Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 91 Menjadi Vampir


__ADS_3

Liyura masih memikirkan pilihan terbaiknya saat ini. Meakipun Kenzie malamnya telah memberikan keputusan untuk menjadi Vampir, Liyura lah yang sangat menentang hal itu. Tapi, jika melakukan 'Persatuan Jiwa', Kenzie dan yang lainnya tidak akan setuju.


Vyone terlihat dapat merasakan bimbang Liyura membuat gadis Vampir itu menghampirinya.


"Master, apapun pilihan Master, kami akan menerimanya. Jadi, pilihlah sesuai pilihan yang benar menurut Master, jika ada yang berani membantah, maka aku yang akan menghajarnya."


Liyura terdiam, matanya menatap ke arah Kenzie dan membayangkan jika Kenzie adalah salah satu kakaknya di Real World membuatnya merasa akan sangat marah jika dia tidak bisa membantu untuk menyembuhkannya. Sebenarnya itulah yang di rasakan gadis itu saat bersama Kenzie. Liyura menganggapnya sebagai kakak laki-laki ketiganya.


"Lakukan 'Persatuan Jiwa' sekarang."


Aver yang mendengarnya terbelalak, "Tidak bisa, Liyura! Kau tidak boleh terikat dengan siapapun!"


Kenzie terlihat mengerang akibat tidak bisa menahan rasa akan kutukannya lagi, di sela-sela kesadaran terakhirnya, dia melihat Liyura dan melihat Vyone.


"Jadikan... aku Vampir."


Vyone yang mengerti segera saja duduk di samping Kenzie dan bersiap melakukan apa yang pemuda itu minta. Namun Liyura menghentikannya.


"Lakukan 'Persatuan Jiwa'!"


Aver dan Ryan bergerak untuk menahan Liyura yang berniat untuk memghentikan apa yang di lakukan Vyone. Sedangkan Vyone tiba-tiba saja meremas dadanya, dia juga merasakan apa yang di rasakan oleh Liyura, rasanya dia ingin mati ketika merasakannya.


"Maaf, Master. Tapi sesungguhnya aku tidak mau jika hidup Master terikat dengan siapapun. Hanya inilah... yang bisa kulakukan. Jika Master marah padaku, maka aku akan menerimanya."


Selanjutnya Vyone mengiris kulit pergelangan tangannya dengan kuku panjangnya yang berubah menjadi cakar secara tiba-tiba. Darah menetes, dan Vyone meminumkan darahnya pada Kenzie.


Saat Kenzie menerimanya, dia telah kehilangan kesadaran seutuhnya. Kali ini, semuanya melihat tranformasi manusia menjadi Monster. Dan Ryan yang juga ikut melihatnya sekejap teringat dengan Naomi, terlintas di pikirannya, 'Apakah Vampir itu juga membuat Adikku tersiksa seperti itu?'


Aver menahan Liyura yang sudah tidak berdaya untuk menghentikan Vyone. Hanya mereka saja yang mengetahui tentang ini karena yang lain masih tertidur, kecuali Ares dan Eden yang berada di luar.


Transformasi Kenzie terlihat sangat menyakitkan, kutukan yang terbentuk dalam tubuhnya terlihat di paksa menghilang oleh esensi darah Vampir yang sangat kuat milik Vyone.


Bisa di bilang, Kenzie akan merasakan sakit tidak terkira karena di dalam dirinya tengah berperang antara Kutukan Kesendirian dan Esensi Darah Vampir milik Vyone. Dan kedua unsur itu sama-sama ingin memiliki tubuh Kenzie seutuhnya.


Namun, setelah hampir 1 jam lamanya, Kenzie terlihat berubah. Matanya yang semula menjadi Hitam dan Hijau, akhirnya berubah menjadi warna Merah darah seperi warna mata Vyone. Itu artinya Kenzie hampir berhasil menjadi Vampir seutuhnya.

__ADS_1


Apalagi karena pemuda itu memiliki esensi Twilight yang di berikan oleh Vyone, maka tidak di ragukan lagi jika keberhasilannya untuk menjadi Vampir sangat besar.


Kenzie terlihat sangat tersiksa, namun itu tidak bertahan lama saat dari tubuhnya tiba-tiba saja keluar aura hitam gelap nan pekat yang membuat semuanya ngeri. Itu adalah Kutukan Kesendirian, dan aura itu akhirnya menghilang seketika saat keluar dari tubuh Kenzie. Seiring demgan itu pula, semua pola rumit yang ada di tubih Kenzie terlihat juga menghilang.


"Apakah berhasil?"


Ryan terlihat khawatir, dia tidak bisa melihat pemandangan di depannya, pasti Kenzie merasakan sakit tidak terkira karena hal ini.


Akhirnya setelah sekitar 10 menit kemudian, Kenzie terlihat tenang. Tubuhnya yang tadinya menegang dan mengeluarkan urat berwarna hitam akhirnya menghilang. Mereka hanya mendengarkan deru nafas tidak beraturan milik Kenzie. Keringat juga membasahi seluruh tubuh pemuda itu, rasanya seperti keluar dari Neraka.


Apa yang di rasakannya seperti di kuliti hidup-hidup dan serasa ada yang mencabut seluruh organnya. Namun dia juga merasakan jika Roh dalam dirinya juga hampir ikut tertarik keluar dari Raga karena tidak tahan dengan rasa sakit yang di deritanya.


Dia melihat sekitarnya, penglihatannya jadi makin tajam seolah dirinya memiliki tubuh yang baru. Kenzie mengerjap dengan perlahan, dia seperti kehilangan sesuatu.


Pemuda itu menaruh tangan di dada, dan terkejut. Jantungnya tidak berdetak! Kenzie serasa ingin meloncat dari tempat tidurnya. Lalu, bagaimana bisa dia masih hidup?


Rasanya Kenzie juga kehilangan suatu perasaan, dan rasanya haus sekali. Tapi bukan air yang diinginkannya, namun... darah.


Ya, dia butuh itu sekarang. Tapi, apakah pilihannya tepat? Dia tidak bisa melukai seseorang hanya karena itu. Namun, hasrat dan nafsunya sama sekali tidak bisa ia tahan.


"Master, jadikan dia Slave mu."


Liyura mendongak saat mendengarnya. Dia melihat ke arah wujud Kenzie yang berubah sepenuhnya. Wajahnya menjadi lebih halus dan pucat serta putih. Rambutnya yang tetap putih terlihat kusut dan berantakan, sedangkan matanya, matanya berubah warna menjadi warna merah seperti mata Vyone dan dirinya. Tatapan hangat Kenzie, sudah tidak ada lagi.


Dia hanya Monster haus darah sekarang. Liyura menunduk lagi. Apakah ini adil bagi Kenzie sendiri? Bukankah pemuda itu tidak mau menjadi Vampir? Siapa yang tahan untuk menjadi makhluk yang telah membunuh semua Ras nya?


Liyura dengan berani menghampirinya. Kali ini, Aver dan Ryan melepaskan tautannya pada tangan Liyura yang tadinya menahan gadis itu. Liyura menghampiri Kenzie dengan ragu, namun saat dia sampai di hadapannya, Liyura menatapnya lekat.


Waktu seolah berhenti. Dan semuanya terdiam oleh keheningan yang tercipta oleh keduanya. Liyura menatap sedih, dia amat merasa hersalah, dari semua kesalahannya, ini yang terburuk dan tidak dapat di ubah. Seakan nasi sudah menjadi bubur.


"Apa yang telah kulakukan? Seharusnya aku menghentikannya."


Kenzie terlihat terdiam. Dia tidak mengerti apa yang di rasakan Liyura. Kenapa dia sedih demi dirinya? Seberapa pentingkah dirinya bagi gadis di hadapannya? Dan Liyura menganggap dirinya sebagai apa? Apakah dia berharga bagi gadis di depannya?


Kenzie hanya merasakan rasa haus yang membuatnya tidak bisa menahan rasa itu dengan lama.

__ADS_1


"Kenzie... maafkan aku."


Liyura menunduk, namun dia memberikan pergelangan tangannya. Untuk menebus kesalahannya, dia hanya bisa memberikan darah yang cukup untuk pemuda itu.


Kenzie terlihat diam, pikirannya menyuruh dirinya untuk segera meminum darah gadis di depannya, namun tubuhnya tidak mau bergerak sesuai pikirannya. Seakan dirinya memiliki dua jiwa yang bertentangan. Jiwa Vampir, dan dirinya yang lalu, yaitu Manusia atau kah Nephilim?


Tangan Liyura hanya terdiam di udara karena Kenzie masih sedikitpun tidak menyentuhnya. Saat itulah, Liyura mendekatkan tangannya kembali. Dia tidak boleh membiarkan Kenzie menahan lebih lama perasaan hausnya itu, karena dirinya tahu betul jika itu rasanya akan menyiksa.


"Jadilah,... Slave ku. Ini adalah sebagai bentuk diriku menebus kesalahanku padamu."


Jiwa Vampir Kenzie seakan mengerti akan istilah itu. Tubuhnya seakan bergerak dengan sendirinya saat Liyura memohon untuk dirinya menjadi Slave gadis itu. Akhirnya pemuda itu menggigit pergelangan tangan Liyura dan meminum darah gadis itu.


Liyura merasakan sakit, namun dia tahu benar jika poin HP nya saja lah yang terkuras. Karena ini adalah awal kebangkitan Kenzie menjadi Vampir, maka dia pasti akan meminum darahnya lebih banyak dari Vyone.


Liyura melihat darahnya sendiri menetes di tangan Kenzie, saat hampir 20 menit pemuda itu akhirnya selesai menghilangkan rasa hausnya.


Saat Kenzie mendongak dan menatap Liyura, darah Liyura terlihat mengalir di sudut bibirnya. Kenzie menatap Liyura dengan tatapan yang hormat seperti Vyone. Dia bertekuk lutut di hadapan Liyura dan melepaskan genggaman tangannya saat di rasa telah selesai menghisap darah gadis itu.


"Aku bersedia menjsdi Slave mu. Terima kasih telah memberikan darahmu padaku. Aku bersumpah akan mematuhi semua perintahmu."


Kenzie hanya menunduk, sampai Liyura memegang pundaknya. Tinggi mereka sejajar, namun ketika sama-sama berdiri, Kenzie terlihat lebih tinggi.


Vyone menyambutnya dengan tersenyum kaku. Dia menghela nafas karena telah menyelamatkan nyawa kedua orang itu.


Slave adalah seorang Vampir yang bersedia menjadi pengikut bagi seseorang dengan memberikan darahnya pada Vampir tersebut. Setelah Vampir itu menerimanya, maka mereka di sebut Slave dan Master, Vampir itu sama saja telah berjanji tidak akan meminum darah siapapun kecuali Masternya sebagai ganti dirinya akan mematuhi semua perintah Masternya tanpa terkecuali.


Lain hal nya dengan Ras Vampir lain seperti Nuzan Kyoro. Vampir dapat meminum darah Vampir lainnya. Seperti Vampir Bulan yang hanya meminum darah Nuzan. Sedangkan Nuzan sendiri membutuhkan darah manusia dan Ras lainnya seperti Burung Hantu yang memiliki aliran Mana murni dan akan membuatnya semakin berumur panjang, serta Ras Elang Harpa yang akan membuat dirinya kuat dan tidak tertandingi.


Vyone dan Kenzie bukanlah bagian dari Ras Vampir semacam itu. Mereka sama-sama memiliki Master yang sama, yaitu Liyura seorang.


Liyura melihat dua titik kecil di pergelangan tangannya, namun sekejap saja tanda itu menghilang seutuhnya.


Liyura menutupi pergelangan tangannya menggunakan kain dari Gold Eguipnya. Gadis itu kemudian melihat ke arah Kenzie, yang terlihat berbeda.


Selanjutnya, adalah masalah untuk mengalahkan Ras Vampir yang telah meresahkan beberapa Ras. Kali ini, mereka bersumpah jika mereka akan membuat Ras Vampir menghilang dari Mozart.

__ADS_1


__ADS_2