Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 53 Ryan, Zayn, dan Kei


__ADS_3

Liyura dan yang lainnya melihat dunia luar yang sudah mereka tinggalkan untuk masuk ke Lembah Malam.


Liyura juga baru ingat bahwa ternyata Jenderal Wisteria juga tidak ke Lembah Malam karena mungkin mereka menyadari ada yang aneh.


Liyura tersenyum dan melangkah keluar dan melihat-lihat sekitar hutan yang sudah diterangi sinar matahari.


Gadis itu mungkin merindukan sinar matahari dan cahaya karena sudah seharian tidak diterangi sinar menyilaukan dan membuat hangat itu.


Ryan dan yang lainnya terlihat senang juga seakan mereka semua tidak ingat dengan kegagalan mereka kemarin dalam menemukan Vampir Bulan.


Ryan melihat sekitar dengan waspada, dia masih mengaktifkan sihirnya untuk mencari jejak-jejak sihir yang di tinggalkan Vampir Bulan.


Ryan suatu ketika dapat melihat sebuah aura sihir yang memberikan petunjuk jalan padanya karena dia mengaktifkan sihir khusus yang pernah diajarkan Aver tapi dia sangat lama untuk dapat mahir menggunakannya.


Karena sihir tersebutlah dia dapat melihat aura jejak-jejak sihir yang tertinggal oleh Vampir Bulan.


Entah siapa yang bersama Vampir Bulan dan dapat menggunakan sihir tingkat tinggi seperti ini tapi Ryan merasa bersemangat karena pemahamannya terhadap sihir akan meningkat karena dia terus menggunakannya.


Sedangkan Zayn terlihat merasa ada perubahan aneh disekitar tapi dia tetap menyembunyikannya dari yang lain. Dia merasakan suatu aura yang unik yang dapat membuatnya merasa gelisah.


Yah, biar kalian tahu, Zayn adalah seorang pemuda beruntung karena dia mendapatkan suatu karunia yaitu dapat melihat aura senjata dengan mata emasnya itu, dia juga dapat merasakan aura yang ada di sekitarnya tapi berbeda dari dia dapat melihat suatu aura di dalam senjata.


Zayn juga sangat berhati-hati pada sekitar karena dia telah merasakan aura itu.


Tapi Kei berbeda dari keduanya, dia hanya menatap Liyura dan juga ikut senang. Tapi jangan dikira dia tidak mempunyai suatu kemampuan seperti mereka.


Kei sedari dulu adalah orang yang mandiri dan penyayang, tapi kepribadiannya mungkin sama seperti orang bermuka dua. Ketika ada yang menyakiti apa yang menjadi miliknya atu orang berharga baginya, tentu saja dia dapat menjadi seorang seorang monster. Tapi lain hal jika dia berhadapan dengan Vampir.


Kei adalah orang yang naif, dia tidak egois, karena dia mementingkan orang lain apalagi keluarganya terlebih dahulu. Dia adalah orang yang selalu setia kawan pada siapapun dan karena itulah dia sering dimanfaatkan.

__ADS_1


Oh ya, ciri-ciri mereka belum disebutkan. Ryan mempunyai rambut berwarna hitam seperti rambut Liyura di Real World. Matanya berwarna sebiru Safir seperti langit yang luas. Dia mempunyai postur yang tegap dan tangan yang lecet karena sering memegang pedang, tapi karena dari tangan itulah adalah bukti perjuangannya selama ini untuk belajar. Ryan mempunyai sifat yang ceria dan penyayang pada adiknya, tapi dia terlalu waspada dan kehilangan sifat cerianya akibat pembunuhan keluarganya.


Dia adalah orang misterius daripada siapapun. Jika melihat Zayn dan Ryan, Liyura merasa melihat gunung dan samudra. Zayn itu kuat, dia punya berbagai macam Skill yang sangat beragam dalam teknik bertarung, sama seperti Liyura mengandai-andaikan Zayn adalah sebuah gunung yang menjulang, selalu dapat terlihat prestasi dan apapun mengenai dirinya dalam sekali lihat.


Sedangkan Ryan adalah kebalikannya. Yah dia adalah orang yang ceria tapi tidak terlalu seperti dulu seakan kematian orang tuanya membuatnya mengubah kepribadiannya itu. Ryan itu misterius, dia seperti samudra jika Liyura mengandai-andai dengan sifatnya yang misterius itu. Tidak seperti Zayn, gunung yang menjulang pasti kita masih dapat melihatnya, tapi jika samudra tidak berdasar?


Liyura yakin dengan keputusannya untuk mengangkat Ryan menjadi pengikutnya. Dia memang melihat potensi dari Ryan. Bahkan ternyata lebih dari ekspetasi gadis itu, Ryan memiliki inti sihir di tubuhnya, untuk itulah Aver yang menyukai sihir sangat menekuni pembelajarannya.


Dan, jika Zayn, dia memiliki rambut berwarna emas yang nyentrik dan selalu menjadi pusat perhatian. Wajahnya selalu saja menunjukkan senyuman yang sangat manis. Matanya berwarna coklat terang tapi berbeda dengan warna rambutnya. Dia memiliki suatu keistimewaaan untuk orang melihatnya, semacam pesona mungkin.


Zayn adalah orang yang baik, dia juga penyayang pada adiknya, dan dia mengenal Ryan karena mereka pernah bertemu sebelumnya, saat itu mereka berempat bersama kedua adik mereka bermain bersama dengan ria.


Sedangkan Kei, dia memiliki rambut berwarna abu-abu. Matanya berwarna hitam kelam dan gelap seperti malam. Dia sebenarnya tidak punya kemampuan apa-apa seperti keduanya tadi. Tapi seperti yang dikatakan, dia bermuka dua, tapi bukan berarti dia itu jahat. Saat dia menunjukkan sisinya seperti seorang monster, dia tidak akan segan-segan membunuh siapapun. Terkecuali orang yang Ia sebut berharga. Karena itulah Liyura ingin sekali jika Kei ada di pihaknya, dia pasti akan membutuhkan benih-benih kecil ini untuk membantunya mencapai tujuannya.


Dan sebagai imbalannya, dia akan menjadikan mereka semua adalah teman, dan menuruti keinginan mereka. Liyura tidak bisa membayangkan akan sekuat apa mereka nanti kedepannya.


Liyura merasa dia beruntung di Lantai 2 ini meskipun dia kehilangan sistem yang dapat membuatnya naik level, memberikan misi dan memberikannya hadiah. Tapi semoga saja sistem itu kembali padanya saat dia menyelesaikan Lantai 2 ini.


Dia mengedarkan pandangan ke segala arah dan berusaha meneliti dan mengidentifikasi aura jejak sihir di hadapannya.


Zayn dan Kei yang menunggu hanya berekspresi diam. Sedangkan Liyura terlihat bosan sambil menunggu Ryan menunjukkan jalan.


"Ahh~Aku bosan~Kapan kita menemukan Vampir Bulan itu?"


Zayn terlihat tidak sabar akan hal itu hingga dia memilih memulai topik dengan Kei. Kei hanya menjawab sebisanya dan sesekali juga ikut berpikir tentang apa yang dibicarakan Zayn.


Liyura menghela nafas, dia akhirnya berteduh di pohon yang tidak jauh dari posisi mereka saat ini. Saat keluar dari Lembah Malam, ternyata mereka juga masih ada di hutan belantara.


Tanpa Ryan, mungkin mereka akan tersesat. Hutan ini disebut dengan Hutan Sesat karena banyak yang tersesat di hutan ini dan tidak pernah kembali.

__ADS_1


Mungkin mereka yang hilang di hutan ini masuk ke dalam area Lembah Malam dan disantap oleh para Vampir.


Liyura juga sama sekali tidak percaya akan takhayul karena zamannya di Real World sudah terlalu modern hingga menurutnya tidak usah mempercayai hal semacam itu.


Ryan akhirnya selesai melakukan sesuatu atau disebut dengan melihat jejak sihir Vampir Bulan untuk sebagai penunjuk jalan bagi Liyura dan yang lainnya.


"Ayo bergegas, aku takut mereka akan melewati portal lagi."


Liyura segera mengangguk dan menghampiri Ryan yang mulai berjalan. Sedangkan Zayn dan Kei hanya mengikuti di belakang Liyura sambil berbincang ria, entah apa yang mereka bicarakan.


Liyura melihat sekitar, Ryan selalu fokus untuk melihat jejak sihir yang tertinggal di sekitarnya hingga dia menurunkan kewaspadaannya.


Liyura lah yang sebagai ganti untuk berjaga-jaga akan serangan musuh yang akan datang. Dia terlihat siap siaga menerima serangan dari berbagai arah tapi selama perjalanan sama sekali tidak ada yang aneh.


Zayn terlihat berhenti berbicara ketika dia mulai merasakan aura aneh lagi yang sempat dirasakannya tadi. Tapi ketika dia melihat ke arah teman-temannya itu, sama sekali tidak ada yang menyadari, bahkan Liyura pun.


Zayn menyuruh Kei waspada membuat Kei mengangguk dan menatap sekitar. Ryan yang ada di depan mereka sebagai penunjuk jalan tiba-tiba saja berhenti ketika mereka telah berjalan selama 1 jam lebih.


"Ada apa, Ryan?"


Ryan terdiam, "Jejaknya hilang di sini. Mungkin mereka menggunakan portal untuk berpindah tempat tapi ini bisa saja tipuan. Apakah kalian merasa ada yang aneh?"


"Aku merasakan aura asing seperti sedang mengintai kita dari jauh sejak kita keluar dari area Lembah Malam. Kita tidak boleh tertipu dan dipermainkan lagi dengan trik mereka seperti sebelumnya."


Mereka mengangguk bersamaan setelah mendengar ucapan Zayn. Mereka tidak langsung membuat portal tapi terus menunggu dan melihat sekitar.


Sampai Liyura tersenyum miring dan mengambil sebongkah batu yang cukup besar hingga dia mementalkannya ke atas beberapa kali.


Hingga yang ketiga kalinya batu itu melayang, dengan secepat kilat Liyura melemparkannya ke semak-semak membuat ketiganya melihat ke arah gadis itu.

__ADS_1


"Sampai kapan kalian mengintai? Kami sudah bosan menunggu kalian muncul. Oh ya, jangan kira karena kalian punya sihir sehingga bisa mengecohku lagi!"


Mereka semua menatap ke arah semak- semak dan melihat sesuatu yang, mengejutkan.


__ADS_2