CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU

CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU
BAB 7 KENCAN PERTAMA YANG ROMANTIS


__ADS_3

Liburan sekolah membuatku bosan Di rumah. Aku hanya bisa nonton televisi, mainan handphone, tidur- tiduran sambil ngemil.


Aku tidak punya teman saat itu, karena Mama Papa sejak pagi sudah berangkat Ke kantor. Sedangkan Naura juga sejak pagi pergi entah kemana.


Aku pun menemui Bi Inah Di dapur.


" Lagi ngapain Bi ??? "


" Eh non Nayra. Ini Bibi lagi masak permintaan Non Naura. Katanya dia lagi ingin makan Udang Saus Tiram Non. "


" Seafood favorit nya Naura ya bi. Aku sebenarnya ingin cobain dikit boleh gak Bi ???? "


" Jangan Non, Non Nayra kan punya alergi udang nanti kulitnya bentol-bentol lagi. Gini aja Non Nayra pengen makan apa biar bibi masakin. Non Nayra kan vegetarian mau Bibi masakin Pizza sayuran panggang kesukaan Non Nayra ta ?? "


" Bibi gak capek ta ???? "


" Ya Allah non kayak ke siapa aja. Ini sudah tugas Bibi berbakti dan melayani keluarga Wijaya, termasuk Non Nayra. "


" Ya sudah aku bantu ya Bi. "


" Gak usah Non, Non Nayra tunggu saja Di kamar nanti Bibi anter kesana. "


" Gak Bi, aku mau bantu Bibi. Aku gak ada teman dan gak ada kerjaan Bi. Boleh ya ???? "


" Iya sudah Non kalau gitu. "


Aku pun membantu Bi Inah menyiapkan bahan-bahan sayuran untuk Pizza sayuran panggangnya. Ada cabe merah, bawang Bombay, jamur, kemangi, paprika, sawi putih dan parutan keju untuk toping atasnya.


Sebenarnya aku suka memasak namun seringkali Bi Inah melarang ku ada Di dapur. Katanya dia takut dimarahi Papa. Karena memang papa melarang ku Ke dapur, aku disuruh fokus belajar. Karena hanya aku harapan Papa satu-satunya kelak untuk menghandle perusahaan kami. Bukannya membanding bandingkan anak-anaknya, namun papa sudah hafal dengan kelakuan Naura yang tidak bisa belajar manajemen perusahaan.


" Hemmmm.... bau pizzanya harum ya Bi. "


" Iya Non, pizza sayuran panggang kesukaan Non Nayra sudah matang dan kelihatan lezat sekali. "


" Iya bi, ayo bi kita makan bareng yuk. "


" Ah gak non, bibi makan sisanya non Nayra saja


nanti. "


" Gak bisa gitu dong bi, ayo kita makan pizza ini bareng. Sudah gak usah sungkan-sungkan. Katanya Bibi sudah anggep Nayra ini anak Bibi sendiri "

__ADS_1


" Hati Non memang mulia sekali. Padahal Bibi disini hanya pembantu tapi Non Nayra memperlakukan Bibi dengan baik disini. Meskipun Non Nayra dan Non Naura kembar dan sama persis, bibi tidak akan pernah salah mengenali Non Nayra dengan baik. Bibi bisa langsung mengenali non Nayra dari sini, " Bibi tampak menyentuh hatiku.


" Iya Bi, berarti jika suatu saat nanti terjadi apa,-apa denganku pasti bibi tetap bisa mengenaliku kan Bi. "


" Iya Non, bibi tidak pernah salah. Bibi pasti bisa mengenali non Nayra meskipun kalian berwajah sangat mirip "


Setelah merasa sangat kenyang aku pun kembali Ke kamarku. Dan ku dapati ponselku dengan beberapa panggilan masuk dari orang yang tak ku kenal. Aku tidak tahu siapa ini, namun aku abaikan saja.


Tiba-tiba ponselku berbunyi kembali.


" Halo siapa sih ini ???? "


" Kamu darimana saja, apa kamu pingsan karena tidur terlalu lama atau pendengaran kamu mulai rusak ya. "


" He ini siapa ya malah ngomel-ngomel. "


" Axel "


" Hah, kamu ???? "


" Iya tunangan kamu, kenapa ??? "


" Darimana kamu dapat nomorku ??? "


" Kencan ????? "


" Iya, sebentar lagi akan ada kiriman baju dan sepatu yang harus kamu pakai nanti malam. Aku tunggu, dan jangan buat aku menunggu. Karena aku paling tidak suka disuruh menunggu. "


" Tapi..... "


" Aku tidak butuh alasanmu, aku harap nanti malam kamu On Time dan tampil cantik dihadapanku. "


" Ok "


Benar saja Bi Inah datang Ke kamarku dan memberiku kotak yang dikirim oleh Axel padaku untuk acara Kencan perdana kami nanti malam. Aku buka kotak tersebut ternyata mini dress berwarna hijau tosca yang sangat cantik. Highheels nya juga sangat cantik ketika ku coba kenakan.


Aku pun menyembunyikan baju dan highhells tersebut di lemariku, karena aku takut Naura tahu dan melakukan hal-hal yang tidak pernah aku duga sebelumnya.


Ketika jam sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB, aku langsung bersiap-siap dan memoles wajahku secantik mungkin. Aku berharap saat Axel menjemputku, Naura belum pulang kerumah. Aku takut Naura menggagalkan acaraku malam ini. Dan benar saja saat Axel menjemputku, Naura belum juga pulang kerumah.


Aku duduk disamping pria tampan yang dingin dan juga romantis.

__ADS_1


" Kita mau kemana, " Tanyaku memulai pembicaraan.


" Kencan. "


" Iya aku tahu kita mau kencan, tapi kemana ???? "


" Lihat saja nanti. "


" Iya. "


Seperti biasa Axel memang bersikap dingin seperti itu. Ternyata mobil yang kita tumpangi berhenti di sebuah Cafe. Cafe Cinta namanya. Dari luar cafenya sudah kelihatan instagramable banget. Ternyata Axel sudah memesan tempat di bagian outdoor. Tempatnya di kelilingi beberapa bunga yang cantik dan sangat indah. Axel menyilahkan aku duduk dan memperlakukanku bagai ratu. Dia melayaniku dengan baik selayaknya permaisuri hatinya.


Axel, lelaki tampan yang memakai kemeja warna putih bermotif garis yang kini ada di depanku terus memandangku. Aku jadi salah tingkah. Aku belum pernah berkencan dengan lelaki manapun, apalagi jatuh cinta. Aku merasakan jantung yang berdegup kencang saat dekat dengannya.


Axel menyentuh tanganku lalu menggenggamnya dan mencium tanganku.


" Terima kasih sudah mau menjadi tunanganku. "


" Iya. "


" Mulai sekarang kamu adalah milikku, dan kamu akan ku perlakukan seperti ratu. "


" Terima kasih. "


" Kamu cantik sekali. Aku suka gaya make up kamu, natural dan penampilan kamu fashionable banget. "


" Terima kasih juga untuk baju dan sepatunya. "


" Semua itu memang pantas kamu dapatkan, aku berjanji akan selalu membahagiakanmu. "


" Iya Axel. "


Kami pun menikmati Kencan Pertama Yang Romantis ini. Lilin-lilin yang menyala di atas meja menambah kesan romantis malam ini. Kita pun menikmati makanan dan minuman yang disuguhkan para waitress.


Saat lagu romantis yang berjudul " Hingga Akhir Waktu" dinyanyikan oleh penyanyi band Cafe, tiba-tiba Axel memintaku untuk berdansa.


" Aku tidak bisa dansa Axel. "


" Aku akan mengajari kamu Nayra ayo, " Axel pun mengulurkan tangannya dan ku sambut dengan uluran tanganku.


Karena lagu romantis tersebut, aku terhanyut dalam suasana romansa cinta malam ini. Aku terbuai dalam pelukan Tuan Muda Axel. Kami sama-sama menikmati malam yang indah ini. Sesekali Axel mengelus rambut dan mencium rambutku. Tatapan mata kami saling beradu sehingga membuat getar-getar cinta kita semakin membara. Saat aku memejamkan mataku, Axel mencium keningku dengan penuh cinta.

__ADS_1


Mungkinkah kita sudah saling mencintai satu sama lain ?????? .......


__ADS_2