Change You

Change You
Kertas-Kertas Kecil


__ADS_3

Pagi hari yang sangat cerah, diawali dengan senyuman manis dari sang tuan muda Kevin. Hari ini, ia akan menghabiskan waktu untuk mengganggu Lisa yang tentunya sudah menjadi hobi barunya sekarang.


Menatap Lisa yang sedang memakai celemek, dan sibuk dengan aktivitasnya sendiri, sudah menjadi kebiasaan Kevin setiap hari. Walaupun ia harus sembunyi-sembunyi setiap kali Lisa menoleh kearah belakang.


Ternyata Lisa sudah menyadari duluan kehadiran Kevin yang tengah mengendap-endap. Lisa tak terlalu menghiraukannya. Gadis itu lebih memilih untuk melanjutkan aktivitas yang diselingi dengan nyanyian kecil.


Cukup lama Lisa mendiami dan berpura-pura tidak tahu keberadaan Kevin. Namun, akhirnya Lisa memberanikan diri untuk membuka mulut.


"Apa anda, akan terus bersembunyi seperti itu?" Lisa menatap bingung Kevin yang masih bersembunyi di balik rak piring yang cukup besar.


"Bersembunyi? Untuk apa aku melakukan itu?" jawab Kevin penuh alasan dengan membalikkan pertanyaan. Pria itu menatap kesembarang arah, berharap gadis itu tidak curiga dengannya.


"Lalu?" tanya Lisa kembali.


"Hm. Aku hanya memeriksa beberapa keperluan dapur. Itu tidak menggangumu bukan?"


"Aku berpikir, anda melihatku terus sejak tadi. Jadi aku rasa anda berbohong kali ini."


Kevin menautkan kedua alisnya. "Kau meragukanku?" Lisa mengangguk. "Yah. Begitulah," jawab lisa dengan santai. Gadis itu melanjutkan aktivitasnya kembali.


Kevin terbungkam melihat gadis itu sudah berani menyelanya. Mungkin ini untuk yang pertama kali, tidak. Ini adalah untuk yang kedua kalinya Lisa menyela ucapan Kevin.


Suasana kembali hening, dimana Lisa masih mengangkut masakannya. Sedangkan Kevin? Pria itu sudah berada di meja makan sedari tadi.


Lisa benar-benar sangat telaten, ia menyiapkan semuanya dengan sangat baik dan rapi. Mungkin Lisa adalah istri yang bisa disebut 'sempurna'.


Hidangan lezat masakan gadis itu, kini berada di hadapan Kevin. Pria itu langsung memegang garpu dan sendok bersiap untuk menyantap. Namun, terhenti ketika ia melihat Lisa berjalan meninggalkan meja makan.


"Kau mau kemana?" tanya Kevin dengan tatapannya yang teduh. Lisa berbalik menoleh kearah belakang.


"Anda pernah mengatakan. Jika aku ada disini, itu hanya akan membuat ***** makan anda hilang."


"Tidak untuk sekarang," sela Kevin dengan tatapan teduh dan sangat menyakinkan. Seakan-akan mata itu menunjukan kejujuran dari perkataannya. Lisa menatap balik seakan tak percaya, tiga kata itu membuat hatinya menjadi luluh.


Lisa mengulum senyumnya. Bukankah tidak terlalu buruk jika ia menemani Kevin makan? Lagipula itu sudah kewajibannya sebagai seorang istri.

__ADS_1


Waktu telah berlalu dari beberapa menit yang lalu, Namun tidak ada percakapan di antara mereka. Kevin asik dengan makanan yang berada di hadapannya, sedangkan Lisa asik menatap Kevin menyantap masakannya dengan penuh semangat.


"Lisa," panggil Kevin dengan lembut membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.


"Ada apa? Apa ada yang tidak enak?" Lisa membanjirinya dengan banyak pertanyaan. Kevin tersenyum tipis. "Kau tidak makan?"


"Aku akan makan. Setelah anda selesai makan saja," jawab Lisa seraya tersenyum lebar.


"Aku berhenti makan, kalau gitu."


"Huh! Baiklah aku akan makan."


Kevin tersenyum penuh kemenangan. Entah mengapa akhir-akhir ini rasa beban dipikirannya mulai hilang sedikit demi sedikit walaupun masa lalu itu semakin teringat.


Lisa menyantap makanannya sendiri dengan lahap. Ia sendiri juga mengagumi masakannya. Namun, ada beberapa makanan yang tak ia makan. Mungkin karena ia tak suka.


"Hmm, tuan?"


"Yah? Panggil aku Kevin saja."


"Aku akan mengantarkanmu kalau begitu," jawab Kevin tanpa menoleh, ia lebih fokus untuk memainkan sendok dan garpunya.


"Tidak usah. K-kevin, kemungkinan aku pulang lama. Aku tidak mau membuat anda menunggu."


"Yah. Dengan begitu pasti ayah bertanya. Dimana suamimu?" jawab Kevin dengan sedikit penekanan di setiap kalimatnya.


Lisa tertawa cengengesan. "Aku akan mengatakan anda sibuk." Kevin menatap jengah Lisa sembari menghela nafas. "Aku tidak keberatan mengantarmu hari ini. Lagipula kita akan syuting besok kan?"


Kevin dengan semangat mengatakan itu. Karena ia sangat menunggu hari esok. Sementara mendengar kata 'kita akan syuting besok' membuat pikiran Lisa menjadi kacau.


"Huft. Anda sudah selesai makan? Sini biar aku bersihkan," Lisa melainkankan pembicaraan, berharap Kevin menghentikan pembahasan itu terus menerus.


......................


Kevin sedikit berkeliling di dalam apartemen.  Sangat susah untuk memungkiri, Kevin sedikit penasaran dengan kamar Lisa. Sudah cukup lama pria itu tidak memasuki kamar Lisa.

__ADS_1


Perlahan Kevin berjalan memasuki kamar Lisa, dan tentunya pria itu sudah memastikan bahwa Lisa masih sibuk di dapur, agar ia tidak ketahuan nantinya.


Setelah ia rasa gadis itu sibuk, Kevin pun berjalan memasuki kamar Lisa. Kamar itu mempunyai aroma mint dan sangat rapi tentunya. Terlihat sederhana dan lebih kecil dari kamar Kevin. Tapi, entah mengapa Kevin merasa nyaman di dalam ruangan tersebut.


Ia melihat beberapa foto tertata rapi. Mulai dari foto ayahnya, dirinya, dan juga seorang wanita asing. Entahlah, mungkin itu adalah ibunya Lisa.


Kevin kembali berjalan menuju meja belajar Lisa. Sangat rapi tersusun buku-buku, tetapi beberapa lembar kertas kecil terlihat berserakan. Kevin berniat menyusun kertas-kertas itu. Namun, matanya teralihkan dengan beberapa tulisan menarik dari Lisa.


"Kau harus semangat Lisa! Kau pasti bisa melewati ini semua!"


"Aku tahu ini sulit untukmu, tapi aku yakin aku pasti bisa!"


"Hei, bukannya kau merasakan ada hal yang aneh dengan tuan Kevin? Dia terlihat menggemaskan sekarang, mungkin dia kerasukan jin!"


Kevin tertawa kecil, melihat secarik kertas yang dilihatnya terakhir. Kemudian ia membaca lagi beberapa catatan Lisa.


"Jika dirinya tak menyukaiku. Maka aku akan membuatnya menyukaiku! Aku berjanji itu."


"Entah mengapa aku harus berpikir tuan muda sangat menarik akhir-akhir ini. Dia selalu saja berhasil membuatku merasa deg-degan. Hah, kurasa aku mulai menyukainya."


"Hari ini tanggal 3 November, aku sangat merindukan ayahku. Mungkin dia akan ingat hari ulang tahunku dan mengucapkannya hari ini. Aku berharap itu semua bisa terwujud."


Kevin sejenak terdiam melihat catatan kecil yang terakhir. "Dia berulang tahun hari ini?" gumam Kevin.


Tak lama kemudian, Lisa memasuki kamarnya, dan melihat beberapa catatannya tersusun rapi sekarang. Padahal seingatnya ia membiarkan benda-benda kecil itu berserakan.


Kevin? Pria itu sedang berada di bawah tempat tidur dengan mulut tertutup. "Apa yang kulakukan? Lagi-lagi aku bersembunyi. Ayolah Kevin, ini bukan seperti dirimu saja."


"Hmm apa seseorang masuk kedalam kamarku? Atau jangan-jangan....,"


"Aaaaa!" teriak Lisa berhamburan keluar dari kamar. Kevin mengulum tawanya. "Ah pasti dia sedang mencariku," pikir Kevin sambil menahan tawa.


Memang benar Lisa berlari keluar mencari Kevin. Tapi dengan tujuan ingin bertanya, apa apartemen yang dimiliki Kevin ini berhantu? Atau jangan-jangan seseorang masuk kedalam kamarnya.


Merasa Lisa sudah berlari jauh dari lokasi kamar, Kevin keluar dari kamar itu dengan santai. "Aku akan membuatmu merasa spesial hari ini."

__ADS_1


TBC


__ADS_2