
Liyura terlihat melesat dengan kecepatan yang secepat kilat dalam hitungan detik saja. Saat telah lama berlari dan tidak ingin mengurangi jumlah HP nya lebih banyak, dia segera berhenti dan melihat sekelilingnya yang ternyata di sebuah Hutan.
"Ini dimana?"
Liyura terlihat tidak peduli dan langsung mengeluarkan separuh jumlah Magic Animal dalam Dunia Segelnya dan 3 Pengikutnya.
"Aver, Ares, dan Eden serta yang lainnya, aku meminta bantuan kalian untuk mencari Ras Turkien."
Mereka semua mengangguk, karena wajar saja siapapun di Mozart ini pasti mengenal Ras Turkien, terkecuali manusia biasa seperti Ryan awalnya maupun Celine. Mereka semua berpencar meninggalkan Liyura dan 3 Pengikutnya.
"Aver, apa ada satu cara untuk menemukannya lebih cepat?"
Aver menghela nafas, "Kenapa tidak tanyakan saja pada Vampir Bulan Purnama itu? Jika kau ingin mencarinya dengan Sihir, kau bisa mengandalkan diriku."
Liyura akhirnya memilih mengeluarkan Vyone. Vyone terlihat terkejut saat dia telah berada di dunia luar dengan tiba-tiba.
"Kau harus membantu kami mencarinya. Mungkin kau punya suatu petunjuk saat Vampir itu merebutnya darimu."
Vyone terlihat mengangguk, "Baiklah. Sebelum dia merebutnya dariku, dia bilang jika Ras Turkien itu berada di sebuah tempat yang sangat dekat namun juga jauh."
Liyura menaikkan alisnya tinggi, "Dia ada di dalam Portal Sihir ya..."
Liyura menatap Aver dengan mengkode sesuatu dengan pandangan matanya. Aver yang mengerti segera mengiyakan dan memulai mantra khusus dengan bahasa yang tidak semuanya mengerti.
"Duc Exercitum In Magica Portal Ut Quid Nos Quaeritis..!"
Aver mengucap dengan keras hingga sesuatu bercahaya membuat Liyura dan yang lainnya segera menutup mata. Bedanya, Vyone sama sekali tidak merasa tersiksa saat tubuhnya terkena cahaya itu. Berbeda saat dia terkena cahaya matahari.
Saat mereka membuka mata, mereka ada di sebuah taman dengan tebing yang tidak berada jauh dari posisi mereka. Liyura melihat sekeliling dan merasa menginjak sesuatu yang ternyata adalah sebuah bunga yang telah layu.
Mereka berada di antara bunga-bunga berwarna-warni yang sangat cantik. Dengan di bawah mereka terdapat air terjun yang sangat menabjubkan dengan suara yang sangat bergemericik. Liyura merasa tenang berada di sana tapi dia segera tersadar dengan tujuan mereka untuk menemukan satu-satunya Ras yang tersisa dari Ras Turkien.
Aver merasa bingung di sertai yang lainnya. Mereka juga merasa ada di tempat yang sangat asing.
"Ini seperti di Lantai 20. Setahuku, di sana terdapat taman dengan daun dan bunga-bunga yang bermekaran. Tapi tidak mungkin jika kita melompati Lantai sejauh itu."
Aver merasa bingung hingga berpikir keras, "Portal yang menghubungkan kita sebenarnya mengarah ke mana?" Tanya Liyura.
"Seharusnya mengarah ke temat dimana Ras Turkien berada." Jawab Aver.
Vyone tersenyum, "Jadi begitu. Dia sepertinya mendapat bantuan dari seseorang. Jadi dia dapat membawa Ras Turkien itu ke dalam Portal untuk menyembunyikannya. Sepertinya, dia juga berniat untuk melindungi satu-satunya Ras itu."
"Apa maksudmu, Vyone?"
Liyura terlihat penasaran dengan perkataan Vampir itu. Vyone lalu menatapnya dengan tersenyum, seolah menyembunyikan sesuatu dari Liyura.
Vyone menggeleng sebagai jawabannya dan akhirnya menjawab, "Tidak apa. Kita sudah berada di tempat yang tepat."
__ADS_1
Eden terlihat menatap sekeliling diiringi Ares yang diam-diam menggunakan kemampuannya untuk menganalisis sekitar.
"Apakah di sekitar sini ada Ilusi? Aku tidak dapat mendeteksinya."
Ares terlihat frustasi karena baru kali ini kemampuannya tidak bekerja dengan baik. Liyura terlihat merasa aneh dengan sekitarnya. Aver yang mempunyai pikiran yang sama segera saja menggunakan Sihirnya kembali.
"Tunggu Aver. Aku merasakan sesuatu."
Liyura berbalik ke belakang dan melihat Vampir yang sedang membawa seseorang di sampingnya.
"Ketemu."
Vampir itu tersenyum dengan mengerikan. Wajahnya sangat pucat sama seperti Aver, namun bedanya Vampir itu terlihat sangat berantakan dengan rambut hitamnya yang tidak tertata rapi dan pakaiannya yang lusuh.
Saat Liyura melihat seseorang yang di bawanya, Liyura yakin jika seseorang itu adalah orang yang di carinya yaitu---Ras Turkien.
Melihat pemuda itu diikat seperti budak membuat gadis itu marah besar. Rambut pemuda itu begitu berantakan juga namun warna rambutnya berwarna putih. Liyura tidak bisa melihat wajahnya karena pemuda itu menunduk.
Mereka semua berbalik untuk melihat hal yang sama. Eden merasa geli dengan apa yang terjadi di hadapannya membuat dia terlihat menahan tawa. Ares juga bersiap untuk memanggil pasukannya jika perlu. Namun melihat situasi, dia akan menunggu aba-aba dari Liyura terlebih dahulu.
Liyura terlihat terdiam seolah menahan suatu gejolak yang timbul dalam dirinya. Dia mengambil nafas dan menghembuskannya untuk tenang dan mendinginkan kepalanya agar dapat menahan diri untuk tidak membunuh Vampir di hadapannya.
"Serahkan Ras Turkien itu pada kami."
Liyura dengan tanpa basa-basi langsung saja memerintahkan pada Vampir itu untuk memberikan pemuda yang ada di sampingnya.
"Mengapa kau menghianati Ras Vampir, Elder?"
Vyone terlihat menghampirinya namun tangan Liyura berada di hadapannya untuk menahan Vyone mendekat lebih jauh ke arah Vampir itu.
"Dia sudah menjadi bagian dari kami. Dan dia bukan lagi Elder Ras Vampir, tapi salah satu pengikutku."
Mendengar jawaban Liyura, Vampir itu segera menatapnya dengan tatapan amarah.
"Aku merebut Sampah ini agar mereka tidak menemukannya. Tapi kau malah membuat mereka mengetahui keberadaannya. Raja tidak akan terima akan hal ini dan akan menghukummu dengan berat! Jangan sampai kau memberikan Twilight mu pada Sampah ini!"
Liyura segera saja mengeluarkan Aura pembunuh yang di milikinya dalam sekejap membuat Aver dan yang lainnya refleks mundur beberapa langkah untuk menjauh agar tidak terkena dampak Aura tersebut.
"Tidak usah benyak bicara dan serahkan saja Pemuda itu padaku!"
Mendengar perkataan Liyura, pemuda satu-satunya Ras Turkien terlihat mendongak hingga memperlihatkan mata berwarna hijau Zamrud yang indah seperti milik Liyura saat ini.
Saat tatapan mereka bertemu, Liyura tidak bisa menghindari pandangan sedih yang terpancar dari arah pemuda itu membuat Aura pembunuh yang di keluarkanmya tiba-tiba menghilang membuat Aver dan yang lainnya menghela nafas.
Hanya Vyone yang melihat ke arah Vampir daripada melihat pemuda Ras Turkien, "Tidak ada alasan khusus aku berkhianat. Yang pastinya, aku telah memihak hal yang benar. Kehancuran Ras Vampir akan terjadi tidak lama lagi, karena itulah, tidak ada gunanya aku mengabdi lagi pada Raja kita yang kejam itu!"
"Berani-beraninya kau!!"
__ADS_1
Vampir itu melesat secepat kilat ke arah Vyone dengan mencengkeram leher Vampir Bulan Purnama itu dengan kuat. Aver segera melesat ke arah pemuda itu dan menyuruh Liyura memasukkannya ke dalam Dunia Segel.
Namun Liyura saat ini malah mengeluarkan pedang Excalibur dari sarungnya dan menebas Vampir yang mencekik Vyone hingga terangkat ke atas dan tidak menyentuh tanah.
Saat Pedang Excalibur menebasnya, Vampir itu segera melepaskan tautan tangannya pada leher Vyone membuat gadis Vampir itu terbatuk-batuk.
"Kau juga bukan manusia! Kau dari Ras mana, berani ikut campur Ras Vampir!"
Liyura terlihat dengan tatapan datar. Dia tidak terlalu mempedulikan identitas dirinya sekarang, yang terpenting adalah membunuh Vampir yang ada di hadapannya.
Namun saat melihat tatapan Vyone yang seolah tanpa ekspresi membuatnya semakin bertanya-tanya apa yang ada di pikirkan Vampir Bulan Purnama itu sebenarnya.
Sejurus kemudian, Vyone melihat ke arah Liyura membuat Liyura juga balik menatapnya, "Serahkan dia padaku, bawa saja pemuda itu. Nanti aku akan memberikan Twilight ku padanya."
Liyura merasa yakin dengan perkataan dan keputusan Vyone membuatnya langsung menghampiri Aver yang telah berada di dekat pemuda itu.
Saat Liyura berada di hadapannya, gadis itu berjongkok di hadapan pemuda tersebut. Saat merasakan ada seseorang di hadapannya, pemuda itu mendongak kembali untuk melihat.
Saat melihat Liyura lebih dekat, pemuda itu membulatkan mata. Dia seperti melihat cahaya karena wajah putih dan rambut pirang milik Liyura. Serta tatapan mata hijau lembutnya yang sama seperti warna matanya.
"Mulai sekarang, kau juga adalah pengikutku."
Pemuda itu merasakan aliran Mana yang sangat tenang membuatnya merasa bebannya terangkat dan kesedihannya menjadi ketenangan yang membuat jantungnya berdetak dengan normal.
"Siapa kamu?"
Liyura mendengar gumaman pemuda itu meskipun terdengar sangat kecil, suaranya sangat terdengar jelas bagi Liyura.
"Namaku Liyura. Terima kasih karena kau sudah berjuang sejauh ini sampai aku datang. Sekarang, aku janji tidak akan pernah memberimu penderitaan ini lagi. Maka ikutlah denganku, ayo kita melangkah bersama menuju masa depan yang pernah kau impikan sebelumnya."
Liyura tersenyum dan mengulurkan tangan sesaat setelah dia melepaskan rantai yang terkait dengan tubuh pemuda itu hingga membuat kulitnya penuh dengan bekas rantai yang terlilit itu.
Aver dengan sekejap menutupi tubuh pemuda yang bertelanjang dada itu dengan jubahnya. Pemuda itu dengan perlahan menyambut uluran tangan Liyura.
Setelah itu, Ryan dan yang lainnya terlihat seperti telah berteleportasi seperti mereka tadi. Ryan pun terlihat kecewa karena Liyura menemukan Ras Turkien lebih cepat daripada mereka.
Ryan dan Arend terlihat menghampiri Liyura dan pemuda yang saling berpegangan tangan.
"Ini tidak adil. Padahal aku ingin membuktikan pada Nona jika aku juga bisa menemukannya."
Liyura yang mendengarnya menjadi tersenyum, terkadang, dia memikirkan sifat Ryan seperti anak kecil saat bersamanya, padahal dulunya ia menganggap Ryan sangat misterius dan seolah menyimpan suatu rahasia kelam darinya.
Namun saat ada banyak momen-momen yang mereka jalani akhir-akhir ini membuat Ryan berubah menjadi dirinya yang dulu lagi dan terlihat berubah menjadi sosok yang periang seperti sebelum Vampir membuat suatu tragedi.
Pemuda itu berdiri dan menarik tangan Liyura dengan lembut. Saat berdiri, ternyata tinggi pemuda itu melebihi tinggi Liyura membuat gadis itu yakin jika pemuda itu berumur 17 tahun seperti apa yang di katakan oleh Vyone yang masih bersitegang dengan Vampir itu tanpa menyadari situasi.
Mereka akhirnya membantu Vyone menyelesaikan masalah dengan Vampir tersebut agar mereka dapat keluar lebih cepat dari dalam Portal Sihir.
__ADS_1
Suatu hal yang membuat Liyura sangat penasaran adalah, siapa kira-kira yang sangat bodoh dengan bekerja bersama Vampir? Liyura yakin jika seseorang itu adalah seorang Player seperti dirinya yang mungkin ber-Ras Penyihir, Elf, atau Mage? Entahlah...