
Hari ini adalah hari pernikahan antar Kevin dan Lisa. Dengan hebatnya sandiwara Kevin dan Lisa di depan banyak orang.
Semua keluarga Kevin menghadiri pesta itu, sedangkan keluarga Lisa? Tidak ada satupun dari keluarga Lisa yang menghadiri pesta pernikahan itu.
Sebab, tidak ada satupun saudara Lisa diberitahu atas pernikahannya hari ini. Bahkan sang ayah yang tengah sakit itu pun tidak mengetahui pernikahan dan keberadaan anaknya sekarang ini.
Sungguh! Mereka benar-benar seperti sepasang suami istri yang saling mencintai di depan publik.
Memang sebuah kelebihan buat Kevin yang bisa berakting di depan publik, dan juga sebuah anugerah buat Lisa yang bisa berbohong di depan banyak orang.
Karena Lisa seseorang yang sangat susah untuk bersandiwara.
Mungkin sebagian dari pengunjung melihat betapa beruntungnya Lisa bisa menikah dengan Kevin, yang merupakan anak tunggal pemilik harta warisan.
Sebagian lagi? Tentu saja sebagian lagi berpikir bahwa Lisa adalah wanita penggoda yang hebat. Ya mereka mengatakan itu, karena mereka iri.
Flashback
Cklekk...
Suara pintu dan langkah kaki itu langsung dikenali Lisa. Gadis itu langsung mengusap air matanya dan menoleh kebelakang.
"Tuan muda!" kaget Lisa sembari berdiri tegak menghadap pria tersebut.
"Menikahlah denganku. Tidak ada penolakan!" Paksa Kevin dengan nada datarnya.
"Tapi ...," ucap Lisa ragu.
"Tapi kau tidak menyukaiku. Benar bukan?" sela Kevin.
"Bukan! Bukan begitu. Hanya saja ayahku belum mengetahui tentang ini," jawab Lisa.
Oke, sekarang Kevin benar-benar marah dibuat oleh Lisa. Berani sekali dirinya menentang Kevin yang bahkan dirinya bukan siapa-siapa.
Plak
Tamparan keras itu melayang di pipi mulus Lisa. Baru kali ini Lisa melihat secara langsung kekerasan yang dilakukan Kevin padanya.
Lisa tidak bisa melawan, tak ada perlawanan dari gadis itu. Hanya air mata yang berhasil keluar dari manik matanya.
"Berhenti drama. Aku tak suka aktingmu. Ganti bajumu dan temui aku dimobil!" ujar Kevin meninggalkan Lisa yang masih setia menangis dikamar tersebut.
Kevin berjalan menuruni tangga sambil mengepalkan tangannya kuat. Hatinya tak berhenti menceretuki wanita malang tersebut.
Pria tampan kepala pelayan itu secara tidak sengaja lewat di depan Kevin. Sebenarnya ia mendengar semua percakapan antara Lisa dengan Kevin.
Walaupun Kevin majikannya, bukannya sikap Kevin terlalu kasar pada wanita? Jika Jun orang yang hanya kebetulan lewat, Ingin sekali Jun memukuli pria yang disebut majikannya hingga babak belur. Dan membawa Lisa pergi jauh dari rumah itu.
Tapi semua keinginan itu musnah, dia hanyalah seorang pelayan dan pria yang tak bisa apa-apa. Dirinya langsung ciut berjalan membungkuk di hadapan Kevin.
"Jun!" panggil Kevin.
"Ya tuan?" dengan segera Jun membalikkan tubuh menatap Kevin.
__ADS_1
"Suruh para pelayan wanita untuk mendadani Lisa, segera!" ucap Kevin sembari berjalan melewati Jun yang berada didepannya.
"Baik tuan," jawab Jun berlari menaiki tangga menuju kamar Lisa.
Tok tok
"Nona apa anda baik-baik saja?" tanya Jun dari pintu luar kamar.
Tidak ada sahutan sedikit pun hanya terdengar isakan kecil dari dalam sana. Tanpa izin seperti biasanya, kali ini Jun masuk dengan sembarangan.
"Nona anda baik-baik saja?" Ucap Jun sambil memegangi pundak Lisa.
"Aku tidak apa-apa Jun, pergilah!" ucap Lisa sembari mengusap air matanya.
Tidak peduli apa yang akan terjadi, Jun malah memeluk Lisa dengan erat. Menaruh kepalanya tepat didadanya yang bidang.
"Berhenti menangis nona! Aku akan ada untukmu," ujar Jun sambil mengusap air mata dari wajah Lisa.
......
Lisa merasa cukup aneh memang, jika dirinya harus memakai pakaian yang sedikit terbuka di sekitar bahunya. Apalagi harus bermake up.
Tapi ini adalah sesuatu yang baru yang mengasyikkan bagi Lisa. Apalagi ia terlihat tampak lebih segar daripada yang tadi.
"Wah, anda sangat cantik nona," ujar para pelayan yang tengah mendadani wajah Lisa. Lisa tersenyum simpul, ternyata dirinya tidak buruk juga.
"Sudah selesai? Aku ingin melihatmu nona," ujar Jun yang senantiasa menunggu di depan pintu.
....
Indah. Benar-benar indah! Mata Kevin tidak bisa sedikit pun terlepas dari gadis yang berjalan menuju ke arahnya.
"Tuan?" panggil Lisa tapi tidak ada sahutan dari Kevin. Pria itu hanya menatapnya lekat.
"Tuan muda?" panggil Lisa sekali lagi.
"Ha, iya? Ayo kita berangkat!" seru Kevin sembari masuk ke dalam mobilnya.
Entah kemana Lisa akan dibawanya, yang pasti sedari tadi Kevin tidak bergeming sedikitpun dan hanya fokus mengendarai mobilnya.
Sedangkan Lisa melihat daerah perkotaan yang benar-benar indah disekitar mansion Kevin.
"Lisa!" panggil Kevin.
"Iya tuan?" jawab Lisa sambil mengarahkan pandangannya ke arah Kevin.
"Ingat! Saat kita jalan bersama, kau harus berlagak seperti pacarku dan satu lagi, jangan membuat kekacauan di dekatku," pinta Kevin.
Gadis itu mengangguk sebagai jawaban 'iya'. Dia sebenarnya tidak tahu apa maksud dari semua ini, tetapi gadis itu menduga bahwa dirinya hanya sebagai pelampiasan dari Kevin.
Ya. Yasudalah yang penting semua yang dilakukannya, bisa menyelamatkan sang ayah.
Kevin berhenti tepat di perusahaan yang tak asing lagi baginya. Yaitu perusahaan keluarga Arreondo. Dengan manisnya Kevin membukakan pintu untuk Lisa dengan senyumnya.
__ADS_1
Baiklah drama dimulai! Lisa harus memulainya sekarang! Dia tak yakin dirinya bisa atau tidak. Tetapi mau tidak mau harus di coba bukan?
Kevin pun meraih tangan gadis itu menggenggamnya erat. Ayolah, Lisa tahu ini sandiwara, tapi itu sudah cukup membuatnya senang.
Untuk saat ini sandiwara ini berjalan baik. Kevin maupun Lisa menjadi pusat perhatian seperti kejadian kemarin. Itu semua membuat Lisa sedikit malu pada dirinya sendiri.
Kevin menyenggol lengan Lisa, memberi isyarat pada gadis itu agar tidak perlu menunduk. Melihat isyarat itu, Lisa langsung menegakkan kepala dan berjalan seperti yang telah diperintahkan Kevin padanya.
Tidak perlu waktu lama akhirnya mereka sampai di ruangan pribadi Tn. Argantara Arreondo pemilik perusahaan sekaligus ayah dari Kevin, dan sebuah kebetulan sekali ibunya juga ada di dalam ruangan tersebut.
"Wow, ini seperti sebuah kejutan bukan? Aku memang ingin bertemu kalian berdua disini," ujar Kevin dengan nada meledeknya.
"Kevin. Apa yang membuatmu datang kesini? Kau membuat kekacauan lagi?" ujar tn. Arga sambil menaikkan sebelah alisnya. Sementara Ny. Arreondo hanya melirik gadis familiar yang berada di belakang Kevin.
"Ck. Kau pikir aku akan meminta bantuanmu untuk hal-hal yang seperti itu? Aku bisa menyelesaikankannya dengan mudah," ucap Kevin dengan angkuh.
"Lalu apa yang membuatmu kemari?" tanya Arga sembari menaikkan sebelah alisnya .
"Baiklah," Kevin menarik tangan Lisa agar gadis itu berada di sampingnya. Kevin menunjukkan senyum yang tidak Lisa mengerti.
"Bukannya kalian akan setuju aku akan menikah dengan gadis ini. Dia pilihanmu bukan?" ujar Kevin menatap Ny. Arreondo sambil merangkul pundak Lisa. Sementara Lisa hanya bisa diam dan tertunduk malu.
"Lalu?" tanya kedua orang tua Kevin serempak.
"Lalu aku akan menikah dengannya. Aku ingin dalam 1 hari ini semua bisa dituntaskan bagaimana pun caranya. Dan kalau bisa besok adalah hari jadi kami!" perintah Kevin sembari menarik tangan Lisa keluar dari ruangan tersebut.
Lisa hanya bisa diam mengikuti Kevin dari belakang. Padahal dirinya yang mengenal orangtua Kevin setidaknya bisa menyapa.
Jangankan untuk menyapa, melihat mereka saja Lisa sudah tak berani. Lisa menundukkan kepalanya, sebelum pandangannya hilang dari mereka.
"Ada apa dengannya?" tanya Arga menghadap istrinya.
"Ntahlah, kupikir itu bagus," jawab Claudia yang merupakan ibu dari Kevin.
Flashback off
Acara itu pun berlangsung dengan baik, Kevin dan Lisa tidak membuat kesalahan sedikit pun. Kini hanya tinggal mereka berdua berada di sebuah apartemen besar tanpa seorang pelayan satu pun.
Rasa bingung dan ketakutan kembali menghantui Lisa. Gadis ini sedari tadi hanya berdiri di ruang tengah.
Kevin?
Pria itu baru saja membersihkan dirinya sambil berjalan kemanapun semaunya.
"Tuan, aku ingin bertanya. Kalau memang anda membenciku, lalu untuk apa anda menikahiku?" tanya Lisa dengan sedikit gugup. Ia hanya ingin tahu alasan dari semua perlakuan Kevin padanya.
"Aku akan memberi pertanyaan kembali. Apa kau merasa dirimu dicintai? Hahaha. Kau tidak lebih hanyalah seorang wanita malam bahkan lebih buruk dari itu!" ucap Kevin dengan sedikit tawa menggelegarnya.
Kata-kata Kevin membuat gadis itu ingin rasanya berlari dan menabrakkan dirinya tepat di depan mobil. Bukan dia yang menginginkan ini. Kenapa dia harus disalahkan?
"Dasar wanita malam! Kau pikir dengan aku menyentuh tubuhmu maka aku sudah menjadi milikmu? Ck. Sampai kapan pun aku akan selalu membencimu. Asal kau tahu, kau sudah menghancurkan hidupku, Lisa!" seru Kevin berhasil membuat Lisa tertekan. Gadis itu menangis tanpa mengetahui tujuan Kevin sebenarnya.
TBC
__ADS_1