By Your Side

By Your Side
BAB VI : With You


__ADS_3

Dia langsung menangis mendengar perkataan ku, Melihatnya seperti itu aku jadi bingung dan Gelisah. " Kamu kenapa nangis." tanyaku, Dia tidak menjawab dan terus menangis, Apa yang harus kulakukan untuk menghentikan tangisan nya. Aku langsung memeluk nya, untuk menenangkan nya. " Sudahlah jangan menangis, Aku minta maaf ya. Aku janji akan selalu berada di sampingmu dalam kondisi apapun, Jadi jangan menangis lagi. " Kataku sambil memeluk serta mengusap rambutnya. Dia mendongakkan Kepalanya dan menatapku cukup lama, Keheningan sesaat terjadi di antara kami. Lalu dia berkata, " Aku juga janji. "


" Janji apa?" Tanyaku. " I'm promise, Stay by your side, for everything moment and situation. " Jawabnya sambil tersenyum.


Mendengar jawaban nya aku langsung tertegun, Aku sangat terharu mendengar jawabannya, Tanpa sadar air mata juga mengalir membasahi pipiku saat masih menatapnya, Lalu aku memeluknya dengan erat. " Aku juga mencintaimu, Lucas. " Kata katanya terdengar jelas di , walau dia hanya mengatakan dengan lirih.


" Terimakasih Nira. " Kataku masih dalam posisi yang sama.


Setelah haru biru Romansa yang terjadi pada kita, Seketika Tawa bahagia pecah dia antara kami. Bahagia senang bercampur jadi satu. Aku masih tidak percaya dia akan menerimaku, Aku merasa jadi orang paling bahagia dan paling beruntung di dunia ini sekarang. Aku terus menautkan tanganku dengan nya. " Apa kamu tau nira, Hari ini aku sangat bahagia. " kataku sambil melihat nya yang ada di samping ku, Lalu dia tertawa, " hahaha, Tentu saja aku tau itu Lucas, Aku lebih tau di banding siapapun. " Katanya dan tersenyum di akhir.


Karena Matahari sudah terbenam, Dan hari juga sudah mulai malam, Kami bergegas Untuk pulang. Saat dalam perjalanan Nira tertidur dengan sangat pulas, Aku berhenti sebentar dan memperbaiki posisi kursi nya Lalu menyelimuti nya dengan jaket ku agar dia bisa lebih nyaman. Benar benar tidak pernah terfikir olehku hari ini akan terjadi, Merasakan jantung yang terus berdebar saat mau menyatakan perasaan, Aku yang terus gugup saat dekat dengannya, Serta Rasa Bahagia dan sedih bercampur Jadi satu, Saat mendengar jawabannya.


Sesampainya di rumah Nira, Aku langsung membangunkan nya. " Nira, Bangun sudah sampai rumah mu. " Kataku, mengusap bahunya dengan lembut. Dia meregangkan badannya, seperti anak kucing yang baru bangun tidur. " Hihihi, Lucunya. " Kataku dalam hati. " Hmm, Sudah sampai rumah ya. " Katanya sambil mencoba membuka mata lebih lebar. " Iya sudah sampai. "


Setelah sepuluh menit mengumpulkan nyawa, Akhirnya dia bisa bicara dengan jelas. " hmm, baiklah kalau gitu pulang dulu ya Lucas, Terimakasih untuk hari ini. " Katanya, " Cup. " Dia mengecup pipiku. Aku langsung terdiam membeku, Aku langsung memalingkan wajahku darinya Karena malu. " Hahaha, Lucu sekali wajahmu langsung memerah." dia tertawa melihatku, " Terimakasih yaa, Sampai jumpa lagi." Dia pergi begitu saja, Setelah mengatakan sampai jumpa. " Akh, ini tidak adil, Bagaimana bisa dia mencium ku tiba tiba. " Suara hatiku yang menjerit merasa tidak adil.


...****************...


Aku menginjakkan kaki di kampus dengan penuh semangat setelah hari itu, Aku belum pernah merasa semangat yang berapi api saat menjalani hari. Walaupun aku tidak bisa bertemu dengan Nira di Kampus, Karena dia sedang di Rumah sakit untuk Praktik. Saat berjalan menyusuri lorong kampus, Aku melihat Adrian sedang berjalan sendiri. Aku langsung menghampiri nya, dan merangkulnya.

__ADS_1


" Yow, Adrian how your day. "


" Hih, Apasih lu, Jangan deket deket gua, Jijik gua." Guraunya.


" Ah, lu gitu ya sama gua. "


" lagian ngapain sih lu, Biasanya juga gak sampai nempel ke gua, gua geli. " Sahutnya.


Lalu aku menjauh dari nya, Karena dia terus terusan bilang tidak suka. " Lu kayanya happy banget sih hari ini."


" Iya dong, Gua sama Nira sekarang udah pacaran." Langkahnya terhenti saat mendengar perkataan ku barusan. " Lu serius. " Katanya.


" Wah, Congrats yaaa, Moga hubungan kalian langgeng dan baik baik aja. " Katanya." Sambil menepuk pundak ku. " Tentu saja. " balas ku.


" Jadi gimana, Pajak jadian nya dong, Traktir makan kek. " Katanya, menyenggol pundak ku.


" Tenang aja, Lu mau makan apa hari ini gua traktir. " kataku, Lalu kami pergi ke kafe dekat kampus yang kemarin kita datangi. Sambil makan kita mengobrol sambil bergurau, " Pantes ya lu jadi lebih semangat dari biasanya. " Kata Adrian, Lalu meneguk segelas minuman di depan nya.


" Iya dong, Kan ada yang gua tunggu, Kaya pengen besok cepet dateng. "

__ADS_1


" Apasih lu, Emang apa yang lu tunggu. " Tanya Adrian.


" Pengen cepet cepet weekend biar bisa jalan, Hahaha. " Jawabku, Sambil tertawa. Adrian terdiam sesaat, Seperti memikirkan sesuatu." Heh, Jalan aja yang lu pikirin. Pikiran noh bentar lagi sidang. " Tegas nya.


" Ah, sidang mah gampang." balas ku.


" bener bener ya, Temen gua bisa sebucin ini sama cewe, Terus gimana mau jalan lu aja sibuk Latihan terus habis ngampus. " Katanya.


" Ah, iya sih, Tapi kan ada hari minggu yan. " Balas ku.


" Hah, Serah lu aja lah, gua cabut, Makasih ya traktirannya. Inget yaa, Kalau sampe ada apa apa sama Nira gua gak tinggal diem. " Katanya, memberi tatapan tajam seakan memberi peringatan," Tenang aja, Gua janji bakal bikin Nira bahagia. " Kataku, lalu melakukan tos sesama pria. " Yah semoga ajaa.. " balasnya, Lalu pergi meninggalkan ku.


...****************...


Setelah pulang dari kampus, Aku langsung pergi ke Agensi yang menaungi ku untuk latihan lagi. saat latihan pun aku jadi penuh semangat, Aku melakukan dengan baik latihan hari ini , Mulai dari tempo musik dan gerakannya semua nya tanpa ada kekurangan, saat Latihan vokal pun juga sama, Sampai Pelatihku pun mengakuinya.


" Lucas, Tumben hari ini kamu latihan nya semangat banget, Sampai gak ada celah sedikitpun." Katanya yang duduk di sampingku kala itu di ruang Latihan." Hah bagaimana ya. " Kataku sambil tertawa, " Aku jadi lebih semangat, Karena ada yang membuatku lebih semangat. " Sambung ku. " Jangan jangan, Karena wanita yaa." Tebak nya dengan sangat tepat, Aku mengangguk mendengar ucapannya, Sambil menyeka keringat yang menetes karena latihan Tadi. " Pantas saja, Di lihat dari suasana hatimu, Seperti nya dia wanita yang selama ini kamu impikan. " Katanya yang menebak nebak isi hati ku. " ya..., bisa di bilang begitu. " Balas ku. " Memang nya sampai kapan coach akan mengulik romansa anak muda." Ledekku sambil melihat ke arah nya, " Heh dasar bocah satu ini, Jadi kamu bilang Aku sudah tua gitu. " balasnya yang terpancing ledekan ku, Lalu aku berdiri dan meregangkan badan untuk kembali latihan. " Sudahlah coach, akui saja tidak usah malu malu." Meledek nya lagi, " Ayo kita selesaikan latihan hari ini. " Kataku yang mulai di penuhi energi semangat lagi, Lalu Pelatihku beranjak dari posisi nya untuk kembali melatih ku, sebelum mulai latihan dia mengatakan, " Jagalah dia, jika dia wanita yang bisa membuatmu sampai bahagia seperti ini. " Katanya, Terdengar seperti pesan dari ayah untuk anaknya bagiku. Tidak masalah aku akan menerimanya, Aku tersenyum dan menjawab perkataan nya, " Itu pasti, Aku tidak akan melupakan perkataan coach Hari ini."


Selesai latihan hari itu, aku langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah aku langsung ke kamar dan membersihkan badan, Lalu merebahkan badan di atas Kasur. Hah, Latihan hari ni sangat melelahkan ternyata walaupun aku di penuhi semangat tadi. Aku langsung mengecek handphone untuk melihat ada yang notif yang masuk tidak, Terutama notif dari Nira. Aneh Nira terakhir mengirim pesan Tadi siang, Tidak seperti biasanya nya. Aku mencoba menelponnya untuk menanyakan kabar, " Nomor Yang Anda tuju sedang berada di luar jangkauan. " Kata yang kudengar dari handphone ku, Tidak di angkat. Aku mencoba mengubungi nya lagi, lagi dan lagi. Bahkan di telpon ke- empat pun dia tidak mengangkat nya. " mungkin dia sedang sibuk." Gumam ku dalam hati, Dia kan mahasiswa Kedokteran pasti jarang memiliki waktu senggang di hari biasa seperti ini, Setidaknya itu yang ku pikirkan untuk memenangkan hatiku.

__ADS_1


Tapi keesokan harinya pun tetap sama, Dia tidak memberi kabar bahkan handphone nya juga tidak aktif. Hari hari berikutnya nya pun seperti itu, Aku tidak bisa menyangkal jika Aku berfikir berlebihan tentang nya, Khawatir, gelisah dan sedih bercampur jadi satu. Aku juga tidak bisa melakukan apapun karena jadwal latihan yang sangat padat, di tambah menyiapkan bahan bahan untuk sidang bulan depan, Satu satunya yang bisa ku lakukan hanya bertanya kabar, Tapi tidak ada balasan darinya.


__ADS_2