
Kebetulan jalan yang kita lewati kali ini bukan jalan raya. Kita melewati jalan pintas dimana sangat sepi dan tidak ada harapan ada yang menolong kita berdua.
Di saat ke enam preman tersebut menghadang kami di depan dan di satu sisi dari belakang Naura bisa nekat menabrak kami dari belakang.
Aku menangis saat aku merasa kali ini mungkin ajalku dan Axel berhenti sampai disini.
" Kamu tenang ya sayang, aku akan berusaha agar kita bisa selamat dari mereka, " Axel mencoba menenangkan hatiku. Tatapan matanya memberiku kekuatan kalau kita pasti bisa melewati ini semua.
" Iya sayang. Aku masih belum mau mati sayang, " Jawabku dengan Isak tangis.
Disaat kita berada di tengah-tengah antara preman dan Naura, mau maju di hadang para preman tersebut mau berhenti pun pasti di tabrak Naura dari belakang. Akhirnya Axel pun memutar kemudi dan mobil yang kami tumpangi pun masuk Ke dalam sungai.
Aku sudah pasrah saat itu, setidaknya aku meninggal bersama orang yang sangat aku cintai. Namun takdir berkata lain, Allah masih memberi kita kesempatan untuk hidup.
Disaat kita mencoba keluar dari mobil, Axel berusaha memecahkan kaca mobil dengan sekuat tenaganya. Kita berjuang berdua untuk bisa selamat dari kecelakaan ini. Hingga pada akhirnya kita bisa keluar dari dalam mobil.
Selama kita masih menyelam di dalam air, Axel selalu memegang tanganku. Kita berusaha berenang ke dasar air sungai. Namun aku hampir saja putus asa karena sudah kekurangan oksigen. Aku menyuruh Axel melepas tanganku karena aku sudah benar-benar tidak kuat. Namun dia tidak mau membiarkan aku mati sia- sia.
Hingga pada akhirnya kami sudah sampai di dasar sungai, aku sudah merasa lemas dan hampir tak sadarkan diri.
" Sayang, sayang bangun sayang. Kamu harus bertahan demi aku. Demi cinta kita sayang, " Axel berusaha membangunkanku. Dia tampak menangis melihatku tidak berdaya seperti itu.
Hingga akhirnya Axel memberiku nafas buatan dan mencari bantuan. Untungnya ada mobil Pick Up yang melintas dan membawa kami Ke rumah sakit.
Aku sudah tidak sadarkan diri saat itu. Tahu-tahu aku sudah di pasangi infus dan oksigen.
Ketika aku mulai membuka mataku tampak Mama, Papa, dan Axel menemaniku. Ternyata ada juga polisi, Axel yang sudah melaporkan kejadian ini.
Saat aku tersadar sedang memakai baju rumah sakit, aku berteriak meminta baju ku di kembalikan karena disana ada bukti kejahatan Naura !!! "
" Nayra sayang kamu sudah sadar nak ???. Mama dan Papa cemas dengan keadaan kamu nak, " Mama dan Papa sangat mengkhawatirkan keadaanku.
__ADS_1
" Gak apa-apa Ma. "
" Sayang, kamu gak usah takut ya karena ada Polisi yang akan mengawasi kita selama ada Di rumah sakit, " Axel berusaha menenangkanku.
" Bajuku, bajuku mana !!!!!!!! Kembalikan !!!!!!!! "
" Sayang sabar sayang, kenapa kamu mencari baju kamu ???? ". Axel bertanya karena dia memang tidak tahu kalau aku memiliki barang bukti disana.
" Aku memiliki barang bukti kejahatan Naura !!!!!. Cepat ambilkan !!!!!! "
Tanpa banyak bicara Axel mengambil celana ku di bagian petugas Laundry Rumah Sakit dan menemukan nota pembelian resep obat tapi kondisinya sudah basah.
" Apa ini yang sedang kamu cari sayang ???? "
" Iya sayang tulisan yang tertera disitu adalah resep obat racun yang sangat berbahaya !!!!. Itu bisa dijadikan Barang Bukti ke polisi atas kejahatan Naura sayang. "
" Iya sayang sebenarnya aku juga punya bukti rekaman hp saat kalian sedang betengkar tadi. Bagaimana Naura mengakui semua perbuatannya. Tapi masalahnya sebelum aku menerjunkan mobil ke sungai, aku sempat membuang ponselku keluar. Dan aku harus mengambil ponselku sekarang juga. "
" Iya sayang kita harus berjuang bersama saat ini. "
" Semoga Naura bisa secepatnya masuk penjara dan sadar akan semua kelakuannya. "
" Iya sayang. "
Axel langsung pamit padaku, mencium kening dan memelukku. Dia menitipkanku pada Mama dan Papa untuk selalu menjagaku.
" Hati-hati di jalan sayang, semoga handphone nya cepat ditemukan ya. " Aku mengingatkan Axel untuk menjaga dirinya.
" Iya sayang, doain ya, " Sambil tersenyum dia pun pergi.
Aku selalu berdoa untuk keselamatan Axel, karena aku yakin Naura dan preman-preman itu masih berkeliaran di luar sana. Dan tidak akan tinggal diam membiarkan kami mendapatkan bukti kejahatannya.
__ADS_1
Tiba-tiba Papa dan Mamanya Axel datang, mereka marah karena Axel nekat pergi sendirian mencari barang bukti itu tanpa seorang bodyguard atau pengawal satupun untuk menjaganya.
Papanya Axel menghubungi beberapa bodyguard untuk membantu dan menjaga Axel ke tempat kejadian. Kami semua pun berdoa untuk keselamatan Axel.
Jam sudah menunjukkan 17.00 WIB, namun Axel belum juga kembali. Para bodyguard juga sulit sekali dihubungi. Aku mulai gelisah dan cemas. Apa Axel ditangkap dan di sekap oleh para preman bayaran Naura ?????? "
Disaat aku sudah putus asa tiba-tiba Axel datang bersama para Bodyguard suruhan papanya. Untungnya para bodyguard itu datang tepat waktu dan membantu Axel mengalahkan preman bayaran Naura.
Aku pun menangis tersedu memeluk Axel.
" Jangan menangis sayang, aku ada disini. Aku baik- baik saja. Maaf membuatmu menunggu lama karena aku masih sibuk mencari-cari handphone ku dan menghajar para preman itu, " Axel pun menghapus butiran air mataku.
" Aku takut kamu kenapa-napa sayang. Aku takut Naura dan preman bayarannya menyakiti kamu sayang. "
" Untungnya para Bodyguard Papa datang disaat yang tepat. Mereka membantu ku mengalahkan mereka semua. "
" Terus gimana dengan handphone kamu sayang ??? "
" Jangan kawatir, aku sudah menemukannya dan aku sudah berikan semua bukti-bukti yang sudah kita temukan pada Polisi yang menangani kasus kita. Insya Allah nanti bi Inah bisa bebas kalau memang bukti yang kita temukan memberatkan pelaku yang sebenarnya. Naura !!!! "
" Iya sayang aku udah gak sabar sayang !!! "
" Iya. "
Keesokan harinya aku sudah diperbolehkan pulang Ke rumah dan saat itu ponselku berbunyi. Ternyata berdasarkan Barang Bukti yang ada, Bi Inah dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan saat itu juga. Dan pada akhirnya pelaku sebenarnya sudah ditetapkan yaitu Naura. Namun polisi sampai saat ini belum bisa menemukan keberadaan Naura dan para preman yang ikut terlibat.
Axel sebenarnya belum lega dan kawatir dengan keselamatanku. Naura yang masih bebas berkeliaran di luar sana bisa saja sewaktu-waktu menyakitiku bahkan membunuhku. Karena Naura kejiwaannya terganggu sehingga sebelum dia berhasil diamankan polisi keberadaannya masih mengancam jiwa kita semua.
" Sayang, bagaimana untuk sementara waktu kamu dan keluargamu tinggal bersamaku dirumahku ??? "
" Kenapa sayang ???? "
__ADS_1
" Aku takut keselamatan kamu dan keluargamu akan terancam karena Naura masih bebas diluar sana. "
Benar juga, sebelum Naura ditemukan oleh Polisi nyawa kami semua taruhannya.....