
Setelah kami selesai menikmati makan malam bersama, kami melanjutkan pembicaraan kami Di ruang keluarga.
" Maaf Nak Kennard kalau Om boleh tahu sebenarnya nama lengkap kamu siapa ??? " Papa memulai obrolan kami malam ini.
" Kennard Orlando Jazztin Adigdaya Om, " Jawab Kennard santai.
" Adigdaya ???? "
" Iya Om, kenapa Om ada yang aneh ???? "
" Apa kamu keturunan dari keluarga konglomerat Almarhum Adigdaya ????? "
" Ehmm.. bukan Om. Mungkin hanya kebetulan saja namanya yang sama Om. "
" Oh begitu ya, Ya memang sekarang ini banyak nama-nama yang hampir mirip. "
" Memangnya kenapa dengan keluarga Adigdaya itu Pa, " Tanyaku penasaran.
" Ada rahasia antara Papa dan Keluarga Almarhum. Papa ingin sekali bertemu dengan keturunan keluarga Almarhum. Tapi hingga saat ini Papa tidak memiliki keberanian bertemu dengannya. "
" Kenapa Om, apa Om pernah melakukan kesalahan pada keluarga mereka " Tanya Kennard mengagetkan kami.
" Oh, tidak ada apa-apa. Om hanya takut dia tidak bisa memaafkan Om karena kesalahan besar yang tidak Om sengaja. "
" Ya semoga saja dia bisa memaafkan Om. "
" Iya Kennard. Oh ya ngomong-ngomong kamu bekerja dimana ???? "
" Saya memiliki usaha Rumah Makan dan Catering Om. "
" Bagus, kamu lelaki yang mandiri Kennard, " Puji Papa.
" Iya Om. Saya ingin menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. "
Tapi aku heran dan tidak percaya dengan kata-kata Kennard. Apa benar dia hanya pengusaha rumah makan dan catering ?????. Sedangkan yang aku tahu dia memiliki apartemen mewah, kamar pribadi yang luas dan juga mewah dan juga mobil pribadi yang mewah.
Ada Yang Aneh Dengan Kennard....
Apa dia sedang menutupi sesuatu pada kami. Karena aku tidak yakin dengan kata-katanya. Tapi apa gunanya dia berbohong pada kami disini ?????.
Tiba-tiba sebuah panggilan masuk berbunyi. Dan ternyata itu adalah suara ponsel Kennard. Dia pun pamit untuk mengangkat ponselnya. Seketika itu wajahnya sangat serius saat mengangkat telfonnya.
Saat itu juga dia pamit pada kami semua, bahwa dia ada acara mendadak. Sama persis yang dilakukannya saat Di apartemen, saat dia mengangkat sebuah panggilan telefon yang penting dan saat itu juga dia pergi meninggalkanku.
Aku semakin curiga pada Kennard, karena aku yakin dia bukan laki-laki sembarangan. Aku sangat yakin dia sengaja menyembunyikan identitasnya untuk tujuan tertentu. Tapi untuk apa ?????.
__ADS_1
Di saat dia pamit dan hendak meninggalkan rumahku, aku segera mengejar Kennard.
" Kennard tunggu, " Pintaku sebelum Kennard masuk Ke dalam mobil.
" Iya ada apa lagi Nay. "
" Apa maksudmu membohongi kami semua malam ini, katakan apa tujuanmu ????? "
" Maksud kamu apa ya Nay ???? "
" Aku tidak percaya bahwa kamu adalah pengusaha restoran dan catering. Aku tidak sebodoh itu Ken !!!! "
" Lalu ???? "
" Bagaimana mungkin kamu bisa memiliki apartemen yang mewah, mobil pribadi mewah dan kamar yang mewah dari hasil kamu usaha seperti itu ??? "
" Terserah kamu saja. Aku buru-buru. "
" Siapa kamu Ken ???? "
Kennard berhenti sejenak, tidak tahu kenapa aku melihat raut muka Kennard penuh kebencian dan dendam saat menatapku. Aku terkejut karena untuk pertama kalinya aku melihatnya seperti itu.
" Jangan membuatku membencimu. "
Aku menundukkan wajahku, aku takut Kennard semakin marah padaku. Namun aku melihat Kennard berjalan mendekatiku.
"Maafkan aku, jangan masukkan ke hati perkataanku tadi. Aku tidak berniat sedikitpun untuk menyakiti hatimu. "
" Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu Ken, tapi aku berharap kamu tidak berusaha untuk menyakitiku. "
Seketika aku melihat tatapan mata Kennard luluh padaku. Dia memelukku dan mengucapkan kata maaf padaku.
Tapi bagaimanapun juga aku berharap bisa mengetahui identitas Kennard yang sebenarnya cepat atau lambat.
" Aku tidak akan pernah sanggup untuk menyakitimu, " Jawab Kennard lirih.
Seketika itu juga Kennard langsung pergi dengan mobilnya. Aku hanya bisa memandangnya pergi meninggalkanku. Namun aku dikagetkan dengan tepukan di belakangku.
" Sayang, ayo masuk. Bagaimana bisa kamu meninggalkanku di dalam demi laki-laki lain. "
" Iya maaf, jangan salah paham. Aku ada perlu sebentar dengan Kennard. "
" Ya sudah ayo masuk. "
" Iya. "
__ADS_1
Di dalam rumah, kami membicarakan sesuatu yang berkaitan tentang hubunganku dengan Axel.
" Nayra, Papa harap kamu jangan menyalah artikan kebaikan Kennard padamu. Kamu tetap harus ingat bahwa saat ini kamu sudah bertunangan dengan Axel. Papa bicara seperti ini karena Papa peduli denganmu Nak. Ingat pertunangan kalian dulu dilandasi atas dasar dua perusahaan dan juga suka sama suka. Tidak ada unsur paksaan ataupun merugikan satu sama lain. Jadi tolong kamu jaga harga dirimu sebagai seorang wanita.
" Ya Pa. "
" Tolong kasih kesempatan pada Axel untuk memperbaiki kesalahannya dan menjadi pasangan yang baik untukmu. "
" Ya pa, Nayra tahu. "
Aku hanya bisa mengiyakan saja kata-kata Papa, karena aku tidak mau berdebat dengannya.
" Iya sayang, benar banget apa yang sudah dibicarakan Papa kamu. Jadi mulai sekarang kamu harus menjaga jarak dengan laki-laki yang bernama Kennard itu. Kalaupun ada keperluan mendesak, aku harus ikut mendampingimu bertemu dengannya. Jangan pergi sendiri tanpa aku sayang, " Ucap Axel.
" Padahal kita masih tunangan kamu sudah ngatur-ngatur hidup aku, aku gak nyaman diperlakukan seperti ini, " Protesku.
" Nayra, Axel melakukan ini juga demi hubungan kalian. Dia ingin menjaga kamu dengan baik. Apa salahnya permintaannya barusan, " Ucap Papa.
" Kita kan belum menikah Pa, jadi kita masih bebas mau melakukan apa saja tanpa kekangan apapun," Protesku.
" Kamu masih bebas mau melakukan apapun yang kamu mau, tapi satu syaratnya. Kamu harus tetap didampingi Axel kemanapun. "
" Iya sudah Pa kalau begitu. "
Aku mengalah saja, karena percuma berdebat dengan Papa dengan suasana yang seperti ini.
Karena jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, Axel pun langsung pamit. Aku mengantarnya sampai Di depan rumah. Axel memelukku dan mencium keningku. Namun entah kenapa aku sekarang tidak berhasrat dekat dengan Axel, sangat berbeda sekali saat aku dekat dengan Kennard. Yang aku rasakan adalah guncangan hebat dalam hatiku.
" Aku pulang dulu ya sayang, "
" Iya hati-hati di jalan. "
" Tolong kasih aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki hubungan kita. Aku ingin kita bisa seperti dulu lagi sayang. "
" Iya akan aku coba. "
" Terima kasih ya sayang. "
" Iya. "
" Ya sudah, kamu masuk gih. Lekas istirahat dan mimpi yang indah ya sayang. I Love you. "
" Iya, terima kasih. "
Entah kenapa sejak pertemuanku dengan Kennard membuatku berada di posisi yang sangat sulit. Aku tidak tahu apakah perasaanku pada Axel tetap sama seperti dulu atau mulai berkurang. Yang pasti aku mulai nyaman sejak dekat dengan Kennard.
__ADS_1