.
“Kamu…”
“Aku tidak pernah melakukannya dengan wanita lain. Hati dan tubuhku hanya untukmu. Aku benar- benar tidak menyangka bisa melihatmu kembali. Aku benar- benar terkejut. Apakah aku bermimpi?”
“Tidak peduli seberapa banyak kamu berbicara manis, aku tidak akan terbuai. Arvaz, aku sudah cukup baik menjalani hidup bersama anakku jadi tolong jangan ganggu kehidupanku di sini.”
Tepat ketika Erika bergerak untuk pergi, Arvaz langsung memeluknya dari belakang dengan sangat erat takut ia tidak akan pernah melihatnya lagi.
“Lepaskan!”
“Tidak.”
Arvaz langsung mengangkat tubuh Erika dalam pelukannya dan menurunkannya ke ranjang. Erika berada di bawahnya dan tidak bisa bergerak. Karena Arvaz sudah mencengkeram pergelangan tangannya dengan erat.
“Lepaskan aku. Aku harus pergi ke kamar mandi.”
“Tidak, kamu sedang berbohong.”
“Aku tidak…”
“Erika jika aku tahu kamu masih hidup, tentu saja aku sangat bahagia dan tidak menyerah pada hidupku. Aku akan memberimu pilihan, pertama kamu tinggal bersamaku dan anak kita. Kedua, Noah akan tinggal bersamaku.”
“Aku tidak akan memilih dari keduanya.”
“Kalau begitu untuk sementara Noah akan tinggal bersamaku. Sementara kamu memutuskan dengan benar.”
“Arvaz, jangan sentuh anakku.”
Senyum langsung terbit di wajah tampan Arvaz. “Aku tidak hanya akan menyentuh putramu tapi aku akan menyentuhmu. Berpikirlah tentang bagaimana kamu memuaskanku hari ini. Aku sudah terlalu lama menunggu.”
“Arvaz, apakah aku adalah seseorang yang dengan mudah digantikan oleh orang yang mirip denganku?”
“Tidak, tidak ada yang bisa menggantikanmu.”
“Tapi bukankah tindakanmu membuktikan bahwa kamu membiarkannya menggantikanku?”
Arvaz langsung membeku, pria itu mengerti ketak kesalahannya sekarang.
“Meskipun dia persisi sepertimu, jauh di lubuk hatiku, aku sadar bahwa dia bukan kamu. Aku tidak pernah akrab dengannya bahkan aku tidak mengizinkannya tinggal di vila kita hanya di apartemen kita dulu. Jika dia bisa menggantikanmu, aku akan punya anak dengannya sejak lama. Apakah kamu tahu apa yang aku maksud?”
“Bagaimana kamu bisa membuktikan bahwa kamu tidak pernah berhubungan dengannnya?”
“Ada kamera pengawas.”
“Aku ingin melihat kamera pengawas.”
“Baik, aku akan memperlihatkannya padamu.”
__ADS_1
…..
Akhirnya up juga….maaf kemarin jarang up karena sakit…doakan aku cepat sembuh ya….mohon doanya