Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 31 Lembah Wisteria


__ADS_3

Sekitar satu jam mereka berjalan sambil menebas para Vampir, akhirnya mereka sampai.


Lembah Wisteria memiliki aura menenangkan menurut Liyura jika di lihat bunga berwarna ungu muda yang begitu indah di sekeliling tempat membuatnya merasa rileks.


Liyura dan dua orang lainnya masuk melalui gerbang tinggi yang membatasi daerah luar Lembah dengan kediaman para Pemburu Vampir---Castle Kuno.


Liyura masuk dan di sambut dengan para pelayan laki-laki maupun perempuan yang bergerak hormat pada kedua orang di depannya.


Liyura tidak memedulikannya dan memilih terus berjalan mengekor.


Mereka melangkah ke sebuah ruangan di dalam Castle yang sangat megah dan cocok di tinggali oleh bangsawan daripada seperti organisasi Pemburu Vampir.


Mereka menghentikan langkah ketika sampai di dalam ruangan bertema kerajaan kuno seperti namanya dan Liyura melihat 3 orang lainnya di dalam.


"Ray dan Rachel dari mana kalian?"


"Yah, kami dari Kota Guren karena di sana tersebar informasi Vampir yang sering memburu manusia."


Jawab Rachel sedangkan Ray hanya acuh tak acuh dan langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan.


"Eh, Rachel kau membawa siapa?"


"Ohh, entahlah dia ada bersama Vampir yang terbunuh saat kami menemukannya dan dia bilang jika dia punya informasi mengenai Vampir?"


"Siapa dia?"


Yang lainnya mulai berbisik-bisik hingga salah satu dari mereka menyuruh yang lainnya diam.


"Nah, sekarang jelaskan siapa dirimu!"


"Aku hanya seorang petualang, aku bukan bagian dari kalian dan juga bukan Vampir, aku hamya membunuh Vampir yang menyakiti manusia."


"Kau punya informasi apa?"


"Aku tidak tau ini penting apa tidak tapi aku akan mencari Nuzan Kyoro."


"Nozan Kyoro?!"

__ADS_1


Mereka semua tersebut dengan nama yang di lontarkan oleh Liyura.


"Katakan saja! Dia adalah Vampir yang sudah membunuh banyak sekali manusia dan dialah dalang di balik manusia dapat berubah menjadi Vampir!"


"Aku akan mencarinya sendiri. Jika kalian memang ingin tahu, dia ada di Lembah Malam tepatnya di Rumah Labirin."


"Kami tidak akan menghentikanmu karena kau bukanlah bagian dari kami, kau harus menanggung risikomu sendiri."


Liyura mengangguk, "Kuharap kita tidak bertemu lagi."


Tatapan mata Liyura terlihat berbeda membuat ruangan itu terasa suram oleh tekanan yang dikeluarkan olehnya.


Keringat dingin mengucur di dahi semua orang yang ada di dalamnya. Bisa di bilang mereka semua adalah Pemburu Vampir terbaik karena keahlian mereka yang sangat hebat dalam membasmi Vampir yang terkuat sekalipun.


Liyura melesat keluar dan pergi begitu saja dari dalam ruangan tanpa ada yang menghentikannya.


Setelah Liyura keluar, hening beberapa saat sebelum. mereka semua menghela nafas lega seakan beban berat yang menimpa pundak mereka menjadi hilang.


"Tekanan macam apa itu?! Dia tidak mungkin orang biasa. Orang seperti dia kenapa tidak bergabung dengan kita? Bahkan yang terkuat diantara kita juga merinding."


Kata seseorang berambut putih pada Ray dengan wajah setengah pucat saat Liyura mengeluarkan tekanan yang dahsyat.


Rachel bersikeras hingga dia ikut keluar ruangan. Dia mencari keberadaan Liyura di sekitaran Castle dan berhasil menemukannya duduk di bawah pohon Wisteria dan sedang memandangi kelopak bunga ungu muda yang berjatuhan dengan indahnya sampai mendarat di telapak tangannya.


Liyura menatap Rachel saat dia merasakan kehadiarannya. Tatapan Liyura begitu waspada karena dia memang tidak mau mengambil risiko mempercayai siapapun.


Rachel hanya diam dan akhirnya memilih menghampirinya. Dia ikut duduk bersama Liyura dan juga ikutan memandang bunga wisteria.


"Kau tahu? Bunga Wisteria adalah penangkal roh jahat maupun hal yang negatif. Untuk itulah para Vampir sangat takut dengan bunga ini karena ini sama saja seperti mereka terkena matahari saat pagi maupun siang."


Liyura mengedarkan pandangannya ke arah Rachel yang terus memandang ke kelopak bunga ungu muda yang ada di telapak tangan gadis itu.


"Dan yah, aku sangat ingin mengakhiri pertarungan antara Vampir maupun manusia karena aku sudah sangat bosan. Kami sudah bertempur sudah lebih dari 2 abad dan beberapa generasi yang melanjutkan pertarungannya ketika mereka gugur."


"Jadi apa itu ada hubungannya dengan Nuzan?"


"Yah, karena mungkin dialah yang memulai perang berkepanjangan ini."

__ADS_1


"Maksudmu dia hidup selama hampir 2 abad?"


Rachel mengangguk, "Namanya tidak pernah berubah dari yang pernah di ceritakan. Vampir memang berumur panjang dan tidak akan pernah menua."


Liyura memgangguk-anggukkan kepalanya. Vampir ini memang mirip dengan cerita yang ada di Real World. Dia menjadi semakin ingin bertemu dengan Nuzan Kyoro ini.


Liyura sedikit bingung, kenapa di benua ini semuanya sama seperti di Jepang, pakaian mereka pun sama yaitu Kimono.


Liyura sedikit pusing memikirkannya yang terpenting dia harus secepatnya pergi ke lembah malam dan harus bertemu Nuzan Kyoro ini bagaimana pun caranya agar dia dapat mengembalikan Naomi---Adik dari Ryan berubah kembali menjadi manusia.


--


Malam pun tiba, Liyura tidak punya pilihan selain menginap di kediaman Rachel untuk sementara di Castle Kuno ini.


Dia dipersilahkan tidur di kamar yang cukup besar dan nyaman untuk ditinggali.


Liyura berpikir jika dia tidak akan tidur, meskipun fisiknya adalah seorang manusia tapi dia bukanlah manusia sungguhan.


Bisa dibilang dia mempunyai kekuatan yang sama dengan Pemburu Vampir karena dia adalah seorang Player.


Omong-omong soal Player, apa hanya dirinya di sini yang datang dari dunia lain? Apa di sini memanglah tetap di area dunia Chronicle Online?


Liyura menghela nafas dan bergerak membuka jendela kamar yang tepatnya kamarnya berada di lantai dua.


Saat membuka jendela, dia merasakan angin semilir masuk melaui ceah-celah jubah hitamnya. Yap, dia mulai tadi sama sekali tidak menunjukkan wajahnya pada siapapun.


Liyura akhirnya memilih untuk membuka tudungnya di bagian kepala hingga wajah cantiknya terlihat.


Liyura merasakan perasaan yang teramat dingin pada wajahnya saat bersentuhan dengan angin yang seakan menusuk kulitnya yang putih cemerlang.


Liyura menatap angit dan bulan yang ada di hadapannya, dekat tapi jauh. Dia dapat merasakan kerinduan lagi pada ayah dan kakak-kakaknya. Salju yang turun malam itu membuat dirinya seakan mengingat kembali memori saat di Real World.


Liyura tersenyum pahit mengingat betapa buruknya perlakuan ayahnya dulu padanya.


Saat Liyura terbenam dengan pikiran tentang Real World, dia tiba-tiba tersentak kaget saat merasakan aura pembunuh yang begitu pekat.


Liyura mengedarkan sekitar, berusaha mencari siapa yang memata-matai Castle Kuno. Anehnya dengan teliti sekalipun, gadis itu tidak dapat menemukannya hingga aura pekat itu menghilang dengan sendirinya menandakan jika pemilik auranya telah pergi.

__ADS_1


Liyura memilih tidur untuk menemui yang lainnya di Magic Forest. Sebelum itu, dia menutup jendelanya kembali dan melapisinya dengan tirai agar suasana malam tidak terlihat.


Liyura berbaring dan menarik selimut hingga menutupi seluruh dirinya dan memejamkan mata ke alam batinnya yang merupakan tempat tanda segel.


__ADS_2