
" Ini Apartemen untukmu, " Kata Kennard padaku.
" Aku dan Bi Inah tinggal Di apartemen mewah ini ??? " Aku tidak percaya dengan yang terlihat di depan mataku.
" Ya untuk sementara waktu kalian tinggallah disini. "
" Lalu bagaimana denganmu Ken ??? "
" Aku akan pulang Kerumah, karena banyak sekali pekerjaan yang harus aku kerjakan. Oiya jangan pernah keluar dari Apartemen ini karena segala keperluan dan kebutuhan kalian berdua sudah disiapkan semuanya. Aku akan datang kesini sewaktu-waktu. "
" Iya. "
" Nayra, jangan pernah menerima telfon dari Naura, meskipun dia mengancammu !!!! "
" Kenapa Ken ??? "
" Aku pastikan sebentar lagi kedoknya akan terbongkar, jangan pernah mau bertemu dengannya tanpa aku. Oiya satu lagi jangan pernah memberitahukan alamat apartemen ini pada siapapun. Aku ingin memastikan kamu aman disini. "
" Iya Ken. Terima kasih untuk semuanya. "
" Jangan bilang terima kasih untuk saat ini, karena aku belum melakukan apa-apa untukmu. "
" Iya Ken. "
" Tidurlah, beristirahatlah dan anggaplah rumah sendiri. "
" Iya. "
Kennard pun pergi dan hingga saat ini aku masih bertanya-tanya siapa dia sebenarnya. Setiap aku bertanya padanya, dia selalu berusaha menutupinya. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena hingga saat ini hanya Kennard Yang Begitu Peduli Padaku.
Bi Inah sangat menyayangiku, dia yang memasak untukku selama kami tinggal Di apartemen ini. Dan benar saja kebutuhan kami benar-benar sudah disiapkan dengan sangat lengkap. Bahkan ketika aku membuka lemari, banyak baju yang bisa aku pakai sehari-hari.
" Non, Tuan Kennard itu baik banget ya sama Non Nayra, bagaimana Non bisa kenal dia sih ?? "
" Waktu ketika aku Di Mall sama Mamanya Axel dan Axel, dia yang memintaku berkenalan. Awalnya aku menolak berkenalan dengannya, namun dia memaksa. Hingga sampai saat ini sosoknya masih sangat misterius bagiku Bi. "
" Misterius gimana Non ??? "
" Aku tidak tahu tentangnya sama sekali, berasal dari keluarga mana, bekerja dimana dan aku sama sekali tidak tahu Bi. "
" Tapi yang Bibi lihat, dia bukan orang sembarangan Non. "
__ADS_1
" Maksudnya Bi ??? "
" Bayangkan saja Non mobilnya bagus, apartemen yang kita tempati ini juga mewah dan kalau Bibi lihat penampilannya juga kelihatan banget dia pasti keturunan konglomerat Non. "
" Ah Bibi ini bisa aja. "
" Ih Non Nayra gak percaya. "
" Ya sudah Bi, ngomong-ngomong makasih ya Bibi sudah mau ikut aku sehingga ada yang masakin aku, " Kataku dengan tersenyum.
" Iyalah Non, Bibi kepikiran kalau Non Nayra sendirian. Nanti siapa yang merawat dan menjaga Non Nayra. "
" Iya Bi sekali lagi makasih ya Bi. "
" Iya Non. "
Tiba-tiba aku terdiam sedih..
" Kenapa Non Nayra jadi sedih gini mukanya Non ???? "
" Aku sedih Bi, kenapa disaat keadaanku seperti ini bukan Axel yang ada didekatku dan peduli denganku ??? Malah orang lain yang tidak ku kenal yang kini membantuku ??? Bukankah Axel itu tunanganku Bi, " Aku merasakan sesak di dadaku.
" Sabar Non, soalnya Non Naura itu licik sekali Non. Aktingnya benar-benar mirip sekali dengan Non Nayra. Sama persis, sehingga Bibi pun juga sempat terkecoh dengannya. "
" Iya Non, sudah Non Bibi yakin sebentar lagi pasti semuanya akan terbongkar Non. "
" Iya Bi semoga saja. "
Aku mencoba melihat-lihat status sosial mediaku. Dan betapa kagetnya aku melihat Naura ada dalam pelukan Axel !!!!!. Aku berfikir apa yang sudah mereka lakukan ????????
" Deg, " Jantungku berdetak tak karuan.
Ada rasa yang teramat sakit yang aku rasakan saat melihat foto itu. Aku menangis sesenggukan melihat mereka berdua semesra seperti itu. Bagaimana mungkin Axel tidak menyadari bahwa perempuan yang kini bersamanya bukan aku, melainkan Naura !!!!!!
Aku mencoba menghubungi Axel, aku ingin semuanya terbongkar malam ini juga.
" Halo, " Terdengar suara Axel menjawab telfonku.
" Axel, kamu masih percaya bahwa perempuan yang ada bersamamu itu adalah Nayra yang asli ????. Bagaimana mungkin kamu tidak bisa mengenali tunanganmu sendiri ???? "
" Apa maksudmu ??? Sampai kapan kamu menyerah mengaku-ngaku sebagai Nayra hah !!!!! "
__ADS_1
" Tapi Axel, akulah Nayra yang asli. Kamu tertipu oleh kelicikan Naura yang sudah merebut identitasku, " Suaraku mulai terisak karena Axel tidak mau mencoba percaya padaku.
" Sudah, jangan pernah kamu hubungi aku lagi. Aku sudah bahagia bersama tunanganku, Nayra. "
" Axel, berapa kali harus aku katakan bahwa akulah Nayra yang asli !!!!! " Aku mulai kehilangan kesabaran.
" Apa kamu bisa membuktikan bahwa kaulah Nayra yang asli ???? "
" Ayo kita ketemu di Taman Kota, aku akan buktikan bahwa akulah Nayra yang asli. "
" Ok, kita ketemu disana sekarang. "
Aku pun bergegas menuju tempat ketemuan ku bersama Axel, dan aku pun pamit pada Bi Inah.
Aku naik taxi dan berharap bisa cepat sampai Di taman kota.
Ketika aku sudah sampai, aku belum melihat ada Axel disana. Dengan sabar aku menunggu kedatangannya dan duduk di bangku taman. Saking buru-burunya aku lupa tidak memakai jaket, sehingga aku mulai merasa kedinginan. Langit pun tampak mendung dan menandakan sebentar lagi akan hujan.
Dari kejauhan aku melihat Axel menepati janjinya untuk datang.
" Axel. "
" Maaf menungguku lama, dan maaf aku juga tidak bisa lama-lama disini. "
" Kenapa Axel, " Belum sempat aku bertanya lebih, aku syok karena ternyata Naura ikut datang.
" Maaf, aku mengajak Nayra ikut bersamaku karena aku tidak mau menyakiti hatinya karena bertemu denganmu malam ini. "
" Axel, tidak bisakah kamu melihat siapa Nayra yang asli disini ???? Dimana mata hati kamu ??? Mana katamu bahwa kamu bisa sedikit tahu tentang ilmu psikologi itu !!!!!!! Kalau memang benar harusnya kamu siapa tunanganmu yang sebenarnya disini. "
" Maaf, aku lebih mempercayai perempuan yang ada disampingku daripada kamu. "
" Axel tega kamu ya, " Aku mulai memukul Axel karena aku sudah tidak sanggup melihat mereka berdua sok romantis di depanku.
" Sekarang cukup bagimu untuk tidak berpura-pura lagi di depanku. Aku tidak percaya lagi kamu selalu mengaku-aku sebagai Nayra. Dasar perempuan jahat !!!!!. Satu lagi, aku sudah tidak butuh bukti lagi darimu, maaf tolong jangan ganggu hubungan kami. "
Axel pergi meninggalkanku tanpa mau mendengar penjelasan ku, dia masih belum percaya bahwa akulah Nayra yang asli. Aku menangis, dan menumpahkan semuanya yang ada di hatiku. Hingga tidak terasa hujanpun datang dan tidak aku pedulikan semua itu.
Di balik rasa sakit yang bergemuruh dihatiku, aku merasakan dingin yang teramat sangat karena guyuran hujan ditubuhku. Tiba-tiba seseorang menutupi tubuhku dengan jaket tebalnya. Dia memelukku dalam romantisnya hujan malam itu. Sejenak aku merasakan hangat dan kedamaian dalam relung hatiku.
Aku tersadar dan melihat sosok laki-laki tersebut. Ternyata dia .........
__ADS_1
" Kennard, " Ucapku lirih.
Kita saling berpandangan satu sama lain hingga aku merasakan pusing dan tubuhku terasa lemah. Akhirnya aku pun tidak sadarkan diri dalam pelukan Kennard.