By Your Side

By Your Side
Tiga puluh Satu


__ADS_3

Malam itu perut Erika terasa sakit sampai ia tidak bisa berkata-kata. Dokter menyarankan untuk segera di rujuk ke rumah sakit yang terdapat teknologi yang lebih canggih. Pada akhirnya Erika berangkat dan belum juga sempat memberi tahu keberadaannya pada Arvaz.


...…...


Hawa dingin menyeruak ke seluruh tulang-tulang makhluk yang ada di sekitarnya. Pagi ini terasa dingin. Erika masih bergulat dengan selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Namun suara deringan ponselnya menganggu kenyamanannya.


Setelah beberapa saat berkutat dengan guling dan mengabaikan suara berisik itu. Erika pun memutuskan untuk bangkit dan langsung menyambar ponselnya dari atas nakas. Ia melihat layar sebelum memutuskan untuk menggeser layarnya.


“Nyonya Muda, Tuan Muda kemarin pulang dan aku mendengar bahwa hari ini Tuan Menuju Massachuttest.


“Apakah kamu memberitahukan ku bahwa aku di sini?”


“Tidak nyonya Muda, mana berani aku?”


“Mungkin dia melakukan perjalanan bisnis,” ujar Erika mengungkapkan isi tebakannya namun tetap saja ia merasa gugup jika ia bertemu dengannya.


“Nyonya Muda, jika Tuan Muda mengetahui bahwa Nyonya Muda masih hidup itu pasti sangat menyentuh sekali.”


“Kamu benar, tapi aku harus menstabilkan kondisiku terlebih dahulu setelah itu aku akan memberi kejutan padanya.”


“Nyonya Muda, aku tidak sabar menunggu hari itu tiba.”


Erika tidak akan pernah berharap bahwa rencananya yang sudah pikirkan dengan sempurna untuk memberi kejutan pada Arvaz pada akhirnya harus dihancurkan oleh Mina. Rupanya wanita itu telah menjalani operasi plastik untuk mendapatkan wajah yang mirip dengan Erika.


Namun hanya Adam, Nick dan Vero yang menyadari masalah ini. Mereka bedua terkejut luar biasa melihat wanita yang berdiri di depan mereka. Wajah Mina sangat mirip dengan wajah Erika.


“Ini benar-benar menakutkan dan menyeramkan,” ujar Nick.


“Aku sudah bekerja keras untuk menemukan yang asli dan rupanya yang palsu datang,” ucap Nick.


“Menyebalkan bukan?”


“Iya,” ucap singkat Vero.


“Kenapa kalian hanya berdiri? Masuklah!” Mina berseru dengan ceria menyambut tamu Arvaz.


Nick, Vero dan Adam langsung masuk. Setelah mereka duduk beberapa menit, muncullah sosok yang mereka tunggu. Sementara Mina sedang berada di dapur, menyiapkan minuman.


“Apa yang ada di dalam kepalamu? Kamu tahu siapa dia?” Tunjuk Nick terlihat tidak terima dengan jalan pikiran Arvaz yang menerima Mina dalam hidupnya hanya karena wajah mereka mirip.


Mulut Nick ingin melanjutkan makiannya namun Mina keburu berada di tengah-tengah mereka meletakan tiga cangkir kopi untuk mereka.

__ADS_1


Mina merasa ada yang salah karena suasana mereka yang terlihat canggung. Mina ingin ikut dalam obrolan mereka, namun Arvaz memeirintah Adam untuk membawa Mina ke atas.


Arvaz menatap kepergian Mina, merasakan seolah-olah wanita tercintanya datang kembali. Ia merasakan bahwa Erika benar-benar kembali hanya saja kepribadiannya sudah berubah.


“Apakah dia juga mengubah namanya menjadi Erika?” Tanya Nick.


Arvaz menggeleng dan disambut dengan helaan napas lega dari Nick.


“Jangan bilang kamu memanggilnya dengan nama Erika?” Vero bertanya dengan mencibirnya.


Arvaz mengakuinya, matanya berbinar dengan takjub.


“Benar-benar tidak bisa dipercaya,” ucap Nick.


“Arvaz, ku tidak berpikir bahwa kamu melakukan ini karena kamu tidak ingin mengakui kenyataan yang terjadi pada Erika. Aku juga berpikir bahwa Erika tidak akan senang wajahnya copy oleh orang lain. Apakah kamu mengerti maksudku?” Tanya Vero.


“Aku tidak menyuruhnya untuk melakukan operasi plastik. Dia yang ingin.”


“Wajahnya memang identik tapi jelas kepribadiannya tidak bisa disamakan.”


“Kalian berpikir aku sangat egois kan? Aku juga berpikir aku sangat egois. Aku sangat merindukannya sekarang karena dia tidak ada. Mampu melihatnya setiap hari, membuatku merasakan bahwa dia masih hidup,” ucap Arvaz, membuat Nick dan Vero terkejut.


“Jangan bilang kamu berencana menikahinya?” Tebak Nick.


“Kamu benar-benar berencana untuk melakukannya? Lihatlah di masa lalu betapa kamu sangat menolaknya dan sekarang hanya karena wajahnya mirip dengan Erika, kamu ingin menikahinya?”


“Aku belum memikirkan itu. Aku hanya ingin melihatnya agar aku merasa bahwa Erika benar-benar masih ada dan masih berada di sisiku,” ucap Arvaz setelah banyak berpikir.


Arvaz benar-benar tidak bisa berdamai dengan kenyatan yang terjadi. Ia tidak ingin kembali mendapati dirinya seperti dulu.


Arvaz lalu bangkit dari kursinya, berbalik dan menuju ke lantai atas.


Nick dan Vero saling memandang dengan perasaan cemas dan tiba-tiba merasakan kesedihan. Mereka ingin membantu tapi tidak tahu harus berbuat apa.


Sementara itu, Arvaz membuka pintu ruang kerjanya dan menutup pintu itu dengan pelan. Langkah kakinya menuju ke kursi yang berada di balik meja. Arvaz duduk di sana, merenung.


Tangannya terulur untuk membuka laci dan mengambil sebuah foto. Arvaz memandang foto yang ada di tangannya. Arvaz diliputi kesedihan saat ia menatap foto Erika. Wanita yang paling ia cintai sudah mati.


Kenangan masa lalu mereka terlintas di benak Arvaz berulang kali. Pertemuan pertama mereka, pertemuan mereka yang selanjutnya yang menyebabkan beberapa kejadian. Kenangan manis saat mereka bersama terus membanjiri pikirannya.


Semua kenangan berharga itu tertanam dalam benaknya dan ia tidak akan pernah melupakannya.

__ADS_1


Arvaz masih menatap wajah yang berada di dalam foto itu. Ia tidak menerima kenyataan bahwa wanitanya sudah tidak ada. Maka dari itu, ia juga masih berharap bahwa Erika masih hidup dan terus mencarinya.


...…...


Nick dan Vero pergi ke club hanya untuk membebaskan kepenatan mereka. Nick memicingkan mata karena pengaruh alkohol. Ketika ia ingin menuangkan nya kembali tiba-tiba ponselnya berdering.


Ia mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya dan melihat panggilan yang masuk datang dari luar negeri.


“Halo,” jawab Nick.


“Halo, apakah ini Nick yang berbicara?”


“Ya, siapa?”


“Nick, ini aku. Kamu tidak mengenali suaraku?”


“Er…Erika?” Nick langsung tergagap karena terlalu terkejut.


“Ya, kamu benar. Aku berada di bandara sekarang. Bisakah kamu menjemputku?”


Nick segera berdiri. Tanpa mengajukan pertanyaan lain, ia segera pergi dari tempat itu dan menuju ke bandara.


“Ada apa dengannya? Hei kamu ingin kemana?” Tanya Vero sambil berteriak.


Dalam perjalanan ke bandara, yang ada di dalam pikiran Nick adalah apakah ia saat ini sedang bermimpi? Nick kembali melihat log panggilan yang masuk.


“Tidak masalah itu hanya prank atau tidak. Aku akan melihatnya dengan mataku sendiri.”


Nick melajukan mobilnya dengan kencang karena tidak sabar.


Erika memang sudah kembali. Sebenarnya orang pertama yang Erika hubungi adalah Arvaz namun ia tidak bisa menghubungi Arvaz. Orang berikutnya adalah Sandar, namun dia tidak menjawabnya. Terakhir, adalah Nick.


Erika saat ini sudah hamil empat bulan. Dalam dua bulan terakhir, Erika harus mengonsumsi obat penguat kandungan. Setelah beberapa bulan menjalani perawatan Erika sudah dalam kondisi stabil.


Erika secara khusus ingin menyampaikan berita bahagia pada semua orang.


Setelah memarkirkan mobilnya, Nick bergegas masuk ke dalam bandara seperti orang gila dan langsung terkejut saat melihat Erika.


“Erika?” Panggilnya ketika ia dengan cepat berjalan ke arah Erika.


“Ya.”

__ADS_1


“Erika?”


Nick mengulurkan tangan untuk memastikan bahwa dia benar-benar Erika.


__ADS_2