
Dengan berat hati akhirnya aku pergi meninggalkan Apartemen milik Kennard. Sekilas aku melihat Kennard sedih atas kepergianku. Selama aku bersamanya, dialah yang menghapus semua kesedihanku. Aku beruntung pernah mengenalnya. Dia laki-laki dewasa dan mengajarkan aku ketulusan arti cinta yang sebenarnya.
" Sayang, Naura sekarang ada Di penjara dan sedang menjalani tes kejiwaannya. Semoga dia segera bisa sadar atas semua perbuatannya pada kita. "
" Iya. "
" Kok cuma iya saja sih sayang. "
" Terus aku harus ngomong apa. "
" Ya kamu ngomong apa gitu, kamu masih marah ya sama aku ??? "
" Gak kok, ya sudah fokus saja nyetirnya. Kita mampir sebentar ke rumahmu untuk melihat Mama dan mengambil barangku yang ketinggalan disana. Setelah itu antar aku dan Bi Inah pulang Ke rumah. "
" Iya sayang. "
Sesampainya aku Di rumah Axel, aku langsung menuju kamar Mama untuk menjenguknya.
" Nayra sayang, kamu datang nak. Maafin Mama gak bisa menolong kamu karena tidak ada yang percaya bahwa kamu lah Nayra yang asli. Tapi sekarang Mama lega bisa melihatmu ada disini lagi. "
" Iya Ma, Mama sudah baikan kan Ma ??? "
" Sudah sayang, apalagi melihatmu sudah ada disini Mama bersyukur sekali sayang. "
" Iya Ma, Ya sudah kalau begitu Nayra pamit pulang dulu Ke rumah ya Ma. Kapan-kapan Nayra main kesini lagi. "
" Gak nginap disini ta sayang ??? "
" Gak Ma, Nayra ingin pulang Kerumah. Ya sudah Nayra mau mengambil barang-barang Nayra yang ketinggalan Di kamar ya Ma. Sekalian Nayra pamit, " Aku mencium tangan calon Mama mertuaku dan cipika cipiki.
Sesampainya diatas kamarku aku membereskan semua barang-barangku. Dan bergegas untuk segera pulang kerumah.
Ternyata Axel sudah menungguku dibawah dan bersiap mengantarku pulang. Dan akhirnya kami sampai Dirumah. Kami disambut oleh Mama dan Papa.
" Akhirnya kamu mau pulang kesini juga sayang, " Mama menyapaku. "
" Ya Ma, aku mau istirahat dulu Ma, " Jawabku sambil berlalu dan masuk Ke kamar.
Aku tidak tahu kenapa aku masih belum bisa memaafkan mereka. Masih ada rasa sakit dalam hatiku.
__ADS_1
Aku menutup pintuku dan menguncinya. Aku rebahkan tubuhku diatas kasur busaku. Sekilas aku mengingat wajah Kennard. Bagaimana mungkin aku memikirkan dia.
Sebenarnya apa yang sudah terjadi padaku ?????. Apa mungkin aku mulai jatuh hati pada laki-laki yang usianya terpaut jauh dariku ?????.
Tok tok tok....
Pintuku diketuk seseorang dari luar.
" Nayra sayang, buka Nak. Mama mau bicara sebentar."
Terpaksa aku membukakan pintu untuk Mama, karena aku tidak mau menyakiti hatinya.
" Sayang, Mama tahu kamu masih marah dan sakit hati dengan kami semua. Kamu memang berhak marah atas kesalahan kami yang tidak disengaja. Kamu bahkan boleh membalas dengan cara apapun asal bisa membuat kamu bahagia dan lega. Tapi asal kamu tahu sayang, tidak ada sedikitpun bagi kami untuk menyakiti kamu. Kami benar-benar menyangka Naura lah Nayra yang asli. "
" Seharusnya Mama paham siapa yang asli disini, bagaimana mungkin Bi Inah dan Mamanya Axel yang lebih memahami ku daripada Mama. "
" Iya sayang, oleh sebab itu Mama memang pantas dihukum atas kesalahan yang tidak Mama sengaja. Karena selain wajah kalian yang benar-benar mirip, sifat kalian waktu itu juga hampir mirip. "
" Mama tidak tahu betapa hancurnya aku saat berada Di penjara. Kalian satupun tidak ada yang peduli padaku. Aku bahkan menyangka seumur hidupku akan berada disana. Namun aku beruntung mengenal Kennard, dia satu-satunya orang yang peduli padaku. Bahkan dialah yang mengeluarkan aku dari Penjara. "
" Iya sayang, itulah kesalahan fatal bagi kami. Bagaimana ada orang luar yang lebih bisa memahami."
" Iya sayang, oleh sebab itu Mama dan Papa mau mengundang Kennard kerumah kita untuk makan malam. Anggap saja ini cara kita untuk meminta maaf padanya. Bagaimana menurut kamu sayang ???? "
" Benarkah Mama dan Papa mau mengundang Kennard kerumah ???? "
" Iya sayang. "
" Makasih Ma, " Aku memeluk Mama. Tidak tahu kenapa aku begitu senang saat Mama menyuruh Kennard kerumah.
" Ya sudah kamu hubungi Kennard besok malam suruh dia kerumah. "
" Ok Ma, nanti aku hubungi Kennard ya ??? "
" Iya sudah Mama keluar dulu ya. Kamu cepat istirahat. "
Tidak membuang waktu lama, akhirnya aku menghubungi Kennard. Tidak berapa lama dia mengangkat telfonku.
" Hallo. "
__ADS_1
" Hallo Ken, maaf ya kalau aku mengganggu waktumu."
" Tidak masalah, memangnya ada apa Nay ???? "
" Mama dan Papa aku mengundang kamu besok malam kerumah. Kamu bisa gak Ken ???? "
" Apa ???????????? "
" Ken, apa ada yang salah ????. Kenapa kamu begitu kaget saat aku mengatakan hal tersebut ??? "
" Oh tidak. Aku tadi kaget saja karena aku nervous ketemu calon mertua. "
" Hah, calon mertua ?????. Maksudnya ???? "
" Hehe bercanda. "
" Ya sudah sampai jumpa besok. "
" Iya cantik. "
" Ok. "
Akhirnya waktu yang ku tunggu-tunggu datang juga. Malam ini adalah Undangan Makan Malam Untuk Kennard. Entah kenapa aku bahagia sekali bisa bertemu dengannya. Namun Axel juga diundang dalam acara malam ini dengan alasan agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kami.
Malam ini aku sengaja berdandan dengan cantik. Aku memakai dress brukat warna gold dengan tatanan rambut di curly. Dan seperti biasa aku selalu memakai make up flawless.
Tiba-tiba Kennard datang dengan penampilannya yang memukau. Aku terpesona dengan gayanya. Dia memakai kemeja putih bermotif garis, dengan jas berwarna silver yang dipadupadankan dengan bawahan kain sedikit ketat. Kelihatan sekali badannya yang kekar dan gagah.
Dia duduk disampingku. Kini aku duduk diantara Axel dan Kennard. Axel selalu berusaha mencari perhatianku, dia yang sibuk mengambilkan aku makanan dan minuman saat acara makan malam tersebut. Maksudnya memang ingin terlihat romantis, namun yang ada malah terkesan kekanak-kanakan.
Berbeda halnya dengan Kennard dia tampak tenang dan berwibawa. Bahkan dia hanya sesekali tersenyum padaku dan sibuk dengan makanan yang dihidangkan malam ini. Ada menu makanan istimewa dan andalan keluarga Wijaya seperti Caviar, Jamur White Truffle, aneka olahan seafood, gulai dan banyak yang lainnya.
" Silahkan dinikmati semua hidangan yang kami sajikan malam ini. Maaf bila jauh dari kata sempurna, " Papa mengawali pembicaraan diantara kami. "
" Ini sudah lebih dari kata cukup Om Wijaya, " Jawab Kennard sopan.
Aku semakin bersimpati pada laki-laki tersebut. Cara pembawaan dirinya aku suka. Sopan, luwes, dewasa, karismatik, tenang dan juga santai.
Akhirnya acara makan malam kami hari ini selesai dan kami lanjutkan dengan saling mengobrol Di ruang tamu. Aku berharap malam ini bisa sedikit tahu tentang identitas Kennard yang sebenarnya.
__ADS_1