
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Disaat masih pagi buta begini siapa yang sudah menelfonku ????. Kurang kerjaan banget ya...
" Hallo, " Aku menerima panggilan tersebut dengan tampak ogah-ogahan.
" Selamat pagi sayang, kamu sudah bangun belum ???"
" Oh kamu Axel, aku kira siapa. Ada apa kamu pagi-pagi buta begini menghubungi aku ????. Aku masih mengantuk ni. "
" Ini sudah jam 07.00 pagi sayang, bagaimana mungkin kamu masih menyebutnya pagi buta ??? "
" Aku semalam tidak bisa tidur, aku baru bisa tidur jam 02.00 dini hari. Wajar aku masih sangat mengantuk malam ini. "
" Memangnya semalam.kamu mikirin apa kok sampai tidak bisa tidur ???? "
" Aku mikirin Naura ????? "
" Memangnya kenapa sayang ??? Bukankah dia memang sudah pantas ada disana ??? "
" Iya aku tahu, kesalahannya sudah terlalu besar untuk dimaafkan. Tapi tetap saja seburuk-buruknya dia, dia tetap saudara kembarku. Apalagi aku pun juga pernah merasakan tinggal Di penjara meskipun hanya semalam. Aku tersiksa berada Di tempat itu. Lalu bagaimana dengan Naura ??? "
" Iya sayang aku tahu, kamu memang berhati malaikat. Ok gini saja gimana kalau hari ini kita menjenguk Naura Di penjara ???. Agar kamu bisa tenang setelah melihatnya ???? "
" Tapi aku takut. "
" Takut kenapa sayang ??? "
'' Takut kalau nanti Naura tidak suka dengan kedatanganku. Aku takut dia makin histeris melihatku datang menemuinya. "
" Setidaknya agar dia tahu kalau kamu masih peduli dengannya sayang. "
" Iya juga sih, ya sudah kita kesana jam berapa ??? "
" Sekarang. "
" Apa sekarang ???. Aku belum mandi dan belum siapp-siap nih. "
" Gak apa-apa sayang. Kamu sekarang bangun dan lekas siap-siap. Sebentar lagi aku juga akan langsung otewe Ke rumah kamu. "
" Oh ya sudah kalau begitu. Aku mau siap-siap dulu ya."
" Ya sudah, aku tutup dulu ya sayang ??? "
" Ok. Hati-hati Di jalan. "
" Iya sayang. "
__ADS_1
Aku langsung menutup telfonku, sejenak aku memikirkan keadaan Naura Di penjara. Sebenarnya aku tidak tega melihat saudara kembarku ada Di tempat itu. Seandainya saja dia insaf dan menyesali semua perbuatannya pasti aku mau mencabut gugatan ku. Tapi apa mungkin Naura bisa berubah begitu cepat ?????. Karena kesalahan Naura yang sedemikian besar, kecil kemungkinannya dia menyadari semuanya.
Aku langsung bersiap diri untuk mandi. Setelah itu aku memilih baju casual yang akan aku pakai hari ini. Aku memilih celana jeans street berwarna biru muda sobek-sobek yang ketat. Untuk bajunya aku memilih kaos ketat berwarna putih. Rambutku aku kuncrit untuk menunjang penampilan casualku hari ini.
Setelah itu aku langsung turun kebawah untuk sarapan. Papa dan Mama sudah berangkat Ke kantor. Jadi aku sarapan sendiri hari ini. Di meja makan tersedia nasi goreng jamur dan ayam suwir yang lezat. Namun karena aku tidak berselera makan, aku hanya makan roti dan segelas susu putih hangat.
" Kok gak makan nasi gorengnya Non ???? "
" Gak Bi, aku masih merasa kenyang. Lagi ingin makan roti saja Bi. "
" Iya Non, Non Nayra mau kemana Non ??? "
" Aku mau Ke kantor Polisi Bi. "
'' Non Nayra mau menjenguk Non Naura Di penjara ???? "
" Iya Bi. "
" Tapi aku bimbang Bi ????? "
" Lho memangnya bimbang kenapa Non ???? "
" Bimbang karena antara mau berangkat atau gak. "
" Non, gak ada salahnya kan menjenguk Non naura kesana. Karena seburuk-buruknya Non Naura dia itu tetap saudara Non kan. "
" Iya Non. Tapi kan Non Naura juga lagi menjalani pemeriksaan kejiwaannya, jadi kalau memang Non Naura benar-benar mengalami sakit jiwa dia akan mendapatkan perawatan intensif dan bisa sembuh Non. "
'' Iya Bi, aku juga berharap begitu Bi. Semoga Naura bisa sembuh dan berkumpul dengan kita lagi. Aku ingin Naura bisa menjadi orang yang baik. ''
" Iya Non. Amin.... "
Setelah itu Axel datang dan ikut sarapan bersama ku.
" Wah nasi gorengnya enak ini Bi, " Axel memuji masakan Bi Inah.
" Iya silahkan ikut sarapan bersama Non Nayra Tuan. Bibi tinggal Ke dapur dulu, " Bi Inah meninggalkan kami berdua.
Axel memandangiku dan entah kenapa aku merasa tidak nyaman.
" Kamu makin cantik sayang, " Axel mencoba merayuku.
" Terima kasih, " Jawabku singkat.
" Kamu sudah selesai belum sarapannya ???? "
__ADS_1
'' Sudah. "
" Ya sudah ayo berangkat. "
" Ayo. "
Kami pun berangkat untuk menemui Naura Di penjara. Aku berharap kali ini Naura mau menerima kedatanganku.
Setelah sampai, kami pun segera menemui petugas yang ada disana untuk memanggil Naura menemui kami.
" Ada apa kalian berdua datang kesini ???? " Tiba-tiba Naura menemui kami tapi tidak ada itikad baik untuk berubah.
" Aku ingin bertemu denganmu Naura. Apa Kabar Naura ???? ''
" Cuihhh, " Naura meludah di depan kami.
" Naura, kami kesini dengan itikad yang baik. Tolong hargai kami, terutama hargai kakak kembarmu. Nayra itu masih peduli sama kamu meskipun kamu sering menyakitinya, " Axel mencoba memberi pengertian pada Naura.
" Aku tidak butuh dia peduli padaku atau gak. Bagiku dia bukan saudaraku, tapi musuhku !!!! "
" Kenapa kamu begitu membenci Nayra seperti itu ???"
" Karena dialah sumber malapetaka buatku, Karena dia hidupku hancur. Bahkan dialah yang merebut semuanya, segalanya !!!!! Bahkan karena dia aku kehilangan orang yang sangat aku cintai. "
" Tapi aku tidak mencintaimu Naura, " Jawab Axel.
" Tapi aku sangat mencintaimu Axel, bahkan cintaku melebihi rasa cinta Nayra padamu, " Naura mencoba meyakinkan Axel.
" Maaf Axel, aku tidak bisa membalas perasaan cintamu. "
" Aku bersumpah, suatu saat nanti kamu akan menyesal lebih memilih Nayra daripada aku. Lihat saja nanti !!!!!! "
" Terserah apa katamu, " Jawab Axel.
" Naura, aku minta maaf sama kamu kalau aku selama ini bersalah sama kamu. Tapi aku mohon sama kamu agar kamu bisa berubah dan kita bisa memperbaiki hubungan kita Naura. "
" Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa berdamai denganmu. Tidak akan pernah !!!!. Lebih baik aku mati daripada aku harus berbaikan denganmu. Aku lebih baik seumur hidup Di penjara daripada harus serumah denganmu !!!!! Aku muak melihat mukamu, bahkan aku ingin operasi wajahku agar aku tidak jijik setiap melihat wajahku di kaca. Aku tidak suka wajah ini yang mirip dengan wajahmu !!!!!!! "
" Ini sudah takdir Naura, kamu harus bisa menerima semuanya. "
" Gak, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau berdamai denganmu. "
Percuma memang berdebat dengan Naura, karena dia memang keras kepala.
Mengenai hukum yang kini menjerat Naura, dia mendapat Pasal 340 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) berbunyi “Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.”
__ADS_1
Semua ini karena Naura yang sengaja berkali-kali melakukan pembunuhan berencana padaku. Bahkan berulang kali menyakitiku fisikku.