Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 97 Pengikut Baru


__ADS_3

Amon dan Fiona terlihat takjub saat melihat sekitar Magic Forest yang sangat indah dengan bermacam tanaman dan Magic Animal. Liyura hanya memandang datar namun dia tersenyum saat beberapa Magic Animal terlihat hormat padanya.


Kenzie dan Vyone terlihat seperti pengawal pribadinya karena berjalan tepat di samping kiri dan kanan gadis itu. Sedangkan Amon dan Fiona berjalan tepat di belakang Liyura yang notabennya sebagai petunjuk jalan menuju Goa dimana Aver dan yang lainnya tinggal.


Saat mereka sampai di mulut Goa, Fiona dan Amon mendengar suara yang ricuh dan berisik dari dalam Goa. Bisa di bilang jika orang yang ada di dalam Goa itu berjumlah lebih dari 3 orang.


Saat masuk dan sampai ke tempat Aver dan yang lainnya berada, Amon dan Fiona terlihat terkejut saat mendengar suara nyaring tiba-tiba yaitu perdebatan Ares dan Eden yang tidak kunjung selesai mengenai nama mereka yang paling keren dan indah.


"Hey! Sudah kubilang namaku yang paling keren dan istimewa! Aku ini Ares! Sang Dewa Perang!"


"Memangnya namamu keren? Namamu tidak se-keren namaku, yaitu Eden!"


"Hah? Memangnya namamu itu keren?!"


"Tentu saja Keren, karena Liyura yang memberikan nama ini!"


Perdebatan panjang menjadi pewarna aktivitas mereka yang tinggal di dalam Goa. Bahkan jika bisa, dua orang itu dapat berdebat dari pagi sampai pagi lagi. Lagipula mereka juga sama seperti Aver yaitu Undead. Jadi mereka tidak punya rasa lelah dan mengantuk.


Mereka menyadari jika Liyura berada di Magic Forest membuat perhatian semuanya teralihkan padanya. Aver yang seperti biasa membaca buku yang telah menguning, menutup buku itu dan menyuruh Liyura duduk.


"Sepertinya kau membawa Pengikut Baru lagi."


Aver menatap Fiona dan Amon dengan intens, sedangkan Kenzie dan Vyone langsung terduduk di lantai Goa yang telah di berikan matras atau sebuah kasur?


"Iya benar. Mereka sebenarnya ku beli dari sebuah lelang di Dimensi Vampir. Aku tidak melihat ada tanda-tanda Ryan dan yang lainnya, mungkin mereka masih menjelajah di Dimensi Vampir di luar sana. Tapi Aver, aku ingin menanyakan sesuatu."


Aver menatap Liyura seolah ingin tahu, "Tanyakan saja."


"Apakah benar jika Dimensi Vampir yang sebenarnya berada di Lantai 40? Dan saat aku berkunjung ke sana, itu hanya Duplikat nya saja? Lalu, jika aku membunuh para Vampir itu, apa mereka tidak sungguh-sungguh mati?"

__ADS_1


Ager menghela nafas, "Sepertinya Kenzie dan Vyone memheritahumu. Baiklah akan kujelaskan." Aver menayap Liyura lekat dan Amon serta Fiona secara bergantian, "Begini Liyura, yang mereka katakan memang benar jika kau hanya berada dalam Duplikat Lantai 40 saja. Namun jika kau membunuh Vampir yang tinggal di dalamnya, sama saja kau juga sudah membunuhnya. Kata 'Duplikat' itu sendiri tidak di ketahui pasti jika salah satunya palsu dan yang satunya asli. Jadi jika kita membunuh atau meniadakan eksistensi salah satu Duplikat, maka Duplikat lainnya juga akan menghilang."


"Oh seperti melempar 2 burung dengan satu batu?"


Aver terlihat berpikir, "Bukan. Bukan seperti itu. Itu beda lagi namanya, jangan tanyakan hal ini lagi, kau hanya harus fokus untuk membunuh dan membasmi Vampir di luar sana lalu menyelamatkan para Jenderal Wisteria seperti rencana awalmu."


Liyura terlihat kecewa, namun dia mengangguk, pemahaman soal Mozart sama sekali tidak bisa di pahaminya dengan logika biasa. Sungguh yang membuat Game Chronicle Online adalah orang yang memiliki pengetahuan yang luas dan memiliki imajinasi yang tinggi?


Aver menatap Fiona dan Amon lagi. Dia meneliti mereka satu persatu.


"Aku baru tahu jika Ras Demi-Human akan dapat se-akrab itu dengan setengah Ras Vampir dan setengah Ras Turkien. Bukankah dulunya mereka saling bermusuhan?"


Memdengar ucapan Aver, Fiona menatap Undead itu.


"Kami bukanlah orang yang akan bermusuhkan hanya karena permusuhan Ras kami. Kami menganggap masing-masing seperti kakak dan adik."


Fiona menjawab sambil menatap Amon, mereka tidak terlihat seperti kakak adik, tapi mereka terlihat sangat akrab padahal tidak butuh waktu yang lama untuk mereka saling kenal.


Aver terdiam. Dia tidak menanggapinya dan hanya bergeming, "Baiklah, kau di terima, lagipula Raja Ras Demi-Human terdahulu memang berhutang banyak padaku. Mendengar kau langsung mengatakan jika semua Ras Demi-Human akan patuh pada kami, kau pasti adalah Tuan Putri dari Ras Demi-Human melihat tingkah lakumu dan juga umurmu aku sudah dapat menebaknya."


Perkataan Aver membuat Fiona merinding. Tapi dia hanya mengangguk, "Aku bukanlah Tuan Putri biasa. Lebih tepatnya seluruh jenis Ras Demi-Human akan tunduk di bawah perintahku selain pada Raja dan Ratu Ras."


Aver hanya mengangguk-anggukkan kepalanya seolah mengerti, "Kalau begitu, kau bukan hanya Putri dari 1 jenis Ras Demi-Human saja, namun adalah Tuan Putri dari Kaisarnya Ras Demi-Human. Bisa di bilang begitu, kan. Tapi karena kalian tidak mau memakai istilah 'Kaisar' maka kalian tetap menamakannya dengan sebutan 'Raja Ras'."


Perkataan Aver sekali lagi membuat Fiona terkejut. Amon terlihat berpikir dan sekaligus takjub dengan sosok Aver. Bahkan Undead itu bukan bagian dari Ras Demi-Human pun tahu tentang sejarah dan seluk-beluk Ras yang bahkan mungkin Fiona pun belum mengetahuinya secara rinci.


"Kami... tidak salah bersumpah setia pada seseorang."


Fiona merasa gemetar saat akhirnya gadis itu menyadari Aura hitam pekat dari Aver yang menandakan dirinya adalah Undead. Tapi bukan hanya itu saja yang membuat Fiona gemetar, tapi saat gadis itu menatap Evol yang terlihat tertidur dengan nyaman di atas batu Goa yang timbul di dinding.

__ADS_1


"Ras Jaquin?!"


Saat menyadari Aura Evol yang sangat murni dan kuat, Fiona langsung menyadarinya dan refleks berteriak sambil mengucapkan dengan keras untuk menggambarkan ke-terkejutannya pada sosok Evol.


"Iya, kau tidak salah lihat. Reaksimu sama seperti Arend ternyata."


Liyura kemudian terlihat takjub membuat Aver menatap aneh, "Akhirnya kau mengakui nama Raja Ras Elang Harpa itu. Sekali-kali ingatlah nama Ares dan Eden juga."


Aver yang menyadarinya saat Liyura menyadarkannya segera menyembunyikan rasa terkejutnya membuat Aver terlihat gugup dan berdehem.


"Hanya refleks ingat saja. Lagipula dia selalu bersama Ryan hingga saat pemuda itu berlatih Sihir denganku, dia selalu bercerita mengenai petualangannya dengan si Elang."


Itulah julukan Aver untuk Arend. Saat mendengar Aver tidak mengucapkan nama nya lagi, Liyura terlihat berdiri dan menghampiri Evol.


Gadis itu sebenarnya tidak tega untuk membangunkan sosok Jaquin yang sangat imut itu saat tertidur, namun tidur terlalu banyak itu tidak baik. Lain hal dengan yang terjadi pada Nica dan Naomi, mungkin mereka tidur lama adalah untuk berproses menjadi Vampir yang tidak meminum darah?


Liyura mengelus puncak kepala Evol seperti induknya saja. Evol yang menyadarinya hanya membuka mata dan terlihat meregangkan otot-otot tubuhnya sambil menatap Liyura.


Liyura yang melihatnya tersenyum sangat senang. Hanya saat bersama Evol saja gadis itu merasakan perasaan yang tenang hingga membuat beban pikirannya menghilang. Liyura pun menyadari jika ukuran tubuh Evol semakin membesar saat dia bertemu dengan Jaquin itu lagi.


Di pikir-pikir, apa yang di lakukan Jaquin itu? Apa hanya dengan tertidur dia dapat memulihkan kekuatan dan dapat menjadikannya seekor Jaquin dewasa lebih cepat?


"Evol, maaf mengganggu tidurmu, aku hanya rindu saja. Aku tidak sabar untuk memulai petualanganku denganmu. Tapi untuk sekarang, kau mungkin hanya akan berdiam diri saja di sini."


Evol hanya mengangguk, dia tidak terlalu mempermasalahkan tentang keberadaan Liyura yang harus bersamanya setiap saat. Lagipula Jaquin itu juga tidak ada niatan untuk pergi ke dunia luar sebelum dia menjadi Jaquin dewasa hingga ia benar-benar tidak hanya di jadikan beban saja tapi Jaquin itu juga bertekad untuk melindungi Liyura seperti gadis itu melindunginya mati-matian saat dirinya masih kecil dan lemah.


Liyura terlihat sangat betah berada dekat dengan Evol. Padahal harus diingatkan jika Liyura sedari awal tidak pernah memelihara satu hewan pun saat di Mozart. Saat tahu rasanya akan membuat dirinya nyaman dan senang, dia pasti akan membeli atau memungut hewan apa saja yang di temukannya.


Sedangkan Fiona yang melihat ke-akraban Evol dan Liyura menjadi lebih gemetar. Dia bertekad untuk tidak menjadikan semua orang atau makhluk di dalam Goa ini sebagai musuhnya, atau Ras Demi-Human hanya akan di kenal sebagai legenda yang tidak pernah ada jika berurusan dengan semua orang yang ada di dalam Goa.

__ADS_1


Benar-benar luar biasa identitas semua orang di dalamnya atau bisa di sebut pengikut Liyura dan bahkan gadis itu sendiri. Fiona menjadi sangat di untungkan jika dia benar-benar bekerja sama dengan Liyura dan membantu penuh segala pekerjaan maupun hal yang di butuhkan gadis itu. Karena yang setahunya, mereka semua yang ada di Goa ini bersama Liyura, tidak pernah sekalipun berkhianat pada gadis itu. Ataupun mencoba berpindah haluan pada musuh karena mereka tidak bodoh untuk menantang hal yang di sebut 'Takdir'.


__ADS_2