
Seorang pria yang sedang melakukan salam sembah lalu menurunkan tangannya. Kemudian ia merogoh isi dalam tas kecilnya. Mengeluarkan sebilah keris berwarna emas. Yang terlihat kecil. Dan terlihat sepanjang telapak tangannya. Ada ukiran yang melekat di tubuh keris yang berwarna emas itu. Lalu pria itu menunjukkan kepada christine sebilah keris kecil yang diletakkan di telapak tangannya saat ini.
"Ratu. Beberapa hari yang lalu, saat malam hari benda ini datang kepadaku. Ketika itu aku tengah tertidur. Tiba - tiba saja dia sudah berada di dalam lemari baju milikku. Lemari itu bergoncang dengan hebatnya. Sehingga membuatku terbangun. Tapi saat aku memegangnya untuk pertama kali, benda ini terasa begitu panas di kulitku. Dan emosiku tiba - tiba memuncak. Terasa ingin marah dan melukai orang lain." Cerita pria itu kepada christine.
Christine tersenyum menyeramkan.
"Lalu, apa tujuanmu mengatakan itu kepadaku?". Tanya christine tajam.
"Maaf ratu. Aku hanya ingin tahu, apakah benda ini aman bersamaku? Apakah memang akan menjadi milikku?". Tanya pria itu penasaran.
Christine tertawa melengking. Suaranya sampai memekakkan gendang telinga yerim dan ketiga pria yang tengah bertamu ke rumah christine saat ini.
Yerim sedikit terperanjat melihat ekspresi aneh ibunya. Seketika menari - nari di dalam benaknya banyak pertanyaan. Di mata yerim ibunya memiliki kelakuan yang semakin aneh. Yerim tidak mengerti apa maksud dari perbuatan ibunya saat ini kepada para tamunya.
Tawa melengking christine tiba - tiba hilang. Matanya menatap tajam kepada pria yang bertanya kepadanya tadi.
"Kau dengar baik - baik anak muda. Pasang telingamu! Karena aku tidak akan mengulang perkataanku untuk yang kedua kalinya." Ucap christine tegas.
Pria yang bertanya tadi menganggukkan kepalanya dengan cepat. Rasa takut di dalam hatinya kini mulai muncul ke permukaan. Ia takut kalau christine akan melukainya. Ia takut kalau ucapannya akan menyinggung hati christine. Karena yang ia tahu, seorang christine tidak suka dengan sedikit kesalahan. Dan itu bisa membuat christine memusnahkan sesuatu yang membuat dirinya tersinggung.
"Baik ratu." Jawab pria itu singkat.
Christine berdehem keras. Suara christine mulai terdengar menyeramkan bagi para tamunya. Demikian juga dengan yerim. Rasa cemas mulai merajai hatinya.
"Benda yang kau dapat itu adalah benda gaib. Kalau memang kau tetap akan menjadi tuan dari benda itu maka dia akan selalu bersamamu sampai akhir hayatmu. Kalau kau bukan tuannya dan ia tidak cocok denganmu maka benda itu akan menghilang darimu. Lalu Pergi meninggalkanmu." Jelas christine.
__ADS_1
"Apakah artinya berjodoh denganku?". Tanya pria itu lagi.
Christine tersenyum sinis.
"Kalau benda itu masih berada di sisimu artinya kalian memang berjodoh. Namun jika nanti kau mati, benda itu akan pergi dengan sendirinya. Dan memilih tuan baru yang masih dari keturunanmu. Kau faham?!". Ujar christine sedikit garang.
Pria itu sedikit gemetaran mendengar suara christine. Sebenarnya masih banyak yang ingin ia tanyakan. Tapi karena sikap christine yang sangat menyeramkan, membuat ia jadi takut untuk mengajukan pertanyaan kembali. Sehingga ia mengurungkan niatnya untuk mengajukan pertanyaan yang hendak ia tanyakan lagi.
"Faham ratu." Jawabnya singkat.
Christine mengalihkan pandangannya ke arah pelataran rumahnya. Kemudian ia tersenyum. Kedua indera penglihatannya seperti menangkap suatu hal menarik yang mencuri perhatiannya. Sehingga ketiga pria tersebut ikut memandang ke arah pelataran rumah christine. Dan mata ketiga pria itu tiba - tiba terbelalak. Seperti tertegun dan menatap takjub pada suatu benda yang mereka lihat.
Namun tidak bagi yerim. Ia tidak melihat apa - apa. Pelataran rumahnya di mata yerim terlihat kosong. Tidak ada sesuatu yang spesial menarik perhatiannya. Tidak seperti yang di lihat oleh ibunya dan ketiga pria yang sedang bertamu ke rumah christine.
Christine lalu mengalihkan pandangannya kepada yerim. Ia melihat puterinya yang sedang duduk di sampingnya. Seulas senyum christine terlihat terbit dari raut wajahnya. Membuat yerim sadar dan sedikit bingung karena tatapan ibunya.
Christine menunjuk ke arah pelataran halaman rumahnya dengan telunjuk tangan kirinya. Bola mata yerim mengikuti jari telunjuk tangan kiri ibunya, yang sedang menunjuk ke pelataran halaman rumah mereka.
"Kau bisa lihat nak? Ada sesuatu disana. Sesuatu yang besar." Ucap christine.
Yerim membulatkan kedua matanya. Berusaha mencari sesuatu yang besar, yang barusan dikatakan oleh ibunya. Lantas ia mengucek - kucek kedua kelopak matanya. Lalu kembali membulatkan matanya. Mencari - cari hal besar yang ibunya katakan tadi. Tapi nihil. Yerim tidak melihat apa pun. Tidak ada sesuatu benda pun yang tertangkap oleh indera penglihatannya. Hanya halaman yang kosong tertangkap oleh netra yerim.
Yerim lalu memandang ibunya. Ia menggeleng - gelengkan kepalanya.
"Tidak ada ibu. Aku tidak melihat apa - apa di halaman rumah kita. Memangnya apa yang ibu lihat?". Tanya yerim polos.
__ADS_1
Ketiga pria itu lalu menatap yerim dengan seksama. Melihat interaksi antara anak dan ibu yang tengah hadir di hadapan mereka.
Kembali christine tersenyum sinis. Kemudian christine memandang ketiga pria yang ada di depannya.
"Apa kalian bisa melihat 'apa yang aku lihat'? Di halaman rumahku." Tanya christine kepada ketiga pria yang menjadi tamunya saat ini.
Ketiga pria itu menganggukkan kepala mereka serentak.
"Iya ratu. aku bisa melihatnya." Jawab salah satu dari ketiga pria yang bertamu ke rumah christine.
"Dan kalian berdua?". Tanya christine.
"Sama ratu." Jawab mereka serentak.
Kembali, christine melihat puterinya. Tampak kebingungan yang masih melanda yerim di mata christine yang terpancar lewat raut wajah yerim.
"Di halaman itu ada sebuah kapal yang besar. Kapal itu tampak sedang berlayar dan melewati halaman rumah kita nak." Terang christine.
Yerim mengerenyitkan keningnya.
"Kapal? Apa itu kapal ibu? Tapi sungguh aku tidak melihat apa - apa di halaman rumah kita. Tidak ada yang lewat ibu." Jawab yerim.
Christine kembali tertawa melengking. Ah, rasanya gendang telinga milik yerim benar - benar akan pecah jika christine tertawa seperti itu lagi nanti. Apa lagi yerim sangat dekat posisi tubuhnya dengan christine. Tentu saja. Yerim memang sedang duduk di samping ibunya. Makanya suara tawa yang melengking dari christine sangat terdengar jelas di dalam gendang telinganya.
"Nanti ibu akan menjelaskan kepadamu apa itu kapal. Dan tenang saja puteriku, kau nanti akan bisa melihat apa yang ibu lihat. Kau itu punya wangsit. Cuman kau belum bisa untuk mengendalikannya. Nanti ibu akan mengajarkanmu bagaimana melatih kelebihan supranaturalmu anakku." Terang christine Sambil berbisik.
__ADS_1
Samar - samar suara christine terdengar di telinga ketiga pria tersebut. Walau tidak terlalu jelas. Dan rasa penasaran dari dalam hati mereka terjawab sudah tentang siapa sosok yerim sebenarnya. Ternyata yerim adalah anak dari christine. Dan memiliki wangsit.
"Apa? Wangsit?!" Teriak mereka seketika.