Cahaya Di Ujung Senja

Cahaya Di Ujung Senja
Bab 28 ( Keputusan untuk menikah )


__ADS_3

Alan dan Cahaya tidak pernah mengira jika mereka berdua sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal, sampai akhirnya Cahaya menyesali semua yang telah terjadi dengan menangis dalam pelukan Alan.


"Maafin Kak Alan sayang, Kak Alan tidak bermaksud melakukan semua itu, maaf karena Kak Alan tidak bisa menahan semuanya," ucap Alan yang merasa sangat berdosa karena telah merenggut kesucian gadis yang sangat dicintainya.


"Semua ini bukan sepenuhnya kesalahan Kak Alan, karena kita berdua melakukan semuanya atas dasar suka sama suka, serta tanpa ada paksaan dari pihak manapun," ujar Cahaya, karena Cahaya sadar betul dengan yang mereka berdua perbuat, jadi Cahaya tidak bisa menyalahkan Alan.


"Besok Kak Alan akan langsung menikahi Cahaya untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan Kakak."


"Tapi bagaimana dengan Senja Kak? Senja pasti sedih jika mengetahui kalau kita berdua akan menikah," ujar Cahaya yang masih memikirkan perasaan Senja.


"Sayang, mulai sekarang Kak Alan mohon sama Cahaya, kita lupakan dulu masalah Senja, karena Kakak tidak mau disebut sebagai lelaki bejat yang tidak bertanggung jawab, dan apa pun yang terjadi, Kak Alan akan tetap menikahi Cahaya."


Cahaya dan Alan akhirnya sepakat untuk menikah dan menyembunyikan semuanya dari Senja, karena besok pagi mereka akan langsung pulang ke Jakarta dan melangsungkan pernikahan sesuai rencana sebelumnya, apalagi kedua keluarga sudah menyebar Undangan Pernikahan serta persiapan pernikahan mereka sudah hampir seratus persen.


Cahaya dan Alan kini menghampiri Mama Anggi yang berada di sebelah kamar Alan.


Setelah mengetuk pintu, Alan dan Cahaya akhirnya masuk ke dalam kamar Mama Anggi.


"Sayang, bagaimana keputusan kalian?" tanya Mama Anggi yang sudah harap-harap cemas, karena Mama Anggi berharap Alan dan Cahaya akan melangsungkan pernikahan sesuai rencana sebelumnya.


"Ma, maafin Cahaya, Mama pasti kecewa dengan Cahaya sama Kak Alan," ujar Cahaya degan memeluk tubuh Mama Anggi.


"Apa yang sudah terjadi sayang? kenapa wajah Cahaya terlihat pucat?" tanya Mama Anggi.

__ADS_1


"Ma, tadinya Alan dan Cahaya sudah sepakat kalau Alan akan menikahi Senja demi Cahaya, tapi ternyata Alan dan Cahaya tidak bisa berpisah sampai akhirnya kami melakukan kesalahan yang sangat fatal, dan Alan telah merenggut kesucian Cahaya," ujar Alan dengan tertunduk sedih, karena sudah mengecewakan orangtuanya.


Mama Anggi terlihat syok mendengar perkataan Alan yang sudah merenggut kesucian seorang gadis, meskipun Alan dan Cahaya sebelumnya sudah berniat untuk melakukan janji suci pernikahan, tapi saat ini situasinya tidak sesuai dengan yang mereka rencanakan.


Mama Anggi akhirnya angkat suara setelah beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar.


"Cahaya, Alan, sebenarnya Mama sangat kecewa kepada kalian berdua, tapi mungkin dengan kejadian ini, kalian berdua tidak akan berpisah lagi, karena mau tidak mau Cahaya harus bersedia menikah dengan Alan, karena Mama takut kalau Cahaya nanti hamil setelah semua yang kalian perbuat."


"Iya Ma, Cahaya dan Kak Alan sudah memutuskan untuk melangsungkan Pernikahan sesuai dengan rencana sebelumnya, karena ternyata Cahaya tidak sanggup untuk berpisah dengan Kak Alan, tapi untuk saat ini kita harus merahasiakan semuanya kepada Senja, karena Cahaya tidak mau kalau sampai Senja merasa sakit hati."


"Ya sudah, kalau begitu sekarang Cahaya istirahat ya, Cahaya jangan terlalu banyak pikiran, Mama akan menelpon Mama Indira supaya segera menyelesaikan semua persiapan pernikahan kalian," ujar Mama Anggi.


Mama Anggi yang masih melihat Alan duduk di samping Cahaya dengan menggenggam tangannya dengan erat, langsung saja angkat suara.


"Ma, tapi Alan masih kangen sama Cahaya, boleh ya Alan di sini sebentar lagi, Alan juga gak mungkin ngapa-ngapain Cahaya karena masih ada Mama di sini."


"Terus kalau Mama tidak ada di sini, kamu mau ngapa-ngapain Cahaya lagi gitu?" sindir Mama Anggi, sehingga membuat Alan dan Cahaya tersenyum malu.


"Sayang, Kak Alan ke kamar dulu ya, semoga mimpi indah sayang," ujar Alan dengan mengecup kening Cahaya.


"Ekhem, kalian pikir Mama ini apa? sepertinya dunia seakan milik berdua ya," sindir Mama Anggi.


"Maaf Ma, Alan khilaf," ujar Alan dengan cengengesan, sampai akhirnya Alan terpaksa keluar dari kamar Mama Anggi.

__ADS_1


Cahaya saat ini sudah terlihat tidur terlelap, dan Mama Anggi memutuskan untuk menelpon Mama Indira terlebih dahulu.


📞"Assalamu'alaikum Anggi, bagaimana kabar semuanya?" tanya Mama Indira pada saat mengangkat telpon dari Mama Anggi.


📞"Wa'alaikumsalam Dira, Alhamdulillah kami baik-baik saja, dan besok kami bertiga akan pulang ke Jakarta," ujar Mama Anggi.


📞"Jadi Cahaya bersedia untuk ikut dengan kalian?" tanya Mama Indira dengan wajah yang berbinar.


📞"Iya Dira, dan Cahaya sudah bersedia untuk menikah sesuai dengan rencana karena tadi Cahaya dan Alan sudah melakukan kesalahan yang fatal. Kamu pasti mengerti kan apa yang sudah mereka perbuat," ujar Mama Anggi.


📞"Akhirnya cinta mengalahkan segalanya, padahal selama ini mereka sudah mati-matian menjaga semuanya sebelum mereka berdua resmi menikah, tapi mungkin ini yang terbaik untuk mereka, karena akhirnya Cahaya tidak mengorbankan cintanya untuk Senja," ujar Mama Indira.


📞"Iya Dira, akhirnya kita berdua bisa segera menjadi besan, kalau begitu kamu harus segera menyelesaikan persiapan pernikahan Anak-anak kita," ujar Mama Anggi, kemudian menutup telponnya.


Senyuman Alan terus mengembang, karena akhirnya Alan akan segera bersatu dengan perempuan yang dia cintai, walaupun harus berbuat kesalahan terlebih dahulu, sampai akhirnya Alan bisa merubah pikiran Cahaya yang tadinya bersikeras untuk mengorbankan cintanya demi Senja.


Maafkan Kak Alan Cahaya, tapi Kak Alan tidak bisa mencintai gadis lain selain Cahaya, jadi Kak Alan sengaja melakukan semua itu terhadap Cahaya, supaya selamanya Cahaya terikat dengan Kak Alan, dan tidak berpikir untuk mengorbankan cinta kita demi kebahagiaan Senja, ucap Alan dalam hati, karena sebenarnya Alan sudah memikirkan semuanya sebelum ia bertindak lebih jauh terhadap Cahaya, karena jika Alan sudah berhasil memiliki Cahaya seutuhnya, mau tidak mau Cahaya tidak akan menolak lagi pernikahannya bersama Alan.


......................


Di kediaman Prasetyo, saat ini Mama Sita terlihat mondar mandir memikirkan Cahaya yang masih belum pulang juga, apalagi daritadi Senja menanyakan keberadaan Cahaya terus.


"Kenapa Cahaya belum pulang juga ya? apa Cahaya berniat untuk menginap bersama Mbak Anggi? sebaiknya aku menelpon Cahaya terlebih dahulu," gumam Mama Sita kemudian menekan nomor Cahaya.

__ADS_1


Pada saat handphone Cahaya berbunyi, Mama Anggi melihat nama Mama Sita tertera di ponsel, sehingga Mama Anggi mengangkat telpon dari Mama Sita, karena takut jika Mama Sita mencemaskan Cahaya.


__ADS_2