CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU

CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU
BAB 29 KELULUSAN SEKOLAH SMA


__ADS_3

Tidak terasa hari ini adalah hari yang selalu aku nanti-nanti. Setelah aku berjuang untuk mendapatkan nilai terbaik Di sekolahku, kini aku bisa menikmati hasilnya.


Yah hari ini adalah Kelulusan Sekolah SMA ku, aku mendapatkan berbagai penghargaan dari sekolah. Bahkan aku bisa masuk Universitas terbaik di Jakarta tanpa syarat. Sungguh beruntung nasibku, dengan modal kemampuan akademis dan IQ ku yang diatas rata-rata bisa melanjutkan pendidikanku dengan mulus.


Berbeda halnya dengan Naura, Sekolah memang meluluskan Naura tanpa syarat meskipun dia saat ini masih dirawat Di rumah sakit jiwa. Alasan salah satunya karena memang Papa adalah salah satu Donatur terbesar Di sekolah. Namun Naura tidak bisa melanjutkan pendidikannya tahun ini. Kesehatan mental Naura adalah prioritas utamanya saat ini. Dia harus bisa sembuh terlebih dahulu.


Semua teman-teman merayakan dengan coret-coret baju sebagai kenang-kenangan. Selain itu kami saling memberi bunga, bertukar bunga dan juga pesta coklat yang kita bagi-bagikan ke semua penghuni sekolah. Namun acara yang terakhir aku tidak tertarik untuk ikut yaitu " Konvoi ".


Aku lebih memilih pulang dan istirahat daripada merayakan hal-hal seperti itu. Kalau seandainya Naura sudah bebas dari Rumah sakit jiwa pasti dia lah ketua geng yang memegang kendali acara tersebut. Dia suka sekali acara-acara seperti ini.


Saat aku menghidupkan mobilku, tiba-tiba aku melihat sosok yang lama sekali tidak muncul di depanku. Dia adalah sosok yang diam-diam aku rindukan setiap malam. Bagaimana mungkin kini dia ada Di sekolahku ????


Dia pun mendekat menuju mobilku, aku pun membuka pintu mobilku dan keluar menemuinya.


" Apa kabar anak manis, " Sapanya manja.


" Darimana saja kamu baru muncul ???? "


" Hai, ternyata diam-diam kamu merindukanku ya ???? " Dia terus menggodaku.


" Tega kamu. "


" Sudah jangan marah-marah, sini lebih baik kamu aku peluk sebagai hadiah kelulusanmu hari ini. "


" Gak, " Aku menolak pelukannya.


" Hai, kamu sudah dewasa sekarang. Kamu sudah lulus SMA. Gak usah pakai ngambek-ngambek segala."


" Apaan sih. "


Tiba-tiba dia langsung memelukku dan sungguh aku menikmati pelukannya. Bagaimana mungkin saat ini aku berada dalam pelukan laki-laki ini. Bagaimana seandainya tunanganku melihat aku berada dalam pelukan pria lain ????.


Kennard, dialah yang saat ini muncul di hadapanku dan memelukku. Dia datang di acara kelulusanku, bagaimana dia bisa tahu ????.


Aku langsung melepaskan pelukan Kennard, karena aku tidak mau ada yang melihat kami seperti ini.


" Kenapa kamu melepaskan pelukanku ???? "


" Aku tidak mau ada yang melihat kita. "


" Kenapa ??? "


" Aku tidak mau mati konyol !!!!!! "

__ADS_1


" Hahahahaha, bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu ???? "


" Dasar gila, Apa kamu tidak mikir bagaimana kalau tunanganku melihat kita ???? "


" Oh anak ingusan itu ???? Laki-laki yang masih kekanak-kanakan, sok cool, labil masih kamu pertahanin ????? "


" Setidaknya aku mencintainya, " Jawabku ketus.


" Yakin kamu masih mencintainya ???? " Kennard kembali menggodaku.


" Iya lah, aku mencintainya. "


" Buktinya kamu merindukanku. "


" Itu hanya rindu !!!! Aku merindukanmu hanya sebagai teman. "


" Teman ????? Sejak kapan kita berteman ????? "


" Ya sejak pertama kali kita bertemu. "


" Aku tidak pernah mau berteman denganmu. "


" Lantas ???? " Tanyaku.


" Aku hanya mau menjadi kekasihmu, " Tegas Kennard.


Tiba-tiba kami dikejutkan dengan suara mobil, ya itu mobil Axel. Aku melihat dia memandang kami dengan sorot mata penuh cemburu. Dia langsung menuju kearah kami dan menarikku menjauhi Kennard. Terasa sakit saat tangannya Axel mencekeram tanganku.


" Auhhhhhhh sakit, " Teriakku.


" Aku sudah bilang padamu kan jangan bertemu dengan laki-laki lain selain bersamaku !!!!! "


" Tapi dia yang tiba-tiba menemuiku. "


" Ya seharusnya kamu tolak dia, jangan mau bertemu dengannya. "


" Jangan salahkan dia, salahkan aku. Aku yang ingin menemuinya. Kenapa ????? " Kennard mencoba menjelaskan pada Axel.


" Kamu sebagai seorang pria dewasa harusnya tahu bahwa dia sudah bertunangan. Jadi jangan mencoba menggodanya. Jangan bersikap seperti laki-laki yang tak bermoral !!!!!!! "


" Bruak !!!!! "


Tiba-tiba Kennard meninju wajah Axel karena merasa tersinggung dengan kata-kata Axel. Axel pun jatuh terpelanting ke tanah dan mengeluarkan darah di sudut bibirnya. Lalu Axel mencoba membalas memukul Kennard dan tepat mengenai pelipisnya. Perkelahian pun tidak bisa di elakkan.

__ADS_1


Aku bingung harus bagaimana menyikapinya. Kalau aku lebih membela Kennard pastinya aku salah karena mengabaikan tunanganku. Tapi kalau aku membela Axel, entah kenapa aku tidak tega.


Dilema......


" Sudah hentikan, jangan berkelahi disini, " Teriakku sambil berusaha melerai mereka.


" Tapi dia yang duluan mukul aku, kamu tahu sendiri kan ???? " Jawab Axel.


" Kalau kamu bisa menjaga mulutmu, aku juga tidak akan mukul kamu, " Kennard membela dirinya.


" Sudah-sudah kalian semua salah. Lebih baik kita semua pulang. Aku juga mau istirahat aku capek, " Jawabku.


" Tapi aku tidak mau pulang karena aku mau merayakan kelulusan kita ini sayang, '' Axel memohon padaku.


" Tapi aku capek, aku ingin istirahat. "


" Ya sudah kalau kamu tidak mau pergi hari ini, kita merayakan kelulusan kita ini dengan dinner nanti malam. "


Aku bingung mau menjawab ajakan Axel, aku melirik Kennard dan aku tahu dia tidak suka kalau aku menerimanya. Namun aku juga tidak mungkin menolak ajakan Axel. Dengan berat hati aku mengiyakan ajakan Axel.


" Ok kita ketemu nanti malam, " Jawabku.


" Ok nanti aku jemput Ke rumah kamu sayang. "


" Iya. "


Akhirnya kami semua pun pulang ke rumah masing-masing. Aku langsung mengemudikan mobilku dan ingin sampai Di rumah. Aku ingin istirahat dengan tenang.


Axel mengikutiku dari belakang, mungkin dia masih tidak percaya padaku. Pasti dia berfikir kalau aku akan bertemu dengan Kennard lagi.


" Ah sudahlah, " Pikirku.


Aku tidak mau ambil pusing, terserah Axel mau apa. Aku sedang tidak ingin berdebat dengannya. Aku bosan kalau harus bertengkar dengannya.


Setelah sampai Di rumah, aku pun langsung masuk tanpa melihat Axel lagi. Aku langsung masuk Ke kamarku dan merebahkan badanku. Dan tiba-tiba saja Axel yang menghubungiku.


" Sayang, aku mohon padamu jangan pernah mau menemui laki-laki itu lagi. Percayalah padaku, dia memiliki maksud tertentu dengan mendekatimu, " Kata Axel.


" Apa maksudmu ??? " Tanyaku.


" Dia bukan laki-laki yang baik. Aku pernah melihatnya bersama perempuan lain. Tapi aku tidak tahu itu siapa. Tapi mereka kelihatan mesra sekali, menurutku itu lebih dari sekedar teman. "


" Degggg, " Jantungku berdetak. Terasa sakit sekali hati ini.

__ADS_1


Aku langsung mematikan ponselku. Dan sangat syok dengan kata-kata Axel. Apa benar yang dikatakan Axel ???? Atau Axel hanya mencoba menjelek-jelekkan Kennard ????.


Entahlah....


__ADS_2