
Akhirnya kami berdua sampai juga Di salah satu Mall terbesar Di jakarta. Axel membukakan pintu untukku dengan mesra. Kami pun bergandengan tangan seperti remaja yang sedang kasmaran.
" Kita mau belanja apa saja sayang ???? "
'' Terserah kamu saja sayang yang penting aku ingin kamu selalu tampil secantik mungkin saat bersamaku. "
" Lebai kamu sayang, aku setiap hari juga selalu cantik kok. "
" Aku suka kalau kamu berpakaian seperti ini. Kelihatan santai dan seksi. "
" Iya ta sayang ??? "
" Iya sayang. "
" Makasih... "
" Kita kesana yuk disitu kayaknya baju-baju cewek branded yang bagus. "
" Ayo. "
Kami pun mulai memilih beberapa baju yang kiranya bagus untukku. Benar saja disini tempatnya beberapa baju branded yang harganya super mahal dan mewah. Axel membelikanku beberapa hotpant dan rok mini serta beberapa kaos dan kemeja ternyata habis puluhan juta rupiah.
Memang benar ya harga juga menentukan kualitas barangnya. Dengan beberapa merk yang terkenal, jangan diragukan lagi kualitasnya. Kualitas sudah nomor satu dan barangnya benar-benar mewah banget.
" Kamu ingin belanja apa lagi sayang ???? "
" Sudah cukup ini sayang. "
" Aku sudah janji Lo bakal bahagiain kamu hari ini, jangan sungkan-sungkan padaku dong sayang. "
" Iya sayang. "
" Kamu gak ingin beli sepatu sayang ???? "
" Koleksi sepatuku sudah banyak sayang Di rumah. "
" Atau mungkin kamu ingin beli Daleman, baju tidur atau lingerie yang seksi ???? " Axel mencoba menggodaku.
" Apaan sih sayang, belum saatnya aku membeli begituan. Memangnya aku mau menggoda siapa ??? "
" Nanti dipakai saat kita liburan berdua.Apa menurutmu kita akan tidur terpisah ???? "
" Tapi kita kan sudah komitmen untuk saat saling menjaga keperawanan kita sayang ???? "
" Gak janji sih sayang. "
__ADS_1
" Sayang !!!!!! "
" Iya-iya maaf sayang. Iya aku janji tidak akan merusak keperawananmu, tapi kalau sekedar tidur berdua gak apa-apa kan sayang ???? "
" Kalau tidur tapi matanya tertutup gak masalah sayang. Tapi kalau tidur matanya terbuka itu yang berbahaya sayang. "
" Hahahahahaha kamu bisa aja deh sayang. "
" Biar gak kotor terus pikiran kamu sayang. "
" Iya-iya aku cuma bercanda sayang. "
" Iya sayang. "
" Oh ya beneran nih kamu gak mau Shopping lagi nih ???? "
" Sudah sayang cukup. "
" Ya sudah kita makan dulu yuk. Aku laper nih sayang."
" Ayo sayang aku juga laper ni. "
Kami menuju Ke salah satu Restoran mewah Di dalam Mall tersebut. Kali ini kami ingin mencicipi makanan ala resto Korea. Banyak aneka pilihan makanannya.
Kami sangat menikmati makanan Korea ini karena sangat cocok di lidah kami. Selain itu masakan Korea juga terkenal dengan racikan bumbunya yang khas dan tidak terlupakan rasanya.
Memang tidak pas rasanya kalau sebagai hidangan penutup kami tidak memesan Kue beras khas Korea ini. Kue beras khas Korea ini adalah kue yang terbuat dari tepung beras ketan yang dimasak dengan cara dikukus, di rebus atau digoreng. Dan kue beras ini banyak aneka macamnya. Dan kali ini kami memesan kue beras yang bernama hwajeon ( Googling ya untuk lebih jelasnya ).
Setelah kami merasa kenyang dan puas, lanjut dengan berfoto dan selfie berdua. Kami gunakan momen detik-detik waktu yang tersisa untuk mengabadikan foto-foto berdua.
" Bagus banget ya foto kita sayang, tuh lihat aku kelihatan ganteng banget kan ???? "
" Aku juga kelihatan cantik banget kan ??? "
" Iya-iya sayang, kita terlihat cantik dan ganteng. Cocok dan serasi kan sayang. "
" Iya sayang. "
" Kapan-kapan kita makan disini ya sayang, aku cocok banget sama restoran khas Korea disini. "
" Iya sama aku juga sayang. Bikin ketagihan sayang. "
" Mana yang bikin lebih ketagihan makanan khas Koreanya atau ciuman bibirku yang tadi ???? "
" Makanan khas Koreanya la sayang. "
__ADS_1
" Hemmmm, awas ya. gak usah sayang-sayangan lagi wes kalau gitu, " Kata Axel ngambek.
" Gitu saja kok ngambek sih sayang, aku kan cuma bercanda sayang. "
" Ya sudah sini cium pipiku dulu, baru aku maafin kamu, " Ujar Axel.
" Iya-iya oke deh, " Aku berusaha mengalah.
Aku pun mencium pipi Axel dengan lembut, setelah itu Axel tampak tersipu dan tersenyum.
" Kamu sudah kembali seperti Nayraku yang dulu, terima kasih sayang. Aku sangat mencintaimu dan berharap kita akan terus bersama hingga jenjang pernikahan. "
" Amin, iya sayang. "
Kami bersiap untuk pulang Ke rumah karena kita sudah cukup lama untuk jalan-jalannya hari ini. Aku memeluk pinggang Axel dengan mesra sedangkan Axel memeluk pundakku yang tak kalah mesranya. Bahkan sesekali Axel mencium kening dan rambutku.
Hingga sesuatu terjadi di depan mata kami.
Apa yang terjadi ??????????
Tidak sengaja kami bertemu dengan Kennard, aku melihatnya sangat dingin sekali. Aku tidak bisa menebak apa yang ada dalam pikirannya saat itu. Aku hanya diam dan tetap dalam pelukan Axel.
Namun saat kami berpapasan, Kennard menggapai lenganku dan merebutku dari pelukan Axel. Kini aku berganti dalam pelukan Kennard. Sontak saja baik aku ataupun Axel kaget. Bahkan Axel mulai emosi dan berusaha merebutku kembali. Anehnya Kennard langsung membiarkan aku kembali pada Axel.
" Dalam mencintai seorang wanita, genggam dan peluklah dia seerat yang kamu bisa. Jangan biarkan dia berpaling dan direbut pria lain. Bukankah cinta dan hati itu bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi jangan sombong atau merasa menang kalau saat ini kamu masih bisa memeluknya, " Ucap Kennard.
" Apa maksudmu ???? " Axel tidak suka dengan kata-kata Kennard.
" Ingat kata-kataku sekali ini saja, aku bisa merebutnya kapan saja semauku. "
Setelah mengatakan kata-kata tesebut Kennard langsung pergi meninggalkan kami begitu saja.
" Memangnya siapa kamu, berani-beraninya ngomong seperti itu ????? " Teriak Axel.
Tapi Kennard acuh tak acuh dan tetap berjalan meninggalkan kami berdua. Axel sangat emosi dengan yang terjadi barusan dan aku berusaha menghibur Axel.
" Sudah sayang biarkan saja dia mau ngomong kayak gimana yang penting saat ini aku masih bersama kamu sayang. "
" Aku tidak tahu kenapa disaat kita sedang ingin berdua saja, dia selalu muncul dan hadir diantara kita. Aku tidak suka dengannya, apalagi dia ingin merebutmu dariku. "
" Ya sudah sayang, biarkan saja sayang tidak usah dipedulikan. Ya sudah ayo kita pulang saja sayang. "
" Iya sayang. "
Kami langsung pulang karena aku juga tidak mau bertemu Kennard lagi. Seperti dugaanku sebelumnya Kennard bukan orang sembarangan.
__ADS_1