CENAYANG

CENAYANG
Menemukan Seorang Bayi Perempuan


__ADS_3

17 tahun lalu, seorang wanita bernama christine meninggalkan kota dimana tempat ia tinggal. Kejenuhan akan hubungan pernikahannya dengan sang suami telah memuncak di ubun - ubun kepalanya. Ketika ia menangkap basah suaminya yang telah berselingkuh dengan bawahan christine. Hingga perpisahan yang terjadi. Membuat christine dan suaminya bercerai.


Christine adalah wanita sukses dan berasal dari keluarga yang terpandang. Tuntutan kesempurnaan dari keluarganya terus merong - rong diri chtistine. Yang sangat bertolak belakang dengan kepribadiaannya. Sehingga christine memutuskan untuk meninggalkan keluarganya. Meninggalkan kota metropolitan yang telah melahirkan dirinya hingga ia menjadi wanita yang sangat sukses.


Christine memutuskan untuk tinggal di sebuah desa. Dimana desa itu terletak jauh dari perkotaan. Di ujung batas Negara. Desa yang di kelilingi oleh hutan belantara dan jauh dari kontaminasi kehidupan perkotaan.


Christine memiliki sebidang tanah di desa itu. Dan beberapa buah kebun yang terbentang luas di desa tempat ia tinggal.


Setahun sudah berlalu. Setahun sudah christine menetap di desa itu.


Bulan ini, tepatnya di bulan akhir Agustus christine sedang memanen hasil kebunnya. Dimana bulan ini adalah musim panen buah durian. Durian yang memiliki kualitas A dari pada daerah lainnya.


Malam hari saat christine tengah menunggu buah durian yang akan terjatuh dari pohon di kebun miliknya, samar - samar christine mendengar suara tangis bayi.


Suara tangisan bayi yang semakin jelas terdengar di gendang telinganya. Ditengah hutan belantara. Di kebun miliknya.


'Suara bayi?.' Gumam christine.


Christine tidak menghiraukan suara tangis bayi itu. Terbesit dugaan di dalam benaknya. Tidak mungkin ada bayi di tengah hutan belantara ini. Pada malam hari pula. Christine mulai merasakan sedikit takut di dalam hatinya. Apakah itu suara anak jin? Atau hanya bayangannya saja?


Christine mulai melihat ke atas. Melihat pepohonan yang rindang. Yang banyak melekat buah durian di tubuh pohon - pohon itu.


Kembali christine mendengar tangisan bayi itu lagi. Semakin keras. Semakin lantang. Semakin jelas di telinga christine.


"Sepertinya aku tidak salah dengar. Itu memang suara seorang bayi." Ujar christine pelan kepada dirinya sendiri.


Christine menepis rasa takutnya. Ada perasaan penasaran yang jauh lebih besar di dalam hatinya.

__ADS_1


Christine segera beranjak. Berjalan mengikuti di mana arah suara tangisan bayi itu berasal.


Semakin dekat suara tangisan bayi itu. Semakin jelas terdengar. Hingga ia menangkap dengan penglihatannya sebuah keranjang anyaman yang terbuat dari rotan.


Tampak di dalam keranjang itu ada sosok seorang bayi yang tengah menangis kencang.


Seketika kecemasan dan kepanikkan meliliti tubuh christine.


Christine bergegas menghampiri bayi itu. Mengambil bayi itu. Memeluknya dengan lembut. Menepuk - nepuk tubuh bayi itu, hingga tangisan dari bayi itu mereda.


Wajah christine menggambarkan kemarahan yang tiba - tiba muncul di dalam dirinya.


'Siapa yang tega membuang bayi ini?.' Umpat christine.


Tanpa berpikir panjang, christine memutuskan untuk segera pulang kerumahnya. Membawa seorang bayi yang baru di temukannya beberapa detik lalu.


16 tahun kemudian...


Seorang gadis cantik jelita, dengan rambut panjangnya yang di jalin. Terlihat sedang bermain - main di halaman rumahnya.


Gadis yang memiliki paras cantik, dengan kulit bening dan sangat putih, dan bentuk wajah seperti gadis Korea, tersenyum bahagia sambil memutar - mutarkan sebuah gasing yang baru diberikan oleh ibunya.


Koma Yerim Kapitsa. Anak gadis milik christine. Yang christine temukan sekitar 16 tahun silam, di hutan belantara, diperkebunan miliknya.


Gadis itu biasa dipanggil dengan sebutan 'yerim' oleh chtistine dan para warga yang juga tinggal di desa itu. Dimana keseharian yerim melakukan pekerjaan yang ia dapat keterampilan dari ibunya. Yaitu menganyam rotan menjadi keranjang dan tas wanita, serta berbagai bentuk lainnya. Yerim kini sedang belajar menenun. Yang nantinya hasil dari yang ia buat akan di kirimkan ke kota, untuk dijual.


Tapi sampai detik ini, yerim belum mengetahui jika dirinya bukanlah anak kandung dari christine. Karena christine tidak pernah memberitahu status yerim sebenarnya. Christine masih takut jika yerim tidak bisa menerima kenyataan yang sebenarnya. Dan christine belum siap jika yerim akan meninggalkannya kelak.

__ADS_1


Christine merasa beruntung memiliki yerim sebagai anaknya. Begitu juga seluruh warga di desa itu. Ketika gadis itu datang sejak bayi, keberuntungan selalu datang untuk christine dan seluruh warga desa. Sampai seluruh warga desa mengunci mulut mereka agar tidak keceplosan kepada yerim kalau sebenarnya ia bukanlah anak kandung dari christine.


Tentu saja christine sangat beruntung. Dimana pernah terjadi sesuatu kepada yerim ketika usianya memasuki tiga tahun. Yerim terjatuh saat sedang di sungai, sehingga kepala yerim, menyentuh batu besar yang berada di tepi sungai itu. Dan pada saat itu yerim pun tidak sadar diri dan mengalami koma. Ia hampir mati.


Dengan cepat yerim di larikan ke kota oleh christine. Mau tidak mau christine harus membawa tubuh yerim ke kota. Agar mendapat perawatan di rumah sakit. Dan nyawa yerim selamat.


Beruntung, yerim akhirnya sadar dari komanya. Hingga kembali christine membawa yerim untuk pulang ke desa, setelah dokter menyatakan kalau yerim sudah boleh keluar dari rumah sakit.


Untung saja keluarga christine tidak mengetahui keberadaannya. Dimana sejak christine memutuskan untuk meninggalkan kota itu, jelas keluarganya dengan segera mencari keberadaan christine. Tapi sampai detik ini, mereka masih belum bisa menemukan christine.


Kini christine dan yerim sudah kembali ke desa. Tinggal di rumah christine yang cukup lama ia huni.


Rumah yang memang tidak terlihat mewah. Tidak seperti rumah miliknya di kota.


Ketika yerim dan christine tengah berada di pelataran halaman rumah mereka, yerim melihat sosok wanita tua. Dengan tubuh bungkuk dan memakai kain panjang yang melilit di pinggulnya. Baju yang berbentuk kemben berwarna hitam yang melekat di tubuhnya. Padahal, tidak pernah ada warga desa yang biasa memakai kemben di badannya. Biasanya hanya memakai kain panjang atau kain sarung sebagai penutup bagian bawah tubuhnya untuk para wanita. Dan baju kaos biasa. Wanita tua itu tampak sedang berdiri di depan pagar kayu rumah christine. Memegang kayu panjang sebagai tongkatnya. Yerim menunjuk ke arah sosok wanita tua itu. Yang terlihat sudah sangat sepuh.


"Ibu, coba lihat. Di situ ada nenek - nenek." Ucap yerim kepada christine.


Christine mengikuti telunjuk yerim. Melihat kearah pagar rumahnya. Seperti yang dikatakan oleh anaknya. Tapi christine tidak melihat sosok wanita tua seperti yang dikatakan oleh yerim.


"Tidak ada siapa - siapa disana yerim." Kata christine.


Christine melihat ibunya. Menunjukkan ekspresi wajah serius.


"Ada ibu. Itu." Ucap yerim lagi.


Sejak saat itu, christine menyadari jika yerim memiliki kelebihan. Memiliki indera ke-enam. Atau yang biasa orang - orang sebut 'anak indigo'.

__ADS_1


Dimana christine menutupi kelebihan yang dimiliki oleh yerim pada seluruh warga desa sampai detik ini.


__ADS_2