
Pk.....Pk.....Pk.....
Derap langkah kaki puluhan insan yang berhasil keluar dari ruang kampus bagian jurusan perkantoran yang berada di lantai atas universitas. Mereka berhamburan menuju kantin yang berada di lantai bawah. Diantara puluhan insan yang tengah berlalu lalang, terlihat tiga wanita cantik berjalan dengan pakain yang terbuka.
Wanita yang berada di tengah mengenakan baju singlet dan rok mini ditambah dengan rambut yang pirang. Begitu juga dengan kedua teman nya yang memakai celana pendek lengkap dengan hiasan wajah mencolok, membuat mereka bagaikan idola para kaum adam dikampus.
Langkah kaki mereka terhenti kala melihat seorang wanita cantik, sedang duduk anggun di pojok kampus dengan temannya, sambil menatap fokus kearah novel yang ia pegang, dan sesekali bercakap cakap pada teman dekat nya.
"Itu bukan nya Amarah yah?" Ucap angel pada sahabat di samping nya yang diketahui bernama clarisa, "Ada cika juga tuh.", lanjutnya.
"Iya, perempuan yang sok jago dikelas!" sanggah vita yang juga berada disamping clarisa. Sedang clarisa hanya menaikan sebelah alis dan tersenyum sinis memandang ke arah syaima.
3
"Mending kita samperin tuh orang ris. Kan tadi waktu di kelas dia caper banget!" ucap anggel. Tak butuh beberapa menit, clarisa dan teman teman nya pun langsung melangkah menuju tempat dimana syaima dan cika berada.
"Hallo, Amarah dan cika sang perempuan tangguh dikelas!" ucap clarisa tersenyum manis dengan nada bicara lembut, namun terdengar seperti nada ejekan. Hal itu membuat cika yang berada disamping syaima menatap clarisa tajam, ia langsung berdiri mensejajarkan tubuh nya dengan tiga perempuan di depan nya.
"Hey, kalian bertiga ngapain kesini, kalau niat nya cuman mau ngebully syaima, mending para nona-nona cantik pergi deh!", ucap cika pada ketiga wanita ini terlebih terhadap clarisa.
"Wow, lihat gaes! Emang lo siapa berani ngusir gue?", kata clarisa tersenyum meremehkan pada cika dan syaima,
"Gue cuman mau bilang suruh temen lo yang pakai kerudung, jangan sok pinter dan sok cantik di kelas, emang dia siapa?", sinis clarisa dan kedua temannya.
__ADS_1
"Terus dia sok alim lagi pakai jilbab, padahal dia itu munafik! lo tau kan apa arti kata munafik? bermuka dua!", sambung clarisa dengan sangat meremehkan pada Amarah, memang, Dari pertama masuk kampus clarisa sudah tak menyukai Amarah, apalagi waktu dikelas Amarah selalu di puji karena kepintaran nya oleh setiap dosen yang masuk.
Mungkin itu yang membuat clarisa iri, pasalnya, clarisa juga seseorang yang terkenal dengan kepintarannya walaupun sikapnya yang sedikit lain dari kebanyakan orang-orang pintar dikampus.
Biasanya rata rata jika orang pintar mempunyai sikap pendiam, sabar, penyayang. Tapi clarisa, justru kebalikanya, apalagi ditambah dengan sikap centilnya yang membuat orang kesal melihatnya.
"Lo bisa diam nggak, hah!!", Bentak cika dengan suara tinggi, namun tiga perempuan itu masih saja tak menghiraukan cika. Terlihat sekarang cika sedang dipenuhi emosi membuat muka nya memerah.
Melihat situasi yang terjadi, Amarah yang awal nya duduk dikursi tanpa mendengarkan ocehan dan ejekan dari clarisa langsung berdiri dan mencoba menenang kan cika.
"Udah cik, mending kita pergi dari sini!", ujar syaima sambil menarik tangan putih cika, cika pun menurut pada syaima untuk pergi dari situ. Walau kaki nya telah melangkah pergi namun tatap mata tajam nya selalu mengarah pada tiga perempuan itu, terutama pada sang ratu, clarisa.
"Yaudah, sana huss!! Pergi lo dari sini!", kata clarisa sambil mengibas-ngibaskan tangan nya mengisyaratkan cika dan syaima untuk pergi jauh dari hadapan nya.
"Tuan Justin... malam ini pak kairav mengundang tuan untuk makan malam bersama di salah satu restorant yang alamat nya telah dikirimkan oleh orang kepercayaan pak kai", kata pria bertubuh kekar dan jangkung dengan suara agak serak namun tetap disertai ketegasan dalam bicara.
"Hm, kairav?", Justin mendongakkan wajah yang sedari tadi hanya fokus menatap tumpukan map diatas mejanya, "Berani sekali dia mengundang ku setelah dia mengirimkan penyusup yang membuat onar dikantorku!", katanya sambil berdecak kecil.
"bilang padanya bahwa aku menerima undangan perjamuan nya malam ini, dan segera kosongkan jadwalku malam ini, drik", Sambungnya pada pria yang diketahui bernama drik.
"Baik tuan, perintah anda akan saya laksanakan. Kalau begitu saya permisi tuan.", ucap drik sambil berlalu berbalik membuka pintu yang tertutup menuju ruang kerjanya di lantai bawah. Sedang alex hanya berdehem pelan, dan sesaat kemudian menundukan kepalanya lagi pada tumpukan kertas kertas yang di selimuti map berwarna warni.
"itu bukannya Amarah.", gumam pelan sang pemilik suara dari dalam mobil ketika melihat perempuan yang tengah duduk di halaman sebuah universitas.
__ADS_1
Dengan raut muka yang bahagia, cepat-cepat ia menyuruh supir yang mengemudikan mobilnya untuk tidak meneruskan perjalanan dan menyenderkan mobil sebentar ditepi jalan.
Dan sesaat kemudian ia keluar membuka pintu mobilnya.
"Pak, apakah kita jadi kekantor?",sang supir mencoba bertanya, "Jadi, tapi tunggu sebentar, ada sedikit urusan!", katanya sambil melangkah meninggalkan tempat ia berdiri.
Semua mata yang berada dihalaman kampus memandang ke arah nya, bak seorang pangeran dari kerajaan yang dapat membius semua rakyat nya tak terkecuali para tiga bidadari kampus priamadona kaum adam.
"Ris, itu bukannya pak karsana hameed ya, partner kerja mokap lo?", Pertanyaan keluar dari mulut anggel pada clarisa yang tengah asik menilik maksud dan tujuan Karsa untuk datang ke kampusnya.
"Iya bener banget, tampan banget ris!" sahut vita dengan ekspresi kagum.
"Ih itu belum seberapa vit, lo tau nggak ada satu teman pak karsa yang jauh lebih ganteng kaya orang-orang barat gitu!"
"Beneran ngel, pasti clarisa tau orangnya?"
"Kalian tuh bisa diam nggak, coba liat pak karsa arah tujuan nya kemana?"tanya balik clarisa tak menghiraukan argumen dua teman nya tadi, "Kaya nya arah langkah kaki nya ke hm....", vita berpikir sejenak dengan mengangkat jari telunjuk seperti menghitung untuk mengikuti arah kaki karsa yang ingin menuju salah satu taman di kampus.
"AMARAH!", ucap bersamaan ke tiga perempuan ini yang posisinya tepat diteras kampus yang ingin melangkah keluar halaman masih dengan eksperesi terkejutnya.
"Kurang ajar, dasar sok cantik gimna coba cara nya dia kenal sama pak karsa ih!" marah clarisa yang biasa disapa risa oleh teman teman nya, namun tetap tidak meninggalkan kesan centilnya.
"Tau tuh, wah anak itu harus dikasih pelajaran ris, emang dia siapa bisa kenal sama pak karsa yang tampan kek gitu!", sanggah anggel dengan nada kekesalan nya yang membuat clarisa semakin memanas.
__ADS_1
"liat aja besok Amarah, gue bakal ngasih lo pelajaran!", senyum licik clarisa terbit dari bibir nya sambil menatap tajam ke arah syaima, dan sesaat kemudian berlalu melangkah keluar meninggalkan kampus dengan kedua teman yang masih setia mendampinginya.