CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU

CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU
BAB 40 KABAR BURUK


__ADS_3

Kami bersiap-siap untuk berbelanja dan juga berjemur Di pantai hari ini. Aku ingin membeli beberapa baju khas Bali dan juga makanan khas Bali. Kami benar-benar ingin menghabiskan masa-masa berdua hari ini.


Saat kami menuju Pusat oleh-oleh, aku membeli beberapa macam makanan khas Bali. Diantaranya Pie susu, kacang disco, kacang asin, kerupuk ceker ayam Bali, bakpia Bali, kopi kintamani. Aku sangat menyukai pie susu, karena rasanya khas dan sangat enak sekali.


Untuk barang fashion aku membeli kaos joger, tas rotan bulat, baju barong, kain pantai Bali (sarung), dan batik Bali. Aku sengaja membeli kain pantai Bali, karena rencana setelah sepulang dari membeli oleh-oleh kami langsung berjemur Di pantai.


" Kamu membeli banyak oleh-oleh, memangnya mau kamu makan semua sayang ??? "


" Ya gak sayang, aku ingin memberikannya pada Panti Asuhan yang ada Di dekat rumah sayang. Sekalian aku juga mau berbagi rezeki pada anak-anak yatim piatu tersebut. "


" Baik sekali kamu sayang. "


" Iya sayang, karena berbagi itu wajib kan. Dari mereka kita bisa sadar untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah kita miliki ini sayang. "


" Iya sayang, harta yang kita miliki ini adalah titipan. "


" Iya sayang. Aku jadi makin cinta deh sama kamu sayang. Aku beruntung bisa memiliki wanita cantik dan baik hati seperti mu sayang. "


" Makasih sayang atas pujiannya. "


" Iya sayang. "


" Ya sudah ayo kita langsung pulang sayang, sebentar lagi kita menikmati indahnya pantai. "


" Ok sayang. "


Kami pun segera menuju hotel dan bersiap menuju pantai. Karena tujuan kita Ke Pulau terindah ini adalah menikmati keindahan alam Pantai. Kami pun segera bersiap-siap untuk segera menuju Ke pantai.


Setelah sampai Di pantai, kami segera mengganti baju kami. Aku memakai bikini tapi tidak terlalu terbuka dan menutupi bagian yang terbuka dengan kain sarung Bali yang aku beli tadi. Sedangkan Axel memakai celana kolor bergambar pantai yang juga dibeli tadi.


Kami pun berfoto berdua, saling selfie dengan berbagai gaya. Kami sangat bersenang-senang hari ini, berlarian di pinggir pantai, saling melempar pasir, saling menyiratkan air pantai dan beberapa kali Axel menggendong ku di pinggiran pantai tersebut.



Ilustrasi visual hanya untuk mempermanis novel saja.


Kurang lebih sudah beberapa jam kami bermain-main menikmati suasana hari ini. Dan karena kami sudah merasa lapar, akhirnya Axel mengajak ku untuk menikmati makanan Khas Bali.


" Makan dulu yuk sayang, laper ni. "

__ADS_1


" Sama sayang, ayo. "


" Kamu lagi mau makan apa sayang ??? "


" Makanan khas Bali yang vegetarian sayang. "


" Oh iya ya sayang, kamu kan pecinta vegetarian ya sayang. "


" Iya sayang. "


" Makanya wajah kamu selalu cantik dan awet muda ya sayang. "


" Apaan sih sayang. Lebai deh kamu. "


" Hehehe. "


Kami pun sepakat makan Di salah satu restoran yang cukup terkenal. Kami memesan beberapa makanan antara lain bebek betutu, srombotan, lawar, sate plecing, sate lilit, tum ayam, rujak kuah pindang dan lak-lak.


Untuk minumannya kami memesan Es kuwet, dan es daluman. Tidak lupa kami juga memesan air putih dan es batu. Karena aku tidak bisa makan tanpa air putih di meja makan.


Aku khusus memesan Srombotan karena makanan tersebut salah satu jenis makanan vegetarian khas Bali. Srombotan merupakan sayuran khas Klungkung, yang berupa lalapan sayur seperti kangkung, kacang panjang, dan kubis yang diberi bumbu yang disebut kalas. Rasanya sangat nikmat sekali, dan aku sangat menyukainya.


Siapa saja yang pernah mengunjungi Pulau Bali ini pasti ada keinginan untuk mengunjunginya kembali. Karena memang tempatnya seperti memiliki medan magnet yang bisa menarik siapa saja untuk datang kembali.


Saat kami sedang asyik berdua menikmati wisata kuliner, tiba-tiba ada telefon masuk ke ponsel ku. Aku pun langsung mengangkatnya dan ternyata Mama yang menghubungi ku.


" Hallo, Mama apa kabar Ma. "


" Nayra, Nak. "


" Ada apa Ma ???? Apa yang terjadi ??? Sepertinya Mama sedang tidak baik-baik saja. "


" Iya sayang, untuk saat ini keluarga kita sedang tidak baik-baik saja. "


" Kenapa Ma, apa yang telah terjadi Ma ??? Katakan Ma. "


" Papa sayang. Papa..... ''


" Iya kenapa dengan Papa Ma, Papa kenapa Ma ???? "

__ADS_1


" Papa kena serangan jantung Nak, " Jerit Mama sambil menangis. "


" Apa Ma ???? Kenapa tiba-tiba Papa bisa kena serangan Jantung Ma ??? Apa yang sebenarnya terjadi Ma ??? "


" Ceritanya panjang Nak, Mama tidak bisa cerita lewat telefon sayang. Yang pasti Papa sekarang sedang dirawat Di rumah sakit dan keadaan perusahaan kita juga sedang ada masalah besar Nak. "


" Apa Ma ??????!!!!! " Jerit ku.


" Oleh karena itu, pulanglah Nak. Keluarga dan perusahaan kita sedang sangat membutuhkan mu saat ini Nak. "


" Iya Ma, Nayra pasti pulang saat ini juga Ma. Mama tenang dulu ya Ma. "


" Iya sayang, maaf kalau Mama mengganggu liburan kamu dengan Axel ya sayang. "


" Tidak masalah Ma, karena masalah kesehatan Papa dan perusahaan saat ini jauh lebih penting daripada liburan kami Ma. "


" Iya sayang, cepat pulang ya sayang. "


" Hari ini juga Nayra dan Axel pulang Ma, kami akan segera memesan tiket pulang Ke jakarta Ma. "


" Iya sayang, Mama tunggu ya sayang. "


" Iya Ma. "


Tidak banyak kata-kata Axel langsung segera memesan tiket pulang secara online. Sementara itu kami langsung bersiap-siap pulang dan membereskan barang-barang kami Di hotel. Kami ingin langsung cepat-cepat menuju Bandara dan ingin secepatnya sampai Di bandara.


Selama di perjalanan aku hanya bisa menangis memikirkan keadaan Papa ku. Aku takut terjadi apa-apa pada beliau. Apa yang sebenarnya terjadi padanya hingga dia bisa terkena serangan jantung.


" Sabar ya sayang, aku akan selalu ada di samping kamu sayang. Kamu harus yakin kalau Papa kamu pasti bisa sembuh dan bisa melewati semua masalah ini, " Hibur Axel.


" Iya sayang, aku berharap kami bisa melewati semua masalah ini. Bagaimana bisa semua ini bisa terjadi secepat ini. Dan maaf sayang, aku menghancurkan liburan kita sayang. Bahkan liburan kita ke Jogja juga terancam batal sayang. "


" Untuk saat ini jangan memikirkan hal ini sayang, karena kesehatan Papa kamu jauh lebih penting sayang. "


" Terima kasih untuk pengertian kamu sayang. "


" Iya sayang. "


Bagai di sambar petir di siang bolong, Kabar Buruk ini seperti petaka dan kutukan yang tiba-tiba hadir dalam hidup ku.

__ADS_1


__ADS_2