Cinta Berbekal Matre?

Cinta Berbekal Matre?
Kidung tak Nyata


__ADS_3

“Kenapa masih gemar mempermainkan sebuah rasa, hingga terdengar ulang-ulang di telinga Cantika? Adik kelas itu tersakiti terus oleh sikap Randy.”


📖📖📖


Ah, benar sekali. Hampir saja lupa kasih kembali buku catatan kejurusan yang sedang di tatap penuh kesenangan tersendiri bagi gadis itu. Benar, sempat di kasih pinjam sekaligus diajari Randy dalam kelas.


“Kok bisa ada bukunya Randy?” Kata Elvira, bingung.


“Haha, biasalah sahabatmu yang bodoh ini waktu itu di kasih pinjam.” Tawa derai Cantika, sangat santai.


“Oh, kapan kalian belajar bareng? Kok saya tidak tahu sama sekali.”


Cantika melihat ada sorot mata yang menampilkan protes di sana setelah itu kembali normal membahas rencana sebentar pulang sekolah jadi atau gagal ke Mall Jayapura. Karena memang sudah bawa baju ganti sih.


Mana mungkin di batalkan begitu saja, apalagi tahu Elvira juga kaki panjang, tentu di gaskan ke sana sambil jajan dan duduk cantik di donat j.c.o.


Jadi teringat obrolan mengenai mantan kekasih di parkiran sekolah SD di sana menemukan wajah penuh keseriusan tak main-main.


“Saya masih sayang sama, Cantika. Dan, ada keinginan balikan sih, hanya begitu..” Ada intonasi di gantung, lalu menampilkan wajah penuh lirih.


“Makanya, kalau masih sayang tuh kejar sana! Bila perlu kamu jadikan alasan supaya Cantika tidak di label matre sama mama-mu. Ngeluh di saya, tapi pacaran sama si Rista..Rista! Nggak jelas sekali kah jadi cowok!” Kesal Elvira.


“Hm, bagaimana eh? Anak-anak yang lain juga bilang begitu sih, sudah kasih saran. Balikan dan pacaran diam-diam, tapi begitu.” Lagi, ada keraguan di mata Randy.


“Sudah ah, bye! Saya mau jemput Cantika dulu di kelas, pasti tuh anak melamun nggak jelas pikir cowok labil kek lu gini. Sono..pergi ngedate sama Rista..Ristamu saja! Awas!” Elvira menyudahi perbincangan mereka.


Sudah muak sekali. Serius. Kidung tak nyata di berikan lewat tindakan manis tak di duga ke sahabat, jelas memancing emosi perempuan hijabers itu.


“El..” Cantika memanggilnya.


“Hm?” Salah tingkah dong, tidak biasanya.


“Ada apa, tumben melamun?” Bengong gadis itu.


“Nothing. Jadi, sebentar ke Mall Jayapura saja kah, tidak mau singgah ke tempat lain begitu?” Bernapas sangat lega, bisa mengalihkan topik.


“Terserah saja sih, yang penting nanti singgah ke bioskop eh? Lihat-lihat film-nya saja dulu.”


“Oke.”

__ADS_1


“Eh, ternyata selama ini Rista cemburu kalau pacarnya dekat-dekat dengan saya.” Cantika menginfokan.


“Haha, kenapa bisa?” Di balas tawa kemenangan oleh sahabat sendiri dong.


Ada tawa juga tapi miring campur miris, kok bisa mempermainkan sebuah rasa hingga buat anak perempuan orang cemburu seperti itu sih.


“Mana saya tahu. Tapi, yang jelas si adik kelasnya kita itu yang kepo palingan sampein ke Rista, soal Randy selalu dekat-dekatan sama saya.” Sahut Cantika bodoh amat.


Satu hal yang hampir di lupakan Elvira mengenai adik kelas sudah menjadi kekasih mantan sahabatnya itu. Pintar dan sering ngebantu tugas pekerjaan rumah milik Randy.


“Pergi sudah sana sama Ristamu, kan, dia pintar toh. Lagian, lomba O2SN kalian juga menang kok, itu yang buat kamu jatuh cinta dan tertarik dengan dia, kan?” Kata Elvira.


Kemenangan O2SN itu sangat terbantu banyak dari Rista pun tahu kabar bahwa dengan gampang tercetus cuma-cuma ke telinga sahabatnya, sangat senang, “Can..tim debat bahasa indonesiaku menang! Adik kelasnya kita yang pertahankan nilai itu sampai final. Juara satu!” Begitulah sekiranya yang Cantika sampaiken ke Elvira.


“Oh, selamat eh?” Yang hanya di balas getir dan singkat oleh Cantika.


Mengingat-ngingat obrolan lama mereka berdua saja cukup mendengus kesal berasal dari Elvira. Sudah tahu gadis itu tidak pintar dan insecure dengan otak sendiri, tetap membicarakan hal-hal melukai otak sahabatnya sendiri.


“Eh, sudah bel masuk tuh, ntar pulang sekolah siapa yang duluan pulang, jemput depan kelas. Oke?!” Seru Cantika.


“Hm. Bye..jangan melamun, ingat, fokus belajar!” Elvira mengingatkan, yang di balas anggukan kecil serta senyum simpul.


“Can..”


Hanya sibuk dengan nada-nada sedang dinikmati lewat headset yang terputar di HP.


Kalau mau mengulang nostalgia mengenai keterlukaan cewek matre begitu mengalun-ngalun bengis dalam benak nafsi. Serius. Apalagi si mantan kekasih kembali dengan sejuta sikap manis yang bahkan tidak di minta hadir oleh Cantika sendiri loh.


Dulu saja ke mana, hah?!


Apakah setelah tahu gadis itu lihat isi folder favorit masih belum di lupakan dan terhapus menjadikan sikap itu sangat ramah pun manis.


Kenapa tidak bergandeng setulus simfoni sudah ditawari oleh adik kelas mereka, lebih cantik bahkan porsi otak jauh di atas Cantika, pintar. Kenapa masih mau memberikan sikap menjanjikan balikan coba? Kalau kenyataan batas sahabat dan kisah lama saja. Apalagi di tambah sebuah label matre, hoh.


Masih terekam jelas tentang ..


Bha knp bgtu?


Sy jg gak tau yh .. Randy orgnya susah skrg :’c sbr say kalo mmg dia jdoh U Dy khn blik lg dgn keadaan yg lbh pdli lg sm u..mgkn dy lg kcw mslh doa thu..

__ADS_1


Btl yh sy jg gk tw hrs bgma sy sdieh liat km bgni tp sy skrg jg gk tw hrs bgma sy sedih liat km bgni tp sy skrg gk bsa brbuat byk..:’c sy wkt thu sms gk pernh di bls mha dy.. Udh sbr say


Laki” itu thu mmng gk pya ht n trkdng mnies doang di dpnnya


:’c udhlah say .. jgn lakuin hal yg gila lg..nie sma sja km gk syg sma allah krn km cptannya allah gk suka kta mrusak cptaannya sma aja km bnuh diri n allah g suka. Sbrlah .. nnti Randy nyesal di kmudian hri ..


Inbox yang beberapa tahun lalu, mengemas-ngemas luka seorang diri cukup melihat kidung persahabatan bergendeng egoisme masing-masing. Tetapi, detak semesta memberikan kesempatan dalam memulangkan Elvira sangat tulus, ikhlas menerima kembali sosok Cantika.


Sekarang, saat gadis itu sudah pelan-pelan melupakannya, dengan gampang tanpa dosa mempermainkan sebuah rasa apalagi mendengar dari adik kelas intel bahwa Rista terluka oleh sikap Randy, labil.


“Semalam kamu sudah belajar?”


Berdecak kesal, sembari melirik sengit ke arah bola mata mantan kekasih. Belajar atau tidaknya, bukan lagi sebuah kewajiban dalam melaporkan kegiatan sehari-hari sewaktu masih berpacaran, sudah jadi mantan.


Kenapa masih belum bisa mengerti mereka telah berpisah, bahkan yang memilih pamit dari pintu dua puluh empat januari, itu kan, Randy sendiri. Lantas, ada alasan lain apa lagi dalam membuka pintu yang bahkan sudah lama berjamur oleh sikap pongah ibunda sekaligus cowok itu, tidak konsisten dalam menyuarakan pendapat.


Tidak mau pacaran ingin fokus belajar. Omong kosong doang. Buktinya itu Rista, apa coba? Kalau bukan pacaran, sweet sekali.


“Buat apa sih, Ran, tanya-tanya begitu lagi ke saya, hah?” Ketus Cantika.


Waktu ke Mall Jayapura dengan sahabatnya, menyampaikan informasi bahwa masih sayang dan tidak mau melepaskan Rista. Justru semakin melukai perasaan gadis itu, dong. Harus bisa konsisten menentukan pilihan sendiri.


Muak juga. Adik kelas intel kepunyaan Rista selalu memergoki mereka berdua selalu ngobrol depan kelas yang sampai ke telinga kekasihnya.


Menjengkelnya itu, kenapa tidak langsung interogasi ke orang bersangkutan, hah?! Seperti sengaja mengadu domba, serius deh.


“Ran, tidak kasihan kah sama pacarmu sendiri?” Jujur, kali ini Cantika memuntahkan semua apa yang selama ini di pendam.


Dan,


“Salah kah kalau saya mau berteman lagi sama mantan sendiri?”


Ok. Fine! Tidak ada yang salah, melainkan perilakunya saja kelewat batas sebagai teman. Mengundang banyak kesalah pahaman dari mereka semua.


Bahkan, saat main tarik dasi depan kelas, itu pun di anggap balikan. Padahal sebatas teman. Apalagi di tambah Randy selalu mencari celah buat ngobrol seperti dulu.


Tidak. Cantika menggeleng dan menampik tegas, bahwa sudah tidak ada lagi hal yang mengharuskan duduk bincang memoar lama dengan ramah begitu dekat. Seharusnya cowok itu mengerti batasan sebagai teman, karena sudah memiliki Rista.


Sampai kapan terus mengulang-ulang luka di sengaja. Sebagai perempuan, Cantika sadar bagaimana perasaan Rista, ketika kekasihnya masih mengharapkan mantan berlabel teman doang? []

__ADS_1


__ADS_2