
Liyura terlihat terkejut melihat pemandangan di depannya. Dia berada di antara tempat duduk penonton yang menyaksikan sesuatu di podium di hadapan mereka---yang sedang melelang beberapa orang, entah itu manusia atau Vampir yang di lelang untuk menjadi budak.
Kenzie dan Vyone terlihat biasa saja, namun Liyura merasa sangat terkejut karena baru pertama kali melihat hal seperti ini.
"Apa... ini adalah Tempat Pelelangan?"
Vyone dan Kenzie serentak mengangguk, mereka menyadari jika di hadapannya memang adalah tempat pelelangan yang menjual manusia atau Vampir dan bahkan Ras lainnya secara ilegal. Dan hal di depannya ini memang adalah hal yang normal.
"Kenzie, analisis sekitar apakah ada hal yang lebih mencurigakan, dan Vyone, ikut aku untuk membuat mereka semua terbebas."
Vyone hanya mengangguk, tapi dia menanyakan sesuatu, "Apakah Master berniat untuk membuat acara pelelangan ini di hancurkan?"
Liyura tersenyum dan mengangguk, "Tidak boleh ada yang memperbudak manusia maupun Vampir dan Ras lainnya, mereka pantas untuk hidup demi hidup mereka sendiri. Bebaskan mereka semua."
Vyone hanya mengangguk dan langsung mengikuti pergerakan Liyura.
"Pertama-tama, kita akan menyamar menjadi seorang pembeli. Meskipun aku tidak tahu apa mata uang di Dimensi Vampir ini, tapi aku akan berusaha menghancurkan acara lelang ini."
Meskipun Liyura tahu jika hal yang akan di lakukannya itu akan membuat pemilik lelang rugi dan akan ada kemungkinan untuk dirinya di targetkan karena menghancurkan acara lelang, gadis itu tidak peduli karena memang itulah yang ia inginkan.
Sekalipun di podium sana yang di lelang adalah Vampir juga, dia akan tetap membebaskannya. Tidak lama setelah itu, Kenzie datang setelah menganalisis sekitarnya dan duduk di kursi penonton seperti pembeli lainnya di samping Liyura dan membisikkan sesuatu di telinga gadis itu.
"Sepertinya bukan hanya ada Vampir dan manusia saja ya yang di lelang. Tapi Kenzie, kita harus menghancurkan acara lelang ilegal ini. Vampir yang menghadiri acara lelang ini tidak boleh ada yang lolos dari kematian satupun. Mereka harus membayar karena telah membuat manusia di bunuh dan di jadikan budak seperti yang ada di depan podium."
Kenzie mengangguk, keinginan Liyura adalah perintah bagi pemuda itu.
"Vyone, kau tahu apa mata uang di Ras Vampir?"
Vyone mengangguk, "Mata uangnya adalah Batu Spirit. Tapi jika Master tidak punya, Master dapat menggunakan 1 Silver Dice, itu akan setara dengan 1 manusia yang paling berharga di lelang ini. Atau juga bisa dengan mata uang Gold."
Liyura tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, manusia hanya seharga 1 Silver Dice di mata para Vampir S*****n ini.
"Baik, aku punya beberapa dan mungkin bisa di bilang banyak, kalau begitu, kita beli saja semuanya dan buat keributan di tempat lelang ini. Aku tidak peduli jika tindakanku terburu-buru, toh kita ke sini memang untuk membasmi para Vampir dan menemukan para Jenderal Wisteria."
Liyura mengeluarkan 1 Blue Dice dari System Roomnya. Meskipun System Alpha masih tidak aktif seperti sebelumnya, dia ternyata masih dapat mempergunakan System Room dan juga Dice maupun Uang di statusnya.
"Beli mereka semua dengan ini. Carilah yang terbaik, lalu setelah mereka di serahkan, hancurkan serata dengan tanah tempat ini dengan kemampuan kalian."
Kenzie dan Vyone mengangguk, aura Vampir yang di miliki oleh keduanya aktif saat menerima perintah pertama dari Liyura sebagai Master mereka.
Vyone berpindah tempat duduk ke depan untuk melihat dan memilih manusia atau Vampir yang terbaik bersama Kenzie.
Vyone melihat ke arah sekitar dengan mengandalkan indra pendengaran dan penglihatan tajamnya sebagai Vampir. Dia melihat dengan teliti setiap manusia dan Vampir yang di lelang.
"Baiklah seperti yang kalian tunggu-tunggu, sekarang adalah pemilihan budak yang terbaik yang di miliki oleh kami. Dan sambutlah makhluk setengah Vampir dan setengah Nephilim ini!"
Seseorang membawa paksa seorang anak laki-laki yang seumuran dengan Ryan. Sekitar masih berumur 15 tahun sedangkan Ryan masih 14 tahun. Dan anak itu lebih muda satu tahun dari Liyura.
"Lepaskan!"
Anak itu berontak sedemikian rupa hingga saat dia menyadari berada di podium, dirinya langsung terdiam. Anak itu memiliki mata merah yang jernih seperti Vampir namun yang membedakannya dengan Vampir lainnya adalah Rambut putihnya seperti Kenzie yang sama persis. Itu karena anak itu sama seperti Kenzie, setengah Ras Turkien dan setengah Ras Vampir.
Tatapan Kenzie terlihat menyala, dia merasakan gejolak aneh saat melihat anak yang lebih muda darinya yang sama-sama memiliki rambut berwarna putih.
Anak itu terikat kuat di pergelangan tangannya dan tiba-tiba saja dia di tampar oleh seseorang yang di bawanya karena tidak bisa diam.
"Kalian para Vampir sangat hina! Kalian melakukan apa saja hanya demi untuk bersenang-senang! Tidak lama lagi, akan ada seseorang yang meluluh-lantakkan Dimensi Vampir karena perbuatan kalian!"
Liyura tersenyum, ternyata ada juga yang waras di Ras Vampir. Vyone yang memperhatikan anak itu segera tertarik, begitupun dengan Kenzie.
"Nah kalau begitu, kami tawarkan anak ini dengan 50 Gold! Atau 20 Batu Spirit!"
__ADS_1
Batu Spirit memiliki perhitungannya sendiri. Batu Spirit memiliki jenisnya sendiri, yaitu Batu Spirit biasa, Batu Spirit Merah, dan Batu Spirit Hitam. Yang di mana Batu Spirit biasanya hanya setara dengan 50 Gold. Lalu Batu Spirit Merah setara dengan 100 Gold atau 1 Silver Dice. lalu, untuk Batu Spirit Hitam setara dengan 1000 Gold atau 1 Blue Dice.
Memang perbedaannya hanya terletak di bagian itu saja. Tapi pembeli di pelelangan ini bebas untuk membayarnya dengan jenis mata uang apapun. Tapi mereka akan sangat menghargai jika pembeli dari lelang membayar dengan Dice dan bukannya Batu Spirit. Karena Batu Spirit sebenarnya tidak terlalu berharga dibandingkan Dice itu sendiri yaitu di sebabkan mereka---para Vampir lebih baik bertransaksi dengan Ras lain daripada Ras nya dan mata uang yang di gunakan biasanya yang paling berharga adalah Dice.
"50 Gold!"
"60 Gold!"
"80 Gold!"
Semua orang menawar dan meneriakkan harga masing-masing untuk dapat membeli seorang anak yang berada di podium yang terlihat terdiam dan terduduk seperti budak.
"100 Gold!"
Vyone meneriakkan harga dengan kencang membuat semuanya menatap ke arahnya. Karena Liyura memberikannya Blue Dice, maka tidak sulit untuk membeli minimal 10 orang atau Vampir bahkan mungkin Ras terbaik yang di lelang. Itu karena 1 Blue Dice setara dengan 1000 Gold atau Batu Spirit Hitam.
Mereka menatap Vyone dan saling berbisik, tidak ada yang menawar lagi. Mereka tidak mau membeli seorang bocah yang bahkan kurang ajar mengatakan sesuatu yang merendahkan mereka seperti tadi.
"Tidak ada yang menawar? Kalau begitu selamat untuk Nona berambut hitam! Dan anak setengah Vampir dan setengah Nephilim terjual dengan 100 Gold!"
Vyone di bawa oleh beberapa pengurus lelang untuk membayar seorang anak yang di lelang tadi. Vyone menatap Kenzie sebelum pergi dan mengkodenya untuk memilih yang selanjutnya.
Kenzie mengangguk dan Vyone pergi. Liyura masih terduduk di bangku penonton dengan bangku di samping kiri kanannya yang kosong.
Vyone di bawa oleh pengurus lelang untuk membayar dan menyerahkan anak laki-laki itu setelah membawanya lagi ke balik tirai di belakang podium.
Vyone membayar dengan 1 Blue Dice di tangannya, dan segera saja Vyone di antar ke ruangan khusus. Saat sampai, Vyone melihat anak yang tadi sedang diikat dengan tali pengekang yang kuat.
"Lepaskan dia."
Vyone memberikan 1 Blue Dicenya dan langsung di tangani kembalian dari 1 Dadu itu. Seseorang yang mengikat anak tadi langsung melepaskan anak itu.
Vyone terlihat mendekati anak tersebut dan menatap wajahnya, "Kau adalah salah satu Ras Turkien, ya kan?"
"Kalau begitu, kau akan menjadi anak yang tepat untuk pengikut Master. Ikut aku sekarang, mulai sekarang, kau akan ikut denganku dan Master."
Anak itu mencoba untuk kabur, namun Vyone segera menarik kerah bajunya dan menatapnya tajam dengan tatapan yang seolah ingin membunuh.
"Jangan coba-coba kabur, atau kubunuh."
Anak itu mengeluarkan keringat dingin. Dia takut dengan sosok Vyone yang tadinya cantik namun berubah menjadi seperti Monster. Setelah anak itu tenang, Vyone tersenyum dan membawanya setelah mendapatkan kembalian dari Vampir karena telah membayar dengan 1 Blue Dice.
Vyone menatap salah seorang pengurus lelang yang ternyata juga adalah Vampir, karena tidak ada orang di manapun dan sekitarnya, dengan sekali tarikan nafas, Vyone menebas leher Vampir itu tiba-tiba tepat di hadapan anak laki-laki itu yang terlihat berekspresi takut melihat Vyone.
"Sudah beres, ayo cepat ikuti aku. Sebelum acara bersenang-senangnya di mulai."
Vyone menyeret anak laki-laki yang lebih rendah tingginya darinya. Anak laki-laki itu menatap takut melihat Vampir yang di tebas oleh Vyone. Darah merah pekat masih mengalir di kepala yang b*****g itu.
Tanpa anak itu ketahui, darah Vampir yang tadinya di tebas oleh Vyone itu telah menodai kakinya yang tanpa alas dan kemeja putih polosnya.
Vyone telah keluar bersama anak itu membuat Liyura tersenyum, dia melihat anak yang di bawa Vyone terlihat takut dan berekspresi syok. Keringat dingin juga mengucur di seluruh wajahnya membuat Liyura bertanya-tanya apa yang di lakukan Vyone sebenarnya?
Lelang tetap di lanjutkan, kali ini Kenzie lah yang memilih siapa yang terbaik dan dapat di beli dengan sisa kembalian Vyone yang sekarang hanya berjumlah 900 Gold.
"Sekarang untuk lelang selanjutnya adalah kami persembahkan Ras Demi-Human! Ras ini sekarang hanya langka saja di Mozart! Karena Ras kita telah membumi-hanguskan Ras mereka! Ras Demi-Human ini adalah Ras Manusia setengah Hewan yang hidup di daratan dengan hutan yang sangat besar. Demi-Human yang kami pilih bukan sembarangan untuk di beli di lelang ini, tapi Ras ini dapat bertarung menggunakan Sihir dan kemampuan membunuhnya seperti Assasssin!"
Seseorang kali ini juga membawa seorang gadis perempuan yang sangat berbeda dengan yang biasanya. Itu mungkin karena Ras Demi-Human memang berbeda dengan manusia karena mereka juga setengah hewan.
Gadis perempuan itu sangat cantik dan seumuran dengan Liyura. Rambutnya berwarna coklat muda terang, namun telinganya terlihat di atas kepalanya, dan bukannya di tempat yang normal dan itupun dengan bentuk seperti telinga Kucing, meskipun gadis itu memang manusia, tapi dia juga punya ekor. Matanya berwarna emas kecoklatan dan hijau seperti kucing biasanya, dengan di tengah bola matanya terlihat runcing dengan garis lurus.
Di jari-jari tangannya terdapat kuku yang panjang, namun menyusut dalam sekejap saat dirinya menatap semua orang yang juga menatapnya di atas podium.
__ADS_1
"Jika kalian tidak percaya, kalian dapat melihat dengan mata kepala kalian sendiri dan lihatlah betapa kuatnya gadis imut di hadapan kalian!"
Seseorang yang memegang benda seperti Mikrofon terlihat mengkode sesuatu pada salah satu pengurus lelang hingga orang tersebut mengeluarkan seekor Serigala dari kandang yang ada di balik tirai podium.
Serigala dengan aktif menyerang gadis ber-Ras Demi-Human dengan agresif. Gadis yang menyadari dirinya dalam bahaya langsung merubah wujudnya dengan bentuk waspada menatap Serigala lapar di hadapannya.
Tidak butuh waktu lama, hingga Serigala menyerang lebih dulu, namun gadis itu mencakar wajah Serigala dengan aktif saat kuku panjang yang dimilikinya menyusut menjadi panjang kembali, ini hanya terjadi saat dirinya dalam kondisi bahaya.
Memang mirip seperti Kucing, bahkan keimutannya juga. Namun saat dia benar-benar serius untuk membunuh, maka tidak ada yang bisa menghentikannya.
Gadis itu hanya dengan kekuatan dan stamina yang dimilikinya dengan segera menendang tubuh Serigala hingga keluar dari garis yang menjadi perbatasan antara podium dan bangku penonton.
Serigala terlihat tidak sadarkan diri seketika hanya karena gadis itu menendangnya, sorakan dari para Vampir menjadi bergemuruh saat melihat dengan mata kepala mereka sendiri gadis itu mengalahkannya dengan mudah.
"Kalau begitu, harganya di mulai 150 Gold!"
Kenzie terlihat tertarik, lagipula gadis itu juga terlihat sangat kuat dan pasti dapat di andalkan.
"150 Gold!"
"160 Gold!"
"190 Gold!"
Semuanya menawar harga masing-masing, namun ada seorang Vampir di antara penonton menawar lebih besar dari harga sebenarnya.
"300 Gold!"
Kenzie terlihat biasa saja. Dia langsung menawar juga.
"400 Gold!"
Semua perhatian teralihkan pada Kenzie. Seorang Vampir yang menawar dengan harga 300 Gold juga menatapnya.
"Jika kau tidak mau memberikannya, kau akan kubunuh! Ini perintah dari Nona Rena!"
Kenzie hanya terdiam. Vampir itu menawar lebih tinggi dari harga yang di tawarkan Kenzie.
"450 Gold!"
Kenzie juga tidak mau kalah, "500 Gold!"
Liyura yang mendengarnya tersenyum, dia sama sekali tidak keberatan dengan harga berapapun, dia masih punya 1 Blue Dice lainnya dan juga 1 Reguler Dice tersisa.
Vampir yang mendengarnya langsung secepat kilat berada di posisi Kenzie duduk dengan kuku panjangnya berada di leher pemuda yang masih tenang itu. Saking cepatnya, kuku panjang Vampir itu mengenai sedikit kulit putih pucat Kenzie hingga darah mengalir.
"Kuperingatkan sekali lagi. Berhenti menawar."
"600 Gold!"
Kenzie tidak menyerah. Meskipun Vampir itu masih belum menawar lagi, Kenzie meneriakkan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Amarah Vampir yang mengancamnya terasa mencekam. Aura pembunuh dapat di rasakan dari seseorang yang menggunakan topeng itu.
"Kalau begitu, 600 Gold terjual untuk pemuda berambut putih di sana untuk Ras Demi-Human!"
Seseorang yang menjadi Host dalam acara lelang ini akhirnya memilih Kenzie menjadi pemenang lelang untuk membeli gadis ber-Ras Demi-Human.
Vampir yang mendengarnya langsung marah, dia menebas Kenzie namun hanya dengan lirikan tajamnya, Vampir itu tiba-tiba terhempas begitu saja.
Liyura mendapat tontonan yang menarik, tidak berniat untuk ikut campur dan hanya duduk manis saja. Dia sangat penasaran dengan kemampuan Kenzie. Vyone dan anak laki-laki yang duduk di samping kiri dan kanan Liyura juga merasa penasaran dengan kemampuan Kenzie.
__ADS_1
Kenzie menatap dengan pandangan tajamnya ke arah Vampir yang memakai topeng yang menutupi setengah wajahnya itu, bisa di bilang hanya menutupi matanya saja.
Pengurus lelang membawa Kenzie untuk membayar hasil pembeliannya untuk gadis ber-Ras Demi-Human.