CALONKU SEORANG MAFIA

CALONKU SEORANG MAFIA
Rencana penculikan


__ADS_3

Warning! Typo bertebaran


Pak!


Clarisa menapak dengan keras meja yang ada dihadapan amira. Bunyi nyaringnya membuat suasana kelas yang awalnya riuh menjadi hening. Amira yang awalnya fokus membaca buku langsung kaget bukan kepalang mendengar teriakan clarisa.


"Gila lo ya! Gara gara lo malam tadi pak karsa hampir aja mati kena tembak, untung dia nggak papa. Dasar pembawa sial!", clarisa berteriak didepan amira.


Semua mata tertuju pada mereka berdua. Amira menyeringitkan dahi, ia melirik ke mahasiswa yang ada dikelas dan tampak mereka sedang berbisik bisik, sepertinya Amira akan menjadi bahan gosip sekarang.


Lalu ia melirik secarik koran yang ada di tangan clarisa. Sekilas ia lihat Halaman pertama yang berjudul 'Seorang pengusaha besar tertembak karena menyelamatkan wanita', terpampang jelas ada foto dimana saat karsa merintih kesakitan dengan darah yang mengucur dan amira yang berjongkok disampingnya.


Lalu ia melirik secarik koran yang ada di tangan clarisa. Sekilas ia lihat Halaman pertama yang berjudul 'Seorang pengusaha besar tertembak karena menyelamatkan wanita', terpampang jelas ada foto dimana saat karsa merintih kesakitan dengan darah yang mengucur dan syaima yang berjongkok disampingnya.


"kenapa nggak lo aja yang ketembak, hah!", ucap clarisa lalu mambuang secarik koran tepat dimuka syaima dan berlalu pergi.


Amira menghela nafas pelan, ia ingin melawan clarisa tapi percuma, hanya membuang waktu saja meladeni ratu bully di kampus nya ini.


Koran yang di lempar clarisa sempat amira baca dan isinya aneh, sangat-sangat aneh. Bahkan koran ini terlihat bagaikan sebuah dongeng khayalan, bukan kah pelaku penembakan adalah salah seorang anak buah dari pria blasteran itu. Lalu mengapa disini tertulis bahwa pelaku penembakan adalah pasien rumah sakit jiwa yang kabur dengan membawa senjata. Waw, lucu sekali!


Media sangat hebat memanipulasi publik. Ingin rasanya syaima memukul ketua media yang telah meyebarkan berita hoax seperti ini.


Amira tak bisa tinggal diam, ia pergi dari kelas membawa koran aneh itu untuk menunjukan pada cika, baru beberapa langkah berjalan dikorikador, Amira sudah melihat cika yang sedang menuju ke kelas, sontak ia berlari kearah cika dan menarik tangannya untuk duduk di bangku depan kelas mereka.


"Coba kamu baca koran ini, Benar benar beda sama kejadian kemaren. disini tertulis bahwa pelaku penembakan adalah seorang pasien rumah sakit jiwa. Ini sangat-sangat nggak wajar. Aku yakin pria itu sudah bekerja sama dengan media agar tidak ada tersangka dalam kasus ini!", jelas syaima pada cika yang hanya memasang wajah datar.


"Lalu", ucap cika santai.


"Jangan konyol mira! Pria yang agak kebaratan itu kaya raya,bbahkan pengadilan pun bisa ia beli. Kamu kayanya belum tau hukum dinegara ini, kalau yang kaya bisa melakukan apa pun pada si miskin!", ucap cika tegas lalu menghela nafas. Benar juga, untuk apa menyelidiki kasus yang sudah di manipulasi seperti ini yang ada hanya membuang-buang waktu.


Tapi jika dipikir pikir yang jadi korban nya juga bukan sembarang orang, Dia adalah pengusaha ternama di dua negara, indonesia dan arab saudi. Entahlah bagi Amira kejadian ini semakin kesini semakin membingungkan.

__ADS_1


Pagi ini Justin terlihat segar mengenakan setelan jas hitam yang membuat aura kesangarannya kembali. Entah mengapa hari ini alex pulang kerumah mewah nan megah bearsitektur ala eropa tersebut.


"Kita tuntut media ini!", ucap nya yakin pada cika.


Kaki jenjangnya menuruni tangga menuju lantai bawah lalu singgah ke salah satu kamar di sudut ruangan. Terlihat seorang wanita paruh baya sedang berbaring tak sadarkan diri dengan wajah pucat pasi.


"Nyonya masih koma tuan, kecelakaan satu tahun itu menyebabkan nyonya mengalami trauma otak sehingga otaknya mengalami pendarahan.", ujar seorang dokter yang menangani khusus wanita paruhbaya tersebut.


"Jaga dia dengan baik, jika kondisi nya memburuk akan ku pastikan kepala dan tubuh mu terpisah!", ucap Justin melirik dengan lirikan yang siap menyayat nyayat kearah dokter tersebut. Dokter pria itu gemetar, tak sanggup rasanya menelan saliva nya sendiri. Dirinya sangat menyesal mengajukan diri untuk merawat ibu seorang pengusaha besar, walaupun gaji nya sebulan bisa membeli satu buah mobil lamborgini. Tapi apa artinya jika mendapatkan semua itu dengan perasaan was-was nyawa nya hilang di tangan Justin.


Pria tampan itu lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dan memasuki mobil silvers bermerk pegani huayra, produksi italia miliknya menuju ke suatu tempat rahasia yang hanya dia dan para suruhannya yang tau.


Perjalanan kesana sangat menguras waktu, kenapa? Karena tempatnya terletak di desa kecil tak berpenghuni. Pohon pohon rindang dan rumah rumah kosong menjadi salah satu objek pemandangan pertama. Mobil mahal Justin dipaksa masuk ke jalan desa yang hanya muat satu mobil dan dipenuhi semak belukar yang tumbuh di sepanjang jalan. Daerah itu sepertinya sering dilewati oleh para anak buah Justin, pasalnya jalanan tersebut sedikit lapang dengan tanahnya yang mengering.


Pada akhirnya Justin sampai di sebuah rumah beton lantai dua di pelosok desa tak berpenghuni itu. Ia turun dari mobilnya, langkahnya menyisiri rerumputan dihalaman rumah tersebut. Drik sudah bersiap di depan pintu menyambut kedatangan sang tuan.


"Siapa mangsa ku hari ini!", ucapnya dengan ekspresi wajahnya yang dingin.


Memang benar pengusaha ini memiliki perusahan senjata yang resmi dan bahkan pengusaha ini juga sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk membasmi perusahaan-perusahaan ilegal dan perusahaan alex menjadi daftar list acara pembasmiannya. Namun buntungnya dia tak tau sedang berhadapan dengan siapa sekarang.


"Penghalang harus dimusnahkan!", ujar Justin membuat suasana di rumah sepi itu menjadi angker. Dia berjalan ke lantai atas dan memasuki sebuah ruangan yang ternyata isinya sangat menakjubkan.


Ruangan ini sangat harum berbeda dengan ruangan lainnya, yang penuh dengan bau darah manusia. Berbagai senjata mahal bersarang disini. Minuman keras tersusun rapi dilemarinya. Justin berdiri dekat jendela menunggu drik membawa seseorang.


Perlu diketahui bahwa desa tak berpenghuni ini jika dilihat dari atas sangatlah indah dan mengagumkan. Angin sepoi sepoi yang masuk lewat jendela membuat rambut Justin tertiup lembut karenanya. Jas nya berkibas kibas mengikuti arah angin.


Entah mengapa hari ini justin benar benar gagah dan kesejukan terpancar jelas di wajah tampannya. Tangan nya ia lipat kedada memandang kearah sebuah danau kecil yang indah. Oh! Tidak. Ralat, bukan danau yang indah, namun danau yang penuh dengan potongan tubuh manusia, tengkorak manusia berserakan disekeliling danau. Mayat mayat yang sepertinya baru dibunuh mengambang di air danau angker tersebut, bisa ditebak bahwa tempat ini adalah tempat pembantaian tersadis.


Justin menyunggingkan bibirnya melihat mayat mayat yang mati dalam keadaan tersiksa itu. Sungguh, dia tak mempunyai cukup rasa simpatik.


"Lepaskan aku! Lepaskan!", teriak laki laki berkepala empat saat dibawa paksa drik kehadapan sang tuan. Walau dia meronta ronta dan berteriak sekuat tenaga, percuma, karena ditempat ini tak ada rasa kasihan. Sampai di depan pintu masuk ruangan Justin, tubuh pengusaha itu langsung di lemparkan dan dihempaskan hingga tersungkur kelantai oleh salah satu bodygard disana. Pengusaha itu langsung menjerit kesakitan karena kepalanya terbentur lantai. Justin yang berada disitu langsung berbalik dan,

__ADS_1


Dorr!


Ia menembak tepat dikepala bodygard tadi dengan peluru panas dari pistolnya. Entah apa salah dia hingga Justin membunuhnya.


"Jangan membuat dia tersiksa sebelum aku yang melakukannya!", ujar Justin dengan ekspresi wajahnya yang datar.


"Bersihkan mayat itu, jangan buat ruangan ku kotor karena darah pecundang ini!" ucapnya. Para suruhan Justin yang lain langsung membersihkan mayat bodygard ini.


Kemudian Justin menghampiri pria yang sedang diborgol di kedua tangannya. Mengamati dengan teliti penampilan sang pengusaha, dan tak lama tiba tiba tangan kekarnya langsung mencekik leher pengusaha itu sampai ia sedikit tercekat untuk bernafas. Cekikan Justin membuat pengusaha itu terpaksa berdiri ingin menghindar dari Justin. Namun, Justin langsung menghempaskan tubuh pengusaha itu. Untuk kedua kalinya kepala pengusaha ini terbentur keras di lantai. terlihat kening nya mengeluarkan darah, sangat menyedihkan.


Justin berhenti menyiksa pengusaha yang sudah terkulai lemah itu, tatkala melihat sebuah foto kecil terjatuh dari saku kemeja pria tersebut. Justin langsung mengambil foto yang berada di bawah kakinya. Ia melihat dengan seksama potret sebuah keluarga pengusaha ini.


Ada seorang nenek, pengusaha ini, dan seorang perempuan berhijab yang pernah membangkitkan amarah Justin.


"Wanitanya karsa!", gumam justin pelan.


"Culik gadis ini dan bawa dia kemari!" ucap Justin ke drik sambil menggenggam foto keluarga pengusaha tersebut.


Justin lalu mendekat dan berjongkok menyamakan posisi nya dengan pengusaha itu dan berbisik Pelan.


"Kau tau? aku benci gadis ini dan semua keluarga mu!", bisik Juatin sambil menunjuk kearah potret gadis yang tak lain adalah Amarah qhaza Amira, keponakan pengusaha ini.


Pengusaha itu mengenyeringitkan dahi dalam keadaan lemas. Kebingungan menyertai pikirannya. Sejak kapan Justin kenal dengan Amira. Entahlah, pria tua ini tak mungkin berpikir dalam keadaan campur aduk seperti sekarang ini.


Ternyata semenjak peristiwa penembakan kemaren, justin masih dendam pada amira/amarah. Tapi, amira pikir dia saja yang dendam pada Amira. Amira juga, bahkan dia mengutuk alex agar ia tak di pertemukan lagi dengan nya.


"kau akan selamat, jika gadis ini menggantikan posisi mu untuk dibunuh!" ujar justin dengan senyum sinis nya.


"ja-jangan apa-apa kan dia!",ucap pengusaha itu dengan terbata bata meneruskan kalimat terakhir sebelum ia pingsan.


justin tersenyum penuh kemenangan. Ia tak sabar melihat wanita karsa mati ditangannya sendiri. Melihat karsa menangis ditinggalkan kekasihnya yang sudah tak bernyawa. Tapi, apakah karsa tinggal diam jika ia mengetahui semua ini? Entahlah hanya Allah sang maha cipta yang tau.

__ADS_1


Assalamualaikum readers jangan lupa vote, comment dan follow akun author ya:)


__ADS_2