Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 28 Pertanggung Jawaban


__ADS_3

Keesokan harinya datang. Liyura terbangun dan meregangkan tubuhnya. Dia mengerjapkan matanya untuk melihat sekitarnya dengan jelas.


Liyura melihat dari jendela dan mendengar suara orang-orang yang berisik. Liyura hanya beranjak dari tempat tidur dan bersiap untuk mandi.


Tidak beberapa lama kemudian dia menggunakan Gold Equip nya dan segera keluar dari kamar.


Liyura berjalan ke bawah lantai dengan menuruni tangga dan segera disambut dengan suara orang yang ramai terdengar.


Liyura melihat sekali lagi pemilik penginapan menjadi bingung dan kewalahan menghadapi orang-orang itu.


"Ada apa ini?!"


Liyura sedikit berteriak membuat semua orang itu menatap ke arahnya.


"Kau tidak tau, Nona? Jika di taman penginapan ini ada seseorang yang dibunuh! Kami ingin meminta pertanggung jawaban apakah di penginapan ini aman atau tidak."


"Tentu saja penginapan ini aman. Tapi apa kalian tidak tau jika seorang yang dibunuh itu malamnya adalah seorang Assassin yang di tugaskan untuk membunuh salah satu orang di penginapan?!"


Perkataan Liyura membuat yang lainnya terkejut dan malah semakin ramai.


"Jadi dia dari Organisasi pembunuh?"


Liyura hanya mengangguk, "Entah apa tujuan mereka tapi kalian harus berthati-hati juga."


Liyura akhirnya keluar dari penginapan dan melihat jasad seorang Assassin yang terbaring di atas tanah dengan darah yang mengalir di sekitarnya.


Ekspresinya masih menunjukkan ketakutan yang jelas seakan dia telah melihat monster yang sebenarnya.


Liyura menatap para NPC karena mereka semua terlihat panik saat mengetaui jika jasad itu adalah seorang Assassin.


"Terserah kalian mau apakan jasad ini, aku akan pergi."


Liyura kembali ke penginapan dan menanyakan harga menginap di penginapan.


"Berapa harga aku menginap 1 hari ini?"


"5 Bronze itu sudah cukup nona."

__ADS_1


Liyura mengeluarkan 5 koin Bronze atau Perunggu dan segera melenggang pergi dari penginapan.


Liyura pergi menemui Aran dengan menanyakan letak Party Hero berada pada beberapa orang yang lewat. Bagaimana Liyura bisa tau jika nama Party Aran adalah Party Hero?


Yap, tentu saja dia menanyakannya setelah berduel kemarin. Tapi Aran tidak memberitahukan tempat mereka saat ini.


Liyura akhirnya berjalan masuk ke dalam hutan, dan akhirnya dia melihat suatu bangunan yang cukup megah dan segera masuk.


"Mereka hanyalah Party tapi mereka seperti Guild saja."


Liyura hanya berdecak kagum dan masuk, tapi seseorang yang berjaga menghalanginya.


"Anda tidak boleh masuk, Nona. Kami dibayar di sini untuk menjaga kediaman Party Hero."


"Aku ingin bertemu dengan Ketua Party."


"Maaf nona, anda tetap tidak boleh masuk."


Liyura agak kesal, akhirnya dia memutuskan untuk masuk dengan tidak sopan. Liyura menendang salah satu orang yang menghalanginya hingga seseorang lagi berlari ke dalam bangunan itu.


Seseorang yang ditendang menjadi pingsan seketika. Liyura hanya menunggu sesuatu.


"Kenapa kau tidak bilang jika kau mau berkunjung?"


"Oh ya aku lupa jika kita telah berteman."


Liyura dengan cengiran khas nya membuat Aran tidak tahu harus apa. Aran juga terlihat kagum dengan sifat Liyura seperti musim yang berubah-ubah.


"Ada apa kau ke sini?"


Inilah yang juga disukai oleh Liyura tentang Aran. Pemuda itu sama seperti dirinya yang tidak suka bertele-tele dalam segala hal dan langsung berbicara To The Poin.


"Aku ke sini ingin membicarakan hal tentang apa yang terjadi di penginapan hari ini."


Aran terlihat menatap Liyura dan mengangguk, mengisyaratkan untuk Liyura mengatakannya.


"Kau tau Assassin itu ingin membunuh siapa?"

__ADS_1


"Memangnya siapa?"


"Aku. Aku lah yang mereka incar, untung saja aku dapat waspada meskipun aku tertidur lelap tadi malam sehingga aku dapat mengantisipasi serangan mereka."


"Mengapa mereka menargetkan dirimu?"


"Jika kau tau alasannya apakah kau akan percaya?"


"Tentu saja, sejauh ini aku tidak pernah melihat kau berbohong."


"Martin lah yang merekrut mereka untuk membunuhku agar dapat membalaskan kematian Cello. "


"Apa?!"


Aran terlihat terkejut, tapi jika dipikir-pikir lagi memang yang dikatakan Liyura ada benarnya. Dan lagi tadi malam Aran melihat Martin yang berperilaku aneh dan mencurigakan.


"Aku juga sebenarnya tidak mau membesarkan masalah ini tapi aku hanya ingin jika Martin tidak menggangguku lagi atau aku tidak akan menoleransinya lagi. Aku akan memaafkannya karena dia anggota Partymu."


"Baiklah, aku jamin jika memang benar dia yang melakukannya dia pasti tidak akan mau menganggumu lagi, aku juga akan memperingati dirinya."


"Hmmm, baiklah. Jika kalian butuh pertolongan kau bisa menghubungiku dengan berkirim pesan. Dan yah aku akan pergi dan mungkin aku tidak akan kembali ke tempat ini lagi."


"Kenapa? Kau sudah ingin ke tempat selanjutnya?"


"Iya, aku harus menuntaskan misiku."


"Misi?"


"Misi rahasia yang hanya aku yang mendapatkannya."


Aran menatap wajah cantik Liyura lama dan akhirnya mengiyakan dengan lemah sekaan tidak mau gadis itu pergi.


"Jika takdir mempertemukan kita, kita pasti bertemu suatu hari nanti."


Liyura tersenyum lembut dan akhirnya keluar dari ruangan Aran menuju petualangan barunya...


---

__ADS_1


Liyura keluar dari sekitar bangunan milik Party Hero yang diketuai Aran dan segera melesat pergi ke dalam hutan lalu terbang bagai Burung Elang ke langit yang tinggi dengan sayap cantiknya.


__ADS_2