By Your Side

By Your Side
BAB ll : Bertemu dengannya


__ADS_3

Malam harinya setelah Adrian mengirim kontak wanita itu, aku terus memandang layar handphone ku. Aku sempat melihat nama dan profilnya " Annira " itu yang tertulis di kotak itu, aku merebahkan badanku di atas kasur sambil berfikir dan mengumpulkan keberanian untuk menghubunginya. Sambil berfikir sesekali aku memikirkan bagaimana respon nya saat aku menghubunginya, apakah dia akan marah, biasa saja, atau tidak peduli. Seketika aku mendengar semua suara yang tiba-tiba muncul di pikiran ku "kalau gak di coba gimana bisa tau hasil nya " aku kembali berfikir sampai akhirnya aku memutuskan untuk menghubunginya dengan mengirim pesan.


" bagaimana aku harus mengawalinya " gumam ku dalam hati kebingungan.


" hai " chat pertama yang ku kirim. " dia bakal bales gak ya kira-kira " ucapku sambil memandang layar handphone, setelah beberapa menit aku dapat notifikasi, saat aku liat ternyata itu balasan darinya.


" ya? " balasnya singkat.


Lalu aku mengirim pesan lagi padanya " nama kamu siapa " tanyaku.


" aku rasa kamu sudah tau " balasnya, sambil membaca balalalsan darinya aku membayangkan wajahnya yang bicara dengan ekspresi dingin.


" hmm, sorry "


" kalau gitu, apa kamu masih ingat denganku " mengirim pesan itu tanpa sadar " haduhh gua kok bego banget sih, ngapain nanya kaya gitu. " gumam ku dalam hati menyesalinya.


" tidak, aku tidak mengenalmu " jawabnya tanpa basa-basi.


" benarkah " tanyaku.


" untuk apa aku berbohong, aku juga sudah melihat foto profil mu dengan jelas, dan memang aku benar-benar tidak mengenalmu " balasnya.


" baiklah. "


" yasudah, jika tidak ada keperluan, aku ingin melanjutkan mengerjakan tugas " balasnya to the poin.


" hmm, baiklah, maaf sudah mengganggu " membalas chat nya.


Setelah itu dia tidak membalas lagi pesan dariku. sambil memandang langit kamar aku berharap, kalau aku tidak meninggalkan kesan buruk padanya.


***


Akhir pekan aku melakukan rutinitas seperti biasa, yaitu berkunjung ke toko buku favorit ku lalu membeli buku, setelah membeli buku aku keluar untuk mencuci mataku yang jenuh karena terus mengerjakan tugas yabg tidak ada habisnya , tidak jauh dari tempat ku berdiri , aku melihat keramaian di sebrang jalan. karena keramaian itu, arus lalulintas saat jadi terhambat. karena penasaran aku berjalan ke arah keramaian itu untuk melihat apa yang sedang terjadi. Saat aku mendekati tempat itu ternyata ada seseorang yang mengalami kecelakaan, aku sangat geram dengan orang-orang di sana bukan nya membatu mereka hanya menonton. Lalu aku bertanya pada salah satu orang di sana.


" pak maaf apakah kalian sudah menghubungi ambulan atau rumah sakit terdekat " tanya ku.


" belum, seperti nya dari tadi belum ada yang menelpon ambulans " jawab bapak itu.


Dari pada harus berdebat dengan orang orang seperti mereka, aku langsung menelpon ambulan. setelah menelpon ambulans aku mendekat lagi untuk melihat kondisi korban kecelakaan, saat aku mendekat teryata ada seseorang yang sedang berusaha memberi pertolongan pertama. aku langsung menghampiri nya dengan berfikir, " siapa tau aku bisa membantunya. "


" saya sudah memanggil ambulans, tenang saja sebentar lagi akan sampai " ucapku. tapi dia tidak menanggapi ucapan ku tadi, dia terus fokus berusaha menyelamatkan korban kecelakaan. Lalu aku melihat wajahnya , tatapannya yang tidak bisa lepas dari korban membuatku kagum. aku mencoba melihat wajahnya lebih jelas, ternyata itu dia. Wanita yang selama ini aku cari dan selalu membuat ku penasaran.


Tidak lama setelah itu ambulans datang, tim medis pun bergegas memeriksa korban, saat tim medis mau memeriksa korban dia meminta alat pada tim medis entah apa itu, karena terdengar sedikit asing di telingaku.


" ambilkan tabung intubasi " ucapnya dengan wajah tenang.


" apakah anda seorang dokter " tanya salah satu tim medis.


dia menganggukkan kepala " iya, kumohon cepatlah, dia berhenti sejak 5 menit yang lalu " ucapnya sambil memompa jantung korban dengan tanganya *cpr*


" baiklah " lalu salah satu tim medis mengambilkan alat itu kemudian memberikan padanya.

__ADS_1


Aku hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata-kata saat dia menangani korban, dengan lihai dan teliti dia memasukan tabung kecil itu ke dalam mulut korban, setelah selesai memasukan alat itu dia menyambungkan nya dengan pompa oksigen yang sudah di siapkan tim medis. Selesai melakukan semuanya giliran tim medis yang memeriksanya.


" sepertinya kondisi nya sedikit lebih baik di banding tadi "


" syukurlah " ucapnya sambil tersenyum, lalu dia menelpon seseorang " cepat bawalah dia ke rumah sakit aku sudah memberi laporan pada salah satu dokter di rumah sakit itu, Nanti dia akan memeriksa pasien " ucapnya memberi perintah pada tim medis.


" baiklah, terimakasih sudah membantu kami " ucap salah satu tim medis. dia hanya menganggukkan kepala dan tersenyum pada mereka, mobil ambulans itu berjalan pergi meninggalkan tempat kejadian, dan orang-orang yang tadinya berkerumun meninggalkan tempat itu bergantian, sampai pada akhirnya hanya kita berdua yang masih ada di tempat itu. Dia berdiri lalu berjalan meninggalkan tempat itu, saat dia berjalan aku mengejarnya lalu berteriak " tunggu dulu " dia menengok ke arahku. Dia terlihat sedikit kebingungan saat aku berteriak seperti itu.


" kamu berteriak padaku " sambil menunjuk dirinya.


" iya " jawabku dengan nafas sedikit tersengal.


" ada perlu apa " tanyanya bingung.


" bisa kita bicara sebentar " ucapku tanpa pikir panjang, karena ini satu satunya kesempatan agar bisa bicara dengannya.


" bicara saja " balasnya.


" tapi bisa kita bicara di tempat lain " pintaku.


" baiklah " jawabnya singkat.


***


Aku mengajaknya ke cafetaria untuk bicara, Disana kami duduk berhadapan. selama menunggu pesanan datang kami hanya diam dan tidak berkata apa-apa, jujur aku sendiri juga bingung bagaimana cara mengawali pembicaraan. lalu aku melihatnya terus memandang tangannya, melihatnya seperti itu membuatku heran.


" kenapa " tanyaku penasaran.


" ah, maaf kalau bicaraku tidak jelas " ucapnya merasa tidak enak denganku.


" haha, tidak papa santai saja " ucapku " lagi pula kamu tadi terlihat sangat hebat saat menolong korban kecelakaan tadi" sambung ku.


" terimakasih " ucapnya sambil tersenyum padaku. " jadi apa yang ingin kau bicarakan padaku " tanyanya.


Aku terdiam sejenak saat dia bertanya, karena sampai disini aku masih bingung mau bicara apdengan nya, dari pada hanya diam aku memutuskan untuk memulai pembicaraan dengan berbasa-basi terlebih dahulu.


" kamu masih ingat aku " tanyaku.


" tidak " jawabnya singkat. " lagi pula kenapa kau yakin sekali kalau aku ingat denganmu" sambung nya bertanya padaku.


" karena kita pernah bertemu sebelumnya" ucapku. " kau mahasiswa pindahan di Harvest University bukan " sambung ku.


" dari mana kamu bisa tau " tanyanya.


" waktu itu kamu membawa setumpuk buku, dan aku tidak sengaja menabrak mu " menceritakan padanya.


" ohh, kamu yang waktu itu, aku ingat sekarang " ucapnya, mendengar ucapannya aku merasa sangat senang.


" iya!! "


" lalu apa yang ingin kau bicarakan " bertanya padaku.

__ADS_1


" hmm, soal itu " aku sedikit ragu untuk melanjutkan pembicaraan, karena alasanku mengajaknya kesini agar aku bisa mencari tau tentang nya, tapi saat di sini aku malah bingung mau bicara apa.


" tidak usah di pikirkan, aku hanya bercanda " ucapnya sambil tersenyum. " pasti kamu yang mengirim pesan padaku dua hari lalu kan " sambung nya bertanya padaku.


" hahaha iya " ucapku merasa malu.


" santai saja, lagi pula aku juga jarang menerima pesan dari seseorang, hanya saja aku sedikit kesal jika dia banyak tanya " ucapnya melihat ke arahku.


" maaf , aku tidak bermaksud mengganggu waktumu " ucapku.


" ah tidak papa" ucapnya. " jadi kamu juga kuliah di Harvest university " tanyanya.


" iya" jawabku singkat.


" Fakultas apa " tanyanya.


" Kesenian dan sastra " jawabku.


" sudah masuk semester berapa " bertanya lagi padaku.


" semester 8 " jawabku.


" wah berarti lagi sibuk-sibuknya ngurus skripsi" ucapnya.


" sebenarnya, lebih dari itu " balasku. " kalau kamu " sambung ku balik bertanya.


" aku di fakultas kedokteran, Harvest university sudah masuk semester 6 " jawabnya.


" kamu kenapa pindah dari sungkyunkwan university, Itu kan universitas terbaik ke tiga di korea."


" tentu saja karena orang tuaku pindah ke sini, jadi aku harus pindah, tadinya aku ingin menetap di sana tapi orang tuaku melarang, jadi terpaksa aku juga harus pindah, Padahal tinggal dua semester lagi. " menjelaskan padaku.


" lalu siapa yang kau hubungi tadi " tanyaku penasaran.


" itu kakakku, dia adalah dokter di rumah sakit Bellisima, menurut ku dia dokter yang hebat, dan dia juga salah satu alasanku menjadi dokter " ucapnya dengan mata yang penuh harapan.


" kalau kamu apa impianmu " balik bertanya.


" aku, aku ingin jadi penyanyi, menjadi idola yang bisa memberi semangat kepada mereka dengan lagu yang aku nyanyikan" menjelaskan padanya dengan penuh semangat.


" impian yang bagus, terus semangat dalam mengejar mimpimu, karena tidak ada yang sia-sia jika kita bersungguh-sungguh. " ucapnya lalu tersenyum padaku.


mendengar ucapannya entah kenapa perasaan ku menjadi campur aduk, antara senang , sedih dan tenang. " kau juga " balasku, lalu tersenyum padanya.


" tentu saja " ucapnya.


Di cafe itu kami membahas banyak hal, aku merasa sangat senang saat bisa bicara banyak dengannya, aku tidak menyangka ternyata dia wanita yang baik dan ramah. Mungkin awalnya dia agak dingin padaku, tapi menurutku itu adalah hal yang wajar karena awalnya kami tidak dekat dan mungkin baginya aku adalah orang asing.


Obrolan kami berakhir saat hari sudah mulai petang, kami keluar dari cafe itu bersama.


" kalau gitu aku pulang dulu " ucapnya, lalu masuk kedalam mobilnya. mobil yang dia kendarai berjalan dan menjauh dari pandanganku, aku terus memandang mobil itu sampai benar-benar tidak terlihat lagi. lalu aku membalikan badanku dan berjalan menuju halte bus. sambil berjalan aku mengingat-ingat hal yang terjadi tadi, entah kenapa aku seperti melupakan sesuatu. tiba tiba terlintas di pikiranku " belum berkenalan " , aku baru sadar kalau kami belum berkenalan. " hah, yasudah lagi pula kita bisa berkenalan lain waktu " pikirku pasrah dengan keadaan. " dinn!" bus datang, aku masuk ke dalam bus dan mencari tempat duduk. kebetulan ada kursi kosong di pinggir jendela, setelah semua penumpang masuk bus melaju perlahan. aku mengalihkan pandanganku keluar jendela, sambil memandang keluar jendela aku berharap, aku bisa bertemu dengan nya lagi.

__ADS_1


*Bersambung *


__ADS_2