By Your Side

By Your Side
BAB V : Best Moment


__ADS_3

Dentuman musik yang begitu keras terdengar di setiap sudut ruangan latihan ku, Kali ini aku kembali ke agensi yang menaungi ku untuk berlatih vokal dan dan koreografi untuk album pertama ku nanti. Tidak terasa ternyata hampir tiga tahun aku training di tempat ini, dan akan debut sebentar lagi. Perlahan impian yang kuinginkan terwujud, Syukurlah seperti nya aku akan mencintai pekerjaan ini nantinya.


Sambil tersenyum dan melihat langit langit ruangan itu, memejamkan mata dan membayangkan diriku yang ada di atas panggung nanti nya. Sepertinya aku terlalu membayangkan hal yang manis, seketika terlintas di pikiranku wajah nira yang sangat cantik. " Kira kira dia sedang apa ya sekarang" Ucapku dalam hati, lalu mengambil ponsel yang tergeletak di sebelah ku. " " Atau aku telepon saja ya." sambil menekan kontak nomornya. "nut----", Tidak di angkat, lalu aku menelponnya untuk kedua kalinya dan tetap tidak di angkat. Mau bagaimana lagi mungkin dia sedang sibuk, Dipikirkan lagi aku jadi khawatir kalau dia tidak memberi kabar.


" Lucas!! " pelatih ku berteriak memanggil ku, Seketika pikiran ku yang tadi langsung buyar." kita kembali latihan lagi, Sudah cukup istirahat nya. "


" ah coach, aku kan baru tiga puluh menit istirahat."


"hei, Itu sudah cukup yaa. kau seperti baru disini sehari dua hari saja. " Tegasnya, sambil menatap tajam.


" Hah, Baiklah. Ayo kita selesaikan latihan hari ini." menyemangati diriku sendiri.


" Nah gitu dong, yang semangat " Sahutnya sambil mengikat tangannya ke leherku. Aku langsung melepaskan nya, " Akh, coach cukup yaa memang aku anak kecil. " Gerutu ku padanya, Walaupun dia tegas sebenarnya dia pelatih yang baik bagiku. Karena aku bisa sampai sekarang itu Juga karena dirinya. Setelah Tujuh jam berlatih koreografi dan vokal akhirnya aku bisa pulang, Tentu saja aku harus kembali lagi besok untuk latihan lagi.


...****...


Sesampainya di rumah aku langsung ke kamar, Karena latihan hari ini lumayan melelahkan.


Aku melemparkan tas dan kunci mobil ke kasur, Lalu merebahkan tubuhku, Memejamkan mata sebentar , Dan tertidur. Kurang lebih dua jam setelah aku tertidur, Tiba tiba ada telpon masuk dari handphone ku. Aku melihat jam yang ada di layar handphone pertama, Pukul dua dini hari. "Siapa yang menelpon jam segini" Ucapku , sambil menyipitkan mata karena silau dari cahaya layar handphone. Masa bodoh lah, aku langsung mengangkat telpon itu.


" halo. " Suara nya terdengar familiar, " Lucas , kamu sudah tidur ya. " Suara Nira, mataku langsung terbuka lebar saat tau itu Nira.


" Halo, Nira, kamu belum tidur. "

__ADS_1


" Belum, aku baru pulang dari rumah sakit, ada jadwal praktik hari ini. " Jelasnya di telpon , Jam dua pagi dia baru pulang apa itu tidak terlalu berlebihan, " Tadi kenapa kamu telpon. " Balik bertanya.


"Ah, tidak papa aku hanya ingin menanyakan kabarmu tadi. "


" oh, kabar ku baik kok, Terima kasih yaaa. "


" iya, bukan apa apa. Oh ya kalau akhir pekan ini kamu tidak sibuk mau pergi denganku." Tanyaku tanpa basa basi.


" tentu saja, liat nanti aku bisa atau tidaknya. " jawabnya.


" hmm, baiklah kalau begitu istirahat lah. Kamu pasti sangat lelah. "


" baiklah aku akan istirahat, Terima kasih. " Katanya langsung mengakhiri telpon, Aku juga kembali melanjutkan tidurku sampai pagi setelah Nira mengakhiri telepon nya.


...*****...


" Terserah, kemanapun itu aku tidak masalah. Selama itu dengan mu. " katanya sambil melihatku.


Wah perasaan macam apa ini, Aku jadi gugup dan salah tingkah dalam waktu bersamaan.


" Haha, Jangan bicara seperti. Ucapan mu itu bisa membuatku salah paham tau. "


" Tapi aku berkata sejujurnya padamu. " balasnya.

__ADS_1


Kenapa , Di balik sifat nya yang sangat pendiam ternyata dia wanita yang sangat suka terus terang saat berbicara. Bagaimana bisa dia mengatakan hal hal seperti itu secara terus terang.


" Bagaimana kalau pergi nonton film." bertanya padanya yang masih melihat ke luar jendela, Dia langsung menengok ke arah ku dan menjawab. " Baiklah, aku setuju. " Lalu kami menghabiskan waktu dengan menonton Film siang itu, Selesai menonton film masih banyak waktu tersisa. Rasanya akan percuma jika kita langsung pergi pulang begitu saja, Karena aku tidak ingin waktu ini cepat berakhir.


Rasanya tidak adil jika terus aku yang menentukan tempat setiap pergi, " Nira kamu mau pergi ke tempat lain. " Tanya ku, Mungkin saja dia ingin pergi ke suatu tempat. " Apakah boleh?. " Balik bertanya. " Tentu saja. " Balas ku.


" karena sudah mau sore, Bukankah bagus melihat matahari di pantai. " Katanya sambil tersenyum, Ternyata dia sungkan untuk mengatakannya padaku, karena aku yang selalu mengajaknya.


" Padahal kamu tinggal bilang saja jika ingin pergi ke suatu tempat, Jangan pernah sungkan. " Kataku sambil tersenyum melihatnya, Dia juga membalas dengan senyuman. Tolonglah jangan sering tersenyum seperti ituSenyuman nya hanya bisa membuatku tambah gugup. Rasanya aku ingin mengatakan itu padanya.


...*****...


Sesampainya di pantai, Dia langsung turun dan menghirup udara pantai dengan sangat senang. Angin pantai yang berhembus, membuat rambutnya berantakan terbawa angin, Tapi entah kenapa dia jadi terlihat sangat cantik. " Tolong dong jangan cantik cantik, kan jantungku jadi terus berdebar. " Jeritan hati kecilku, saat melihat nya. Karena baju yang dia kenakan terlalu tipis untuk di pantai di cuaca sore hari, Aku melepas jaket ku dan menyangkut kan di kedua pundak nya. " Ini pakailah, udara nya cukup dingin untukmu, Nanti kamu sakit. " Kataku, Dia mendongakkan kepalanya dan menatapku cukup lama." Ada apa?"


Tanyaku.


" Terimakasih Lucas. " Katanya, Lalu menggenggam tangan ku. " Ayo kita jalan dipinggir pantai bersama, Sambil menikmati sunset sore ini." Katanya, Lalu kami berjalan beriringan, Sampai Akhirnya berlarian bersama di pantai itu. Aku selalu bertanya tanya apa yang membuatku terus tertarik padanya, Jantung yang terus berdebar melihat kecantikan nya, dan kebahagiaan yang belum pernah ku rasakan saat di dekatnya. Ternyata, Karena dia berbeda dengan wanita yang biasa ku temui, Wajah cantiknya, sifatnya yang pendiam dan sangat polos serta suka sekali berterus terang padaku. Tanpa aku sadari, Ternyata aku jatuh Cinta padanya.


Lalu kakinya terhenti, sambil memandang matahari yang perlahan tenggelam. Aku mendekatinya, Di saat bersamaan matahari yang tenggelam sore itu, Aku menyatakan perasaan ku padanya. " Annira, Ada yang ingin ku katakan padamu. " Kataku, sambil memandang wajannya.


" Apa? "


" Aku mencintaimu. " Kataku sambil tersenyum padanya.

__ADS_1


__ADS_2