
Sebelum kami naik ke mobil tiba-tiba saja laki-laki yang terus memandangiku Di restoran tadi menyapaku. Dia mengajakku berkenalan.
" Tunggu sebentar, maaf mengganggu waktunya sebentar. Apa aku boleh berkenalan denganmu ??? " Lelaki misterius itu mengulurkan tangannya padaku.
" Maaf aku buru-buru, " Aku hampir saja pergi tapi laki-laki itu memegang tanganku.
" Please sebentar saja, Kenalkan namaku Kennard Orlando Jazztin Adigdaya. "
" Nayra Clarrista Florencia Wijaya, " Dengan terpaksa aku memperkenalkan diriku.
" Jangan bilang kalau kamu itu anak dari pemilik perusahaan keluarga Wijaya ???? "
" Bagaimana kamu bisa tahu ?? "
" Ya iya lah, aku tahu semua perusahaan-perusahaan yang besar Di Jakarta ini. "
" Ya sudah aku mau pulang dulu, permisi. "
Aku pergi meninggalkan lelaki yang bernama Kennard tersebut karena selain aku tidak enak hati dengan Mamanya Axel, aku juga tidak mau membuat Axel cemburu dan marah padaku.
Baru saja aku naik ke mobil dan duduk di samping Axel, ku lihat pandangan mata Axel sangat marah padaku. Aku hanya bisa menunduk dan tidak berani melihat kearahnya lagi.
Selama di perjalanan kami hanya diam, apalagi Mamanya Axel ternyata juga ketiduran di dalam mobil. Aku berusaha mencairkan suasana dengan memegang tangan Axel. Namun Axel menampikkan tanganku dengan kasar. Aku pun hanya bisa diam.
Saat kami sudah sampai Di rumah pun, Axel turun dari mobil dan langsung menuju kamarnya. Dia tidak ada basa-basi untuk membantuku membawa barang belanjaan ku.
" Sabar ya Nayra sayang, Axel itu memang sangat dingin, posesif dan mudah cemburu. Tapi lama-lama nanti dia juga akan sembuh sendiri kok, " Mamanya Axel mencoba menenangkanku.
" Iya Ma, " Jawabku singkat.
__ADS_1
Aku pun menuju kamarku dan aku lihat kamar Axel tertutup rapat. Apa karena masalah perkenalan tadi, Axel sampai semarah ini ???.
Akhirnya aku juga masuk kamar dan bersiap untuk tidur siang. Saking pulasnya aku tidak sadar kalau sudah waktunya untuk makan malam bersama. Aku langsung buru-buru mandi dan mengganti bajuku. Aku memakai dress mini cantik berwarna merah muda. Setelah selesai aku langsung turun untuk makan malam bersama.
Seperti biasa aku duduk disamping Axel, tapi dia tidak bereaksi apa-apa saat aku melihat ke arahnya. Aku jadi merasa bersalah sekali.
Setelah selesai makan malam, aku melihat Axel langsung naik ke atas dan menuju kamarnya. Namun Mamanya Axel paham akan yang terjadi dengan Axel dan padaku.
" Nayra sayang, sabar ya sayang. Jangan sedih atau dimasukkan ke hati atas sikap Axel sama kamu. Dia seperti itu karena dia cemburu melihatmu berkenalan dengan laki-laki lain. "
" Iya Ma, aku takut kalau Axel benar-benar marah padaku Ma. "
" Tenang saja sayang. Bukankah cemburu itu tandanya cinta dan sayang sama kamu. Yang penting nanti kamu minta maaf ya sama Axel. Mama yakin kalau Axel sangat mencintai kamu sayang. "
" Iya Ma, kalau begitu Nayra ke kamar dulu ya Ma. "
Aku naik keatas dan aku melihat pintu kamar Axel masih tertutup rapat. Aku pun masuk ke kamarku. Jujur aku gelisah, bingung, sedih, takut dan semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu. Aku takut Axel benar-benar marah padaku dan tidak mau memaafkanku.
Aku ingin meminta maaf pada Axel tapi aku takut dia tidak memaafkanku. Aku termenung sendiri di dalam kamarku.
Hingga pada akhirnya ketika jam menunjukkan pukul 00.00 aku memberanikan diri masuk ke kamar Axel. Ternyata kamarnya Axel gelap, mungkin dia selalu mematikan lampu saat hendak tidur. Bermodal sedikit cahaya, aku bisa menemukan Axel di tempat tidurnya. Aku berusaha untuk memeluknya dan meminta maaf.
" Sayang, aku minta maaf atas kejadian tadi ya. Aku tidak punya maksud apa-apa apalagi bermaksud untuk menyakiti hatimu, " Namun Axel tidak bereaksi apa-apa.
Aku mencoba mendekatinya dan memeluknya lebih erat namun sesuatu yang tidak terduga pun terjadi.
Axel menarik tubuhku dengan posisi aku ada dibawah sedangkan Axel menindih tubuhku. Di dalam kegelapan kamar kita beradu pandang dan aku bisa mendengar nafas Axel yang berbunyi begitu cepat.
" Kamu tahu, betapa cemburunya aku saat laki-laki itu memegang tanganmu dan mengajakmu berkenalan. Bagaimana aku bisa terima saat laki-laki itu menikmati untuk memandang wajahmu dan juga mungkin memandang tubuhmu. Aku hanya bisa diam, menurutmu aku bisa apa. Tapi seandainya tadi tidak ada Mama, sudah aku hajar habis-habisan laki-laki itu !!!!! "
__ADS_1
" Maafin aku Axel sudah membuat kamu cemburu. "
" Aku sangat mencintaimu, aku sangat terobsesi untuk memiliki kamu seutuhnya. Aku tidak rela ada laki-laki lain yang mencoba untuk merebutmu dariku. Aku akan mati-matian untuk mempertahankan kamu. Karena apa ???? Karena kamu adalah cinta matiku. Jangan siksa aku seperti ini lagi, aku bisa gila sayang. "
" Aku janji tidak akan pernah tinggalin kamu sayang, karena aku pun juga sangat mencintai kamu. I Love you. "
" I Love you too. "
Axel memandang wajahku sangat erat dan tiba-tiba saja Axel menciumku kembali. Aku pasrah saat itu karena aku tidak mau menyakiti hatinya lagi.
Dia juga mulai mencium leherku dengan penuh mesra, mencium telingaku sambil berbisik, " Aku mencintaimu sayang. "
Bagai melayang-layang di angkasa dengan bisikan mesra Axel, aku hampir tidak bisa mengontrol nafsuku. Aku semakin kuat memeluk Axel dan ingin terus menikmati sentuhan-sentuhan yang diberikan Axel pada tubuhku. Aku hanya bisa memejamkan mataku dan merintih. Axel pun semakin liar dengan mulai membuka kancing baju tidurku. Dia mengelus-elus dan menciumiku hingga aku merasakan getaran dalam diriku.
Namun tiba-tiba Axel menghentikan semuanya. Dia teringat akan janjinya padaku untuk tetap menjaga keperawanan ku.
" Maafkan aku sayang, aku hampir saja tidak bisa mengontrol diriku dan hampir merenggut keperawananmu sayang. "
" Aku juga minta maaf karena aku pun juga tidak bisa mengontrol nafsuku sayang. "
Kami pun berpelukan satu sama lain, Axel membantuku membenarkan baju tidurku. Setelah itu Axel mengelus wajahku penuh dengan kasih sayang.
" Sayang, mulai sekarang kamu harus janji ya untuk menjaga diri kamu dari laki-laki manapun. Jangan membuatku merasa cemburu lagi seperti tadi. Aku paling tidak bisa melihat orang yang aku cintai bersama laki-laki manapun. "
" Iya sayang, aku janji tidak akan pernah buat kamu cemburu lagi. Tapi kamu juga janji jangan pernah tinggalin aku sampai kapanpun ya sayang. Kamu juga harus bisa menjaga hati kamu hanya buat aku. "
" Iya sayang, sampai kapanpun di hati aku ini hanya ada nama kamu sayang. Tidak ada yang lain sayang. Aku berjanji kalau aku hanya akan menikah denganmu saja, selamanya sayang. "
Aku pun kembali memeluk Axel, aku sungguh sangat mencintai laki-laki tampan yang pencemburu ini.
__ADS_1