
Suasana hening setelah perkataan Liyura. Mereka sama-sama menunduk dan mencerna perkataan gadis itu dengan serius.
"Kalau begitu, karena kita sudah beristirahat, kita harus mencari Vampir Bulan itu dan segera meneyelesaikan hal yang harus kita urus."
Liyura berdiri dari duduknya dan segera membersihkan Gold Equipnya yang kotor karena tanah.
Ryan, Zayn, dan Kei menatap Liyura dan segera ikut berdiri. Mereka semua mengubah ekspresinya masing-masing.
"Oh ya, aku akan memasukkan Nica ke dalam Magic Forest hingga para pengikutku menjaganya. Dan untuk Kei, kau juga akan kumasukkan ke Dunia Segel karena aku yakin kau tidak akan bisa menghadapi Vampir seperti Zayn dan Ryan yang sudah mengerti dasar dari teknik bertarung."
Kei terlihat ragu tapi dia akhirnya mengangguk, Liyura tersenyum dan memasukkan keduanya---Kei dan Nica ke dalam Magic Forest dengan menutup kedua matanya hingga tanda di keningnya bercahaya dan keduanya masuk ke dalam tanda itu seperti terhisap bagai magnet.
Saat kedua mata Liyura terbuka kembali, dia sudah tidak melihat Nica dan kei lagi. Dia tersenyum dan akhirnya melanjutkan perjalanan untuk mencari Vampir Bulan, gadis yang tadinya sempat di siksa oleh Qin.
***
Liyura tidak tahu berapa lama waktu yang telah terbuang sia-sia hanya karena untuk mencari Vampir Bulan itu. Dia sedikit kesal karena mungkin dirinya dan yang lain sudah menghabiskan waktu berjam-jam mencari tanpa arah di hutan itu.
Dan lagi, Liyura merasa sedikit bingung dengan waktu di hutan itu.
'Sebenarnya sekarang ini sudah siang, sore, atau sudah malam di luar sana?'
Liyura berpikir keras membuat kernyitan di dahinya tampak jelas di mata Ryan dan Zayn yang berjalan di sampingnya.
"Ada apa, Liyura?"
Liyura mendongak sejenak menatap Zayn, "Tidak, aku hanya memikirkan waktu sekarang ini. Sebenarnya di luar sudah siang, sore, atau bahkan apakah sudah malam? Hutan ini memang terkenal dengan hutan terlarang karena jika seseorang masuk ke sini, orang itu tidak akan kembali karena waktu yang ada di sini selalu terlihat seperti sudah malam karena matahari tidak dapat menembus daun pohon yang menjulang dengan rindang di atas sana."
"Eh, apa mungkin ini ilusi? Aku pernah mendengarnya dari guru Aver, ilusi biasanya diciptakan untuk mengelabui dan juga menyesatkan. Tapi ilusi dapat digunakan untuk bersembunyi juga, jika tidak salah. Nona Liyura, apakah hutan ini terdapat ilusi? Tidak mungkin 'kan cahaya matahari tidak bisa masuk ke celah-celah daun pohon yang ada di atas sana."
Ryan terlihat menatap ke atas langit yang tampak gelap karena tertutup oleh pohon yang menjulang dengan tingginya hingga pemuda itu harus mendongak dengan berlebihan.
Liyura terlihat berpikir, memang tidak ada untungnya juga sih dia menanyakan waktu, karena yang terpenting sekarang adalah mencari Vampir Bulan.
Liyura akhirnya memberi kode untuk segera melanjutkan perjalanan kembali. Ryan dan Zayn hanya mengangguk sambil meneliti sekitar.
__ADS_1
Liyura juga berpikiran sama sebenarnya dengan Ryan, jika hutan ini di kelilingi oleh ilusi, tapi, sejauh yang gadis itu tahu, bahkan orang-orang di sini tidak mengetahui apa itu Mana.
Atau mungkin ada seorang Player yang sama dengannya juga dapat sampai ke lantai 2? Sebenarnya permainan Chronicle Online telah ada sekitar 2 bulan yang lalu sejak rilisnya game itu di Real World.
Apakah ada orang yang berhasil sampai ke lantai 2? Selain dirinya? Liyura menggelengkan kepala, jika terus dipikirkan, itu akan membuat dia sedikit pusing.
Liyura melihat sekeliling lagi. Ini benar-benar membuat dia bosan. Dimana Vampir Bulan itu? Andaikan Magic Map dapat melacak seseorang, pasti dia akan menggunakannya. Sayangnya Magic Map hanya dapat melacak tempat.
Liyura menghela nafas, dia mendengar suara yang sedikit berisik dari jarak jauh. Dia mengkode Ryan dan Zayn untuk mendekat dan mengikutinya.
Mereka menaikkan alis masing-masing tapi tetap mengikuti langkah Liyura. Sedangkan gadis itu fokus mencari asal suara.
"Aku mencium beberapa orang. Dan, aku juga mencium bau busuk dan anyir."
Ryan terlihat berbisik tapi pendengaran Zayn dan Liyura mampu mendengarnya. Mereka mengangguk bersamaan dan segera ke posisi beberapa orang itu dengan mengendap-endap.
Liyura bersembunyi di semak-semak bersama kedua pemuda di samping kiri dan kanannya yang melihat ke arah sekitar. Liyura mendengarkan percakapan mereka.
"Kau tahu betapa sulitnya aku memburu manusia ternak itu! Tapi kenapa kau lalai dalam tugasmu sehingga kau tidak menjaga mereka?!"
Terlihat seorang laki-laki yang umurnya sedikit lebih tua dari Liyura sedang marah pada seorang laki-laki yang juga seumuran dengannya.
"Kau!!"
Mereka terlihat ingin bertengkar, Liyura melihat ke arah lain, yaitu beberapa mayat yang ada di permukaan tanah begitu saja dengan darah yang masih keluar mengalir.
Ada yang tubuhnya terpotong, bahkan organ dalamnya yang terlempar keluar, juga ada yang kepalanya buntung, dan lain-lain.
Zayn dan Ryan terlihat menelan ludah mereka. Tidak salah lagi Zayn berpikir jika pakaian yang dikenakan para mayat itu adalah jubah dari Lembah Wisteria.
"Sudahlah! Bagaimana sekarang?! Tuan Nuzan pasti tidak akan mengampuni kita meskipun manusia ternak itu hanya hilang 2."
"Bagimana....Jika kita carikan penggantinya?"
"Baik, tapi kau yang cari saja. Lagipula semua anak Merpati ini sudah kubunuh."
__ADS_1
Laki-laki itu mengangguk dan segera melesat dengan kecepatan Vampirnya hingga dia hilang seketika dalam sekejap.
"Ah, aku lupa ingin berkunjung ke kediaman Nona Rena, entah kenapa dia itu menjadi tidak waras karena suka disiksa bahkan oleh adiknya sendiri. Oh ya, kira-kira bagaimana nasib Qin? Dia pasti sudah dihabisi karena dia lemah."
Laki-laki itu melesat begitu saja dan tidak memperdulikan mayat-mayat yang bergelimpangan. Liyura keluar dari semak-semak bersama yang lainnya setelah situasi terkendali dan Vampir itu benar-benar telah pergi.
Liyura menggeleng-gelengkan kepala, dia mengkode Ryan dan Zayn untuk menguburkan mayat-mayat yang tubuhnya tidak lagi utuh itu.
***
Dan setelah beberapa lama, mereka akhirnya selesai mengubur semuanya dan berdo'a untuk mereka.
"Kita ikuti Vampir tadi, pasti dia akan menuntun kita menuju kediaman Vampir Bulan."
Mereka mengangguk, dan berlari ke arah yang sama dengan jalan yang dilewati oleh Vampir itu.
Liyura ikut bersama mereka dengan kecepatan yang berimbang membuat mereka dapat menyusul kecepatan Vampir.
Vampir itu terhenti di sebuah rumah yang reyot. Liyura menatap sedih dengan rumah itu, dan sekaligus tidak menyangka.
'Apa Vampir Bulan tinggal di tempat itu?'
Zayn dan Ryan juga berpikiran sama, 'Bahkan rumahku lebih baik.'
Mereka kali ini mengendap-endap masuk setealh Vampir itu masuk terlebih dahulu dari mereka.
Tapi, setelah mereka semua masuk, Liyura dan yang lainnya kebingungan karena Vampir itu seakan menghilang ditelan bumi.
'Dia tidak mungkin secepat itu menghilang, pasti dia ada di sekitar sini. Atau apa dia menyadari jika ada yang mengikutinya?'
Liyura berpikir keras dan akhirnya keluar kembali dari rumah reyot itu.
Setelahnya, dia melihat sebuah portal dari dalam rumah dan terlihatlah Vampir tadi yang mereka ikuti.
"Sudah kuduga aku diikuti. Ternyata kalian semua manusia, ya? Oh, ini hari keberuntunganku. Aku akan meminum darah kalian terlebih dahulu sebelum aku menemui Nona Rena."
__ADS_1
Vampir itu terlihat menjilati bibirnya sendiri dengan menjijikkan. Dia menatap Liyura dan segera menyerang gadis itu terlebih dahulu. Tapi serangannya di gagalkan oleh Zayn yang serangannya lebih cepat untuk melindungi Liyura.
Vampir itu menggeram keras dan akhirnya Ia melawan Zayn.