CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU

CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU
BAB 14 DI BURU NAFSU


__ADS_3

" Kamu cantik banget sayang. " Axel memelukku dan tidur disampingku.


" Sayang, kamu kenapa ada disini ??? " Aku berusaha untuk duduk namun tangan kekar Axel menahanku untuk tetap tidur disampingnya.


" Tetap disini bersamaku. "


" Iya sayang tapi aku takut nanti ada orang yang melihat kita. "


" Ini masih pagi buta sayang, tidak akan ada yang sudah bangun dan melihat kita berdua disini. Sudah nikmati saja pagi ini denganku sayang. "


" Kok kamu tiba-tiba bisa masuk ke kamarku dan tidur disini sayang ???? "


" Bagaimana aku bisa menahan hasrat ku saat melihat kemolekan tubuhmu dengan keadaan pintu kamarmu yang terbuka. Salahkan dirimu kenapa tidak kamu kunci pintu kamarmu. "


" Iya sayang, maaf aku lupa. "


" Iya sayang. Sayang, aku cinta banget sama kamu. '


" Aku juga cinta banget sama kamu sayang. "


" Sayang, aku sudah tidak bisa menunggunya lebih lama lagi sayang, " Axel mendaratkan tubuhnya disampingku lebih dekat.


Axel mendekatkan bibirnya di bibirku. Akhirnya Axel ******* bibirku dengan penuh nafsu. Aku pun melakukan hal yang sama karena aku juga Di Buru Nafsu. Kita saling menikmati ciuman erotis ini. Kita bergulung-gulung diatas kasur dengan berganti posisi.


Axel juga mencium telingaku, leherku, lekuk tubuhku dan juga memberiku kecupan-kecupan manis di paha mulusku. Dia juga meraba-raba dan menciumi pahaku yang sehalus kain sutra itu.


" Aaahhhhhhhhhhhhhhh, " Aku mendesah menikmati permainan Axel yang benar-benar membuatku sangat bernafsu.


Axel kembali ******* bibir dan lidahku dan aku akui ini adalah ciuman bibir pertamaku yang sangat romantis dan hot.


" Ouhhhhhhhhhhhhhhh, " Axel juga mendesah menikmati kenikmatan ini.


Axel mulai melepas baju tidurku yang seksi dan tipis, ini namun aku berusaha menahannya. Axel menjadi lebih agresif lagi dan menundih tubuhku sehingga membuatku tidak berdaya.


" Sayang, aku sudah tidak tahan sayang, " Axel mengelus ngelus wajahku.


" Jangan lakukan ini sayang. "


" Kita sudah tunangan sayang, dan kita akan menikah sayang. "


" Tapi aku ingin mempertahankan keperawananmu sayang. "


" Sayang apapun yang terjadi nanti aku akan bertanggung jawab sayang. "

__ADS_1


Tidak peduli akan permohonan ku, Axel terus menciumiku, merasakan semua aroma tubuhku yang membuatku merinding tidak karuan. Mungkin ini yang dinamakan Surga Dunia. Aku benar-benar dilema antara takut keperawananmu terenggut pagi ini dan sensasi kenikmatan yang diberikan Axel padaku.


Axel pun berusaha membuka area sensualku namun aku memohon padanya untuk menghentikan semua ini. Justru Axel makin tidak mengontrol dirinya.


" Hiks hiks hiks, " Tanpa sadar aku mulai menangis sesenggukan karena aku takut Axel menodai ku pagi ini.


Axel pun langsung menghentikan semuanya dan bingung karena aku menangis karenanya.


" Sayang kamu kenapa, " Axel mengelus-elus wajahku dengan rasa penuh bersalah.


" Tolong jangan renggut keperawananmu sayang, aku belum siap untuk itu, " Aku masih meneteskan air mataku.


" Maafkan aku yang tidak bisa mengontrol nafsuku ini sayang, tapi aku melakukan ini karena aku sangat mencintai kamu sayang, " Axel mengusap air mataku yang menetes di pipiku.


" Iya sayang, tapi jangan diulangi lagi ya sayang, " Pintaku memohon.


" Iya sayang aku janji, tapi kalau ciuman bibir dan cium-cium yang lainnya tidak apa-apa kan sayang, " Axel cengar cengir menggodaku.


" Tuh kan.... "


" Aku kan laki-laki yang normal sayang. Aku kan juga butuh kasih sayang dari tunangannya, " Axel malah ketap ketip dan terus menggodaku.


Aku pun memukul Axel dan ingin mengejarnya. Namun aku menghentikan langkahku karena ada suara orang berjalan menuju kamarku. Cepat-cepat aku menyuruh Axel untuk bersembunyi.


" Aku sembunyi dimana dong sayang. "


" Terserah di lemari, dikamar mandi atau dimana kek. Cepetan sana sembunyi !!!!! "


" Biar sudah kita ketahuan dan biar kita menikah hari ini juga, " Aku makin kesal karena Axel tidak mau bersembunyi juga.


Hingga akhirnya aku menyuruhnya bersembunyi di balik dipan kasurku. Dan seketika itu juga pintuku ada yang mengetuk.


Tok. Tok. Tok.


" Iya masuk, " Aku berpura-pura masih tidur dengan selimut menutupi tubuhku.


" Sayang, belum bangun ya. Hari ini mau gak nemenin Mama shopping di Mall ???? " Mamanya Axel yang ternyata datang Ke kamarku.


" Iya Tante, Nayra mau. "


" Kok Tante sih, kamu kan calon menantu Di rumah ini. Jadi mulai sekarang kamu harus belajar manggil Mama ya. "


" Oh iya Ma, ya sudah Nayra siap-siap dulu ya Ma. "

__ADS_1


" Iya sayang, oiya kamu melihat Axel gak soalnya Mama liat dikamarnya tidak ada. "


Aku bingung mau jawab apa, karena aku paling tidak bisa untuk berbohong. Tapi aku juga tidak mau Mamanya Axel tahu apa yang sudah terjadi barusan.


" Ehmmm.. Tidak tahu Ma. "


" Ya sudah kalau gitu sayang, kamu siap-siap ya terus turun ke bawah buat sarapan ya. "


" Iya Ma. "


Setelah Mamanya Axel pergi meninggalkan kamarku, Aku melihat Axel senyum-senyum sendiri.


" Kenapa kamu senyum-senyum sendiri, " Aku tampak kesal dengan Axel karena harusnya dia takut bukan malah senyum-senyum.


" Lucu aja ya ngeliat kamu tadi. "


" Ya sudah sana keluar, aku mau mandi. "


" Mandi bareng yuk, seru tu. "


" Axel cepat keluar, aku marah ini ya. "


" Ok, aku keluar sekarang. Tapi kamu kalau lagi marah gini, makin kelihatan cantiknya. "


Axel pun keluar kamarku dengan tetap senyum- senyum sendiri. Aku tidak menyangka di balik sifatnya yang Dingin itu, ternyata dia seperti ini.


Aku bergegas mandi dan berdandan. Setelah itu aku langsung turun Ke bawah untuk sarapan bersama anggota keluarga lainnya. Aku melirik Axel, dia tampak dingin padaku dan sibuk dengan makanannya.


" Nah, ayo sayang sini duduk dekat Axel, " Mamanya Axel mempersilahkan aku duduk disamping Axel.


" Iya Ma. "


" Oh ya Axel hari ini kan mumpung kamu masih libur, anterin Mama sama Nayra shopping ya. " Mamanya Axel meminta Axel untuk menemani kami.


" Maaf Ma tidak bisa. Aku mau bantu Papa Di kantor Ma. Lagian aku tidak suka nganter Mama shopping. Males Ma. "


" Kan ada Nayra yang ikut bersama kita. Kamu gak ingin sekalian jalan-jalan bareng dia. "


" Gak ah Ma. Ada Nayra atau gak, sama sekali gak ada bedanya Ma. Lebih baik Mama berangkat sendiri saja Ma sama Nayra. Ribet banget sama urusan perempuan. Aku ikut Papa saja. "


Ingin sekali aku pukul itu Axel, di depan semua orang sok dingin padaku. Tapi nyatanya di belakang mereka, Axel horor padaku !!!!!. Awas saja kalau dia menggodaku seperti pagi tadi.


Aku memandangi Axel, lelaki ini memang tampan sekali. Dia memakai kaos kuning lemon berkerah dan memakai celana jeans pendek. Semakin menambah pesonanya. Perempuan mana yang tidak jatuh hati padanya.

__ADS_1


Aku tersipu-sipu saat mengingat kekonyolan Axel pagi tadi Di kamarku. Axel yang sok dingin di depan umum tapi sebenarnya agresif sekali ketika mencumbuku...


__ADS_2