Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 41 Kekuatan Absolut


__ADS_3

Qin terdiam saat dia mendengar perkataan Liyura. Pemuda itu melepaskan tautan tangannya pada tubuhnya yang terluka.


"Bukan dari dunia ini? Jangan bercanda! Kau tidak akan bisa membohongiku! Pedang itu! Pastilah pedang pusaka! Atau pedang yang diberikan oleh para Merpati itu!" Kata Qin sambio menunjuk pedang emas atau pedang Exacibur milik Liyura.


Liyura yang mendengarnya mendengus, "Terserah apa yang ingin kau katakan. Aku juga tidak akan peduli, karena perkataanku ini memang benar adanya."


Qin memandang Liyura lekat, "Kau menarik, aku berjanji tidak akan melepaskanmu untuk kuhisap darahmu yang pastinya sangat lezat itu!"


Kali ini, Qin lah yang menyerang Liyura duluan membuat Liyura segera mengntisipasi serangan Vampir itu dengan menghindar dengan cepat.


Liyura akhirnya mundur beberapa langkah saat dia herhasil menghindar dari serangan Qin.


"Kau boleh mencobanya! Tapi aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi padaku!"


Liyura menatap Qin sekali lagi. Sedangkan pemuda itu juga balas menatap Liyura. Hening sesaat, sebelum Qin tertawa.


"Baiklah, aku akan membunuhmu di sini dan akan menghisap darahmu itu!"


Meski sesaat, Liyura melihat mata Qin yang berwarna merah pekat itu terlihat bersinar membara. Liyura tidak mempedulikannya dan segera mempersiapkan kuda-kudanya lagi.


"Aku merasa jijik dengan Vampir itu, Liyura! Biarkan aku melawannya! Kau bisa membantu Evol dan yang lainnya untuk menghadapi Manusia Kelelawar!"


Suara Eden menggema di telinganya, dia sebenarnya tidak mau membiarkan Qin lolos kali ini. Dia sebenarnya juga ingin mengalahkan Vampir itu dengan tangannya sendiri. Tapi apa boleh buat, Evol dan yang lainnya pasti membutuhkan dirinya.


Liyura menutup matanya dan menggunakan tenik pikirannya untuk mengirim Eden ke dunia luar.


Qin yang melihat kesempatan itu tentu tidak menyia-nyiakannya. Dia berlari melesat dengan kecepatan Vampirnya hingga tidak membutuhkan beberapa lama untuk sampai di posisi Liyura.


Tapi, hal yang membuatnya kaget terjadi, Qin terpental kembali ke belakang hingga menimbulkan dirinya kehilangan keseimbangan dan jatuh berlutut di tanah akibat dari cahaya emas meledak dari diri Liyura yang akhirnya memunculkan Eden dengan senjatanya, yaitu pedang berwarna abu-abu yang sangat kelabu.


Liyura membuka kembali matanya saat dia berhasil mengirim Eden ke dunia luar. Liyura melihat ke arah Eden yang sekarang menggunakan Equip tempurnya yang lengkap.


Ada sesuatu yang membuat Liyura penasaran, yaitu wajah dari Eden yang selalu tertutup rapat oleh tudung hitam yang menutupi seluruh wajahnya.


Liyura mengalihkan pikirannya dan berusaha memikirkan hal lainnya. Dia juga bisa menunda pertanyaannya di lain waktu. Prioritas utamanya sekarang adalah mengalahkan Qin dan antek-anteknya.


Eden terlihat memandang remeh pemuda yang ada di hadapannya. Bagaimana tidak? Seorang remaja akan melawannya yang berumuran lebih dari 10 abad itu.


Eden teringat dengan masa-masa ketika dia selalu maju dalam pertarungan tanpa akhir bersama yang lainnya. Entah sudah berapa lama hal itu terjadi, mungkin sekitar 3 abad yang lalu?

__ADS_1


Eden memandang Qin sekali lagi, "Kau ingin menghisap darah Liyura! Langkahi dulu mayatku! Aku tidak akan membiarkan gadis yang ada di belakangku mati begitu saja sebelum dia mempertemukanku dengan mereka!"


Eden mengeluarkan tekanan yang sangat kuat bahkan Liyura segera mundur akibat tekanan yang menimpa tubuhnya.


Sedangkan Qin yang berlutut sangat terkejut dengan suatu kekuatan abnormal yang menyerangnya.


"I.. Ini adalah kekuatan absolut."


Meski lirih, Qin terlihat gemetar, dia menatap Eden lama, "Siapa? Siapa sebenarmya kau?"


Kali ini Qin tidak memandang Eden, tapi memnadang Liyura dengan pandangan... Takut?


Liyura mengernyit, dia serasa muncul firasat aneh lagi tentang hal ini. Liyura maju 2 langkah hingga dia berdiri tepat di samping kanan Eden.


"Aku sudah mengatakannya padamu bahwa aku bukan dari dunia ini. Dan apa maksudmu kekuatan absolut?"


Liyura tidak tuli rupanya untuk mendengar cicitan kecil yang dikeluarkan oleh Qin. Sedangkan Qin sendiri amat terkejut karena gadis itu dapat mendengar perkataannya yang pasti telah Ia katakan sepelan mungkin.


"Tidak... Tidak! Aku tidak tahu! Jangan tanya aku!"


Liyura semakin mengernyit dengan perkataan Qin. Ada nada ketakutan yang tersirat di dalam perkataan pemuda itu.


"Kekuatan absolut? Kekuatan yang tidak pernah dapat dikalahkan? Kata siapa? Kekuatanku ini sebenarnya sudah melemah sejak 1 abad yang lalu. Kau tahu dari mana mengenai tentang kekuatan ini?"


Qin semakin ketakutan. Dia menggeleng tidak mau menjawab sambil menutup rapat mulutnya dengan satu tangannya agar tidak berbicara.


Selain itu, Liyura juga dapat melihat keringat dingin yang bercucur di sekitar kening Qin. Liyura semakin penasaran dengan tingkah laku aneh pemuda di hadapannya.


"Kekuatan absolut? Aku memahami mengenai kekuatan ini namun aku tidak dapat mendeskripsikannya. Memangnya kenapa kau setakut itu hanya dengan aura?"


Eden malah bertanya lagi seakan tidak melihat kejanggalan pada diri Qin yang berubah sikapnya.


"Diam!!"


Qin akhirnya melesat ke arah Eden dengan kecepatan yang melebihi kecepatannya sebelumnya.


Tapi Eden terlihat biasa saja menanggapinya, bahkan dia terlihat tidak bersiap akan serangan Qin. Eden dengan mudahnya hanya mengibaskan lengannya membuat kekuatan tidak kasat mata menabrak tubuh Qin yang melesat membuat pemuda itu terpental lagi dan bahkan memuntahkan darah segar berwana hitam pekat.


Liyura merasa Deja Vu Melihat darah hitam pekat keluar dari tubuh Qin. Qin terbatuk mengeluarkan darah itu lagi.

__ADS_1


"Pasti dia adalah salah satu dari Vampir Bulan."


Eden terlihat yakin dengan perkataannya membuat Liyura terpikir hal yang sama. Liyura menghampiri Qin dengan langkah santainya dan berlutut di hadapan Qin yang bersimbah darahnya sendiri.


"Katakan apa maksud Kekuatan Absolut yang kau bicarakan. "


Liyura mempunyai suatu sifat, yaitu ketika dia mendengar salah satu hal yang tidak di ketahuinya hingga membuat gadis itu penasaran, dia akan dengan susah payah mencari tahu dan menanyakan pada seseorang yang mengetahuinya tanpa menyerah. Dia sangat tidak suka orang yang tidak berterus terang, dia bisa dibilang memang sedikit bisa melihat ekspresi seseorang yang sesungguhnya karena dia juga menyimpan hal kelam mengenai dirinya.


Qin terlihat tidak mau memgatakannya meskipun gadis itu memaksanya terus- menerus.


Liyura akhirnya memunculkan suatu ramuan yang diberikannya oleh Aver dan meminumkan ramuan itu pada Qin.


Meskipun Qin memberontak, tapi tenaga Liyura lebih kuat dengannya karena jumlah poin Str (Kekuatan fisik) nya yang juga lumayan besar.


Akhirnya ramuan itu dapat di minum juga dengan paksa oleh Qin. Qin terbatuk-batuk kembali.


"Apa yang kau berikan padaku?"


Tidak berselang lama, Qin terbatuk kembali hingga akhirnya tenang. Liyura melihat bola mata Qin meredup dan terlihat sebuah halusinasi di matanya. Saat tenang Liyura menanyakan pertanyaannya lagi yang langsung di jawab begitu saja oleh pemuda itu.


"Apa maksud perkataanmu tentang Kekuatan Absolut?"


"Kekuatan itu hanya sebagai kode sebagai arti ada yang bisa mengimbangi kekuatan tuan Nuzan. Tuan Nuzan bilang jika ada berbagai macam kekuatan absolut yang dapat mengimbangi maupun melebihi kekuatannya. Salah satunya adalah kekuatan aura. Tekanan yang kurasakan tadi tidak salah lagi itu adalah salah satu kekuatan absolut."


"Bagaimana cara seorang Vampir kembali menjadi manusia? "


"Hanya dengan membunuh tuan Nuzan maka Vampir yang dulunya pernah menjadi manusia akan berubah kembali ke wujudnya semula. Tapi untuk mereka yang memang adalah Vampir, sangat sulit untuk mengubah mereka menjadi manusia. Namun, membunuh Tuan Nuzan belum tentu dapat membuat Vampir menjadi manusia kembali."


Sebelum Liyura ingin mengatakan lebih lanjut., Qin segera menutup mulutnya rapat dan menjauh dari Liyura maupun Eden.


"Kalian! Aku tidak akan memaafkan kalian!"


Siafatnya kembali seperti Qin yang Liyura kenal tadi. Akhirnya pemuda itu menyerang ke arah Liyura tapi Eden mementalkannya kembali hanya dengan kibasan lengannya.


Liyura akhirnya pamit pada Eden untuk menyusul ke posisi Evol dan yang lainnya yang membutuhkan bantuannya.


Eden tidak menjawab tapi dia hanya mengangguk seakan mengatakan jika dia akan mengurus Qin.


Sesuatu yang aneh dari sikap Eden yaitu biasanya dia selalu tertawa dalam beberapa waktu tapi sekarang dia menjadi seseorang yang dingin dari yang humoris.

__ADS_1


Liyura tidak memikirkannya lebih lama dan segera melesat dengan kesepatan cahaya menuju posisi Evol, Ryan, serta Zayn.


__ADS_2