
Keesokan harinya aku berharap ada kabar baik untukku. Aku menunggu kedatangan Kennard dan semoga saja dia menuntaskan janjinya untukku. Dan benar saja dia datang dengan membawa beberapa pengacara Ke kantor Polisi. Aku mengira pasti dia sedang bernegoisasi untuk menangguhkan hukumanku.
Kennard pun menghampiriku dan dengan nada serius dia menghampiriku.
" Nayra, aku berhasil mengeluarkanmu dari penjara ini. Namun status kamu bukan bebas namun sebagai tahanan kota. "
" Terus bagaimana kelanjutan kasusnya Ken ??? "
" Sampai kita bisa membuktikan bahwa Naura yang berpura-pura menjadi kamu saat ini adalah yang palsu dan mau menyerahkan diri ke polisi. "
" Bagaimana mungkin dia mau menyerahkan dirinya ke Polisi karena dia sangat licik sekali Ken. "
" Ayo kita Ke rumah tunanganmu dulu, aku akan memberi sedikit pelajaran pada saudara kembarmu yang jahat itu. Tapi sebelum itu kamu harus terlihat cantik di depan mereka, terutama tunanganmu. Buat dia menyesal karena lebih percaya pada Nayra yang palsu itu "
" Iya terserah kamu saja Ken, tapi sebelumnya terima kasih sudah mengeluarkan aku dari penjara. Dan aku berhutang budi padamu Ken. "
" Tidak, jangan berfikir seperti itu. Aku ikhlas melakukan ini, karena aku tidak rela ada orang yang menyakitimu. "
" Kenapa kamu begitu peduli padaku Ken ??? "
" Karena kamu mengingatkanku pada seseorang, " Suara Kennard tampak serak dan bergetar.
" Siapa Ken ??? " Aku penasaran pada laki-laki yang baru aku kenal ini.
" Ah sudahlah, bukan siapa-siapa. "
Aku berfikir mungkin dia memiliki masa lalu yang misterius dan menyedihkan karena terlihat jelas di matanya terpancar duka yang mendalam.
__ADS_1
Akhirnya mobil mewah Lexus LC datang menghampiri kami. Mobil mewah ini setahuku di banderol seharga milyaran rupiah. Aku jadi penasaran siapa Kennard sebenarnya ??????. Aku yakin dia bukan orang biasa.
Tiba-tiba Kennard membukakan pintu mobil untukku. Setelah itu dia juga mengikutiku masuk Ke mobil super mewah tersebut.
Aku terus memandangi laki-laki yang baru ku kenal itu namun dialah yang paling memahami ku saat ini. Laki-laki berpostur tinggi, berkulit putih bersih, tampan dan sedikit brewokan yang menambah khas gentleman nya. Aku mengiranya dia pasti lebih tua jauh diatasku.
" Kenapa kamu memandangiku seperti itu, " Tiba-tiba Kennard bertanya padaku.
" Siapa kamu ???? " Jawabku.
" Suatu saat kamu pasti tahu siapa aku. Yang pasti aku bukan siapa-siapa, " Jawabnya merendah.
Aku pun diam dan tidak punya nyali untuk bertanya lagi.
Hingga pada akhirnya mobil mewah yang kita tumpangi berhenti di salah satu Salon mewah namanya " Bellezza Salon&Boutique ".
Pegawai yang bekerja Di salon ini memang profesional dan handal. Karena mereka tidak serta merta langsung make over, namun mereka melakukan tes alergi krim kecantikan pada kulit masing-masing pelanggan.
Akhirnya karena kulitku normal dan tidak terindikasi alergi, aku pun di dandani secantik mungkin. Dengan tampilan make over yang flawless dan tatanan rambut yang elegan membuatku semakin cantik. Dan kini giliran ku untuk memilih gaun yang cocok untuk di pakai.
Saat aku keluar dan menemui Kennard, dia tampak terpesona dengan penampilanku. Matanya tampak berhenti berkedip dan terbuai dengan tatanan make up ku. Dan dia pun memuji kecantikan yang aku miliki.
Akhirnya dia memilihkan ku gaun yang sedikit terbuka di area punggungku. Namun modelnya terkesan feminim dan memperlihatkan punggung dan pahaku yang putih, bersih dan mulus. Selain itu aku juga memakai highheels senada dengan warna bajuku yaitu pastel.
Di sepanjang jalan aku deg-deg an dengan apa yang sebentar lagi terjadi Di rumah Axel.
Akhirnya kami pun sampai Di rumah konglomerat Keluarga Widodo. Aku dengar hari ini Naura yang berpura-pura menjadi diriku sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit.
__ADS_1
Kennard menggandeng tanganku untuk membantuku lebih percaya diri. Hingga pada akhirnya kami sudah memasuki Ruang tamu Keluarga Widodo. Kennard menyuruh asisten rumah tangga yang ada disana untuk memanggil semua penghuni rumah ini.
Kesan pertama yang aku tangkap dari Axel dan keluarganya adalah mereka sana-sama terpukau akan kecantikanku hari ini.
Saat aku melihat Mamanya Axel aku memeluknya seperti biasa aku lakukan padanya. Dan diapun juga membalas pelukanku. Dia pun percaya bahwa Nayra yang asli adalah aku. Aku bersyukur calon Mama mertuaku ini bisa mengenaliku.
Berbeda dengan Axel, dia tetap tidak bisa mengenaliku sebagai Nayra yang asli. Sama seperti kedua orang tua kandungku, dan juga Papanya Axel.
Sebagai sedikit pelajaran untuk Naura, Kennard memberi kami soal Matematika yang cukup rumit. Karena Kennard tahu Nayra yang asli adalah dia yang jago berhitung Matematika. Aku pun bisa menjawabnya dengan mudah. Sedangkan Naura berpura-pura merasakan sakit dikepalanya.
" Dengan kejadian ini aku berharap kalian bisa sadar yang mana Nayra asli dan mana Nayra yang palsu, " Kennard pun menggandengku pergi meninggalkan mereka semua.
" Tunggu, berhenti, " Bi Inah memanggilku.
" Iya ada apa Bi. "
" Bibi tahu dan sangat yakin, kalau Non adalah Non Nayra yang asli, " Bi Inah langsung memelukku dan menangis.
" Bagaimana Bibi bisa yakin kalau aku adalah Nayra yang asli Bi ??? "
" Bibi merasakan ada getaran saat Bibi dekat dengan Non Nayra. Jadi ijinkan Bibi ikut bersama Non Nayra dan juga menjaga Non Nayra ya, " Bi Inah memohon.
" Iya silahkan kalau Bibi mau ikut kami, " Kennard mengiyakan untuk membawa Bibi ikut bersama kami.
Kami bertiga pun akhirnya pergi dan hanya Mamanya Axel yang menangisi kepergianku. Dia menyuruh Axel untuk mempercayaiku, namun dia hanya acuh tak acuh.
Sepanjang perjalanan Bi Inah hanya menangis karena tidak bisa membantuku saat aku ada Di penjara. Karena awalnya pun dia diperdaya dan percaya pada Naura. Aku hanya bisa tersenyum padanya.
__ADS_1
Semua yang kami lakukan hari ini adalah semata-mata karena Aku Ingin Merebut Kembali Identitasku. Aku berharap semua orang bisa secepatnya percaya padaku bahwa aku adalah Nayra yang asli.