CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU

CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU
BAB 13 SENTUHAN KENIKMATAN SESAAT


__ADS_3

" Tidak sayang biar aku tidur Di rumahku saja dengan Mama Papa dan Bi Inah. "


" Gak sayang tolong kali ini dengarkan aku, tidur dirumah ku !!! "


" Tapi...... "


Akhirnya aku dan keluargaku menuruti Axel untuk sementara waktu tinggal Di rumah Axel. Namun sebelumnya kami menjemput Bi Inah dulu Di kantor polisi.


Bi Inah senangnya tidak karuan ketika dia bebas dan kami menjemputnya.


" Non Nayra, terima kasih Non terima kasih sudah membebaskan Bibi dari tempat ini. Bibi lega bisa keluar dari sini. Terima kasih ya semuanya, " Kata Bi Inah.


" Iya Bi sama-sama, semua ini juga berkat Axel yang mempertaruhkan nyawanya agar Bibi bisa keluar dari sini. "


" Terima kasih Tuan Axel, tanpa Tuan mungkin selamanya Bibi akan disini. "


" Iya Bi sama-sama, " Jawab Axel.


" Ya Allah Non Nayra, kenapa pelipisnya jadi terluka begini Non ??? "


" Gak apa-apa, cuma terluka sedikit kok Bi. "


" Pasti ini perbuatan Non Naura ya??? "


" Iya Bi. Udah gak apa-apa kok. Iya sudah ayo kita pulang Bi. Sementara waktu kita tinggal Di rumah Tuan Axel dulu ya Bi sambil menunggu keadaan kondusif, " Ujarku sambil menggandeng Bi Inah.


" Iya Non. "


Di perjalanan menuju rumah Axel, Bibi mengatakan sesuatu yang membuat hatiku tersentuh.

__ADS_1


" Non Nayra, Bibi tahu hati Non Nayra itu bersih dan mulia karena dari kecil Non Nayra di didik dengan penuh kasih sayang dan meskipun selalu dinomorsatukan dalam segi apapun namun Non Nayra tetap rendah hati dan hatinya seputih Malaikat. "


" Jangan memujiku setinggi ini Bi. "


" Iya Non, Bibi sudah Belasan tahun mengabdi di Keluarga Wijaya. Bibi tahu bagaimana kehidupan Non Nayra dan Non Naura. Bibi tidak menyalahkan Non Naura sepenuhnya Non, karena Non Naura menjadi sejahat ini karena keadaan. Dia merasa masa kecilnya tidak bahagia karena merasa di sisihkan, dinomorsekiankan, tidak berguna dan merasa bukan siapa-siapa. Semua orang melihat Non Nayra saja karena memang Non Nayra sangat sempurna. "


" Iya Bi aku tahu, aku selalu ingat kata-kata Naura yang mengatakan bahwa dia di Keluarga Wijaya hanyalah sebuah bayang-bayang. Dia terlihat tapi tak tersentuh. Baginya dia hanyalah sebuah Ilusi. Aku juga merasa bersalah pada Naura, karena aku saudara kembarnya tidak bisa membawanya ke jalan kebaikan meskipun selama ini aku sudah banyak mengalah untuknya. "


" Iya Non, kalaupun nanti Non Naura di penjara kita harus tetap memaafkannya, menjenguknya. Karena bagaimanapun juga Non Naura saudara kembar non Nayra. Sedarah dan sedaging Non. "


" Iya Bi, terima kasih nasehatnya. Sampai kapanpun dan bagaimanapun Naura dia adalah saudaraku Bi, Saudara Kembarku. "


" Iya Non. "


Kita pun tiba Di rumah Axel, rumahnya memang jauh lebih mewah dan lebih besar dari rumahku. Bahkan di dalam rumahnya juga di lengkapi dengan Lift. Benar- benar keluarga Konglomerat asli.


" Ayo masuk semuanya, anggap saja rumah sendiri. "


Tak hanya itu ada tamannya juga Di dalam rumah, bisa dibayangin kan gimana sejuknya berada Di rumah kayak gini ?????.


Axel mengajak kami semua ke lantai dua, disana tampak banyak sekali kamar yang memang sengaja dibuat apabila ada saudara atau sahabat yang datang berkunjung. Axel menunjukkan kamar kami masing- masing.


Awalnya Bi Inah menolak karena dia ingin tidur di kamar pembantu saja. Axel pun meyakinkan Bi Inah kalau disini Bi Inah dianggap keluarga sendiri. Tetap saja Bi Inah mau tidur dikamar tersebut dengan syarat Bi Inah diperbolehkan ikut membantu para asisten rumah tangga disini. Dan Axel pun dengan berat hati menyetujuinya.


Namun spesial untukku, Axel menunjukkan kamar padaku yang dekat dengan kamarnya. Alasannya kalau ada apa-apa dia bisa cepat menolongku. Aku mengiyakan saja asal Axel bahagia.


Aku memasuki kamar yang akan aku tempati, luasnya sih lebih luas kamar ini daripada kamar pribadiku dirumah. Semuanya didominasi warna putih, berbeda sekali dengan kamar pribadiku dirumah yang didominasi dengan warna merah muda. Aku suka sekali warna tersebut, sangat sensual dan romantis.


Tiba-tiba Axel memelukku dari belakang, dia menciumiku dari pundak, leher ke telinga. Aku merasakan getaran yang cukup kuat dan hebat.

__ADS_1


" Ohwwww........, " Aku mendesah menikmati setiap sentuhan kenikmatan dari Axel.


Aku baru pertama kali ini merasakan Sentuhan Kenikmatan Sesaat yang membuatku terbang jauh ke angkasa...


Hampir saja Axel mencium dan ******* bibirku tiba- tiba Axel menghentikannya..


Semuanya buyar tatkala kami mendengar suara langkah mendekati kamar ku.


" Lho kalian kok gak istirahat sih, Axel sayang suruh Nayra istirahat gih. Kasian kan dia baru pulang dari Rumah Sakit pastinya sangat lelah. Ayo Nayra sayang jangan sungkan-sungkan ya, anggap saja rumah sendiri. Kan kamu calon menantu kami, " Mamanya Axel tersenyum melihat kami.


" Iya Tante Nayra memang mau istirahat, " Ujarku sambil naik ke kasur.


" Ya sudah Tante mau menyiapkan makan malam buat kita semua disini. "


Mamanya Axel pun meninggalkan kami, sebelum Axel melanjutkan aksinya membuatku klepek-klepek aku pun bersembunyi di dalam selimut. Mungkin Axel paham maksudku dan akhirnya dia pun masuk ke kamarnya.


Aku masih membayangkan kejadian tadi, baru pertama kali ini aku bisa sedekat ini merasakan kontak fisik dengan seorang lelaki. Rasanya memang melayang-layang dan membuatku ketagihan dan ingin merasakannya kembali. Namun aku tampik pikiran kotor itu. Memangnya aku perempuan apaan !!!!!.


Aku pun tertidur pulas dan saking pulasnya aku tidak tahu kalau ada yang mengetuk pintuku sedari tadi.


" Non, silahkan turun makan malam sudah siap Non. Semua sudah menunggu Non dibawah, " Salah satu Asisten Rumah Tangga keluarga Widodo membangunkanku dan menyuruhku untuk segera makan malam.


Aku pun turun, dengan bawaan masih sangat mengantuk dan tampak berantakan penampilanku. Bahkan aku tidak sempat bercermin sekedar untuk merapikan rambutku.


Betapa kagetnya aku ternyata semua orang sudah berkumpul dibawah, termasuk Axel. Dan kulihat dia tertawa melihat penampilanku. Aku hampir saja mau kembali ke kamarku namun tiba-tiba Papanya Axel menyuruhku untuk duduk.


" Nayra, kamu mau kemana Nak ???? Ayo sini duduk makan malam bersama kami, " Di balik sikap wibawa Papanya Axel tampak dia berhati lembut sekali.


" Iya sayang, kan Tante sudah bilang tadi. Anggap saja ini rumah kamu sendiri, Tante tahu kamu kelelahan sehingga tidurnya nyenyak sekali sampai-sampai kamu tidak sempat merapikan rambut kamu. Tapi kamu tetap masih cantik kok ". Mamanya Axel juga memujiku meskipun penampilanku kini kacau balau.

__ADS_1


Aku sebenarnya masih malu dengan kecerobohan ku kali ini. Namun sikap terbuka dan hangat yang ditunjukkan oleh keluarga Widodo padaku membuatku merasa dihargai dan diterima di keluarga ini.


Semoga suatu saat nanti aku bisa tinggal disini lagi sebagai Menantu dirumah ini dalam ikatan tali pernikahan.


__ADS_2