CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU

CINTA DAN HIDUPKU DI RENGGUT KEMBARANKU
BAB 17 AKU DI JEBAK NAURA


__ADS_3

Tiba-tiba ponselku berdering.


" Naura, ada apa dia menelfonku, " Batinku.


Namun Naura terus menghubungiku beberapa kali, sehingga terpaksa aku menerima panggilannya.


" Halo. "


" Hai Nayra, apa kabar. Duh seneng ya tinggal Di rumah Tuan Muda Axel. Pasti disana kamu menikmati segala fasilitas kemewahan kan, ya kamu memang pantas mendapatkannya !!!! "


" Apa sih maksud kamu Naura, aku gak paham. "


" Kamu selalu menang dariku Nayra, tapi sudahlah aku minta maaf padamu. Aku tahu aku salah, tapi kali ini aku mohon maafkan aku. Aku ingin bertemu denganmu. Sebagai permintaan maaf aku membelikanmu baju kembar untuk kita pakai bersama. Gimana ??? "


Sebenarnya jujur dari lubuk hatiku, aku tidak percaya dengan semua kata-kata Naura. Tapi di sisi lain aku juga berharap Naura bisa berubah dan kita menjadi saudara kembar yang saling menyayangi.


" Ok, kita ketemu dimana ??? "


" Beneran kamu mau ketemu aku Nayra ??? "


" Iya, aku kasih kamu kesempatan sekali lagi kalau kamu akan berubah. "


"Ok kalau begitu, kita ketemu Di Cafe Cassanova jam 5 sore. Tapi aku mau jangan kamu katakan pada siapapun perihal ketemuan kita ini. Kamu tahu kan aku masih buronan polisi dan semua orang membenciku. "


" Ok, kita ketemuan disana nanti, " Tanpa rasa curiga sedikitpun aku mengiyakan saja ajakan Naura.


Kebetulan hari ini Axel ikut Papanya ke perusahaannya. Katanya dia mau belajar untuk membantu Papanya mengurus perusahaannya. Sehingga aku dengan mudah bisa bertemu Naura sore ini.


Tidak berapa lama ada kiriman paketan untukku, salah satu asisten rumah tangga keluarga Widodo yang memberikannya padaku. Setelah aku buka ternyata isinya adalah baju kembar seperti yang dikatakan Naura tadi. Sebuah dress bermotif bunga berwarna merah muda, warna favoritku. Selain itu juga ada sepatu warna senada dalam kiriman tersebut.

__ADS_1


Akhirnya jam pun sudah menunjukkan sore hari, aku bersiap-siap untuk bertemu Naura. Aku memakai baju dan sepatu yang dikirimkan Naura padaku.


Saat aku turun tiba-tiba calon Mama mertuaku berpapasan denganku.


" Sayang, kamu mau kemana sudah rapi jam segini. "


" Aku mau ketemu teman Ma, kita sudah janjian dari kemarin. "


" Oh gitu, ya sudah kalau begitu. Apa perlu Mama temenin sayang ??? "


" Oh tidak usah Ma, aku ingin pergi sendiri Ma. "


" Ya sudah kalau begitu. Hati-hati ya sayang. "


" Iya Ma, aku pergi dulu ya Ma. "


Aku pergi untuk bertemu dengan Naura tanpa perasaan curiga sedikitpun. Aku diantar sopir pribadi keluarga Widodo. Di perjalanan tiba-tiba Axel menelfonku, namun langsung aku reject dan matikan ponselku. Aku tidak mau Axel tahu kalau aku akan bertemu dengan Naura. Yang ada dia pasti melarang ku dan menyuruhku putar balik untuk pulang Ke rumah.


" Maaf Naura aku baru datang. Kamu sudah lama menungguku disini ??? "


" Oh gak kok, aku juga baru datang beberapa menit yang lalu. Kamu mau pesan apa ?? "


" Aku pesan Coffe latte saja. "


Coffe latte adalah minuman yang sangat aku sukai dan Axel juga sangat menyukainya. Kemana-mana kalau sedang jalan-jalan keluar kita pasti akan memesannya.


" Nayra sekarang aku sadar atas apa yang selama ini aku lakukan padamu itu salah. Aku sungguh menyesal dan minta maaf, " Ucapnya sambil meneteskan air matanya.


" Iya sama-sama Naura. Syukurlah kalau kamu sudah sadar sekarang. Aku juga minta maaf kalau ada salah sama kamu Naura. "

__ADS_1


" Iya Nayra, kamu gak pernah punya salah kok sama aku. "


Kami pun menjadi dekat dan saling ngobrol tentang kehidupan kami selama ini. Hingga pada akhirnya Naura merayuku.


" Nayra, jujur dulu saat aku mengambil cincinmu aku seneng banget dan berharap bisa memakainya kembali. Tapi tidak tahu kapan aku bisa memakainya lagi, karena kamu pasti tidak akan rela meminjamkan padaku meskipun hanya sebentar. "


" Astaga, kamu ini apaan sih Naura, kalau kamu ingin pinjam sebentar pasti aku pinjemi kok. Ini cincinnya, " Aku meminjamkan cincin berlian atau cincin tunangan Axel pada Naura.


" Makasih Naura, coba aku pakai sebentar ya. Oiya maaf ini dulu aku sempat ingin menduplikasi cincinnya tapi gak bisa sama persis seperti aslinya. Tolong kamu perhatikan deh, " Naura memberiku cincin berlian palsu yang dulu sempat dia duplikat dari cincin berlianku.


Saat aku sibuk mencari-cari kepalsuan dari cincinnya Naura, aku tidak sadar bahwa Naura sudah melukai dirinya sendiri. Tahu-tahu aku sudah melihatnya berdarah.


Dan disaat itu juga Axel datang membawa Polisi pada kami. Aku masih bingung dengan yang terjadi hari ini. Terlebih saat Naura berpura-pura menjadi aku dengan menunjukkan cincin berlian tunanganku dengan Axel. Ditambah dengan beberapa luka yang dia buat sendiri untuk mengelabuhi Axel agar bersimpati dengannya.


" Tangkap dia Pak, " Axel menyuruh Polisi menangkap ku.


Aku hanya bisa menangis, karena sebuah bukti cincin berlian itu kini ada di jemari Naura. Sehingga aku tidak bisa berkata apa-apa untuk membela diriku.


Disaat aku melewati Axel, aku mencoba membuatnya sadar bahwa akulah Nayra yang asli. Meskipun cincin berlianku kini ada di jemari Naura, setidaknya hatinya bisa merasakan bahwa akulah Nayra yang asli.


" Axel, tolong dengarkan aku. Akulah Nayra yang asli, dia mengajakku bertemu hari ini dan mengatakan minta maaf padaku. Bahkan dia merayuku untuk meminjam cincin itu. Akulah Nayra yang asli sayang. "


" Aduh sayang sakit, tolong antarkan aku Ke rumah sakit. Darahku makin banyak yang keluar nih, " Dengan suara manja Naura mencoba mengalihkan perhatian Axel yang sebenarnya mulai percaya padaku.


Namun kini Axel lebih mempercayai Naura yang berpura-pura menjadi aku. Dia meninggalkanku begitu saja.


" Lihat saja kamu Naura, kedokmu pasti akan terbongkar !!! " Aku berteriak pada Naura.


Sekilas Naura menoleh padaku, sambil menunjukkan senyum kemenangannya.

__ADS_1


Polisi tetap membawaku Ke kantor Polisi. Namun tidak sengaja aku melihat sosok laki-laki yang belum lama ini aku kenal. Aku berusaha mengingatnya, yah dia adalah Kennard Orlando Jazztin Adigdaya. Dia melihatku juga tapi Polisi keburu membawaku masuk ke mobil Polisi.


Aku hanya bisa menangis karena menyesal bisa begitu saja percaya pada kata-kata Naura. Aku Di Jebak Naura dan kini dia menikmati menjadi diriku. Dia berusaha merebut identitas ku. Dan kini aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku ke depannya. Aku tidak bisa membayangkan berada di balik jeruji besi penjara. Aku tidak bersalah disini, aku hanyalah menjadi korban kelicikan Naura. Aku adalah Nayra yang asli.


__ADS_2