
“Ada simfoni-simfoni manis ditawari oleh orang asing berhasil memenangkan kidung, menggeser nama Cantika dalam hati cowok itu.”
📖📖📖
Semenjak berperang dingin oleh diri sendiri, harus bisa konsisten mengenakan jilbab tanpa harus lepas-pakai lagi. Sampai kapan mau belajar untuk mengenal lebih jauh seorang akhwat harus dan kewajiban mereka untuk menutup aurat setelah baliq?
Kan, sangat jelas di pahami Cantika, bolak-balik pergi kajian kok, kenapa harus mendengarkan tausiyah ulang?
Fix. Sudah tidak mengulang kesalahan yang sudah pernah di sampaikan oleh Elvira.
Dalam kelas, kenapa mendadak ada bola-bola mata memberikan lirih. Semakin buat Cantika bingung, ada apa sih dengan mereka berdua itu?
Apa ada rahasia yang di sembunyikan mereka berdua dan ada sangkut pautnya dengan dia? Yang jelas, ada desir paling sesak di hati, saat melihat kepergian keduanya dari kelas.
Sudah kelas tiga smk, masih ada rasa yang sama belum bisa tersingkirkan begitu saja dalam dada. Apalagi mendapatkan satu fakta, mencurigakan, selalu memerhatikan manik mata Cantika penuh khawatir, was-was dan desir.
Why?!
Sangat marah dan greget, gemas sendiri, selalu menyembunyikan hal yang memang ada sangkut pautnya dengan dia.
Satu tahun lalu, duduk di kelas dua smk, “dia bilang saya matre?!” Lantang penuh protes keluar dari bibir Cantika.
Yah. Sebuah fakta telah menyelusupi dalam hati, bahwa beliau mengatakan diri matre hanya dari pengamatan lewat cover, sekedar dengar Randy minta uang pulsa berkali-kali yang belum tentu di kirim ke gadis itu, kan?
Selama tiga minggu, melihat kedua orang itu keluar dengan meninggalkan bekas tatapan gusar campur prihatin ke Cantika.
“Randy selalu ketemu sama pacar barunya,” penuturan Wisnu sukses buat bola mata gadis itu membelalak, kaget.
Oh, yang bilang masih sayang dan lagu favorit selama ini menjadi penghibur saat hati brantakan susah balikan dengan dua puluh empat januari hanya omong kosong!
Sial. Mengumpat dalam hati, benar-benar cowok kurang ajar dan tidak berperasaan sama sekali.
Mana, mana, hah?! Yang mau belajar, fokus sekolah dan mengembalikan nilai-nilai sempat jelek karena pacaran, sekarang justru mencari penawar terbaik, adik kelas.
Pacar baru Randy?
Masih penasaran siapa seorang yang bisa meluluhkan lagi hati sempat terluka panjang itu? Apakah porsi otak terbilang diatas rata-rata isi kepala Cantika, kah?
Eh, sebentar, kenapa yang dicari porsi otak bukan porsi cantik?
Cantika tidak menginginkan ucapan-ucapan sampai dalam telinga yang di sampaikan oleh teman dekat cowok itu di percayai, sekuat apapun berusaha menampik jauh-jauh, fakta menyeruak saat tidak sengaja menemukan ini,
Bagaikan sesuatu yang mengambang di udara. Entah dia akan jatuh di genggaman kita atau akan tetap melayang dan di genggam oleh orang lain bahkan mungkin orang yang pernah memilikinya terdahulu..
Humm.... :”)
__ADS_1
Yah, status milik Cantika Rista.
Ah, menyebalkan sekali kenapa punya mantan pacar mencari nama yang sama membedakan kalimat belakang saja. Tetap, kesal, bukan?
Bisa di artikan oleh gadis itu, kalau Rista, sengaja memakai nama belakang, karena benci dengan nama pacar baru Randy sama dengan namanya. Hah. Gusar campur emosi, serius. Status di facebook itu memiliki arti mendalam, sakit, kecewa, lampiasan yang bahkan Randy masih tidak sadar dan tidak peka?
Ok. Fine, semenjak naik kelas dua smk, sudah memutuskan untuk istiqomah mengenakan jilbab, tak lepas-pakai lagi yang selalu membuat jemari-jemari manis sempat terawat ramah di bingkai dua puluh empat januari, kembali memutar memoar paling menyebalkan di mata Cantika, kesannya berikan harapan untuk balikan yang ternyata sebatas sahabat doang.
“El, kenapa sih semenjak saya pakai jilbab, tuh anak selalu perhatian nggak jelas?! Dulu ke mana, hah?” Kesal Cantika, saat duduk makan di bakso pojok.
“Bagus toh, dia sudah mau nyambung silaturahmi sebagai teman, tapi ingat, eh? Jangan baper dan tetap anggap dia juga sebagai teman.”
Hm. Membuang napas sangat kasar, mengeluarkan dunia maya lalu melemparkan benda pipih tersebut di atas kasur.
Selalu, “El, menurutmu Randy masih sayang nggak sih sama saya?” Pertanyaan ini di ulang-ulang setiap kali ketemu Elvira.
Makasih, Ran, sudah buat saya terluka lagi. Getir Cantika.
Ingatan-ingatan obrolan dengan sahabat sendiri, menyadarkan dia bahwa sebatas mencari teman ngobrol dan Rista sebagai prioritas lebih tinggi dalam hati di banding Cantika sendiri.
Mereka berdua selalu bertemu dalam keadaan sembunyi-sembunyi, supaya tidak ketahuan mantan kekasih.
Lah, apakah Cantika bakal melabrak sambil ngomel panjang saat mempergoki mereka berdua pacaran? BIG NO! Si Randy-nya saja yang terlalu kepedean kebangetan, huh!
Penyebab Cantika tahu mantan kekasihnya sudah memiliki romansa baru, ketika mendapati informasi dari teman sekelas, kalau perempuan itu selalu mengupdate tentang dirinya.
“Randy selalu ketemu pacar barunya,” penuturan Wisnu sukses buat bola mata gadis itu membelalak, kaget.
Yah. Benar saja, ada rasa sakit di balik status yang terbit di media sosial kepunyaan Rista.
Melihat adik kelas XI datang menghampiri Cantika, sedang sibuk mendengarkan lagu sambil menggoyang-goyangkan kepala dengan pelan, setelah mengobrol dengan satu kakak kelas terbilang cuek dan judes. Mengalir begitu saja cerita mengenai dua orang baru-baru ini berpacaran, bisa dengan jelas Cantika menangkap dari sorot mata adik kelasnya itu, sangat senang menceritakan kemajuan hubungan mereka berdua.
Sedikit risi, kenapa juga harus menyampaikan hal tidak penting?
Oh, sekedar mengundang banyak luka dan cemburu, begitu kah. Tidak heran lagi sih. Kebiasaan Vhivi memang, mengorek tuntas hubungan orang lain.
“Katanya sih, Kak Cantika pengen sekali berubah trus ada belajar bicara mau nyamain cara bicara Kak Randy.”
Tolong, jangan sebut nama yang sama dengan gadis itu, apakah tidak bisa menerawang kalau lagi menyimpan luka, bergetir dalam batin, hah?!
Selepas kepergian adik kelasnya itu, membuka aplikasi notes, mencatat setiap luka dirasakan setelah mendengar kebahagiaan mantan kekasih, sudah tidak lagi bergelantungan dalam bayang kenangan dua puluh empat januari.
Bel istirahat berbunyi,
“El, kenapa eh, dia yang sudah buat saya malas belajar bisa dapat nilai bagus, justru dia kebalikannya trus sudah begitu mamanya bilang saya matre segala, dikira saya palak anaknya pulsa kah?” Kesal Cantika, sudah membuka obrolan dengan mengeluh.
__ADS_1
Sudah duduk di kantin panjang dengan menu bakso.
“Tik, please deh, berhenti bicara soal dia lagi. Dan, saya tanya kamu, emang dia ada peduli dengan dua puluh empatnya kalian? Tidak ada, Sayang, dia sudah bahagia sama si Cantika Arista itu!” Ketus Elvira.
Bergetir, sambil melihat kuah bakso dengan tatapan kosong.
Tidak sengaja melihat kontak bbm kepunyaan Elvira, mendadak hilang nafsu makan. Marah, kenapa bisa menutupi itu dari dia?
“Tik?” Elvira bingung, saat melihat temannya sudah berdiri.
“Saya sudah kenyang, makasih eh?” Sambil tersenyum miring, sangat kecewa.
Kadar kepekaan milik perempuan hijabers itu langsung menepuk jidat, “aduh..” Ringisnya pelan.
“Tik, saya bisa jelaskan soal ini?!” Teriak Elvira, berusaha mencegat langkah-langkah panjang sahabatnya berhenti, nihil.
Fokus belajar hanya sebagai alasan supaya Cantika tidak berharap lebih dalam mengulang memori, yang menjadi ketakrelaan adalah Randy mencari pacar baru dengan nama yang sama dengan Cantika.
Jalan lurus, meninggalkan seorang diri di sana, “bodoh amat! Semuanya kenapa pada jahat sih, hah?! Tahu kok, kalau saya ini menyusahkan, beban! Kalau kamu juga merasa di bebani, bilang, biar saya tidak bergantung sama kamu lagi, El!” Di tengah-tengah dia berjalan cepat, berusaha di kejar oleh Elvira, masih saja memuntahkan protes, amarah.
Lagi, trauma mental itu kumat. Dan, tidak terasa mata sudah panas, menahan tangis nyaris meledak begitu saja.
Cantika sadar kok, kalau tidak terlalu pintar dan payah dihandalkan selain menyusahkan sekitar termasuk sahabat sendiri.
Ada air mata yang nyaris tumpah, dada terasa sesak, sakit. Sudah menemukan fakta pacar baru Randy, sekarang sahabat sendiri yang sudah memiliki akun bbm Rista. Menyebalkan, semua pada jahat pada dirinya.
Tadi, tidak sengaja melihat foto profil adik kelas yang nama sama dengannya, cantik. Begitulah.
Entah dari mana rasa cemburu menguar sangat parah, meledak. Padahal sangat tidak memusingkan persoalan paras, namun untuk kali ini terbakar.
Pantas saja menjadikan Randy selalu semangat setiap kali mendengar bel istirahat, ingin bertemu sang pacar baru di kelas yang ditemani oleh Dyka, terkadang sendirian saja.
Gadis itu sempat merasakan gemuruh hebat sebelum tahu kebenaran Randy sudah mempunyai kekasih baru. Serius, sangat cemburu.
Tidak ada lagi bola mata diam-diam mencuri pandang atau lempar senyum ramah, walau sebatas itu sudah cukup mendahagakan hati Cantika.
Namun, semua telah pergi menghilang terutama sahabat, menanggapi sebagai beban, kah?
Sampai di kelas, melihat cowok yang sudah melukai hati kedua kali. Membuang muka dengan kasar dan membenamkan wajah di lengan, tidur salah satu pelarian Cantika yang membuat teman sekelas selalu menanggapi pingsan. []
.
.
Be the way .. Saya sangat rindu suasana kantin sekolah SMK YPKP dan KANJANG yang biasa di bilang kanting panjang juga masakan sering kita numpang makan kala main ke pondok teman dekat sekolah wkwk.
__ADS_1