
Saat siang telah datang di Magic Forest, saat itulah semuanya telah bersiap untuk keluar dari Dunia Segel tersebut. Liyura juga telah bersiap untuk keluar dan menyambut Dimensi Vampir.
Erza dan Celine juga terlihat telah bangun dari tidur mereka. Sedangkan Aver, Ares, dan Eden sedang memyiapkan sesuatu untuk membuat mereka dapat bertahan dengan oksigen yang ada dalam Dimensi Vampir.
Lain lagi dengan Kei dan Ryan yang terlihat sama-sama merawat adik perempuan mereka. Liyura menatap ke-semuanya termasuk Kenzie yang masih terdiam dengan pandangan kosongnya. Juga Vyone yang terlihat berada di samping dirinya yang sedang duduk dengan bosan.
"Situasi macam apa ini?"
Saat setelah Liyura mengatakan itu, Aver, Ares, serta Eden terlihat telah menemukan sesuatu yang dapat membuat mereka bertahan di Dimensi Vampir.
Mereka bertiga langsung membuat semuanya berkumpul mengelilingi ketiganya, termasuk Liyura.
"Jadi, jika kalian akan berangkat ke Dimensi Vampir, maka kalian harus meminum ramuan ini."
Aver memperlihatkan sebuah ramuan atau sejenis Potion berwarna merah. Mereka semuanya terlihat terdiam, menunggu untuk Aver menjelaskannya lebih detail.
"Ramuan ini akan membuat kalian dapat menghirup oksigen di Demensi Vampir, karena di dalam ramuan ini aku mengambil sampel dari Vyone, maka kalian akan merasakan menjadi Vampir sejenak. Ramuan ini hanya berefek sekitar 1 minggu saja. Bedanya, Dimensi Vampir dengan di dunia luar hanya terpaut sedikit saja. Seperti saat di dunia luar sekarang ini sudah berlangsung selama 1 hari, namun ketika di Dimensi Vampir, di dunia itu telah berlangsung selama 1 minggu."
Aver melihat semuanya yang terlihat mengerti sebagian. Terkecuali Celine dan Kei yang mendengarnya. Untuk Ryan dan Liyura serta Erza, tentu mereka sangat mengerti tentang penjelasan Aver.
"Jadi, bagi yang ingin bertarung dengan Vampir, kalian kuanjurkan untuk meminumnya, terutama kau Ryan. Lalu, untuk Liyura, dia tidak usah meminumnya."
Perhatian semuanya menatap ke arah Liyura. Termasuk Vyone dan Kenzie yang tadinya sama-sama terlihat diam.
"Liyura adalah suatu kasus yang istimewa membuatnya dapat menghirup semua oksigen di setiap Dimensi. Itu karena, di dalam dirinya bukanlah sesuatu yang sembarangan. Bahkan aku masih belum mengetahui dia termasuk dalam Ras mana."
Perkataan Aver membuat Liyura terdiam. Dia memang pantas di curigai namun saat ini dalah saat yang terlambat untuk mencurigainya. Apa mingkin dia dapat menghirup oksigen di dalam Dimensi Vampir adalah karena dirinya seorang Player?
"Baiklah kalau begitu, kalian yang ingin bertarung dengan Vampir dapat maju dan mengambil ramuan ini."
Aver menunggu, sesaat setelah keheningan yang sebentar Ryan, Celine, Erza, dan Arend terlihat maju. Lebih tepatnya semuanya maju, kecuali Liyura, Vyone, dan Kenzie yang masih terdiam.
Sesaat setelah itu, Aver memberikan ramuannya masing-masing dan mereka meminumnya tanpa ada rasa curiga sedikitpun. Setelah itu, Liyura keluar terlebih dahulu dari Dunia Segelnya dan berada di Dimensi Vampir, lebih tepatnya tepat di tempat mereka berhasil membuka Portal tanpa mengorbankan Kenzie.
Setelah itu, Liyura memfokuskan pikirannya untuk mengeluarkan semua penghuni Magic Forest kecuali Aver, Ares, Eden, Kei, dua adiknya, dan para Magic Animal.
__ADS_1
Tanda di dahi Liyura kembali bersinar dan mengeluarkan 6 orang. Saat sinarnya meredup, mereka terlihat berkumpul dan tidak terlihat sekarat seperti sebelumnya karena menghirup oksigen yang ada di Dimensi Vampir.
Ryan terlihat menatap benci pemandangan di depannya. Tempat di mana para Vampir tinggal adalah di sekitar mereka. Tempat yang tandus dan sangat mengerikan. Bahkan Bulannya berwarna merah darah seakan menyala dan mengawasi setiap hal di tanah yang mereka injak.
Tidak ada siapapun di sekitar mereka. Hanya gurun yang tandus tanpa di tumbuhi oleh tumbuhan apapun. Liyura menatap mereka semua, Ryan dengan pandangan yang teramat benci menatap sekitarnya, Celine dengan ekspresi yang sedih seolah mengingat masa lalu kelamnya, Erza dengan ekspresi yang kesal dengan tangan mengepal erat, Arend dengan pandangan yang sulit di artikan menatap sekitar. Lalu, Kenzie dan Vyone saja yang hanya memandang dengan datar.
Liyura juga tidak berekspresi apa-apa. Tapi dia masih punya keinginan untuk menemukan para Jenderal Wisteria dan membuat para Vampir menghilang dari Mozart, bahkan jika bisa, dia juga ingin menghancurkan dimensi sampah ini juga, yang bahkan membuat Liyura seakan ada di luar angkasa dan berada di planet Mars.
"Kita jelajahi seluruh tempat, dan kita cari inti dari Bunga Wisteria. Pasti Bunga di Lembah Wisteria melemah karena inti dari Bunga itu telah di rebut oleh para Vampir atau lebih tepatnya Vampir Bulan. Kita utamakan inti Bunga Wisteria karena hanya Bunga itu saja yang dapat menjadi kelemahan para Vampir."
Mereka semua setuju dengan perkataan Liyura, lebih tepatnya mereka hanya menyetujuinya tanpa pikir panjang karena di pikiran mereka hanya ada satu pikiran---Membunuh para Vampir sampai ke akar-akarnya.
Liyura mengangguk membuat mereka langsung berpencar kecuali Kenzie dan Vyone yang memang memprioritaskan Liyura karena Liyura adalah Master mereka.
"Kalian cari bersamaku. Jika kalian menemukan sesuatu, beritahu aku dengan Mindlink."
Mindlink adalah telepati, namun para Vampir menamakan itu adalah Mindlink, berkomunikasi di dalam pikiran. Mungkin seperti saat kita menelfon tapi tanpa menggunakan perantara khusus seperti telefon. Karena mereka---Kenzie dan Vyone telah terhubung dengan Liyura melalui darah gadis itu membuat mereka dapat berbagi perasaan dan dapat berkomunikasi melalui pikiran.
Tapi, kekurangan dari Vampir yang menjadi Slave adalah, kehilangan ingatan masa lalunya, kehilangan perasaannya, dan juga kehilangan rasa mencintai diri sendiri karena yang paling penting bagi mereka adalah Masternya. Mereka dapat melakukan apapun yang Masternya perintahkan, tanpa terkecuali, bahkan membunuh sekalipun.
Mereka---Vampir yang menjadi Slave memang tidak lebih dari budak, namun pemikiran Liyura berbeda dari siapapun. Gadis itu tidak pernah menganggap siapapun adalah budak, dia sangat membenci jika dirinya mengekang seseorang maupun banyak orang hanya karena terikat dengannya seperti hubungannya dengan Kenzie dan Vyone.
Liyura menuntut mereka untuk bebas melakukan apapun, dia sama sekali tidak berani untuk mengekang kebebasan seseorang karena hal itu adalah sesuatu yang paling di hindarinya.
Liyura terlihat berlari ke arah yang berlawanan dengan Ryan, Arend, Celine, serta Erza yang berlari berpencar ke segala arah untuk memperluas pencarian mereka tentang keberadaan para Vampir.
Sedangkan Liyura lebih memprioritaskan untuk mencari inti Bunga Wisteria yang di katakan Vyone melalui teka-tekinya untuk menemukan keberadaan Jenderal.
Sampai sekarang, bagaimana cara para Jenderal dapat tertangkap dengan mudah serta Zayn sekalipun adalah hal yang masih misteri. Tapi Liyura yakin jika ada seseorang yang memjadi Penghianat dan malah berpihak pada Vampir.
Liyura mencari ke segala arah, kemanapun itu yang terpenting dirinya menemukan sesuatu yang menarik dan mencurigakan. Liyura memberi kode pada Kenzie dan Vyone untuk berpencar agar memperluas pencarian.
Liyura berlari lebih cepat setelah Kenzie dan Vyone berlari ke arah yang berlawanan. Liyura berharap menemukan sesuatu.
***
__ADS_1
Sedangkan Ryan dan Arend terlihat bersama-sama berlari ke arah yang tidak di ketahui. Mereka melihat sekitar dan mengidentifikasinya untuk menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Ryan menggunakan Sihir pelacak yang baru ia pelajari dari Aver saat berlatih kemarin, lebih tepatnya belajar untuk mengembangkan Sihirnya menjadi lebih efisien untuk menemukan sesuatu. Ryan mengucapkan mantra dengan cepat hingga tangannya bersinar terang dan menyilaukan hingga cahaya itu pecah dan terbang ke segala arah dengan bentuk molekul.
"Semoga Sihirku dapat menemukan sesuatu."
Arend terlihat merubah wujudnya menjadi Elang Harpa yang sangat besar, bahkan lebih besar dari wujud Evol karena dia adalah Raja dari Ras Elang Harpa tersebut.
Ryan yang melihatnya menjadi tercengang. Dia menatap takjub wujud Arend yang agung dan terlihat angkuh.
"Naik cepat. Kita akan terbang dan mencarinya dari atas."
Ryan segera saja naik ke punggung Arend dengan menaiki sayapnya yang menurun hingga menjuntai ke tanah tandus di kaki pemuda itu. Ryan naik dengan perlahan dan memegangi bulu-bulu halus tubuh Arend yang sangat panjang karena wujudnya yang besar.
Ryan terlihat menutup matanya saat Arend mengepakkan sayapnya secara perlahan membuat angin-angin kecil tercipta dari kepakannya tersebut. Saat Arend telah berada di atas langit, Ryan memberanikan diri untuk membuka matanya.
Pemandangan di bawahnya terlihat sangat menbjubkan. Namun juga mengerikan karena tanah yang tandus tanpa tumbuhan sedikitpun. Arend melihat dan mencari dengan Mata Naga nya yang dapat mendeteksi sekitar dengan lebih fokus daripada mata makhluk biasa.
Ryan merasakan sesuatu saat Sihir Pelacak yang terhubung dengannya menemukan sesuatu. Arend akhirnya terbang mengikuti jejak yang di tunjukkan Ryan menuju Sihir Pelacaknya.
Saat mereka sampai, Ryan melihat sesuatu. Yaitu sebuah inti dari Bunga Wisteria. Arend yang menyadarinya segera terbelalak dan takjub.
"Ini! Bukankah ini adalah inti dari Bunga Wisteria?"
Arend terlihat tercengang dan melongo menatap pohon Bunga ungu yang ada di hadapannya, yang bersinar terang benderang bagaikan Matahari yang menyinari Bumi.
Sedangkan Ryan segera saja mengucapkan sebuah mantra pemanggil pada yang lainnya untuk menemuinya di bawah inti pohon Wisteria itu.
"Arend, jangan kemana-mana. Aku yakin Nona Liyura dan yang lainnya akan kemari saat menyadari Sihirku."
Arend hanya mengangguk, dia terlihat tersenyum dalam wujud Burung Elang Harpanya saat mengetahui jika Ryan telah berkembang banyak akhir-akhir ini. Yang artinya, pemuda berumur 14 tahun itu benar-benar menyiapkan kekuatannya untuk melawan para Vampir untuk membalas dendam.
Akhirnya, kembali pada Liyura, saat dirinya sedang mencari sesuatu, dia melihat Sihir Ryan yang berupa cahaya putih kecil menghampirinya dan menunjukkan jalan menuju tempat Ryan berada. Bukan hanya Liyura saja, Kenzie, Vyone, Erza, dan Celine juga mulai mengikuti cahaya putih kecil yaitu Sihir milik Ryan.
Bisa di bilang, saat melihat hal itu mereka menemukan kepastian dan pikiran yang sama bahwa pemuda itu menemukan sesuatu yang mereka cari lebih dulu.
__ADS_1