Cinta Berbekal Matre?

Cinta Berbekal Matre?
Jangan mengulang Nostalgia


__ADS_3

 “Kamu bukan lagi sebuah nada selalu tersumpal favorit di telinga Elvira. Jadi, berhenti mengulang nostalgia.”


  📖📖📖


27 Februari 2017


Banyak kisah manis dan luka. Lebih banyak sih yang luka saat semasa putih abu-abu, begitu suram. Tidak terlalu dinikmati oleh Cantika.


15-05-2015 mungkin adalah angka paling tak terlupakan bagi family multimedia. Dan, ketahuilah walau sudah memiliki sebuah ikatan baru di bangku perkuliahan sejak setahun lalu, 2016. Mereka masih belum tergantikan.


Melihat sebuah karya perdana rilis di buku Mozaik Kata berjudul Pertobatan menjadi ketertarikan sahabat berdarah papua, yang jarang bergabung saat masa sekolah dulu.


“Can..Can, pinjam kah, buat saya pake baca-baca di rumah? Andalan sekali kamu nih, sudah bisa berkarya, sukses trus eh sahabatku?” Seru Vlora, sangat kegirangan.


Itu pun iseng ikut lomba di salah satu poster yang terposting lewat facebook.


“Hm, bawa sudah, tapi awas eh?! Kalau sampe lecet atau kusut nih..beh, lain kali kalau karyaku terbit lagi, tidak bakal kasih pinjam!” Kata Cantika dengan tegas.


Karena soal buku yang bersangkutan dengan novel bukan pelajaran, sangat menjaga sekali, tidak mau sampai rusak sedikit pun.


Hingga detik ini, buku itu belum dikembalikan oleh Vlora.


Sedang nunggu dosen datang ngajar, bahasa inggris. Tidak lama kemudian ada notifikasi dari aplikasi Line masuk di HP-nya.


“Siapa?” Pikir Cantika.


Setelah tahu siapa pengirimnya, hanya berdecak pelan.


Dyka : Cantika, Randy curhat sama saya, tapi mau tanya dulu. Apakah kamu masih ada perasaan kah tidak sama dia? Saya cerita sedikit saja, Randy cemburu kamu foto sama lelaki lain.


Buat apa cemburu coba, dulu waktu di sekolah apa gadis itu tidak sama halnya dengan Randy saat ini, hah. Tidak mengerti apa luka di buat dengan sengaja, ulang-ulang bahkan masih berbekas dalam benak persoalan kejutan di tanggapi sangat bengis.


Sekarang baru mau duduk bincang nostalgia? Yang bahkan selalu memberikan sikah dingin, datar, cuek dalam kelas pun tak tanggung-tanggung melulu memamerkan sebuah kemesraan di dunia maya, hingga saat ini masih belum terlupakan oleh Cantika sendiri.


Please untuk kali ini jangan mengulang nostalgia bersama gadis itu. Sebab, terlalu banyak asa berterbangan lewat tindakan manis apalagi kejutan paling berkesan bagi Cantika semasa sekolah dulu, justru rusak oleh kalimat-kalimat berbalut SMS begitu sadis dari Randy, tak berperasaan.


Luka membekas dalam hati yang di buat oleh Randy begitu dalam. Terutama kejutan perpisahan di birthdays cowok itu yang di tanggapi sangat bengis pun lebih mengutamakan kekasih.


Hm. Kalau di pikir-pikir bukannya Randy sempat mau ketemuan dalam mengembalikan semua pemberian selama berpacaran dan lebih menjaga perasaan Rista? Kenapa sekarang harus mendapatkan sebuah pengakuan cemburu lewat teman dekatnya itu?


Haduh. Sangat mengundang tawa-tawa geli milik Cantika, serius.


Labil kepunyaan cowok itu kenapa tidak mau pergi sih. Susah sekali mengambil keputusan dalam hubungan percintaan, sebenarnya masih sayang gadis itu atau tetap mempertahankan Rista?


Esok hari ..


Masih belum habis pikir, kenapa bisa mendapatkan sebuah chat yang mengatur-ngatur diri tidak boleh berdekatan dengan cowok lain kecuali Randy, hoh siapa bagi Cantika kalau sebatas nostalgia?


Hari ini ada mata kuliah pagi, dengan keadaan mengantuk sudah dapat SMS  dari kakak kelasnya dulu.


Julio : Can, kampus bareng gak?


Tanpa sadar ada kesenangan sendiri, sesosok tanpa permisi menyelusupi dalam hati, ternyata selama bermain-main bersama nestapa semasa sekolah dulu yang dibuat oleh Randy, ada kakak kelas ini menyimpan rasa lewat tindakan-tindakan randomnya.

__ADS_1


Seperti, “oh, Cantika saya lapor Bu Tri eh?! Bolos jamnya ibu lagi!” Padahal waktu itu baru juga selesai dari kamar mandi sudah di ledekin oleh Julio.


Hm. Dasar, kalau mengingat dan mengulang pertemuan tak sengaja mereka itu, cukup mengundang senyam-senyum tak jelas kepunyaan Cantika.


Oh. Menepuk jidat, kenapa terlalu asyik berenang di masa-masa sekolah saat pertemuan random mereka berdua sih?! Bukan kah Julio kalau datang ketika belum janjian sama sekali semalam, sudah buat planning dadakan seperti pagi ini.


Ugh. Pengen sekali cubit tuh ginjalnya. Kebiasaan sekali, suka buat planning dadakan.


Eh, ada bagusnya juga sih, tidak perlu capek-capek mengendarai motor, karena sudah ada yang antar-jemput. Walau sedikit kesal sisi lain senang bisa ngampus bareng.


Cantika : Iya, tapi saya mandi dulu yah.


Ping,


Julio : Oke, saya juga mau sarapan dulu.


Bernapas lega, karena Cantika pikir bakal tergesa-gesa mempersiapkan diri ternyata masih ada ruang untuk tidak mengejar-ngejar waktu, paling benci kalau buat orang lain menunggu tapi kalau sebaliknya?


Mendadak dengan gerakan santai, berubah buru-buru karena cowok itu sudah di depan rumah. Cukup buat Cantika takbir seketika, sangat memacu jantung olahraga pagi-pagi gini yah.


Setelah merasa jilbab sudah rapi, langsung mengunci kamar dan turun ke bawah memakai kaos kaki tak lupa pamit dengan ibunda yang berada dalam dapur.


Menyodorkan masker, “oke, terima kasih. Tunggu sebentar saya pasang masker dulu.” Kata cowok itu.


Hanya mengangguk lalu naik ke atas motor Byson milik Julio. Tidak tahu kenapa bisa sedekat ini dengan kakak kelasnya.


Dalam perjalanan, melihat sebuah headset tersumpal di telinga cowok itu, tidak tahu kenapa ingin sekali membagi cerita mengenai chat kemarin dari teman sekelas mengenai perasaan mantan kekasih yang katanya cemburu dia dekat sama cowok lain.


“Eh, tanya kah, ternyata Randy masih simpan rasa sama saya. Haha, tapi saya sudah move on yah..” Menyampaikan informasi itu dengan tertawa lepas.


Well. Sebelum sedekat ini dengan Julio sempat mengupload salah satu foto dengan kakak tingkatnya di kampus. Tapi, tidak kasih tahu sama sekali mengenai siapa yang ada dalam foto itu.


Tahu, kalau Julio memang terkesan cuek dengan urusan pribadi orang lain sampai ke akar-akarnya.


Kalau mau di bilang, kenapa mengharuskan sebuah cemburu dan overthinking dengan gadis itu yang memang sudah berlabel mantan, apalagi menobatkan cewek matre. Hal apa menjadi spesial setelah mendapatkan pengakuan Randy masih sayang dan cemburu pun tidak di perbolehkan berdekatan dengan cowok lain, selain bukan siapa-siapa lagi kecuali mantan?


Kalau saja masih bergandeng dengan jemari-jemari dua puluh empat januari, fine akan membuat sebuah jarak aksa dengan mereka yang mendekati, namun ini tidak ada hubungan lagi harus kah Cantika menuruti cuma-cuma?


Oh, tidak bisa seperti itu. Sangat egois, serius.


Dan, jujur dulu Randy adalah nada-nada selalu tersumpal favorit di telinga Elvira, walau sering kali mendapati penolakan tegas dari sahabat mengenai rasa harus di buang, tetap mempertahankan nada tersebut hingga berhasil tak mengembalikan alunan yang kehilangan notasi. Jadi, berhenti mengulang nostalgia.


 🧭🧭🧭


21 Maret 2017,


Bisa melihat banyak novel sedang diskon besar-besaran yang ada pemikiran buat nitip di Randy, tidak masalah, bukan?


Walau sudah menjadi mantan tapi silaturahmi tetap berjalan. Bukan kah begitu?


Sekalian ngirit ongkir sih.


Setelah mendapatkan kepastian dan alamat sudah di kasih oleh Randy, langsung memborong semua novel itu.

__ADS_1


Tidak tahu kenapa kalimat motivasi Elvira kembali bermain dalam kepala mengenai potensi tersembunyi yang akan mendatangkan prestasi lewat hobi.


Hoh. Hobi? Bukan lewat akademik, kah?


Selalu cemburu kalau tahu sahabat memborong prestasi dari sekolah dan berkecil hati lihat nilai-nilai berjejer manis di raport.


Apalagi tahu Elvira dengan Vlora bisa melukis sejarah memenangkan debat bahasa inggris loh sewaktu lomba O2SN di sekolah.


Lah, kalau Cantika dulu mana, hanya planga-plongo di lapangan tidak menang sama sekali saat lomba bulu tangkis.


Dan, duduk menunggu sahabatnya menerima piala hadiah, “sudah, jangan berkecil hati dulu ah. Kamu tuh lebih memiliki prestasi lewat potensi tersembunyi itu, jadi tidak usah cemburu, ini hanya lomba antar kelas kok, bukan antar provinsi atau nasional.” Elvira membisik, mengirimkan kekuatan diri.


Karya perdana saja masih absurt. Apa yang mendatangkan prestasi coba kalau di cibir pedas oleh sekitar terutama keluarga jauh.


“Tidak masalah, ini baru permulaanmu jadi novelis, Tik. Terus asah kemampuan menulismu.” Vlora pun ikut mendukung, saat gadis itu datang mencurahkan isi hati mengenai prestasi yang diinginkan justru cibir di kantongi.


Oh, benar juga. Mengenai novel yang di titipkan ke Randy, malas menanggapi apa yang akan di pikirkan cowok itu, masih minta tolong sama halnya ada rasa?


Hm. Apakah harus di dasari dengan sebuah landasan seperti itu?


Semenjak mendapatkan sebuah pamit tulus dari Randy, sudah tidak mendengar apa-apa selain kesibukannya memposting status kehidupan, motivasi selain dari itu tidak ada sama sekali.


Yang buat Cantika, sudah tidak memikirkan hubungan mereka karena memang ada Rista mendampingi, kan.


Oh, gadis itu lupa harus memposting sesuatu di blog-nya yang sudah satu tahun di buat. Hanya sekedar melempar kesenangan di sana sih.


Kamu bukan lagi nada di sunyiku


Yang tiap kali mampir sangat keki


Selalu hadir beri tangis-tangis


Sekarang telah menghapus bengis


Jadi, jangan meminta diri balik


*Sudah bukan sebuah nada dul*u


Pun percuma beri lantang protes


Melihat nafsi bergandeng romansa.


Berharap dengan menerbitkan sebuah puisi dalam blog-nya, Randy bisa mengerti arti diksi tercipta di sana. Sebab, tak memiliki rasa selain sahabat.


Ok. Dulu, tidak bisa menjaga omongan sendiri, ngaku sahabat rasa balikan dengan mantan. Sekarang sudah fix rasa itu telah mati kecuali sebagai sahabat.


Namun, kenapa Randy masih belum juga melupakan?


Sabarlah say, nanti Randy nyesal di kemudian hari.


Yang cukup membangkitkan sebuah chat dalam kepala Cantika, benar, itu dari Elvira sewaktu belum sepenuhnya pulih dari luka di titipkan oleh Randy.


Sekarang, baru melihat sesal-sesal prantara teman dekatnya di chat Line, bahwa masih belum bisa melupakan gadis itu. []

__ADS_1


 


 


__ADS_2