CALONKU SEORANG MAFIA

CALONKU SEORANG MAFIA
Kami terjebak lagi!!


__ADS_3

warning typo dimana mana!!!!!


Setelah kejadian kemarin, semuanya benar benar berubah, dua penjaga itu akhirnya selamat, mereka berdua dihukum untuk berjaga 24 jam di depan pintu amira, sementara syaima harus menghadapi kenyataan bahwa ia dikunci dalam ruangannya sendiri.


Ia benar-benar tak bisa keluar, pasalnya penjagaan terhadapnya semakin ketat, syaima harus menguras otak nya untuk bisa pergi dan membebaskan ayah clarisa.


Di samping bangunan ini, ia mendengar suara langkah kaki, itu artinya cika dan clarisa telah datang, ia harus bagaimana?


"Siapapun diluar, saya kehausan, air minum disini telah habis!", amira berteriak dari dalam.


Kemudian, seseorang menyahut, "Maaf nona, tapi tuan justin melarang kami berbicara dengan nona!", terdengar suara pria dari luar.


Amira menghela nafasnya, "Jika saya mati kehausan disini, maka saya yakin, justin pasti akan membuat kalian juga ikut mati bersama ku dalam pemakaman nanti!"


Dua orang ini terkejut, "Bagaimana ini?", ujar salah satu berbisik pelan, "Jika kita membuka pintu, maka tuan justin akan marah, tapi jika nona benar-benar mati kehausan, tuan justin akan tambah lebih marah lagi!", ujar nya melanjutkan.


Teman disamping nya hanya menggelengkan kepala frustasi, kemarin gara-gara nonanya ini, mereka hampir mati tersetrum.


Dan sekarang, kejadian yang sama akan terulang lagi. Mereka merasa ketika mundur salah, maju pun juga salah, oh, tuhan! mengapa mereka harus terjebak diantara dua pasangan ini!


Dan akhirnya 'Ceklek', Pintu terbuka, amira tersenyum, usaha nya berhasil, "Aku akan mengambil minum, kalian tunggu disini!"


"Tidak nona, kami yang akan mengambilkan minum nona."


"Tidak! Kepala ku agak pusing, ada obat yang diberi justin pada ku di dapur, jika kalian salah ambil, maka nyawa ku dan nyawa kalian akan melayang!", mendengar pernyataan amira, dua orang ini ketakutan lagi, nona sama saja seperti tuannya, selalu menyudutkan mereka.

__ADS_1


Mereka menyerah dan hanya menunggu nonanya disini, sementara amira bergegas pergi menuju rumah utama. Sebelum masuk ke dapur, ia melihat dua koki bersaudara itu sedang memasak, ia menunggu mereka pergi.


Saat mereka pergi, barulah amira masuk. ia mengambil segelas air, meminumnya lalu terdiam sejenak. Ketika hendak keluar, matanya tertuju pada kotak obat yang terdapat dalam lemari.


Amira memperhatikan sebotol obat bius yang masih utuh. Ia membolak balik obat ini, ia tau persis takaran obat ini untuk dimasukan kedalam makanan agar membuat orang pingsan dalam waktu yang singkat.


Matanya melihat ke panci sup yang di masak dua koki bersaudara tadi. Dia tau ini adalah makanan untuk semua pekerja disini. Amira menghela nafasnya, untuk menyelamatkan ayah clarisa, ia harus melakukan ini. Dia benar-benar tak punya pilihan sekarang!


Ia meneteskan obat bius kedalam sup sampai tercampur rata. Setelah selesai, ketika ia hendak pergi, i menepuk jidatnya sendiri, dia ingat bahwa dua orang yang berjaga di tempatnya juga harus diusir.


Amira kemudian membuat kan dua jus untuk mereka yang telah ia campurkan obat bius juga. Selesai! Semua nya beres.


Ia bergegas pergi dari dapur, menunggu jam makan para pekerja justin tiba sebentar lagi.


Dua penjaga tadi melihat amira yang berjalan kearah mereka dengan membawa dua gelas jus.


Amira mengangguk, ia menyodorkan jus tadi ke mereka, "Ambilah! Aku membuat nya sendiri, sebagai permintaan maaf atas kejadian kemarin.", syaima tersenyum lembut.


"Ah, tidak usah repot-repot, nona.", ujar penjaga yang rambutnya agak sedikit gondrong, ia menggaruk-garuk tengkuk nya yang tidak gatal sambil tersenyum. namun sesaat kemudian, ia dengan cepat mengambil jus itu lalu meminumnya, teman nya juga mengikuti.


Amira tak menyangka mereka berdua begitu percaya padanya.


"Terimakasih. Kalau begitu, silahkan masuk kedalam, nona!", mereka bergegas berbalik membuka kan pintu untuk syaima. Namun, ketika mereka memegang pintu, mereka merasakan sakit dikepalanya.


"Mengapa kepala ku tiba-tiba sakit?"

__ADS_1


Mata mereka mulai berkunang-kunang. Mereka menatap kearah syaima yang berdiri didekat mereka.


"No-nona, anda?".


Brak!


Mereka jatuh bersamaan, amira meringis, ia seketika merasa bersalah, "Maafkan aku!", lirihnya.


Brak!


Untuk kedua kalinya, amira mendengar seseorang terjatuh dari arah belakang, ia menengok kerumah utama, para penjaga itu telah memakan supnya! Obat nya benar-benar bekerja.


Tanpa fikir panjang, amira langsung menuju ke rumah utama. Ia melihat semua orang dirumah justin pingsan tergeletak. Mulai dari pelayan, sampai para penjaga.


Amira berharap, setelah mereka bangun, mereka akan memaafkan nya. Sekarang, ia tidak ingin membuang-buang waktu, ia tidak ingin semua pengorbanan mereka sia-sia, "kalian akan baik-baik saja.", ujarnya pelan


Amira kemudian bergegas turun menuju tangga basemant yang ada didekat dapur.


Ia terkejut tatkala melihat pengaman pintu yang awalnya hanya sebuah gembok berubah jadi kunci pintu yang memakai pin. Ia memijit pelan pelipis matanya, bagaimana ia bisa menolong ayah clarisa jika seperti ini!


Waktu terus berjalan, jika seperti ini maka semua orang dirumah justin akan terbangun, dan usaha nya akan gagal.


Amira mencoba menekan nomor-nomor yang ia harap bisa membuka pintu, namun nihil, tidak berhasil juga!


"171703, nona!"

__ADS_1


jangan lupa vote, likee, comment, dan follow akun author terima kasih!!!


maaf untuk eps ini agak sedikit


__ADS_2