Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 86 Legenda Yang Terlewat


__ADS_3

Liyura dan yang lainnya akhirnya keluar dan kembali ke tempat sebuah Hutan yang menjadi tempat mereka membuka sebuah Portal.


Liyura melihat Kenzie terlihat biasa saja dengan pandangan datarnya saat tiba di luar Portal. Dan jangan lupakan tautan tangan mereka yang masih terpaut.


"Kenzie, apakah kau ingat dimana kau tinggal?"


Kenzie menatap Liyura dengan menunduk, dia terlihat berpikir dan menggeleng. Dia sebenarnya tidak ingin berbohong namun untuk sekarang dia tidak ingin memberitahu Liyura tentang dirinya.


"Baiklah kalau begitu jika kau mau menceritakannya, katakanlah padaku."


Kenzie diam-diam terkejut, dia merasa Liyura mengetahui akan dirinya tanpa menanyakannya sekalipun.


Liyura memanggil para Magic Animal yang mencari Kenzie, sekejap kemudian, Magic Animal tersebut terlihat datang setelah merasakan panggilan dari Liyura.


Setelah melihat semua Magic Animal nya berkumpul, Liyura tersenyum dan berterima kasih pada semuanya. Saat menerima pujian dan ucapan terima kasih, tentu saja sebagai binatang kontrak mereka merasa senang karena telah membantu majikan mereka.


Liyura akhirnya mengirim mereka ke dalam Dunia Segel yang berupa tanda di dahinya. Kenzie kali ini sangat takjub saat melihat semua Magic Animal yang sekitaran berjumlah puluhan ekor bagai terhisap ke dalam magnet yang ada di dahi Liyura.


Bukan hanya Kenzie, semuanya selain Aver sangat takjub dan sama sekali tidak berpaling melihat pemandangan luar biasa di hadapannya. Bahkan Ryan terlihat menelan salivanya dan seolah merinding dengan kemampuan yang dimiliki Liyura yang seolah di luar nalar dan lebih abnormal dari kekuatan para Vampir yang di lihatnya.


Bukan hanya Ryan sebenarnya, Arend, Celine, dan Erza terlihat takjub dan semakin yakin jika Liyura adalah 'orang terpilih' untuk membangkitkan Legenda yang terlupakan.


Saat para Magic Animal telah selesai di pindahkan ke dalam Dunia Segelnya, Liyura membuka mata perlahan dan tersenyum.


Dia melihat semuanya terlihat takjub saat menatap Liyura membuat gadis itu bertanya-tanya. Sedangkan Kenzie hanya menunduk untuk menyembunyikan ekspresi wajahnya.


"Ada apa? Kenapa kalian memandangiku dengan takjub?"


Liyura merasa tidak mengerti apa yang terjadi tapi dia tidak peduli dan akhirnya berjalan lebih dulu ke arah Lembah Wisteria. Dan jangan lupakan tentang tangannya dan Kenzie yang masih bertautan dengan erat membuat Kenzie ikut tertarik ke arah Liyura yang tengah berjalan dengan cepat.


"Aver dan yang lainnya, kalian boleh ikut ke Lembah Wisteria jika kalian mau. Meskipun sebenarnya pasti Vampir yang ada di sana akan mencurigai kaian."


Aver terdiam dan menggeleng, "Kalau begitu, kirim saja kami ke Dunia Segelmu saja. Lagipula aku ingin beristirahat saja daripada harus berjalan lebih lama lagi."


Aver menatap Eden dan Ares yang terlihat setuju dengannya. Liyura menghela nafas dan akhirnya menghentikan laju jalannya membuat Kenzie juga terhenti.


Liyura mengirim Aver, Ares dan Eden ke dalam Dunia Segelnya karena mereka enggan untuk mengunjungi Lembah Wisteria. Arend terlihat merubah wujudnya menjadi Burung Elang Harpa kecil dan hinggap di atas pundak Ryan dan bertengger di atasnya.


"Apakah aku boleh ikut dengan Liyura? Aku tidak mau melepaskan tangan ini..."


Kenzie berjalan mengikuti Liyura yang memunggungi dan memimpinnya berjalan saat setelah gadis itu mengirim Aver dan yang lainnya ke Magic Forest atau Dunia Segel.


Saat mendengar perkataan Kenzie, Liyura terlihat tersenyum dan menjawab, "Kalau begitu, Kenzie bisa ikut saja denganku. Tidak ada yang bisa membuat kita berpisah sekarang. Jika keinginan Kenzie adalah bersamaku, tidak ada yang bisa menentangnya, kan?"


Kenzie hanya diam dan tetap mengikuti jalan Liyura. Sedangkan Ryan terlihat mendekat ke arah Liyura dan menggenggam tangan satunya lagi.

__ADS_1


"Jika dia boleh, seharusnya aku juga boleh."


Liyura hanya mengangguk dan menoleh ke arah Celine dan Erza yang juga terlihat saling bergandengan tangan. Liyura tidak mau menggunakan Sihir untuk sampai ke Lembah Wisteria dan memilih untuk berjalan kaki untuk menikmati suasana hutan yang ada di sekitar mereka.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, mereka memilih bersantai sejenak seperti sedang berlibur akan tugas mereka untuk menemukan para Jenderal Wisteria.


***


Akhirnya mereka sampai ke Lembah Wisteria 1 jam kemudian. Liyura melihat semuanya terlihat lelah kecuali Erza dan Kenzie. Hanya Ryan dan Celine saja yang langsung duduk di lantai kediaman Rachel saat mereka telah sampai.


"Ternyata lebih nyaman menggunakan Sihir saja. Tapi yang seperti ini membuat kita mengajarkan agar tidak terlalu malas dan selalu bergantung pada Sihir saja."


Ryan melihat Arend masih tenang dan bertengger di pundaknya. Liyura tidak merasakan lelah sedikitpun itu karena poin HP nya yang masih berjumlah fantastis. Bahkan setelah berjalan 1 jam pun tidak ada se-tetes pun keringat yang di keluarkannya. Sedangkan Kenzie, dia memiliki sesuatu yang tidak semua Ras dan manusia memilikinya. Apalagi tubuhnya memang kebal terhadap lelah, jadi bisa di bilang jika melakukan pekerjaan apapun dia dapat melakukannya tanpa lelah sedikitpun. Apalagi jika hanya untuk berjalan saja.


Itulah ke-istimewaan dari Ras Turkien. Namun sayangnya hanya dia lah satu-satunya yang memiliki kemampuan itu sekarang karena sayangnya Ras Turkien lainnya telah tiada.


"Jadi, ini adalah Lembah Wisteria?"


Kenzie menatap sekitar dan merasa sangat tenang saat dirinya berada di dekat pohon berwarna ungu.


"Pohon ini... kekuatannya melemah."


Celine terkejut. Perkataan Kenzie membuat gadis itu mengingat perkataan Erza beberapa hari lalu. Bukan hanya Erza yang merasakannya namun pemuda Ras Turkien itu juga dapat merasakannya.


Memang dia tidak pernah mengungkapkannya pada siapapun namun dia tahu sendiri jika kekuatan pohon itu memang telah melemah dan hampir layu seutuhnya jika di biarkan semakin lama.


Dan, jika pohon itu telah layu dan mati, maka itu sama saja pengekang akan para Vampir di luar sana akan terlepas selamanya.


Liyura terlihat tersadar akan sesuatu yaitu tentang keberadaan Vyone yang tidak sengaja ia kirim ke Dunia Segel nya bersama para Magic Animal. Saat menyadari hal itu, dia menjadi bernafas lega karena sangat takut jika Vyone malah tertinggal di dalam Portal.


Liyura melihat ke arah Kenzie yang tengah duduk di bawah pohon dengan menyandarkan punggungnya di batang pohon tersebut. Gadis itu juga ikut duduk di sampingnya yang terlihat tertidur pulas, namun saat menyadari akan keberadaan Liyura, Kenzie membuka matanya.


"Liyura..."


Liyura yang terpanggil segera menatapnya. Gadis itu melihat Kenzie yang seolah menyatu dengan pohon. Warna mata hijau Zamrud nya terlihat bening, sedangkan rambut putihnya bercahaya saat terkena sinar matahari. Wajah Kenzie terlihat tenang saat menatap Liyura. Mungkin sama seperti gadis itu, Kenzie juga merasa tenang saat berada di dekat pohon Wisteria.


"Aku bukanlah Ras Turkien murni, untuk itulah aku di bunuh yang paling terakhir karena ada darah Ras lain dalam tubuhku."


Liyura menatapnya dengan diam seolah mendengarkan. Dia tidak ingin menyela sedikitpun karena akhirnya Kenzie ingin menceritakan tentang masa lalunya.


"Aku bukanlah Ras Turkien. Aku hanya memiliki setengah darahnya saja. Banyak yang bilang jika aku seharusnya tidak di lahirkan, untuk itulah aku lari dari kenyataan dan bersembunyi dalam kegelapan. Aku menyadari jika aku tidak diinginkan oleh semua orang yang ada di dekatku."


"Aku tidak di terima di manapun. Aku hanya berjuang seorang diri sampai Vampir itu merebut semuanya. Ketenangan, kesejahteraan, kedamaian, dan juga keasrian. Semuanya hancur, begitupun dengan semua orang."


"Ras Turkien di juluki Nephilim bukan omong kosong saja. Dahulu, aku mengetahui sebuah legenda yang telah di lupakan oleh seluruh Ras jika seorang Malaikat pernah datang ke Mozart. Dan mencintai seorang gadis manusia. Lalu terciptalah Ras Turkien. Ras Turkien lahir dari gadis manusia dan seorang Malaikat. Untuk itulah kami di juluki Nephilim. Aku membaca sebuah kisah itu di Alkitab kuno yang telah berganti menjadi buku dongeng pengantar tidur saja."

__ADS_1


"Namun, aku mengetahui kebenarannya. Saat wahyu turun pada seseorang. Dan memerintahkan para Ras Turkien untuk menyelamatkan diri dari pembantaian yang akan terjadi."


"Tapi semua orang tidak percaya hingga para Vampir itu benar-benar datang dan memporak-porandakan semuanya. Hingga negeri kami, tempat asal kami, rata dengan tanah."


Kenzie berhenti sejenak untuk mengulang kembali memorinya, "Kami menyesal, tapi kami tetap mengutuk para Vampir agar Ras mereka tidak bertambah banyak. Lalu, kami di paksa menerima Twilight dari para Vampir Bulan. Tentu saja semua orang yang tidak menerimanya memilih untuk mati. Apalagi jika itu adalah Ras Turkien murni."


"Tidak ada yang bisa menyelamatkan Ras kami saat pahlawan satu-satunya gugur dan kalah oleh Raja Ras Vampir. Seakan, Ras kami memang di takdirkan untuk kalah dan hancur seluruhnya dari Mozart."


"Aku menyadari, yang bisa menerima Twilight adalah setengah Ras Turkien. Seperti aku dan seseorang lagi, namun dia terpilih untuk di korbankan agar membentuk Portal Sihir untuk menyembunyikan tawanan Raja."


"Kami setengah Ras Turkien dapat menerima Twilight karena kami punya aliran Mana yang bertentangan di dalam tubuh kami. Saat Twilight itu berada dalam tubuh kami, maka akan terbentuk suatu aliran Mana baru. Ras Turkien murni tidak di rancang memiliki aliran Mana lain selain murni Mana yang suci seperti milik Malaikat. Karena itulah, Ras Turkien menjadi akar dari terciptanya dan terlahirnya Penyihir Putih dan Sihir Cahaya."


"Sedangkan kami, yang hanya setengah Ras Turkien saja sama sekali di anggap tidak berguna. Tapi karena di katakan tidak berguna itulah kami selamat saat menerima Twilight, seperti saat Vampir Bulan Purnama itu memberikannya pada kita, Liyura."


"Sedangkan untuk Liyura sendiri, Liyura pasti memiliki sesuatu yang membuat Twilight itu dapat terserap sempurna dan menjadi kekuatan bagi yang menerimanya. Aku tidak tahu kekuatan dan keistimewaan apa yang di miliki oleh Liyura, namun yang kuyakini adalah, Liyura punya peluang untuk menang terhadap Raja."


Kenzie terdiam setelah itu. Dia menatap kosong ke arah depan seperti sedang memikirkan sesuatu dengan serius.


Liyura tersenyum, tidak peduli apa yang terjadi di masa lalu Kenzie, dia sama sekali tidak pedulu dengan itu. Sesungguhnya, sedari awal, Liyura menyelamatkan Kenzie adalah karena rasa peduli dan simpatinya karena pemuda itu akan menjadi kunci untuk membuka Portal Sihir untuk menemukan para Jenderal Wisteria.


Namun, saat bertemu dengan sosok Kenzie, Liyura mengubah pemikirannya. Sosok pemuda di hadapannya ini akan menjadi pengikutnya juga untuk mencari dan menemaninya mengelilingi seluruh Mozart bersama yang lain.


"Kenzie.."


Liyura bergumam dengan sangat pelan namun pemuda Ras Turkien itu masih bisa mendengarkannya dengan jelas. Tapi, pemuda itu memilih diam.


"Kenzie, hiduplah dengan tenang untuk sekarang. Kau sudah bersedia dan bersumpah untuk menjadi pengikutku, maka kau hanya harus terus bersamaku. Tidak peduli apapun masa lalu yang kau lalui, apapun itu aku tidak peduli. Yang kuinginkan hanya dirimu membantuku di setiap masalah saat suka maupun duka. Aku tidak butuh memori dan kenangan, yang kubutuhkan hanya kehangatan tanganmu yang menggenggamku, kau harus bersedia ikut kemanapun aku pergi, tapi aku tidak melarangmu untuk menginginkan sesuatu. Tidak harus kau selalu bergantung padaku, karena jika perpisahan yang tidak terelakkan akan datang, maka itulah saatnya kita menyampaikan 'selamat tinggal'."


Liyura mengambil bunga ungu yang berguguran dan jatuh menimpa tubuh mereka, "Hidup sudah begini indahnya seperti bunga ini. Setelah kuncup, bunga mekar dan menikmati segala musim, maka saat itulah kelama-lamaan bunga itu akan gugur menjadi layu dan menghilang tersapu angin. Namun, bunga selanjutnya akan tumbuh, berkuncup dan mekar lagi lalu gugur lagi. Hidup itu juga seperti ini, kan. Kita lahir, berpetualang dalam hidup, lalu gugur dan mati di kemudian hari."


Liyura menghela nafas, "Kuharap segala masalah akan berakhir dan semoga titik terang dari semua masalah dapat kita temukan dan menyelesaikannya dengan cepat. Masih banyak yang harus kulakukan tapi aku telah menjumpai banyak Ras dan Makhluk secepat ini."


Liyura mengeluarkan pedang Bulan Sabitnya dari System Room dan memberikannya pada Kenzie.


"Pedang ini akan kupinjamkan padamu. Memang pedang ini milikku tapi pedang ini mungkin saja dapat berganti pemilik. Jika pedang ini memang di takdirkan untuk di miliki olehmu, kau bisa mengambilnya."


Liyura tersenyum saat melihat pedang Bulan Sabit yang berwarna putih bening dan terlihat sangat baru dan tajam, "Pedang yang sangat cocok denganmu. Sama-sama memiliki warna putih yang menenangkan, sama seperti Bulan yang menjadi penerang malam dengan Bintang-bintang yang bertaburan."


Liyura memberikan pedang itu pada Kenzie membuat pedang itu bercahaya. Saat melihatnya, sontak saja Liyira tersenyum karena ternyata pedang Bulan Sabit dapat berganti pemilik seperti dugaannya.


Entah kenapa gadis itu rindu akan System yang biasanya akan berdering membuatnya terganggu dengan berbagai Notifikasi di kepalanya.


Kenzie tersenyum saat menyentuh gagang pedang. Dia sepertinya sangat menyukai pedang Bulan Sabit yang di berikan oleh Liyura. Itu membuat hatinya menghangat, dia terbiasa menerima segala penderitaan, namun tidak terpikirkan sebelumnya jika dia dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan yang biasanya tidak pernah dan tidak ia impikan sebelumnya.


Bagaimanapun juga, hidup akan terus bergulir, namun, ingatlah jika terkadang hidup tidaklah hanya memiliki suatu penderitaan dan kebahagiaan setiap saat.

__ADS_1


__ADS_2