CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU

CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU
BAB 4 TUAN MUDA AXEL YANG DINGIN


__ADS_3

Siapa sangka Putra Mahkota Widodo, tuan muda Axel memilih tempat duduk di sampingku. Tanpa menoleh padaku, dan seolah-olah bersikap dingin dia santai menikmati acara makan malam kita ini.


Aku salah tingkah duduk disamping pria yang belum lama ku kenal ini. Bahkan memegang sendok dan garpu pun aku gemetar. Namun berbeda halnya dengan Naura, dia tampak tebar pesona dihadapan keluarga Widodo, dan Tuan Muda Axel pastinya.


Papa : " Silahkan dinikmati jamuan makan malam yang sederhana ini, silahkan silahkan. "


Tuan Widodo : " Iya terima kasih untuk jamuannya malam ini, sudah repot-repot memasakkan masakan lezat malam ini. "


Papa : " Sama-sama, Ayo silahkan dicicipi makanannya. "


Tuan Widodo : " Iya-iya. "


Kami semua pun menikmati makan malam kita ini. Tampak keluarga Widodo sangat menyukai jamuan makanan malam ini. Bahkan keluarga Widodo memuji kenikmatan dan kelezatan makanan yang telah dihidangkan.


Papa dan mama merasa bangga karena sudah merasa dihargai malam ini. Sebagai penutup kita pun saling bersulang satu sama lain.


Lalu papa menyuruhku dan Naura menemani Tuan muda Axel. Papa dan Mama mau mengobrol masalah bisnis dengan keluarga Widodo.


" Nayra, Naura tolong kalian temani dulu ya Tuan Muda Axel, Papa dan Mama mau membicarakan masalah bisnis dengan keluarga Widodo dulu ya. "


" Iya Pa. " Sahutku.


" Oke Pa siap, " Naura juga tak mau kalah dariku.


Kami bertiga pun menuju Ke ruang keluarga, sebenarnya aku gak nyaman ngobrol bertiga seperti ini karena aku takut salah dan Naura marah padaku.


" Hai tuan muda Axel, maaf untuk kejadian kapan hari yang mungkin membuat kamu tidak nyaman. Yah sebenarnya waktu itu aku hanya iseng saja si ngerjain Nayra. Ya biasalah kita saudara kembar memang biasa bercanda seperti itu, " Naura memulai obrolan diantara kami.


" Iya, "


" Kok cuma jawab iya gitu aja sih, gak seru ni tuan muda Axel !!!!! "


" Apa benar kalian benar-benar saudara kembar ???? "


" Ya jelas lah kami saudara kembar. Hello Tuan Muda Axel lihat wajah kami, kami ini kembar. Bukankah wajah kami mirip satu sama lain ???? "


" Tapi ada satu perbedaan diantara kalian, yang saling membedakan satu sama lain !!! "


" Hah, apa yang membedakan pada diriku dan Nayra ??? "


" Hati kalian. "


" Hah hati ???? Maksudnya apa ini Tuan Muda Axel ???? "


" Secara fisik kalian memang kembar dan sama. Tapi hati kalian berbeda. "


" Apa yang membedakan dari hati kami ???? "

__ADS_1


" Salah satu dari kalian ada yang hatinya benar-benar tulus sedangkan satunya lagi hatinya jahat dan


kejam. "


" Hah, bagaimana mungkin tuan muda bisa menilai kami seperti ini ????. Sedangkan Tuan Muda Axel baru mengenal kami ???? "


" Aku bisa sedikit tahu ilmu tentang Psikologi, dimana aku bisa mengenal berbagai karakter seseorang yang aku kenal. Bagaimanapun kalian berusaha menutupi karakter kalian, aku pasti tahu. "


Naura langsung diam tak berkutik namun aku tahu dari sorot matanya dia begitu marah dengan ucapan Tuan Muda Axel.


Lalu Tuan Muda Axel mendekatiku. Aku dari tadi memang sengaja diam saja karena aku tidak mau terlibat pembicaraan mereka.


" Kenapa kamu diam saja disini dan tidak bergabung bersama kami ???? "


" Ehmm... tidak apa-apa aku hanya kurang enak badan sedikit. "


" Kamu sakit ????? " Tuan Muda Axel mengecek suhu tubuh di keningku.


" Tidak tidak apa-apa, hanya sedikit kurang fit saja Tuan Muda. "


" Panggil saja aku Axel, bukankah kita seumuran ??? "


" Iya Axel, " Jawabku tersipu malu.


" Aku tahu kamu wanita yang baik, makanya kamu selalu menjaga hati orang lain dan selalu mengalah untuknya. "


" Kamu fikir sendiri. "


Tuan Muda Axel lalu pergi meninggalkan kami begitu saja. Sikapnya yang dingin dan penuh tanda tanya membuatku semakin ingin mengenalnya.


Lalu naura mendekatiku dia sangat marah karena menurutnya aku sudah merebut perhatian Axel darinya. Naura mendorongku sehingga aku jatuh terjerembab ke lantai, dia menamparku dan memukuliku hingga aku memohon ampun padanya.


" Dasar perempuan munafik !!!! Bisa bisanya kamu mengambil perhatian Axel dariku !!!! " Naura menjambak rambutku sehingga aku terbata-bata menjawab perkataannya.


" Na Naura aku tidak pernah bermaksud mengambil perhatian Axel darimu. "


" Buktinya dia berpaling dariku dan mendekatimu, dengan mengatakan pura-pura sakit segala !!! Dasar perempuan munafik !!!! "


" Naura lepaskan sakit. "


" Sakit katamu ????? Hatiku lebih sakit mendengar kata-kata Axel tadi, " Naura menghempaskan jambakannya padaku.


" Bukannya aku dari tadi diam saja Naura, aku tidak ikut campur saat kalian berdua ngobrol. "


Akhirnya Naura pun berhenti menyakitiku dan aku pun bisa bernafas dengan lega.


" Dari dulu kamu selalu merebut semuanya dari ku Nayra !!!!!! Segalanya kamu rebut !!!!! "

__ADS_1


" Gak Naura aku gak pernah merebut semuanya darimu, namun keadaan lah yang menyebabkan kita menjadi seperti ini sekarang. "


" Aku benci punya saudara kembar sepertimu !!!!!!. Harusnya kamu mati saja biar aku bahagia menikmati semua ini sendiri !!!!! "


" Aku selalu mengalah dan diam saat kamu meluapkan kemarahanmu Naura, karena mungkin ini cara aku menebus rasa sakit yang pernah kamu rasakan selama ini. Apa itu belum cukup !!!! "


" Gak, sebelum kamu mati, hidup aku gak akan pernah bahagia !!! "


Lalu Naura kembali menyakitiku, aku hanya bisa menangis pasrah menahan sakit.


Namun tiba-tiba Axel datang, dia menyelamatkanku dari Naura.


" Inilah jawaban yang aku maksud tadi perempuan jahat !!! " Tampak Axel sangat marah pada Naura dan membantuku melepaskan diri dari Naura.


" Apa maksudmu !!! "


" Aku memang sengaja meninggalkan kalian berdua disini karena aku ingin tahu siapa yang berhati iblis dan berhati malaikat disini !!! "


" Jadi kamu menjebakku, hah !!!!! "


" Naura, perbuatan kamu ini sudah di luar nalar manusia. Kamu sudah gila. "


" Iya aku gila begini gara-gara perempuan munafik itu, dia yang sudah mengambil semuanya dariku !!!! "


" Kamu harus periksa Ke psikiater Naura !!! "


" Hah, aku gak butuh psikiater. Aku hanya butuh dia mati di dunia ini. "


" Sungguh aku kasian melihatmu seperti ini Naura, sadarlah Naura !!! "


" Awas kalian ya !!!! "


Naura pun pergi meninggalkan kami, lalu Axel pergi keluar untuk mengambil kotak obat untukku. Dia merawat luka akibat perlakuan Naura padaku.


" Terima kasih, " Sambil menangis menahan sakit aku mengucapkan kata tersebut.


" Iya, harusnya kamu jangan diam saja diperlakukan seperti ini oleh Kembaranmu. "


" Kenangan masa lalu yang dirasakan Naura karena ketidakadilan diantara kami tidak sebanding dengan rasa sakit yang kini aku rasakan Axel. "


" Tapi ini tidak benar Nayra, bukan dengan cara seperti ini kamu membantu Naura mengobati rasa sakit atau trauma di masa lalunya. "


" Lalu bagaimana Axel ????? "


" Kita bawa Ke psikiater "


Lama aku memandang mata Axel, setega itukah aku harus membawa Naura ke Rumah Sakit Jiwa. Apakah dengan cara seperti itu bukan malah memperburuk hubunganku dengan Naura ????

__ADS_1


Disisi lain, dibalik sikap Tuan Muda Axel Yang Dingin sebenarnya dia peduli padaku ataupun dengan Naura..


__ADS_2