By Your Side

By Your Side
BAB IX : The Beginning


__ADS_3

Singel pertama dari album pertama ku, Langsung meledak di platform view tube, " Boom.!" Mungkin itu kata yang tepat untuk mendeskripsikan nya. Aku Sangat senang saat mendengar berita itu, Tidak hanya aku, Tentu saja pelatih ku serta Agensi pun senang mendengar berita itu, Pasalnya baru Release dua minggu lalu tapi viewer nya sudah mencapai lima juta. Adalah suatu pencapaian yang bagus, Untuk seseorang yang baru debut sepertiku. Dan hal yang tidak kalah membuat ku senang adalah hadiah yang langsung di kirim kan Nira ke Agensi untuk ku. Sebuah buket bunga berukuran besar dan gift box yang aku sendiri tidak tau apa isinya, Tidak lama setelah aku menerima hadiah darinya, Dia langsung menelpon ku.


" Halo Lucas." Memanggil ku lewat telepon.


" Halo Nira." Jawab ku dengan sangat senang.


" Apa kamu sudah menerima hadiah dari ku?" Tanya nya.


" Sudah, Terimakasih ya,"


" Iya Lucas, Apa kamu sudah buka gift box nya."


" Belum. "


" Buka dong, aku ingin tau reaksi mu saat melihat nya" Katanya, Lalu aku membuka simpul pita yang menghias gift box itu secara perlahan, Lalu membuka kotaknya. Ternyata isinya jam tangan, dan gelang yang ada ukiran namaku dan namanya, Yang membuatku takjub adalah desain nya tidak seperti gelang yang aku lihat pada umumnya. " Nira apa ini kamu yang membuat nya?" Tanyaku.


" Hmm, Yang buat sih Bukan aku, Tapi desain nya aku yang buat. " Katanya, Menjelaskan padaku. "Jadi apa kau menyukai nya. " Sambung nya bertanya padaku.


" Wah Nira, Terimakasih banyak ya, Tentu saja aku menyukainya, Padahal apapun yang kuberikan aku pasti menyukai nya, Tapi kali ini aku sangat menyukainya. " Aku benar benar senang saat menerima ini.


" Syukur lah kalah kamu menyukai nya, Sekali lagi selamat ya untuk debut mu Lucas."


" Terimakasih Nira, Ku menyayangi mu. "


" Tentu Lucas, Aku juga menyayangimu, Kalau gitu sudah dulu ya, Aku mau lanjut mengerjakan Tugas. "


" Baiklah, Semangat ya. "


" Iya Lucas, Terimakasih banyak." Katanya, Lalu mengakhiri panggilan.


Aku langsung memakai gelang dan jam tangan yang diberikan olehnya, Tiba tiba seseorang merangkul pundak ku dari belakang, Ternyata itu pelatih ku. " Wah, Hadiah dari siapa itu." Tanyanya.


" Oh ini, Tentu saja dari pacarku coach. " Balasku.


" Pacar mu ternyata sangat perhatian ya, Kapan kamu akan mengenal kan nya padaku."


" Tentu saja, Nanti jika ada waktu aku akan mengenal kan nya padamu."


" Baiklah akan ku tunggu, Sekarang Ayo kita ke ruang Meeting, CEO Park sudah menunggu."


" Baiklah. " Lalu kami bergegas ke ruang meeting.


CEO Park, Adalah orang pertama yang menawarkan ku untuk bergabung dengan Agensinya. Dia adalah orang yang berhati hati dalam memilih, Tentu saja itu karena agensi ini adalah cabang dari agensi yanga ada di Korea, Jadi pemilihan nya juga sangat ketat. Sampai saat ini saja baru lima belas orang yang berada di bawah naungan agensi ini, Itu pun sudah termasuk Group band, Boy grup, Girl group, dan solois. Dan aku termasuk yang debut sebagai solois di agensi ini.


Saat di ruang meeting kami membahas banyak hal, Seperti lagu ke dua yang akan di release di platform View tube nanti, Lalu peluncuran album pertamaku dan penentuan manager yang akan membantu ku serta mengatur Jadwal ku nanti.


Selesai meeting hari ini Aku langsung bergegas pulang, Karena aku berencana pergi ke toko perhiasan membelikan sesuatu untuk Nira, Karena sebentar lagi dia akan Wisuda. Dalam perjalanan rasanya aku seperti di selimuti kebahagiaan, Karena kabar baik yang datang bersamaan, Yah tentu saja aku harus bersyukur akan hal ini.


Sesampainya di toko perhiasan, Aku mulai melihat lihat sampai sudah tiga puluh menit berlalu aku hanya berkeliling melihat lihat, Karena aku masih bingung kira kira perhiasan seperti apa yang akan cocok untuk Nira. Lalu salah satu karyawan datang mendekatiku, Mungkin karena dia melihatku kebingungan memilih dari tadi.


" Selamat sore kak, Ada yang bisa saya bantu. " sapa nya.


" Iya kak, Saya bingung memilih hadiah untuk pacar saya."


" Mau saya tunjukan produk terbaru kami, Yang diproduksi terbatas kak, Mungkin kakak akan menyukainya. " Katanya, Sambil menuntunku. Sesampainya di tempat perhiasan itu di simpan, Karyawan itu membuka etalase, Dan menunjukan masing masing perhiasan.


" Ini kak salah satu produk terbaru kami yang di produksi terbatas, Kami sengaja tidak memajang nya karena hanya tersisa satu. " Katanya, Menjelaskan padaku. " Yang tersisa hanya liontin yang berbentuk bulan sabit dengan permata Warna biru laut di tengah nya, Lalu ada permata kecil bewarna rose gold seperti bintang yang menggantung di bawahnya. " Sambung nya.


Aku terus memandang kalung itu sambil menayangkan Nira yang memakai nya, Pasti sangat cocok. "Oke deh kak, Aku mau ambil yang ini aja. " Kataku, Sudah yakin dengan pilihanku,

__ADS_1


" Tolong kemas dengan cantik ya kak. " Sambung ku.


" Siap kak, Silahkan lanjutkan payment ke meja kasir ya kak, Nanti barang nya saya antar ke sana." Balas nya.


Setelah selesai membayar dan aku juga barang yang sudah di tanganku, Aku langsung bergegas pulang kerumah untuk istirahat. Walaupun hari ini cukup melelahkan tapi tidak terasa sama sekali, Jelas itu semua karena hal baik yang terjadi hari ini.


...***...


Tiba hari wisuda Nira, Aku bersiap se-rapih mungkin dan setampan mungkin untuk datang kesana, Tapi kan aku memang tampan, percaya diri. Sambil membawa buket bunga yang cantik, Lalu Kalung yang ku beli kemarin , Aku langsung bergegas berangkat ke kampus. Sesampai nya di sana aku langsung masuk ke aula dan duduk di kursi Tamu yang tersedia, Aku yakin pasti di antara para tamu ada Ayah, Ibu, dan Kakaknya Nira. Pembukaan acara berlangsung dengan hikmat juga meriah, Lalu tiba saat nya penyebutan nama mahasiswa lulusan terbaik dengan nilai terbaik. " Annira Ella Roxanne, Salah satu mahasiswa pindahan dari Korea Selatan, Dan lulus dengan nilai terbaik tahun ini." MC menyebutkan namanya dengan lantang, Sorak juga tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan. Roxanne teryata itu nama belakang Nira, Sangat cocok untuk nya yang selalu diam dan hanya tersenyum dengan orang-orang terdekatnya, Seperti fajar di pagi hari yang menyinari hariku penuh semangat. Setelah naik ke podium, Rektor universitas memberikan ijazah juga penghargaan serta mengalungkan mendali, Dia benar benar terlihat sangat cantik dengan rambut yang di sanggul. Entah kenapa aku tidak pernah bosan memuji kecantikan nya.


sama seperti saat kelulusan ku kemarin, Setelah selesai acara, Semua mahasiswa keluar dari gedung dan menemui keluarga nya untuk mengabadikan momen. Saat di luar aula aku sedikit kebingungan kerena terlalu banyak orang, Dan aku juga tidak melihat Nira.


Lucas!" Seseorang mengejutkan ku dengan memanggil namaku, Dia menepuk pundak ku dari belakang, Aku melihat ke arah nya, Ternyata Kakaknya Nira. "Nira ada di sana." sambung nya Menunjukkan tempat nira berada.


" Ah iya, Makasih kak. "


" Gak usah kaya gitu, Kita kesana bareng aja. " Katanya mengajakku, Kami berjalan beriringan sambil berbincang. Padahal terkahir ketemu kesan nya terhadap ku sedikit buruk, Tidak ku sangka dia mengajakku ngobrol duluan. Yah syukurlah, dengan begini aku juga bisa lebih dekat dengan nya. Saat kami sedang berjalan tiba tiba Kakaknya mengatakan sesuatu yang membuatku diam dan tidak berani menjawab.


"Lucas sebenarnya gua penasaran, Cowo mana yang buat adek gua sampai bisa drop kaya gitu, Pas lu nelpon dia, gua benci sama lu, Rasanya gua pengen marah karena gua ngerasa lu yang buat dia sampe kaya gitu." Katanya, Sambil memperhatikan sekitar.


"Kalau soal itu, Aku minta maaf kak, Aku juga ngerasa bersalah kak. " Kataku memohon maaf padanya.


" Santai aja kalau ngomong sama gua, ngak usah kaku gitu. " Katanya mencoba mencairkan suasana.


" Iya kak, Sorry gua juga gak tau kondisi Nira bakal separah itu. "


" Gak usah minta maaf, Yah ternyata gua juga salah sangka sama lu, Ternyata lu gak seburuk yang gua kira. " Katanya. “Tenang saja, asalkan Nira senang dan bahagia sama lu, gua gak masalah. Tapi beda cerita kalau adek gua kenapa napa gua gak akan tinggal diem.'


Aku hanya terdiam mendengar perkataannya, Ternyata perasaanku tidak pernah salah,Ternyata Kak jevan ingin memberiku peringatan.


"Walaupun gua udah denger banyak soal lu dari Adrian sama Nira,Gua tetep bakal ngawasin lu." Katanya, masih melanjutkan perkataan nya, Sambil berjalan menuju Nira.


"Oke, aku akan menuruti kata-katamu. Jika kamu tidak bisa membuktikannya, aku tidak akan ragu untuk memberimu pelajaran."


"Ya, aku ingat apa yang kamu katakan.


Saat bertemu dengannya aku terdiam sejenak, melihat kecantikannya membuatku terpesona. "Happy Graduation Lady Roxanne, you so beautiful today. " Kataku sambil memberinya bunga.


Dia tersenyum, "Thank you Lucas. " Katanya, Menerima bunga dari ku.


" Kamu cantik banget sih."


" Hmm, Benarkah, Rasanya aku sudah tidak asing dengan kata itu setiap kita bertemu."


" Tapi kan aku mengatakan yang sebenarnya. " Balas ku, menggenggam tangannya.


" Iya lucas aku tau, Selamat juga ya atas debut mu, Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu." Katanya, Lalu memeluk ku.


" Terimakasih Nira."


"Ekhemm, Nira di sini juga ada orang loh. " Suara pria paruh baya menegurnya.


" Iya ayah, Maafkan aku yaa, Kenalkan ini lucas pacarku. " Kata Nira, Langsung mengenalkan ku pada Ayah nya. Aku langsung memberi salam pada Ayah dan ibu nya, " Halo om, Tante, Saya Lucas." Kataku,Mengenalkan diri.


" Hai Lucas, Kita ketemu lagi ya. "


" Iya, Tante gimana kamarnya? " Tanyaku


" Baik Lucas, Kamu bagaimana?" Balik bertanya.

__ADS_1


" Baik tante."


" Selamat ya, Atas debut mu. "


" Terimakasih tante."


" Jadi kamu yang namanya Lucas. "Kata Ayah nya Nira, Lalu menatapku Tajam.


" Iya om. " Kataku, Wah suasana nya tidak jauh berbeda saat aku dengan kakak nya, Aku jadi gugup seketika. " Ayah, Jangan menatapnya seperti itu. " Kata Nira, Mengalihkan pandangan Ayah nya. " Hah, Kamu ini memang Ayah menatapnya bagaimana?" Tanya ayahnya.


" Ayah, Sudahlah, Ayah sama kakak kan sama saja." Kata Nira.


" Hmm, Yasudah ayah minta maaf. " Katanya, Sambil mengelus pipi anaknya perempuan nya itu. Saat itu aku tersadar akan satu hal, Kenapa Kak Jevan bisa tidak suka denganku, Kenapa ayah nya Nira juga menatapku dengan tajam seperti pertama kali aku bertemu dengan kak Jevan, Itu karena di mata mereka Nira masih seperti anak kecil yang selalu mengikuti mereka dengan gembira, Sambil berlarian. "Addy, Jangan menakuti anak orang seperti itu, kebiasaan mu dari dulu tidak bisa hilang ya. " Kata ibu Nira pada suaminya.


" Aku tidak menakuti nya. " Balas ayah Nira.


Ayah yang takut kehilangan putrinya yang cantik, Kakak yang takut kehilangan adik satu satunya yang Lucu, Itu yang aku lihat. Aku hanya perlu meyakinkan nya kan, " Om tidak perlu khawatir, Saya akan menjaga Nira dan membuatnya bahagia. " Kataku, dengan sangat yakin aku mengatakan nya.


" Hmm, Apa kamu yakin? " Tanya nya.


" Tentu saja. " jawabku, Menggenggam erat tangan Nira.


" Baiklah, Aku pegang ucapan mu Lucas." Balasnya.


"ekhem." Kak jevan berdeham," Sudahlah ayah, Kita belum foto keluarga nih, Aku juga sudah lapar. " Katanya, Menyudahi percakapan aku dengan ayah nya.


" Hah. " Menghela nafas, " Baiklah ayo kita foto, Dan makan setelahnya, Kamu juga ikut sekalian ya, Lucas. " Kata ayah nya.


" Baiklah om, Terima kasih." Balas ku.


Nira tersenyum melihat ku, " Kenapa?" Tanyaku.


dia menggelengkan kepalanya, " Tidak papa, Aku hanya bahagia, Karena ada kamu di tengah-tengah keluarga ku." Katanya, Mendengar perkataan nya aku juga ikut tersenyum. " Aku juga Nira, Terimakasih ya. "


Setelah Foto bersama, Aku juga ikut makan malam bersama mereka. Walaupun hari ini rasa takut sempat menghantui ku, Karena Ayah dan kakaknya Nira tidak menerima ku. Sekarang rasa takut itu sudah hilang, Saat aku bisa menghabiskan waktu bersama mereka. Ternyata benar waktu yang paling berharga dan membuat kita bahagia, Saat kita menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang yang paling kita sayang.


...****************...


Sore hari, Satu bulan setelah kelulusan nya Nira. Aku yang belum terlalu sibuk, Dan juga Nira yang sedang libur, Kami menghabiskan kan sore itu dengan pergi piknik sederhana di taman sambil duduk dekat tepi danau seperti biasanya. Aku Jadi ingat kalung yang ku beli waktu itu belum sempat aku berikan pada Nira, Karena terlalu gugup menghadapi ayah dan kakaknya aku sampai lupa memberikannya, Untung aku membawa nya hari ini.


" Nira."


" Ada apa lucas." tanya nya, Sambil memandang danau yang tenang.


" Kalau aku perhatikan kamu suka memperhatikan hal hal yang memenangkan." Kataku, Sambil memandang wajahnya yang masih memandang danau.


" Tentu saja, Aku merasa ikut tenang saat melihatnya." Balas nya.


"Nira, Boleh aku tanya arti dari namamu." Kataku mencoba mengalihkan pikiran nya.


Dia melihat ke arah ku, " Tentu saja, Annira Ella Roxanne, Nama Tengah ku itu tidak lain adalah nama ibuku Walaupun ada artinya dan Roxanne adalah fajar, Saat aku Lahir ayah ibuku memberi nama itu karena kehadiran seperti Matahari yang terbit setiap pagi." katanya menjelaskan nya padaku.


" Sama seperti ku, Walaupun Roxanne sebenarnya di gunakan untuk anak perempuan, Tapi kakak ku juga mendapat nama belakang yang sama, Jevan Addy Roxanne , Karena bagi ayah dan ibu kami seperti matahari yang terbit setiap hari untuk menyinari dunia mereka." Sambungnya.


" Nama yang indah dan cantik, Seperti dirimu." Kataku, Sambil menatap nya dengan dalam. Dia tersenyum, " Kamu juga, Namamu sangat indah dan menawan seperti dirimu." Katanya, Mata kami yang saling bertatapan, Membuat perasaan ini semakin dalam, Detak jantung ku juga semakin cepat berdetak. "Nira, Tolong pejamkan matamu sebentar. " Kataku, Dia langsung memejamkan matanya, Aku mengeluarkan kalung yang ingin ku berikan padanya, Dan memakainya di leher Nira. Aku orang pertama yang melihatnya, Dan aku sangat menyukai nya. " Sekarang bukalah matamu... " Kataku, Dia membuka matanya perlahan, " Apa kamu menyukai nya. " Sambung ku sambil tersenyum padanya.


Dia meraba benda yang menggantung di lehernya itu, " Ini sangat indah Lucas, Apa ini dari kamu. " Tanya nya.


" Iya itu hadiah dariku, Sama seperti hadiah darimu, Itu adalah hadiah dari ku untukmu orang yang sangat aku cinta." Kataku, Mungkin perkataan ku agak berlebihan tapi itu yang kurasakan, Dia tersenyum. " Terimakasih Lucas, Aku mencintaimu. " Kata terindah yang keluar darinya sore itu, Aku terdiam sesaat, Terhanyut dalam perasaan yang terkadang masih sedikit asing untukku. Jantung ku berdegup dengan sangat cepat, Aku tidak bisa menahannya. Kedua Tanganku memegang rambutnya perlahan, Aku mendekatkan wajahku, Lalu mendaratkan bibirku tepat ke bibirnya. Awalnya Nira hanya terdiam, Sampai dia membalas ciuman bibirku, Dia mengikatkan kedua tangannya di belakang tekuk leherku, Perasaan kami seperti menyatu begitu saja sore itu. Ini adalah awal Nira, Awal untuk karier ku dan awal untuk karier mu, Awal dari hubungan kita untuk lebih serius. Aku yakin kedepannya akan banyak ujian yang menghampiri kita, karena itu aku ingin awal yang indah ini akan terus ada sampai kita menikah, sampai kita tua, sampai maut memisahkan kita.

__ADS_1


__ADS_2