
" Apa maksudmu Ken ???? "
" Aku juga tidak tahu apa yang kini aku rasakan, tapi entah kenapa sejak perkenalan kita yang pertama kali itu aku tertarik padamu. Semakin dekat aku mengenalmu, aku merasakan kenyamanan yang selama ini tidak pernah aku rasakan. "
" Mungkin itu cuma perasaanmu saja Ken, bagaimana mungkin kamu tertarik padaku. Usia kita juga terpaut jarak yang lumayan jauh. "
" Menurutmu apa aku sudah seperti Om-om, sehingga kamu mengibaratkan aku sudah tua. Aku masih umur 30 tahun. Meskipun begitu bukankah mukaku terlihat baby face dan menggemaskan ??? "
" Terserah lah padamu, Ken. "
Kennard memegang tanganku, bahkan dia juga menciumnya.
" Apa maksudnya ini Ken ???? "
" Izinkan aku untuk lebih jauh mengenalmu dan mencintaimu. "
" Kamu serius Ken ????? Tidak mungkin Ken. Aku sudah menjadi tunangan orang lain. "
" Aku serius, apa menurutmu mataku ini berkata bohong ????. Lagian apa kamu masih mau menjadi tunangannya setelah apa yang sudah terjadi sebelumnya. Bagaimana bisa kamu mempertahankan sebuah hubungan itu setelah apa yang sudah dia lakukan padamu. "
" Masalahnya pertunanganku ini juga membawa atas nama perusahaan Ken, jadi tidak serta merta aku bisa langsung memutuskannya begitu saja. Terlalu rumit untuk melakukan itu. "
" Itu mudah, karena kesalahan fatal yang sudah dilakukan tunanganmu padamu bisa kamu jadikan alasan untuk mengakhiri pertunangan kalian. "
" Aku tidak memiliki keberanian untuk itu Ken. "
" Terserahlah yang pasti kamu harus tahu bahwa aku juga mencintaimu mulai malam ini. "
" Apa ????? Kamu yakin dan sadar kan sekarang Ken ?????? "
" Iya Nayra, sepenuhnya aku sadar. "
" Tapi maaf aku tidak bisa menerima cintamu Ken, karena aku masih menjadi tunangan laki-laki lain. "
" Aku tidak butuh jawabanmu sekarang, aku akan selalu menunggumu hingga kamu sadar bahwa akulah yang pantas menjadi pasanganmu. "
" Terserah kamu lah Ken. "
Kami pun menikmati makanan kami masing-masing. Dan memang aku sengaja mengakhiri perbincangan kami. Aku tidak mau dia terus memaksaku untuk menjadi pasangannya. Karena bagaimanapun juga aku masih punya hubungan dengan Axel.
Setelah itu kami pun pulang. Kennard mengantarku pulang Ke apartemen. Saat sampai disana Bi Inah ternyata sudah tidur.
__ADS_1
Saat aku akan masuk Ke kamarku, tiba-tiba Axel menarik tanganku hingga aku terjatuh ke pangkuannya. Kami saling bertatapan satu sama lain Di sofa. Wajah tampannya terus menghipnotisku sehingga aku klepek-klepek dibuatnya. Entah kenapa aku merasakan getaran-getaran dalam hatiku saat dekat dengannya.
Apa mungkin cintaku sudah berpaling dari Axel dan sekarang aku mulai merasakan jatuh cinta pada laki-laki yang sudah berusia matang ini ????.
Kini aku berada dalam pelukan Kennard, aku merasakan nafasnya kian memburu. Dia bersikap romantis padaku, dia mengelus-elus rambutku dan sesekali mengusap wajahku. Bahkan dia juga mengelus-elus bibirku yang berwarna merah muda itu.
Aku ingin menyudahi ini semuanya, namun Kennard memegangku semakin erat. Dan disaat itu juga aku teringat saat status Naura berada dalam pelukan Axel. Aku tidak tahu apa yang sudah mereka lakukan saat itu. Hal itu membuat hatiku semakin panas. Aku pun membalasnya, dengan menikmati setiap sentuhan yang diberikan Kennard padaku.
Kini Kennard mendekatkan wajahnya ke telingaku dan membisikan ku sesuatu padaku.
" Kamu cantik sekali sayang, kamu wanita yang sangat sempurna. Aku ingin menikmati semuanya milikmu."
Kata-kata maut tersebut justru membuatku melayang-layang ke udara. Kennard mendesah di telingaku, sehingga membuatku tidak bisa mengontrol diriku.
Namun semuanya buyar tatkala ponsel Kennard berbunyi tanda telefon. Mungkin karena penting, Kennard terpaksa mengangkatnya. Setelah itu dia pamit dan bergegas pergi meninggalkanku. Entah apa yang sudah terjadi sehingga dia pergi dengan keadaan yang terburu-buru.
" Kamu mau kemana Ken. "
" Maaf aku sedang buru-buru. "
Kennard langsung pergi begitu saja dan aku tidak tahu apa yang terjadi. Dia sangat tertutup padaku. Aku pun masuk ke kamarku. Aku akui aku mulai tertarik pada Ken. Aku selalu terpesona saat dekat dengannya. Namun aku buru-buru mengusir pikiran kotor tersebut, karena saat ini statusku adalah tunangan laki-laki lain.
Keesokan harinya aku melihat ada SMS masuk, dan ternyata Axel yang memintaku bertemu dengannya Di cafe tempat kita biasa bertemu. Cafe cinta namanya. Aku bersiap-siap untuk memenuhi permintaannya karena aku ingin masalah ini cepat selesai.
" Aku ingin memberimu satu kesempatan, " Jawabku saat baru sampai.
" Sayang, sekali lagi maafin aku ya. Aku tahu kamu kecewa padaku, kamu boleh marah atau apalah yang penting jangan akhiri hubungan kita. "
" Aku tidak tahu Axel, " Jawabku datang.
" Kita sudah tunangan sayang, dan aku mau tanya sama kamu. "
" Tanya apa ???? "
" Kamu tinggal dimana selama ini. Apakah kamu tinggal bersama laki-laki bernama Kennard itu ???? "
" Aku tidak tinggal dengannya, namun aku tinggal Di apartemennya bersama Bi Inah. "
" Kalau begitu ayo pulanglah bersamaku, tidak baik tinggal bersama orang yang tidak kamu kenal. "
" Aku berhutang budi padanya. Karena dia sudah menolongku keluar dari penjara dan menjagaku selama ini. "
__ADS_1
" Tapi tetap saja tidak baik kalau kamu terus bersamanya. "
" Lalu apa menurutmu baik saat kamu tinggal bersama Naura. Aku bahkan tidak tahu apa yang sudah kalian lakukan. "
" Aku tidak melakukan apa-apa sayang, percayalah. "
" Terserah. "
" Ayo aku antar kamu Ke apartemen laki-laki itu. Kamu harus pulang. Mamaku juga sangat merindukanmu. Bahkan dia sampai jatuh sakit karena memikirkanmu."
" Mama mertuaku sakit ??? "
" Iya, makanya ayo kamu harus pulang. "
" Baiklah kalau begitu. "
Ketika sampai Di apartemen, aku kaget karena melihat ada Kennard di dalam. Begitu mengetahui ada Axel bersamaku, sorot matanya menunjukkan rasa cemburunya yang sangat tinggi. Dia tidak suka akan kehadiran Axel.
" Kennard, aku mengucapkan terima kasih karena kamu sudah baik selama ini sama aku. Kamu satu-satunya orang yang membantuku keluar dari penjara itu. Dan kamu juga yang sudah memberiku tumpangan untuk menginap disini. Aku berhutang budi padamu. "
" Apa maksudmu ??? "
" Aku izin pamit pulang dulu ya Ken. Sudah waktunya aku pulang Kerumah. "
" Sudah disini saja, kamu lebih aman tinggal disini. "
" Tidak Ken, aku harus pulang sekarang. "
" Apa karena laki-laki itu yang memaksamu pulang dan pergi meninggalkanku ???? "
" Apa maksudmu, aku berhak membawanya pergi karena dia tunanganku. Memangnya kamu siapa melarangnya untuk pergi bersamaku, " Sahut Axel.
" Aku memang bukan siapa-siapa baginya, namun akulah satu-satunya orang yang ingin selalu membahagiakannya. "
" Persetan denganmu, katakan saja apa maumu jangan buat tunanganku selalu merasa berhutang budi padamu. "
" Dasar anak ingusan berlagak menjadi sok dewasa. "
" Apa maksudmu. "
" Tanyakan pada tunanganmu apakah perasaannya padamu masih tetap sama seperti dulu ????? "
__ADS_1
" Deg, " Jantungku berdetak saat Kennard mengatakan kata-kata tersebut.
Aku juga tidak tahu apakah cintaku masih tetap sama pada Axel, dan aku juga tidak tahu apakah aku mulai jatuh hati pada Kennard. Aku belum siap Ketika Cinta Harus Memilih diantara mereka berdua.