
“Sekedar memberikan kado perpisahan, kenapa ada kalimat-kalimat bengis terlantangkan?”
📖📖📖
Cantika mengingat-ngingat ada moment spesial, yang mengharuskan diri untuk ngebuat kejutan itu. Well, sudah paham Randy sekarang kepunyaan adik kelas terbilang pintar. Namun, planning sudah beberapa tahun di buat tidak boleh gagal lagi, untuk kali ini.
Tak lupa minta tolong ke mantan teman the gank rempong buat menyempurnakan rencana tersebut. Tidak lucu, kan, hanya sendirian saja bawa semua di hari spesial Randy di sekolah?
Oke. Mengintip pelan ke arah pintu kamar ibunda, sudah tidak ada suara, berarti pada tidur. Berjalan pelan ke dapur, menyiapkan bahan-bahan black forest yang memang sudah di hapal mati di luar kepala Cantika.
Agak brisik juga yah saat memixer bahan-bahan yang sudah di campur ke dalam baskom. Takut, nanti pada terbangun.
Cantika sebenarnya mau minta tolong sahabatnya ngebantu tapi takut nanti kena omelan tak berjeda, lebih baik buat sendirian saja, tengah malam. Dan, kebetulan besok ada acara sekolah yang tidak akan mengganggu aktifitas belajar.
Ada rasa sedih sih, tadi sepulang sekolah belanja bahan-bahan kue ulang tahun itu di supermarket tanpa Elvira.
Beberapa jam kemudian, setelah melihat kuenya selesai di panggang tidak mengalami kegagalan lalu mengoles menutupi semuanya pakai mentega ulang tahun dan menambahkan kata-kata birthdays.
Esok hari,
Kenapa sangat nervous campur tak sabaran menyodorkan kue ulang tahun itu ke mantan kekasih?
Teman-teman juga sudah pada nunggu orang bersangkutan, lagi bersembunyi dekat parkiran sekolah. Karena agak susah ngebujuk Randy berangkat sekolah. Jika tidak belajar, cowok itu malas pergi walau sudah punya pacar.
Sebisa mungkin menampik semua hal negatif dalam pikiran, tahu kok, kalau Randy menghindari dirinya. Karena ini memang hari ulang tahunnya.
Hampir saja gagal, karena salah satu teman sekelas mengabarkan cowok itu tidak bisa datang ke sekolah. Syukur ada Dyka langsung turun tangan ngebantu sampai mendapatkan informasi cowok itu akhirnya bisa berangkat ke sekolah.
Sangat bernapas lega. Hadiah perpisahan mereka bisa segera di sodorkan ke tangan mantan kekasih.
“Can, kamu masih perhatian sekali sama Randy. Kenapa kalian tidak balikan saja sih?” Kata Nila, heran.
Balikan kah?
Kalau saja tidak ada matre menghiasi hubungan dua puluh empat januari, kemungkinan besar masih bergandeng manis dengan Randy.
Tiba-tiba saja kalut, duh yakin kah tidak eh kasih kejutan ini ke Randy? Pemikiran pesimis sudah lebih mendominasi.
Sebab, memikirkan tanggapan apa yang diberikan Rista? Paling lebih elegan di banding kejutan norak sedang di buat oleh gadis itu.
“Can, hari ini spesial sekali buat Randy. Padahal kalian sudah putus, tapi kamu tetap perhatian ke dia.” Celetuh salah satu teman cowok Randy.
__ADS_1
Hm. Kalau saja Elvira tahu hal ini, bakal megamuk habis-habis tak memberikan ampun atau mendengar alasan apa pun dari mulut gadis itu.
“Can..Can, katanya Randy sudah mau sampai di sekolah! Ayo..sudah, kita siapkan kejutannya.” Kata salah satu temannya.
Mendadak bingung sendiri dan segera menyiapkan semuanya. Kurang tahu arah Randy dari mana, yang jelas saat ini mereka sudah berbondong-bondong ke kelas.
Tunggu, ada yang berat, saat kaki itu sudah hampir sampai di atas, masih ragu. Hanya terdiam memerhatikan kue ulang tahun, masih dalam bungkusan plastik yang berada dalam genggaman penuh keringat dingin campur gemetar.
“Can..ayo..kenapa diam disitu saja? Katanya mau kasih kejutan, tuh..orangnya sudah ada di kelas.” Nila membangunkan dari lamunan.
Mengangguk sekilas lalu mengikuti langkah mereka masuk ke dalam kelas. Ups, ralat, sebelum sampai depan kelas, mereka berhenti dulu depan kelas XI Multimedia membuka kantong plastik kue tersebut dan menyalakan lilin.
Serius. Ada ruas menendang brutal tak menginginkan ayunan kaki itu sampai dalam kelas, namun melihat sorot-sorot mata bergandeng asa berasal dari teman sekelas, membuat keraguan itu memudar dengan menerbitkan senyum kecut kepunyaan Cantika.
Sampai depan kelas, teriakan heboh menggelegar seisi kelas.
Randy sempat bingung, ada apa tetapi sudah terjawab setelah melihat ada kue ulang tahun di bawa oleh gadis itu.
Kompak meneriaki buat potong kue dan menyuruh suapan pertama ke Cantika. Namun dengan cepat menolak tegas, karena tidak mau sampai terdengar oleh kekasihnya.
Yah. Seharusnya potongan kue pertama untuk Rista bukan buat dia, hanya sekedar mantan.
yukur. Berjalan sesuai harapan, hingga pengambilan vidio dari pertama sampai akhir terkesan heboh campur haru dan bahagia dari teman sekelas. Yang mengambil dokumentasi adalah Dyka.
🧭🧭🧭
Sepandai apa pun gadis itu menyembunyikan persoalan kejutan untuk mantan kekasih, sudah terdengar oleh Elvira.
“Kenapa masih buatkan dia kejutan segala, hah?!” Langsung memuntahkan protes.
Cantika bukannya menggubris justru sibuk melihat status BBM Randy menerbitkan kalimat terima kasih ke adik kelas tersebut sudah mengucapkan hari ulang tahunnya kemarin.
Berasa jadi figuran. Rista yang sekedar memberikan ucapan selamat hari lahir, begitu istimewa tertanggapi oleh mantan kekasih.
Hah. Wajar, bukan? Mereka bukan lagi sebuah bait-bait dalam dua puluh empat januari, yang sering kali mengalunkan keindahan dalam deret simfoni di sekolah maupun SMS.
Ah. SMS yak? Cukup melukai perasaan gadis itu lagi. Sebab, diingatkan kembali mengenai cewek matre yang katanya selalu minta pulsa dari Randy.
“Tik, kenapa tidak mau dengarkan saya sih!” Kesal Elvira.
“Hm. Biar sudah. Kan, sudah terlanjur kasih ke dia. Yah, tergantung, suka atau tidak itu sih urusannya. Asal bikin saya senang, udah cukup sih.” Sahut Cantika, sangat bergetir hebat.
__ADS_1
Indah namun hanya sementara saja, sama halnya senja. Untuk saat ini Cantika tidak menginginkan dalam mengagumi senja, kebahagiaan sesaat seperti kisahnya dengan Randy.
Tadi pagi baru dapat balasan pesan dari cowok itu, padahal kan, sekedar memberikan kado perpisahan justru harus mendapatkan sebuah kalimat bengis terlantangkan dari Randy.
Sungguh berubah seratus delapan derajat, sejak mengenal Rista.
Jdwal bsk Mtk sama Fisika, oh yah satu lagi, Can, sy tahu kita sdh ptus tapi sy mhon sekali sma kmu kita sdh tdk pnya hubungan istimewa lgi slain tmn, sy mmng hrgai apa yg kmrin km bkin tpi sekali lagi sy mhon kta hanya tmn.
Hm. Semalam bertanya ada jadwal apa saja di sekolah, justru dapat ngomel tak berperasaan sama sekali.
Ingin sekali mengumpat, tapi sudah lebih mendominasi sakit hati. Pun, nyaris ada bulir-bulir menghiasi pipi Cantika pagi tadi, saat bangun tidur.
Masih ingat jelas, Say, kalau bisa terbitin novel tentang kita, Syg hebat, nanti kalau terbit sy kasih Syg hadiah.
“Dasar..pembohong!” Umpat Cantika akhirnya.
“Kenapa sih? Bikin kaget saja.” Elvira sambil mengelus dada, karena terkejut mendengar umpatan sahabatnya dengan nada sedikit tinggi.
Cantika juga waktu itu memberikan cerpen tentang asa agar hubungan mereka kembali, prantara kakak kelasnya. Main-main ke sekolah, melihat teman lain pada sibuk mempersiapkan komputer yang akan dijadikan lomba. Cantika tidak lupa bawa raket, sekalian latihan.
“Kenapa ade tidak kasih langsung ke dia?” Sempat teman Ayu bingung.
Menggeleng lemah, “nanti yang ada dia nolak, kak.”
“Oh, oke, deh. Besok Kak Ayu kasih yah?” Kata teman Ayu itu lagi.
Padahal cerpen itu sebagai kado ulang tahun Randy, terlanjur pergi dan baru kepikiran kenapa tidak bungkus saja sekalian waktu itu di jadikan kado?
Hoh. Lihat tanggapan Randy sangat menyayat perasaan saja, cukup menerbitkan getir di wajah.
“Menurutmu Randy sudah baca kah belum eh, cerpenku yang waktu itu saya kasih lewat Kak Ayu?” Kata Cantika, penasaran.
“Duh..kenapa masih berharap sama dia sih. Sudah jelas-jelas sakiti kamu baru, masih juga buatkan kejutan ke dia. Lebih baik kuenya kasih ke saya saja.” Ketus Elvira.
Sambil berbisik dalam batin, menguatkan mental menjadi mantan kekasih tak teranggap walau pun berhasil memberikan kejutan perpisahan mereka, Rista jauh lebih di prioritaskan.
Sisi lain, tidak mengelak kok, senang bukan main, sudah membuat sebuah kemasan yang di balas begitu bengis.
Nanti, kapan-kapan bakal minta vidio itu di Dyka. Sebagai penghibur diri. Dan, menyimpan sebagai kenangan. Memang, paling benar-benar hobi dalam menyimpan sebuah memori lama, kusam, yang bahkan sudah tak terpedulikan. Tetapi, masih di perhatikan oleh Cantika. []
__ADS_1