
" I Love You My Queen, Nayra " Dengan romantisnya Axel membisikkan kata-kata tersebut di telingaku. Terasa berdiri bulu romaku, aku benar-benar terhanyut akan pesona Tuan Muda yang tampan itu.
" I Love You Too Tuan Muda Axel, " Aku tersenyum menatap kedua matanya.
" Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. "
" Saat dimana kita bertemu di pesta itu dan kamu menyelamatkanku dari para tamu undangan waktu itu ???? "
" Iya benar. "
" Aku juga, kamu adalah Cinta Pertama ku. Aku mulai merasakannya pada pandangan pertama kita
bertemu. "
" Aku berharap kita bisa saling memahami satu sama lain. Kita adalah pasangan sekarang jadi tolong jaga hati kita masing-masing. "
" Iya, " Jawabku sambil tersenyum manis.
Malam itu Axel sangat romantis sekali, dia menyuapi aku makan, kita bersulang berdua. Kita menikmati malam dengan penuh cinta.
" Aku tidak sabar ingin segera menikahimu sayang, " Kata-kata Axel membuatku kaget karena usia kami masih terlalu muda untuk memikirkan sebuah pernikahan.
" Ha???????????? Kamu tidak bercanda atau lagi mabuk kan ????????. Aku rasa kita masih terlalu muda untuk memikirkan semua ini. "
" Aku rasa aku tidak bisa jauh darimu sayang, kamu sangat cantik sehingga aku takut kehilanganmu. "
" Aku takut kalau harus menikah muda sayang. "
" Ya sudah, lulus SMA aku akan segera menikahimu !!!!! "
" Apa ?????????????? "
Tuan Muda Axel memang penuh kejutan. Dia tidak mudah ditebak apa yang akan dia lakukan. Dan dia ingin mengajakku untuk kerumahnya.
" Kerumah yuk ????? "
" Kapan ???? "
" Sekarang. "
" Lain kali saja ya sayang, ini sudah terlalu malam. ''
" Gak apa-apa sayang, nanti bermalam Di rumahku. "
" Oh no no no no no !!!!!! "
" Kamu memang wanita impianku sayang. "
" Iiiih So Sweet.... "
__ADS_1
Kami pun akhirnya pulang, dikarenakan malam yang semakin larut. Di sepanjang perjalanan pulang, Axel terus memandangi wajahku yang membuatku salah tingkah.
" Udah dong jangan ngeliatin kayak gitu, malu ni. "
" Kamu cantik banget sih sayang. "
" Mulai deh nge gombalnya. "
" Suerrr deh !!!!! "
Axel mengacak-acak rambutku, meskipun berantakan tapi aku sangat menyukainya. Aku merasa bahagia sebagai seorang wanita. Itu yang membuatku semakin mencintainya.
Tiba-tiba dia menggenggam tanganku, namun kali ini Axel tampak serius sekali.
" Nayra, berjanjilah padaku apapun yang terjadi dengan masa depan kita, tetaplah di sampingku. Aku tahu perjalanan cinta kita tidak akan mudah. ''
" Kenapa kamu bicara seperti itu sayang ???? "
" Kita akan hidup dalam bayang-bayang Naura. Aku tahu dia tidak akan tinggal diam begitu saja melihatmu bahagia. Berjanjilah padaku jangan pernah mengorbankan cinta kita hanya demi Naura. "
Aku diam, aku tidak mau mengatakan pada Axel atas teror yang sering dilakukan Naura padaku. Dia ingin sekali aku mati. Karena dia ingin mengambil posisiku dan bahagia tanpa bayang-bayangku.
" Naura itu sakit, dia butuh bantuan seorang psikolog atau psikiater sayang. "
" Kenapa kamu bisa mengatakan dia sakit jiwa sayang ????? ''
" Sayang, percaya padaku yang aku lihat dia itu mengalami gangguan namanya kalau gak salah Bipolar. "
" Iya intinya adanya gangguan pada suasana hatinya yang ekstrem, sebentar dia merasa sangat begitu bahagia namun tiba-tiba dia merasa sangat bersedih yang teramat dalam. Selain itu ini yang aku takutkan dari pertama kali aku bertemu dengannya. Aku takut dia juga mengalami gangguan psikopat, dimana dia pandai memanipulasi ekspresinya dan sewaktu-waktu dia bisa menjadi pembunuh berdarah dingin. "
" Semoga saja semua itu tidak terjadi pada Naura sayang... "
" Makanya alangkah baiknya kalau orang tua kamu tahu keadaan Naura yang sebenarnya. Dia butuh bantuan seorang psikolog atau psikiater. Jangan sampai nanti malah ada korban. "
" Aku tidak memiliki keberanian untuk itu sayang, kamu tahu sendiri kan Naura seperti apa. "
" Ya sudah kalau begitu sayang. Yang penting kamu jaga diri baik-baik dan hati-hati ya. "
" Iya sayang. "
Akhirnya kami pun sampai juga Di depan rumah.
" Kamu gak mau mampir dulu ya sayang ??? "
" Untuk kali ini aku tidak bisa mampir dulu ya, karena aku ada acara dengan teman malam ini. Lain kali aku akan main kesini. "
" Ok kalau begitu aku masuk dulu ya sayang. "
" Tunggu sebentar sayang, " Axel menatap kedua mataku, kita beradu pandang. Axel mendekatkan wajahnya ke wajahku dan dia hampir saja mencium bibirku. Nafsu kami beradu dan rasanya memuncak untuk saling menumpahkannya. Namun hampir saja kami berciuman bibir satu sama lain, bunyi klakson mobil Naura membuyarkan semuanya.
__ADS_1
Deg,, jantungku berdegup kencang. Apa Naura melihat kami berdua di dalam mobil ???.
Aku langsung keluar mobil dan masuk Ke rumah, dan aku mendapati Mama Papa santai Di ruang keluarga.
" Riss, kamu darimana sayang ??? " Mama menyapaku.
" Dari makan malam Ma, " Aku menjawab pertanyaan Mama dan berharap Mama tidak terus bertanya padaku karena ada Naura di belakangku.
" Sama tuan Muda Axel ???? " Kali ini Papa yang ikut bertanya padaku.
" Iya Pa, aku makan malam sama Axel tadi. "
" Kok Axel nya tidak diajak mampir Ke rumah sih sayang ???? " Mama kembali bertanya padaku.
Belum sempat aku menjawab pertanyaan Mama, Naura tampak dengan sinis ikut pembicaraan kami.
" Dasar gak tahu aturan, harusnya ajak dong Tuan Muda Axel kesini !!!! Kenapa, apa kamu takut aku merebutnya darimu ?????? " Naura dengan sinisnya mengatakan kata-kata tersebut padaku.
" Bukan seperti itu Pa, Ma. Soalnya Axel tadi bilang ada acara malam ini dengan temannya. Tapi dia janji kapan-kapan akan main kesini. "
" Oh gitu sayang, ya sudah sekarang Nayra istirahat ya. Pasti capek kan ???? " Seakan mama tahu ketidaknyamanan yang aku rasakan, dia mengakhiri obrolan kita malam ini.
" Ya sudah Nayra istirahat dulu ya Ma. "
Aku pun bergegas masuk Ke dalam kamar dan mengunci pintuku. Aku berharap Naura tidak menerobos masuk Ke kamarku.
Aku masih kepikiran kata-kata Axel tadi mengenai sakit yang sebenarnya di derita Naura. Bagaimana kalau semua itu memang benar ????. Berarti hidupku dalam bahaya. Mungkin juga hidup kami semua yang ada di dalam rumah ini. Tapi aku berharap semua ini tidak benar, dan hanyalah sebuah praduga Axel saja.
Ternyata benar, Naura mendobrak-dobrak pintuku.
" Hei buka pintumu sekarang !!!!. Atau aku dobrak sekalian pintu ini !!!!! "
" Aku gak mau buka, aku mau istirahat Naura. Aku capek !!!! "
" Buka sekarang, ok kalau kamu gak mau buka apa kamu mau lihat aku menaruh racun di minuman Papa. Dan kamu mendapati besok Papa meninggalkan kita semua !!!!! "
Ancaman Naura tidak pernah main-main, dan aku tidak mau kehilangan Papa. Aku pun dengan berat hati membuka pintuku. Tampak Naura nyengir penuh kemenangan.
" Kamu mau apa lagi Naura. "
" Buka cincinmu. "
" Cincin apa Naura ??? "
" Cincin berlian pemberian Axel dan keluarga Widodo. "
" Buat apa Naura, gak Naura jangan ambil cincin ini dari tanganku. Kamu boleh ambil lainnya yang kamu mau asal jangan cincin ini. "
" Aku bilang, mana cincinnya !!!! "
__ADS_1
" Gak Naura, jangan !!!!. Aku akan terus mempertahankan cincin ini. "
Dan kulihat Naura membawa sebuah pisau kecil yang tajam, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan padaku......