
" LUCAS!! " Teriak Pelatihku. " ayoo, yang fokus dong!!!" Katanya dengan nada yang tinggi, Entah sudah kali ke berapa dia Memarahiku, Karena terus melakukan kesalahan. " Kamu itu lagi kenapa? Ada yang menggangu pikiran mu atau bagaimana." Tanya nya dengan penuh emosi, Aku hanya terdiam dan tidak menjawab perkataan nya. " Hah, Sudahlah, Kita break dulu Tiga puluh menit, Dan kamu Lucas tenangkan pikiran mu. Aku tidak peduli kau sedang memikirkan apa, Tapi kalau kau terus melakukan kesalahan, Lebih baik kamu pulang saja. " Tegas nya, Lalu meninggalkan ku dan tim dancer di ruang Latihan.
" Arghh, lu kenapa sih Lucas. " Aku bertanya dan marah kepada diriku sendiri, Sudah dua minggu Nira hilang kabar. Hal itu membuatku frustasi, Aku sudah mencoba ke rumah nya dan tidak ada orang. Pikiran pikiran negatif terus menghantui diriku setiap hari, Aku juga jadi tidak bisa fokus saat latihan. Pikiranku terlalu berantakan saat ini, Aku bingung harus bagaimana. Hah, Tidak ada waktu untuk memikirkan hal yang sia sia, " Ayo semangat Lucas. " Menyemangati diri sendiri.
Latihan hari itu berakhir lebih cepat dari biasanya, Coach menyudahi latihan hari itu begitu saja, Karena aku yang tidak fokus saat latihan. Aku menyetir mobil ke arah rumah, Saat dalam perjalanan pikiran ku masih kalut tidak karuan, Aku mencoba menelpon nya lagi, Kumohon untuk terakhir kalinya Nira, Tolong angkat telpon ku. Setelah tiga puluh detik berdering akhirnya tersambung.
" Hallo." Suara yang terdengar dari handphone ku, Seketika aku bisa bernafas lega, Akhirnya dia mengangkat telpon dariku. " Ini siapa ya?" Suara yang sama, Tapi aku merasa ada yang aneh, Karena suara yang menjawab telpon ku itu, adalah suara pria.
" Hallo, Ini Lucas. " Kataku.
" ohh, Jadi lu ya pacar adek gua, yang suka ngajak dia pergi. " Balas nya tanpa basa basi, Kakaknya Nira ternyata. Dia langsung memojokkan ku saat di telpon.
" Ahh, Maaf kak, Nira nya ada. "
" Kenapa emang nya. " balik bertanya.
" saya pingin tau kabar dia kak, udah lama dia gak ngasih kabar. " Kataku yang langsung pakai bahasa Formal saat berbicara dengannya.
" Apa urusan mu. " Balik bertanya.
" saya mohon kak, Tolong hubungkan saya sama Nira. "
" Hah, Tidak bisa. " Tegas nya.
" Saya mohon kak, untuk kali ini saja kak." pintaku.
" Hah, Anak ini keras kepala juga yaaa." balas nya.
" Dateng aja ke rumah sakit Bellissima, Kalau mau ketemu." Katanya langsung mematikan telpon.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang aku langsung bergegas ke rumah sakit. Sesampainya di sana aku langsung ke meja Admin untuk menanyakan kamar Nira.
" Atas pasien Nira, Ada di kamar Mawar no 203." Kata Admin yang bertugas. Sesampainya di depan pintu, Aku mendengar suara pertengkaran Kakak dan adik, Karena pintunya sedikit terbuka.
" Kak, ih siniin HP gua. " Kata nira.
" Nggak, Lu harus istirahat. " Kata pria itu dengan tegas.
" Gua dah Tidur satu minggu, lu masih nyuruh gua tidur lagi. "
" Lu bukan tidur, Tapi gak sadar satu minggu."
" Yaudah sih, Gua bukan anak kecil lagi tau."
" Bodo amat. "
" Ibu liat tu kak Jevan. " Lalu suara wanita paruh baya menengahi mereka. " Van.. sudah, Jangan seperti itu."
" Masuk aja, ngapain berdiri di sini dari tadi." Sambung nya, Lalu pergi begitu saja.
Aku mengetuk pintu, 'tok, tok.' Lalu masuk kedalam.
"Lucas!" Kata Nira terkejut saat melihatku.
" Iya nira, Ini aku. "
" Ngak kok, Kamu bisa ada di sini?"Tanya nya, Lalu ibunya menyapaku. " Oh, Jadi ini yang namanya Lucas. "
" Ah iya tante, Saya lucas." Kataku, memperkenalkan diri dan memberi salam.
__ADS_1
" Wah, Kalau gitu tante keluar dulu yaa, Titip Nira sebentar. "
" Iya tante." Jawabku, Lalu ibunya pergi meninggalkan ruangan itu, Dan sekarang hanya ada kita berdua.
Astaga, aku tidak mengerti bagaimana aku bisa tidak tau kalau dia Sedang sakit. "Jadi Selama ini kamu di rumah sakit? " Tanyaku padanya yang duduk di ranjang nya.
" hahaha iya, maaf ya. " Katanya sambil tertawa.
" Kenapa gak kasih tau aku Nira?"
" Ah maaf, Aku juga tidak terlalu ingat, Aku juga baru sadar dua hari lalu. Kata kakakku, Saat dia masuk ke kamar untuk membangunkan ku, Tiba tiba dia sudah melihat ku Tergeletak di lantai, Hmm.. dan sadar setelah sembilan hari." Katanya menjelaskan padaku. Mendengar penjelasan nya aku hanya terdiam, dan kaget karena setelah sembilan hari baru sadar, Itu seperti orang yang Koma bukan sakit. Keheningan terjadi di antara kami, Saat aku sedang memikirkan nya. Lalu dua telapak tangan yang hangat menyentuh kedua pipiku, Lalu dia membuatku menatap matanya.
" Tenang Lucas, Aku baik baik saja, Kamu tidak perlu Khawatir dan memikirkan apapun. Maaf yaaa kalau selama itu aku tidak memberimu kabar, Karena handphone ku di sita kakakku." Katanya, Mencoba menenangkan ku.
" Nira, Saat kita pergi kamu tidak sakit kan?" Tanyaku.
" Tidak kok, Aku kadang memang suka drop tiba tiba. " Katanya, Aku langsung memeluknya dengan erat, " Apapun yang terjadi, Kumohon jangan hilang tanpa kabar seperti ini lagi, Aku takut kehilangan mu. " Kataku sambil menangis saat memeluknya, Dia mengusap rambutku dengan lembut. " Iya, Sudahlah... jangan menangis lagi." Katanya. Dia menghapus air mataku, Setelah memeluknya.
...****************...
Dua minggu setelah Nira keluar dari rumah sakit, Seperti permintaan nya, Dia ingin Tea Time di taman sore hari. Dia terus mengatakan nya sepanjang waktu dia ingin Tea Time, piknik sederhana di taman sambil melihat Matahari terbenam. Jujur, Nira benar benar wanita yang sederhana, Dia tidak pernah meminta hal hal yang yang mewah, Yang dia minta hanya waktu di mana kita bisa saling bertukar pikiran, saling mendengarkan satu sama lain. Menjalin hubungan dengannya benar benar membuat ku merasa bahagia. Itu juga yang terjadi sekarang, Aku terhanyut dalam kecantikan yang menyinari mataku. "Hari kamu cantik sekali. " Kataku tanpa sadar. "Hahaha, Setiap bertemu kamu selalu mengatakan itu Lucas. " Balasnya.
" Tapi aku mengatakan yang sejujurnya, Nira. "
" Terima kasih yaa, Kamu juga sangat Tampan." Katanya, Melihatku dalam waktu lama lalu tersenyum. Dia mengalihkan pandangan nya ke sekitar.
" Nira, Kamu sangat suka Quality time seperti ini ya?" Tanyaku.
" Iya." dia mengangguk, " aku sangat menyukai nya, Saat itu bersama keluarga ku, Dan saat aku bersama mu. " Balasnya, lalu tersenyum sambil melihat ku. "Entah kenapa, Waktu waktu seperti ini adalah hal yang tidak bisa di putar kembali. Jadi aku ingin selalu melakukan nya, Agar aku bisa mengenang dalam waktu lama. " Katanya, Sambil memandang matahari yang perlahan tenggelam. Kata yang barusan dia katakan benar benar membuat ku terenyuh, Rasa nya ingin menangis saat mendengar perkataan nya itu, Bagaimana bisa dia berfikir sedalam itu.
__ADS_1
" Nira, Apa kamu tidak ingin meminta sesuatu dari ku." Tanyaku, Sambil menatapnya dengan Lekat.
Dia tersenyum, " Tidak Lucas, Kamu cukup luangkan saja waktu mu untuk ku, Hanya itu saja. " Balasnya, Saat itu aku tersadar akan satu hal. Di balik sifatnya yang sangat pendiam, Lemah lembut, Perkataan nya yang tulus dan Dia yang selalu tersenyum saat bersama ku, Dia juga menyembunyikan banyak hal dariku. Di mana aku juga tidak bisa mencari tau hal apa yang dia sembunyikan, walaupun aku terus berusaha. Jadi yang perlu ku lakukan sekarang, " Baiklah, Apapun akan kulakukan untukmu. " Karena aku hanya ingin membuat nya bahagia, Seperti kebahagiaan yang kurasakan saat bersamanya, Dan tidak akan kubiarkan senyuman itu hilang darinya.