
Setelah pertemuan hari itu, kami jadi sering bertukar pesan lewat ponsel. Saat saling bertukar pesan tidak ada pembahasan yang serius, atau apapun itu. Hanya saja, Aku merasakan hal yang berbeda, entah apa itu aku juga tidak bisa menjelaskan nya.
Hari itu saat di kampus seharian aku tidak melihatnya di Kampus, seketika aku langsung mencari dan bertanya ke teman teman di kelas nya tapi tidak ada yang tau dia kemana. Aku juga sudah berkali kali menelpon dan mengirim pesan padanya, Tapi tetap tidak ada jawaban.
" Rasanya percuma, kurasa dia mematikan ponsel nya " Gerutuku dalam hati sambil menghela nafas.
Rasanya semangat ku hilang Seketika, Rasa khawatir sedih dan menyesal jadi satu. Kacau mungkin kata yang tepat untuk saat itu.
Di kelas " woy, Lucas!! " Teriak Adrian Tepat di samping telingaku, seketika membuat ku terkejut.
" Heh lu, bisa ngak sih manggil ngak usah teriak teriak " Balas ku.
" Lagian lu, Kenapa sih kayanya galau amat " Ucapnya sambil menyenggol pundakku, Berjalan lalu meletakkan tasnya di atas Meja.
" Ngak " Jawabku singkat.
" Dih kaya cewe lu, Gitu doang ngambek "
" Gak jelas lu "balas ku.
...***...
__ADS_1
Selesai kelas, rasanya hatiku masih saja gelisah karena masih belum tau Nira kemana. Saat sedang berjalan menyusuri koridor tiba tiba Adrian memberiku Amplop warna putih. Aku bertanya tanya Apa ini. " woy Apaan nih " Teriaku, Karena di langsung pergi setelah memberikan amplop itu.
" Dah buka aja nanti di rumah lu , Emang Masih Jaman surat suratan. " balas Nya, sambil berjalan dan menjauh dari pandangan ku.
Aku berjalan sambil membolak - Balik Amplop itu dan bertanya tanya apa isinya " Hah yaudah lah " langsung ku masukan Amplop itu ke dalam tas. Sampai di parkiran aku langsung mengendarai mobil dan pulang ke rumah.
Malam hari setelah aku selesai mengerjakan tugas, Aku teringat Amplop yang di berikan Adrian tadi sore. Aku langsung bergegas mengambilnya dari tas ku. Ternyata setelah di buka isinya nya hanya Selembar kertas dan ada tulisannya. Aku Membacanya, Dan terkejut setelah Tau, Itu surat dari Nira. Seketika pikiran ku langsung Menjelajah kemana mana, " Kenapa dia ngirim surat, Emang dia kenapa, Dan kenapa ada di tangan Adrian " Semua pikiran Itu membuat suasana hatiku semakin kacau.
Tapi di surat itu dia bilang " Nanti kita bertemu lagi ya Di Taman kota pukul Empat sore Nanti Akhir Pekan. "
Saat itu aku merasa bodoh, jika aku mengiyakan permintaan nya, Tapi pada akhirnya aku tetap ingin bertemu dengan nya.
...***...
sampai di rumah sakit bunda langsung di larikan ke UGD dan langsung di tangani dokter. Setelah tiga puluh menit, Dokter memberitahu ku kalau bunda kurang istirahat dan Asam lambung nya kambuh. " syukur lah jika dokter sudah memberi penanganan, dan bunda hanga butuh istirahat " Ucapku dengan lirih.
setelah semua rasa khawatir ku tebtang bunda hilang, sekarang rasa menyesal karena ini sudah lewat satu setengah jam dari waktu yang di ucapkan nira di surat itu.
...***...
Sementara bunda sedang istirahat di ruang rawat, aku pergi jalan jalan menyusuri koridor rumah sakit, untuk menenangkan pikiran setidaknya. Saat Sedang Berjalan tanpa sengaja aku menyenggol pasien yang sedang berjalan sendirian yang Sambil membawa tiang infus dan tentu saja selang infus yang masih terpasang di tangan nya.
__ADS_1
"Maaf, Saya tidak sengaja "
" Ah tidak papa salah saya juga yang tidak memperhatikan jalan "
" saat juga salah kok" ucapku, Seketika aku terdiam dan familiar dengan suaranya. Aku langsung melihat wajahnya
" Nira! " ternyata benar itu dia. " Kamu ngapain di sini " sambungku.
" Menurut mu " Bertanya balik padaku.
" Kamu sakit? "
dia menganggukan Kepalanya Sambil tersenyum " Maaf ya, lucas Janji kita jadi Tertunda "
Aku terdiam sesaat, karena tidak menyangka dia sedang sakit " Janji kita, Tidak tertunda kok, hanya tempatnya saja yang berbeda " balas ku sambil tersenyum.
" Hmm, iya juga yaa " jawabannya sedikit kebingungan dengan wajah polos.
" hahaha " aku terkekeh melihat tingkah nya barusan.
" Kenapa kamu tertawa "
__ADS_1
" tidak papa, hanya saja kamu lucu " balas ku.
Rasa khawatir dan penasaran ku hilang seketika saat melihat nya.